Selasa, 30 Desember 2025

Selamat Tahun Baru 2026

"Secupak Gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar. Tetapi jangan hancurkan minyak dan anggur"

Ingatlah waktu kita 40 hari persiapan, 400 hari masa darurat. Apapun yang akan terjadi kita tetap taat. Bagi mereka ini biasa yang pura pura. Bagi kita sudah biasa melihat kepura-puraan. Tapi jangan sampai itu terjadi pada kita. Kita harus tetap melihat, mendengar dan merasakan langsung. Jangan sampai menganggap itu biasa juga. Supaya kepekaan kita tetap terjaga. Tetaplah yakin bersama Tuhan kita tetap aman dan nyaman. Meskipun banyak kondisi yang kita alami. Tahun 2026 sudah di depan mata. Setiap resolusi kita serahkan pada Tuhan. Meskipun ada pakem yang kita terima. Tetap kita perlu punya resolusi agar kita tetap punya tujuan terukur. Meskipun di hati dan pikiran kita tujuan kita tetap Setia Sampai Akhir dan menantikan tetelestai terhadap diri kita.

Selamat datang Tahun 2026. Selamat menanti hari Tuhan kapan pun itu.
"Hari ini, esok, lusa atau terkemudian sekalipun. Kami tetap belajar Setia Sampai Akhir. Tetelestai. Amin".

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri