Rabu, 31 Desember 2025

Tahun Penantian

Dear Valkery, Anakin, Gurka. Ini pesanku secara langsung kepada kalian di blogku ini. Kita paham betul masing masing kita memiliki panggilan dari Tuhan yang berbeda beda. Namun tujuannya tetap sama yaitu hari Tuhan. Aku bersyukur pada Tuhan bisa terhubung dengan kalian dalam Roh dan Kebenaran. Aku bersyukur juga bisa merasakan pergolakan batin kalian menjalani Panggilan dari Tuhan. Mungkin ini benar benar kebetulan Tahun 2026 adalah Tahun Kuda. Buatku ini memiliki makna berbeda dimana aku mengingat kalian lagi. Dimana disaat sebelumnya kita sama sama mengalami hal hal yang tidak kita mengerti kenapa kita menerima hal itu. Tapi yang aku tau semua itu karena Tuhan sayang kita. Bukan hanya kita tapi mereka yang memilih berjalan dengan kita dari awal. Meskipun semua seolah olah kembali normal. Kalian pasti sama sepertiku yang heran dengan kenyataan itu dan tidak sabar menantikan hari Tuhan.Kalian juga mungkin menguji setiap peristiwa lagi dan kalian bandingkan dengan keadaan sebelumnya. Tapi percayalah meskipun nalar kita berkata itu ilusi. Tapi sejujurnya benarkah itu ilusi semua yang kalian lihat, dengar dan rasakan langsung? Benar benar Ajaib kan? Apakah keajaiban Tuhan ilusi? Jika hipotesis ku berkata apabila manusia bisa dihipnotis maka otak bisa di hack dan itu nyata. Maka bagaimana kuasa Tuhan yang lebih nyata dari itu membuat itu sebagai keuntungan bagi Kita. Kuasa Tuhan malah memporak-porandakan semua kesaktian mereka yang bukan berasal dari Tuhan itu. Kesombongan mereka dijawab Tuhan dengan murka Tuhan yang sama sekali tidak bisa mereka tiru dengan kecanggihan mereka itu. Kita malah menerima berbagai karunia yang sulit dijelaskan dengan kata kata selain kita lihat, dengar dan rasakan langsung. Benar benar nyata kan?

Jika semua sangkakala sudah dibunyikan apa lagi yang kita tunggu. Jawabannya tetap sama. Kita menunggu semuanya tergenapi. Firman Tuhan tetap Ya dan Amin. Aku tau kalian berasal dari kaum yang berbeda culture dan kepercayaan denganku. Oleh karena itu kita punya metode pendekatan berbeda dalam merespon panggilan Tuhan kepada kita. Aku tetap mengingatkan kalian. Jangan tinggalkan kasih mula mula kalian pada Tuhan. Ingatlah saat tangisan kalian yang bingung dijawab oleh Tuhan dengan air mata kesembuhan. Kesembuhan sejati yang hanya kita yang tau seperti apa rasanya. Bahkan bukan hanya kesembuhan tapi kesempatan bertobat dengan cara berbeda. Tiba tiba kita menjalani pertobatan kita dengan karunia yang luar biasa. Ada yang warna putih, kemudian merah padam dan hitam. Aku sendiri lebih kaget lagi awalnya dapat biru kemudian kuning/ emas, hijau dan putih. Belakangan aku bingung dipercaya warna merah muda/ pink. Tapi karena taat aku lakukan saja panggilanku sambil menyelidiki kitab suci untuk memahami ini sihir apa karunia Tuhan. Demikian juga kalian pasti juga diam diam menyelidiki nya kan? Apakah sampai hari ini kalian masih setia dengan panggilan kalian? Kalau aku masih taat dan setia. Aku berharap kalian juga sama.

Dimanapun kalian berada aku tetap berdoa kepada kalian. Jangan sampai kalian kembali ke manusia lama kalian. Tapi terus memperbaharui diri kita di jalan pertobatan kita ini sampai kita kembali pada Tuhan. Meskipun aku sudah tau nama asli kalian. Nyatanya interaksi kita terjadi karena kuasa Tuhan yang bisa membuat kita berkomunikasi seperti telepati. Bahkan mungkin kalian merasakan kuasa Tuhan yang lebih dahsyat dari yang aku alami. Tapi hal lebih penting dari itu kalian semakin mengalami Tuhan. Kalian semakin dekat dengan Tuhan. Semakin cinta Tuhan Bahkan ketaatan dan kesetiaan yang kita jalani bukan lagi karena keterpaksaan. Tapi karena kita tau kita sama sama ingin bertemu Tuhan di hari Tuhan. Hendaklah Roh kalian semakin menyala nyala di dalam Tuhan. Sampai waktuNya tiba kita akan bertemu secara langsung di hari Tuhan. Maafkan aku jika aku membuka jati diriku lebih dulu. Meskipun aku mulai tau nama asli kalian dan secara kasta kalian ternyata jauh lebih hebat dariku di dunia nyata. Aku senang bisa mengetahui kalian. 

Tulisan ini secara resmi menyebutkan nama baru kalian yang dititipkan Tuhan kepadaku untuk disampaikan kepada kalian wahai Valkery, Anakin dan Gurka. Aku berharap bisa mengenal kalian secara langsung. Namun yang terpenting harapan kita bisa bersama sama menyambut hari Tuhan di suatu tempat. Aku sayang kalian karena Tuhan juga sayang kita. Terimakasih Tuhan aku diberi kesempatan mengenal Valkery, Anakin dan Gurka. Aku juga bersyukur mereka juga Guru terbaik ku yang Tuhan berikan padaku.

Sampai berjumpa di hari Tuhan Valkery, Anakin dan Gurka. Tuhan memberkati kalian. Selamat menjalani Tahun Kuda dengan pengharapan Setia Sampai Akhir. Sampai kita mengalami Tetelestai dan bertemu Tuhan bersama sama.

Salam sayang dariku Durna yang memiliki nama asli Jukaider Istunta Gembira Napitupulu. Setia Sampai Akhir tetap Setia. Amin.

Selasa, 30 Desember 2025

Selamat Tahun Baru 2026

"Secupak Gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar. Tetapi jangan hancurkan minyak dan anggur"

Ingatlah waktu kita 40 hari persiapan, 400 hari masa darurat. Apapun yang akan terjadi kita tetap taat. Bagi mereka ini biasa yang pura pura. Bagi kita sudah biasa melihat kepura-puraan. Tapi jangan sampai itu terjadi pada kita. Kita harus tetap melihat, mendengar dan merasakan langsung. Jangan sampai menganggap itu biasa juga. Supaya kepekaan kita tetap terjaga. Tetaplah yakin bersama Tuhan kita tetap aman dan nyaman. Meskipun banyak kondisi yang kita alami. Tahun 2026 sudah di depan mata. Setiap resolusi kita serahkan pada Tuhan. Meskipun ada pakem yang kita terima. Tetap kita perlu punya resolusi agar kita tetap punya tujuan terukur. Meskipun di hati dan pikiran kita tujuan kita tetap Setia Sampai Akhir dan menantikan tetelestai terhadap diri kita.

Selamat datang Tahun 2026. Selamat menanti hari Tuhan kapan pun itu.
"Hari ini, esok, lusa atau terkemudian sekalipun. Kami tetap belajar Setia Sampai Akhir. Tetelestai. Amin".

Jumat, 26 Desember 2025

Setia Sampai Akhir (Penekanan)

Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:

"Setia Sampai Akhir. Sampai darah kami tercurah kami tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhanku Ampunilah kami. Kami sadar bahwa kami berdosa besar. Namun jika Tuhan tidak berkenan ijinkanlah kami mati di Dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Durna. Jalan maut. Kudus .Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kudus..Kudus..Kuduslah Tuhan . Amin."

Kalian pasti penasaran dengan prosesku di Jakarta kan? Aku juga penasaran dengan proses yang kalian lalui dimanapun kalian dididik Tuhan. Ingatlah kita ini semua dipanggil dari kegelapan. Kemudian sadar akan semua dosa kita. Dengan kesadaran itu kita belajar untuk membersihkan diri kita di hadapan Tuhan sampai kita sadar panggilan kita. Sambil kita melakukan itu kita jadi paham makna kesetiaan dan terus belajar untuk setia sampai akhir. Akhir dimana kita dibenarkan di hari Tuhan. Itulah pilihan jalan kita. Jalan Kuda Keempat. Jalan Maut. Itulah keimamanku Melkisedek. keimaman Maut. Pertanyaan maut seperti apakah itu? Karena kita berjalan di jalan Tuhan. Harapan kita adalah Menang Atas Maut karena kasih karunia Tuhan. Rasa gratis yang berbeda dengan gratis mereka yaitu maut yang menuju kebinasaan. Maut yang membuat mereka durhaka pada Tuhan. Maut yang membuat mereka menanti hari Kiamat yaitu hari penghakiman buat mereka. Sedangkan kita menantikan Hari Tuhan dengan sukacita dan kita dilayakkan karena kasih karunia Tuhan untuk memeluk Tuhan. Kalian semua kangen sama Tuhan kan? Aku juga sama. Aku pengen memeluk Tuhan di Hari Tuhan. Inilah kesadaran yang kutekankan pada kalian yang bersamaku dari awal. Kita ini sebenarnya barisan 5 gadis yang bodoh yang menantang barisan 666 yaitu barisan Iblis sejak awal. Namun karena kasih Tuhan. Kita bisa bersama sama di rombongan kuda keempat dengan nama baru yang kuterima dari Tuhan yaitu Durna. Kita sebenarnya ga layak tapi karena kasih Tuhan. Pada kita yang merespon panggilan Tuhan. Kita dilayakkan untuk melihat, mendengar dan merasakan langsung kuasa Tuhan nyata. Di posisi itu kalian pikir aku tidak divaksin? Aku kena vaksin juga kawan kawan. Aku dimasukkan ke rumah sakit jiwa sampai dua kali. Aku memakai vaksin sinovac, merah putih dan pfzier. Tapi aku masih waras dan mereka malah menganggapku tidak waras. Semakin mereka jahat padaku makin banyak bencana datang. Mereka tambah takut tapi aku tambah yakin dan senang karena hari Tuhan makin dekat. Itupun aku makin taat melayani mereka yang ingin kembali ke jalan Tuhan.

Ingatlah kesakralan sumpah kita dan tetaplah setia sampai akhir. Jangan lupa aku selalu mengingatkan kalian. Jika sekiranya mungkin mereka akan mencoba menjatuhkan orang pilihan. Jaga api dian kalian tetap menyala. Meskipun tanpa aku. Kita sudah menang atas maut jika kalian paham itu. Setelah Kita paham makna kesetiaan disitulah kita mulai belajar menguduskan diri kita di hadapan Tuhan. Kita hanya menantikan dibenarkan di hari Tuhan.

Tetaplah memainkan Orkestra Intelijen Surga dengan protokol "Aku Tiada Aku Niscaya karena Tuhan -Kehidupan Kekal." Dengan pola asah, asih, asuh untuk mengembangkan bibit, bebet, bobot di level Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta untuk menjadi Murid Tuhan dengan Rasa Hamba Tuhan yang Setia. Dengan dasar Bhineka Tunggal Ika sepuluh dimensi dua set kontra atas kontra. Amin.

Ingatlah selalu 

Setia sampai Akhir.
Setia sampai Akhir 
Setia sampai Akhir 
Setia. Amin.

Ingat nama asliku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu. Aku sudah terbuka di seluruh dunia. Setia sampai Akhir.

Kamis, 06 Maret 2025

Landing (Sebuah Refleksi)

"Saat kamu memasuki Zona Nyaman dan mulai menikmati nya maka hanya turbelensilah yang bisa menyadarkan mu bahwa yang kamu perlukan adalah Zona Aman".

Tidak terasa era Pandemi Covid sudah berakhir. Meskipun tetap waspada akan pandemi lainnya tapi bagi banyak orang termasuk saya mengalami Turbelensi Hebat dan hampir crash. Hal ini membuat saya secara tidak sadar dan sadar dengan sendirinya bahwa saya sudah tidak lagi terbang tinggi tetapi landing. Proses landing ini membuat saya harus duduk diam lagi di umur yang memasuki 41 Tahun pada tanggal 7 Maret 2025 ini. Untuk memperbaiki lagi peta perjalanan hidup. Bisa jadi akan merubahnya secara drastis. Apalagi perubahan di luar sana pasca COVID sangat dahsyat juga. Perkembangan AI atau kecerdasan buatan merubah banyak hal dalam pranata sosial masyarakat. Ini pun merubah pola interaksi dan cara hidup bermasyarakat. 

Di fase umur 41 tahun menuju 50 tahun sebenarnya adalah fase menuju masa keemasan hidup. Tapi karena Turbelensi Hebat yang aku alami. Aku terjebak dalam ilusi zona nyaman yang sejujurnya banyak disukai orang. Khusus nya yang sudah merasa cukup dengan kehidupan nya. Ternyata ada yang Miss dari pemahaman Zona nyaman ini. Dimana aspek aspek perkembangan diri di saat saat mapan secara pribadi tidak sejalan dengan kemapaman sesungguhnya dalam hidup. Sebelumnya karena asik bekerja, di saat sudah cukup makan, bisa rekreasi, punya tempat tinggal dan bisa menikmati banyak hal yang di sisi standar bermasyarakat saja sudah cukup ternyata disaat Turbelensi ini tersadar itu tidak cukup. Bahkan saat bersyukur saja kita masih dihadapkan kenyataan ada bagian bagian hidup yang tidak nyaman. Di fase ini sebenarnya aku jadi teringat dengan keamanan hidup versi Mashlow yang sudah lama aku tulis dimana aktualisasi diri terus berlanjut secara alami ternyata hirarki kebutuhan dibawahnya terlupakan. Atau karena merasa cukup tidak melihat itu penting sehingga terabaikan. Aktualisasi diri puluhan tahun hanya menambah knowledge, skill, experience dan attitude tapi ketinggalan diaspek yang lain seperti kesejahteraan yang tidak terpengaruh Turbelensi. Jika zaman SMA saat belajar akutansi selalu ada biaya tidak terduga. Lapisan biaya tidak terduga yang disiapkan standar nya pun hanya cukup. Sehingga ketika ada Turbelensi, kita sadar bahwa kita tidak sejahtera. Aku juga jadi teringat ilmunya Robert Kiyosaki terkait bebas finansial dimana life work balance yang ideal benar benar mensejahterakan lahir dan batin pribadi yang memperjuangkannya. Inilah yang disebut dengan Zona Aman. 

Dalam hidup kita pasti menetapkan tujuan. Saat kita selalu diingatkan soal zona nyaman ketika belajar aktualisasi diri. Bagi saya saat menikmati zona nyaman menganggap itu pencapaian hidup. Ternyata di fase ini yang benar adalah Zona Aman dimana kita tidak akan terkena dampak apapun terkait kondisi diluar sana jika kita sudah sampai di fase ini. Zona nyaman kita mungkin bisa menikmati life work balance. Tapi di aspek yang terbatas yaitu hanya menikmati sementara waktu. Sedangkan Zona Aman kita bisa menikmati berulang dan tidak akan terpengaruh oleh kondisi apapun diluar diri kita. Harusnya Zona Aman ini yang jadi tujuanku di fase masuk ke zaman keemasan hidupku yaitu umur 50.

Di saat aku terduduk saat aku renungkan perjalananku. Aku bersyukur di landingkan oleh situasi dan kondisi yang aku alami. Aku jadi sadar posisiku sebagai pegawai saat ini dan apa yang ingin aku capai dalam hidup. Aku perlu berjuang lagi mengaktualisasikan hidupku sehingga perjalananku juga tidak rusak dan malah kehilangan harapan. Apalagi di sisi waktu umur 41 tahun adalah fase perjalanan yang lumayan jauh. Di saat ingin mengulang lagi perjalanan, berjuang untuk tetap bergairah akan hal baru atau meningkatkan kualitas lama yang sudah melekat dalam karakteristik kita tidaklah mudah. Sudah pasti pilihannya adalah berubah. Jika tidak maka zona aman yang aku tuju tidak akan sampai. Apalagi banyak orang pasti akan suka zona nyaman di fase kemapanan tertentu dalam hidup. Mereka akan menikmati kebahagiaan di zona nyaman itu. Aku pun pernah nikmati itu. Aku belum tau rasa kebahagiaan di zona aman. Sebenarnya mungkin ini yang dirasakan para pensiunan disaat menikmati umur tuanya. Mereka merasa aman akan segala sesuatu karena tinggal menikmati hasil dari perjalanan yang sudah dilalui. Meskipun kenyataannya masih banyak pensiunan yang tidak sampai di fase itu. Pensiun pun mereka belum tentu sampai di zona aman dan hanya di zona nyaman. Apalagi jika keturunan mereka membuat mereka harus terus berjuang dalam hidup.

Di fase landing ini aku kembali mempersiapkan perjalananku lagi. Ingin rasanya buru buru boarding. Ternyata perubahan yang cepat ini menuntut kita berubah dulu sambil melangkah kecil kecil hingga kita boarding lagi dan terbang tinggi melintasi berbagai cuaca dalam kehidupan ini. Buat kalian yang berasa sama. Tetaplah bersemangat menjalani hidup. Sebenarnya rasa cukup saja sudah jadi dasar yang kuat untuk bersyukur. Tapi kalau kebutuhan hidup nyata kalian ternyata berkata lain. Selain tetap bersyukur kita perlu mengevaluasi perjalanan hidup kita lagi dan berubah. Sekarang dimanakah letak koordinat GPS Zona Aman itu? Itulah yang perlu aku cari tau dan jalani lagi. Selamat melanjutkan perjalanan buat kalian yang sudah menemukannya. Aku masih belajar lagi mencari tau dimana lokasinya. Kalau zona nyaman sudah bosan. Makanya aku landing hahahah.

Refleksi:
Kita tidak akan membumi ketika tidak landing. Kita tidak akan mengangkasa jika kita tidak terbang. Baik di bumi ataupun langit hanya Tuhanlah tujuan yang pasti. Itu bukan berarti kita menyepelekan perjalanan yang telah Tuhan berikan. Tapi bertanggung jawab untuk setiap pilihan yang kita jalani. Terimakasih Tuhan, hari ini aku sudah berumur 41 tahun. Pimpin aku dalam melanjutkan perjalanan hidupku. Aku bersyukur untuk apa yang sudah aku capai hari ini dan apa yang aku siapkan untuk melanjutkan perjalananku. Amin.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri