Selasa, 09 Juni 2026

Akhiri Ini Dengan Indah

Aku takkan pernah jadi sempurna 
Ingin aku tetap seperti adanya
Jangan salahkan jika diriku mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna tuk tinggalkanku

Ketika selamanya pun harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri 
Ini dengan indah

Engkau mencoba menahan Isak tangis yang dalam 
Dengan Isa sisa ketegaran yang masih kau simpan

Ketika selamanya pun harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri ini dengan indah
Ketika selamanya pun. Harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Dear Team,
Ingatlah baik baik 400 hari fase keadaan darurat belum terlewati. Namun fase reguler sudah berjalan dengan alami. Aktifitas masyarakat sudah berjalan dengan normal. Sesuai harapan kita bahwa fase transisi sudah berlangsung. Aku harap kita jadi semakin selektif menerima mereka yang benar benar mau berjalan bersama kita. Tidak lagi seperti sebelumnya. Kita benar benar hanya menerima mereka yang sepenuhnya ingin berjalan di jalan Tuhan saja. Jika hanya ingin cari aman saja. Tidak usah lagi bersama kita. Toh diluaran kegiatan reguler sudah berjalan dengan normal. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

Namun di aspek lain. Aku berharap kalian paham maksud aku menyampaikan hal ini. Kita tetap menantikan penggenapan dari firman Tuhan. Bahkan sampai segala sesuatunya berakhir dengan indah. Ini impian kita semua. Sampai hari ini pun aku juga masih memendam impian itu. Tapi kita juga harus realistis. Ketika waktu terkemudian yang harus kita jalani. Satu hal yang harus kita pelihara adalah rasa menyala nyala di dalam Tuhan. Rasa ingin tetap menjaga Api Dian kita tetap berkobar kobar di dalam Tuhan. Kesatuan hati diantara kita yang terpilih. Bahkan bagaimana kita tetap terhubung dalam Roh dan Kebenaran Tuhan dalam keadaan waktu terus berlanjut. Sampai segala sesuatunya tergenapi dan berakhir dengan indah. Firasat ku ini adalah pemurnian yang benar benar berbeda. Aku berharap tidak ada dari kita yang kembali ke manusia lama kita. Tapi kalaupun jumlah kita semakin berkurang karena itu. Kiranya kasih karunia Tuhan tetap memelihara kesetiaan sampai akhir dalam hati dan pikiran kita. Pola komunikasi dan pola hubungan kita pun besar kemungkinan akan berubah juga. Bahkan mungkin saja berkomunikasi dalam roh dan kebenaran Tuhan tidak lagi menjadi menarik buat kita. Kita tinggal menunggu jumlah kita sampai 144.000. Pada saat itu barulah kita tau siapa saja diantara kita yang benar benar setia sampai akhir.

Kita semua menantikan waktu Tetelestai. Saat dimana segala sesuatunya berakhir dengan indah. Aku berharap penekananku ini. Menjadi perenungan buat kita semua. Di kala segala kegiatan reguler yang sudah berjalan dengan normal. Menunjukkan keadaan nyata bahwa keadaan sudah kembali seperti keadaan sebelum pandemi. Dengan kesadaran penuh kita masuk ke fase terkemudian tapi tetap waspada dan peka menjaga Api Dian kita tetap menyala. Ingatlah baik baik. Ujilah setiap tanda yang kita terima. Tetap berjaga jaga meskipun situasi diluaran menunjukkan keadaan baik baik saja. Apalagi ada beberapa segel yang masih belum aku lepas dan ada yang masih dipegang para pemegang segel lainnya. Artinya kami juga menantikan waktu Tuhan untuk melepas apa yang dipercayakan kepada kami.

Aku harap kita semua tetap setia dan tidak ada yang tersesat. Sampai harinya tiba kita bisa berkumpul bersama sama menyambut kedatangan Tuhan. Kita tetap menjaga hati dan pikiran kita di hadapan Tuhan. Tidak ada satupun dari kita yang meninggalkan kasih mula mula kita di hadapan Tuhan. Amin. Itulah doaku dan doa kita semua. 

Rabu, 03 Juni 2026

Peradaban

Dear Team,

Ingatkah kalian bahwa sebelum pandemi. Situasi dan keadaan yang memaksa seluruh dunia untuk di beri tanda ditangan secara massal, beramai-ramai dan tidak ada yang bisa menghindar adalah mustahil. Ternyata pada saat pandemi hal tersebut benar benar terjadi kan? Selain itu ajaibnya ada negara negara malah menyiapkan karpet merah untuk itu. Bahkan dengan sigap menyiapkan aplikasi untuk memantaunya? Padahal Kitab Suci sudah memberi peringatan tentang itu dan mereka yang selama ini yang dengan seriusnya membahas itu dalam setiap studi mengenai akhir zaman. Malah di era pandemi dengan polosnya memberi tanda di tangan dengan cara beramai ramai dan dilakukan di pusat berkumpulnya pendeta pula hahaha. Hanya segelintir orang yang melakukan itu karena terpaksa. Sisanya merelakan diri mereka untuk dipasang tanda itu. Kita termasuk barisan yang beruntung karena saat itu terjadi kita menerima panggilan Tuhan dan menerima tanda di dahi kita. Belakangan kita baru tau arti tanda di dahi itu adalah dalam naungan Malaikat atas seizin Tuhan. Baru setelahnya kita melihat, mendengar, dan merasakan penyertaan Tuhan yang dahsyat dan barisan Iblis itu dikalahkan satu persatu bahkan ada yang memilih kembali kepada Tuhan dan menjadi malaikat lagi. Selain itu kita juga mengetahui ada materai, segel dan sangkakala yang dilepas satu persatu. Mereka yang diluar barisan terpilih banyak yang tidak tau itu. Sedangkan kita sadar itu sudah dan sedang terjadi kan? Artinya kita sudah masuk ke fase waktu Tuhan mulai dihitung.

Namun sesuai dengan tugasku aku juga perlu menyiapkan kalian menghadapi kenyataan apabila keadaan Pandemi yang dipercepat sebelumnya dan proses memasuki fase transisi membawa kita ke fase terkemudian. Meskipun kita juga masih belum paham masa satu masa, dua masa dan setengah masa apakah sudah mau berakhir atau tidak. Potensi kita untuk menjalani kehidupan seperti biasa masih memungkinkan kan? Perbedaannya masing masing kita masih memegang tanda di dahi  semakin sepadan dengan Malaikat yang menemani kalian. Kenyataannya saat ini ada 5 teritori yang dipasang segel dengan tongkat pengukur yang dipercayakan padaku ada dalam posisi tidak akan diinjak injak oleh barisan yang tidak mengenal Tuhan atau barisan Iblis. Artinya selama kalian ada di lokasi itu. Kesadaran kalian akan Tuhan. Akan tetap terjaga apabila hati dan pikiran kalian benar benar Tuhan.Tapi apakah kita yang berada diluar teritori itu tidak mendapatkan perlindungan yang sama? Jawabanku tetap sama meskipun godaannya lebih kuat ketimbang teritori yang di pasang segel. Di dua teritori itu peluang tersesat nya tetap sama karena itu tergantung manusia yang menerima tanda itu. Oleh karena itu aku tetap mengingatkan kalian. Untuk bersiap menyambut peradaban baru dengan taat dan setia. Apabila waktu terkemudian yang terjadi. Kalian harus bersiap-siap head to head dengan barisan Iblis.

Keresahan utamaku adalah ini karena di umurku yang 42 tahun ini apabila waktu terkemudian terjadi maka aku harus menyiapkan keluarga ku untuk menghadapi peradaban yang akan terjadi. Apalagi masih memungkinkan barisan iblis itu masih merasa ini hanya sekedar perang teknologi. Padahal kenyataannya mereka berperang melawan kuasa Tuhan yang menyertai kita dan mereka juga menggunakan kuasa Iblis yang menyertai mereka. Kalau mereka tidak pakai kuasa mana mungkin mereka bisa menyuntik seluruh dunia hahaha. Jika peradaban baru tercipta maka belief system, cara hidup, cara bersikap, cara menjalani keseharian akan berubah juga mengikuti peradaban yang dominan tercipta. Barisan kita tetap konsisten mempertahankan negara. Tapi mereka mencoba untuk menyesatkan itu juga termasuk opsi untuk membubarkan negara. Di fase itupun kita sudah dipersiapkan untuk menghadapinya dengan konsep berbeda kan? Pertanyaannya selama proses itu apakah memungkinkan hari Tuhan tergenapi? Kemungkinan nya tetap ada dan posisi yang sama juga berpeluang terjadi terhadap waktu terkemudian. Aku realistis soal ini karena soal waktu dan kehendak Tuhan hanya Tuhan yang mengetahui. Saat ini aku masih bisa memberikan pesan pesan kepada kalian melalui berbagai tulisanku. Bagaimana apabila aku berhenti menulis? Tentu kita masih terhubung dalam roh dan kebenaran Tuhan. Aku memang sengaja mempublish ini sebagai pesan kepada barisan Iblis itu juga. Apapun keadaan nya aku tidak akan mau bersekutu dengan iblis. Kecuali mereka mau ditimbang dan memilih kembali kepada Tuhan. Aku berharap kalian tetap berproses sesuai panggilan kalian. Demikian juga sebagai pengingat buat diriku sendiri. Meskipun jumlah kita tersisa 144.000 orang pun. Aku tetap memilih setia sampai akhir. Tulisan ini sebagai penanda kepada kita semua untuk menyiapkan diri menghadapi peradaban baru. Jika Kehendak Tuhan kita memasuki fase terkemudian. Meskipun di sisi pribadiku tetap menantiikan tanda kapan segel yang dipercayakan padaku untuk melepas segel aku terima dan laksanakan. Aku harap kalian harus siap kapanpun untuk menghadapi hari Tuhan dan berjaga jaga agar jangan sampai terjatuh dan tergoda oleh barisan iblis itu. Situasi yang kita hadapi sudah jelas bahwa siapapun diatas muka bumi ini ingin kegiatan reguler berjalan lagi dan tidak mau ambil pusing lagi akan hari Tuhan. Sedangkan kita yang dapat tanda di dahi semua ingin segera hari Tuhan dipercepat. Itulah sebenarnya makna lainnya dari 5 Gadis Bodoh dan 5 Gadis Bijaksana. Kita sekarang belajar menjadi Gadis Bijaksana yang selalu menjaga Api Dian kita tetap menyala. Mari kita saksikan sama sama kemungkinan mana yang terjadi. Aku harap kalian tetap peka melihat tanda zaman sesuai apa yang diajarkan kepada kita ini oleh Tuhan di era Pandemi dan setelahnya.

Aku berharap tidak ada satupun dari kalian tersesat dan berharap makin banyak manusia yang memilih bertobat dan bergabung dengan barisan Terpilih. Meskipun barisan iblis itu mengolok-olok kita. Kita akan menerima bukti pada waktu Tuhan terjadi mereka akan tertimpa oleh olok olok mereka dan tidak akan ada kesempatan buat mereka lagi untuk bertobat. Sejatinya merekalah barisan yang durhaka kepada Tuhan.
Ngomong-ngomong barisan Iblis dengan mesin bodohnya itu paham apa tidak segel apa yang aku pegang? Hahaha... Taukah mereka dengan tanda Malaikat dari Timur? Jangan jangan mereka pikir Indonesia ada di Selatan ha-ha-ha.

Refleksi:
Peradaban hanyalah rekaan manusia sedangkan Hari Tuhan sudah tertulis di kitab suci dan akan tergenapi satu persatu sesuai apa yang sudah kita lihat, dengar dan rasakan. Jika peradaban yang terjadi sudut pandang kita tentang itu adalah hari Tuhan. Jangan takut dan gentar karena Tuhan selalu menemani kita. Amin. Setia sampai akhir.

Terkutuklah

Apakah itu takaran?
Apakah itu ukuran?
Apakah itu standar?
Jawabannya adalah Waktu dan Kehendak Tuhan 

Dunia melihat aku tidak dapat apa apa
Hidupku di setiap bagiannya rusak
Tapi aku menjadi beruntung 
Tuhan bersedia hadir dalam hidupku 

Tapi apakah segala sesuatunya jadi indah?
Keindahan yang kuterima berbeda dengan dunia
Aku bisa menangis, tertawa, bahagia 
Dengan rasa dari Tuhan 

Meskipun mereka masih berbuat jahat padaku
Aku jadi bisa melihat seberapa bebalnya mereka
Aku bisa memahami setegar tengkuk apa mereka
Bahkan bisa mengerti seberapa Terkutuknya mereka
 
Lantas kenapa mereka bangga belum terkena murka Tuhan?
Itu yang aku katakan sebelumnya 
Menunggu waktu dan Kehendak Tuhan atas mereka
Aku hanya bisa berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka

Itupun aku masih dididik untuk mengampuni
Meskipun sampai hari ini aku masih melihat dan merasakan itikad jahat mereka
Hati kecilku hanya bisa berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Sampai pada batas batas dimana
Aku menjadi iklas 
Meskipun hati kecilku masih berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 
Itupun Tuhan masih mengingatkanku untuk mengampuni 

Sampai tiba saatnya hatiku benar benar bersih 
Aku sampai bisa merasakan murka Tuhan yang Suci dan Murni 
Sampai aku bisa berkata dengan murni
Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Kata kata yang murni karena muak
Melihat kesombongan mereka dihadapkan Tuhan
Barisan yang benar benar Durhaka kepada Tuhan 
Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Senin, 01 Juni 2026

Daftar Rombongan Emas

Berikut Daftar Rombongan Emas:
1. Garuda Emas
a. Wayang (Semar, Pandawa Kurawa)
b. Onta Emas
c. Adat
2. Angsa Emas
3. Samurai dan Ninja Emas
4. Panda Emas dan Beruang Emas
5. Serigala Emas (Serigala Biru, Serigala lainnya, Rubah, berbagai ras Anjing, Hyena)
6. Elang emas dan Burung Hantu Emas
7. Banteng Emas (termasuk Bison) dan Lembu/Kerbau Emas
8.  Lebah Emas 
9. Kalajengking emas 
10. Belut emas 
11. Belalang Emas
12: Penjaga laut: Gurita Emas, Buaya Emas, Komodo Emas.
13.  Penjaga Air Tawar: Ikan Emas
14. Landak Emas
15. Laba laba emas (kupu kupu, capung, semut)
16. Badak emas 
17 Gajah Emas
18. Kelelawar emas 
19 Kucing Emas
20. Katak emas 
21. Merpati Emas
22. Ular mas
23 Kera Emas (Rahwana, Hanoman, Sugriwa, Subali)
24. Keong Mas
25. Kangguru Mas
26.  Singa
27. Harimau, black and white panther, cheetah, leopard.
28. Gnome dan. Golem (kaum tanaman)
29. TOR: Kaum Petir
30. Kai

Sementara aku tidak masukkan penjelasan dibawah naungan Malaikat siapa. Kalau diizinkan aku tambahkan.

Memahami Makna

Tuhan ada hal yang ingin aku tanyakan
Aku ingin jawaban atas kebingunganku
Aku ingin peneguhan atas kegelisahanku
Hatiku benar benar dipenuhi dengan keresahan 

Apakah hak yang aku terima hanya maut dan binatang buas?
Kenapa aku tidak bisa menggunakannya dengan sesuka hati 
Padahal untuk yang jelas jelas bersalah pun
Tuhan seolah tidak menjawab doaku

Sampai saat ini aku sudah muak
Melihat wajah mereka yang selama ini jahat padaku 
Tampaknya mereka senang masih diberi kesempatan untuk tobat
Tapi apakah mereka benar benar bertobat?

Faktanya mereka masih ingin mencari masalah denganku
Menyiapkan berbagai perangkap untuk menjebakku
Bahkan terang terangan menunjukkan itikad jahat mereka di depanku
Kenapa mereka belum dihukum ya Tuhan?

Memang aku tau proses ini membuatku belajar 
Semua itu untuk menambah kuat dasar timbangan
Apakah benar aku harus membiarkan mereka?
Sampai kapan doaku akan didengar Tuhan

Ribuan kali aku mengarahkan tombak dan panahku kepada mereka
Aku heran mereka belum mati juga 
Aku ingin memahami makna dari kenyataan ini
Aku serahkan mereka yang jahat kepadaku
Biar Tuhan saja yang hukum mereka


Senin, 25 Mei 2026

Maut Datanglah

Wahai Maut dimana sengatmu
Kebebalan mereka sudah membuat bumi panas
Wahai Maut dimana tajimu
Kesombongan mereka membuat laut bergelora

Wahai Maut sampai kapan engkau menunggu 
Mereka makin tegar tengkuk 
Kedurhakaan mereka sudah membuat alam semesta muak
Alam maut sudah memanggil nama mereka

Wahai Maut datangilah mereka
Sampai mereka tidak bisa congkak lagi
Wahai Maut segeralah datang
Neraka sudah tidak sabar menyambut jiwa mereka

Wahai Maut datangilah 
Ambillah nyawa mereka
Agar jiwa mereka terbakar habis
Terkena amarah dan murka Tuhan 

Wahai Maut datanglah
Tunjukkan seperti apa Keperkasaan Tuhan itu
Agar mereka tau siapa yang mereka tantang 
Wahai Maut datanglah dan habisi mereka 

Amin

Hadirat Tuhan

Dear Team,

Ingatlah ini dalam menjalani panggilan kalian. Aku tau kalian semua ditemani Malaikat saat kalian mengerjakan tugas kalian dari Tuhan. Pada saat itu kalian pasti merasakan hadirat Tuhan.  Tapi semakin sering kalian merasakannya. Lama lama kalian menganggap itu hal yang biasa. Bahkan yang paling fatal kalian merasa hambar dan bosan. Kalian merasa seperti itu karena merasa waktu dan Kehendak Tuhan belum datang juga. Paling parah karena itu kalian membuka celah dan terjatuh gara gara di goda oleh barisan Iblis. Kalian tau kenapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena kalian tidak menjaga hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Kalian tidak membangun menara doa pribadi kalian. Sehingga kalian tidak bertumbuh dan semakin dekat dengan Tuhan. Kalau kalian makin dekat Tuhan kalian tidak akan merasa hambar dan bosan. Kalian m waalah semakin rindu dan semakin ingin bertemu dengan Tuhan. Itulah hadirat Tuhan yang sejati. Dimana dalam keadaan apapun kalian selalu ingat dan kangen dengan Tuhan. Bahkan ketika berbuat dosa sekecil apapun kalian langsung ditegur Tuhan dan lekas bertobat. Sampai akhirnya kalian tidak berani lagi melakukan kesalahan yang menyebabkan kalian bisa jauh dari Tuhan. 

Sejak awal saya ingatkan kepada kalian untuk senantiasa berjaga jaga dan waspada. Ini penting supaya kalian tetap di jalur yang tepat dan tidak menyimpang. Kalian benar benar menjalani panggilan di jalan Tuhan. Bukan semata mata sebagai obsesi pribadi kalian. Tapi benar benar karena kalian mendapatkannya dari Tuhan. Panggilan dari Tuhan bukan seperti melakukan impian pribadi kalian. Tapi hal tersebut berkaitan dengan penggenapan firman Tuhan. Kalian dipanggil Tuhan untuk menggenapi Firman Tuhan. Disitulah kalian baru memahami makna ketaatan saat kalian berulang kali melaksanakan tugas dari Tuhan dengan taat. Maka tingkatan kualitas ketaatan kalian semakin meningkat. Di tingkatan tertinggi ketaatan tersebut meningkat menjadi kesetiaan. Kesetiaan itulah yang terus menerus kita jaga dan kembangkan tiap saat. Sampai hadirat Tuhan memenuhi setiap perjalanan kita. Setiap detik waktu kita dipenuhi hadirat Tuhan. Sampai kita betul betul sadar batasan kesetiaan kita adalah setia sampai akhir. Setia sampai Tuhan memanggil kita baik dalam tubuh fisik atau tubuh roh kita. Setia sampai maut mendatangi kita. Setia sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan. Itulah makna akhir dari kesetiaan kita. Sampai kita menemui maut kita tetap setia. Sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan kita tetap setia. Rasa itulah yang saya rasakan saat hadirat Tuhan memenuhi keseharian saya. Saat saya merasa bosan dan jenuh. Saya selalu datang ke Tuhan untuk diperbaharui lagi. Segala luka yang timbul karena perjalanan di jalan Tuhan selalu disembuhkan Tuhan saat kita dipenuhi hadirat Nya. Bahkan jawaban pun akan diberikan Tuhan sesuai tingkatan kita bertumbuh di dalam Tuhan. Saya pun juga sering mendapatkan keadaan dimana seolah-olah Tuhan masih memberi kesempatan kepada orang yang jahat kepada saya belum di hukum Tuhan juga. Padahal mereka ga tobat tobat dan selalu ingin berbuat jahat kepada saya. Tuhan malah mengajarkan untuk sabar dan ikhlas menantikan Tuhan menghukum mereka. Bahkan saat mereka terang terangan menunjukkan kesombongan mereka. Saya belajar untuk diam dan untuk tidak terlalu menanggapi mereka. Meskipun terkadang saya menggunakan karunia saya untuk memanggil maut untuk mendatangi mereka. Mereka belum mati juga. Disisi itu Tuhan malah mengajarkan saya mengenai dasar dari penggunaan karunia bahkan dasar dari penghukuman tertinggi. Serta pengajar tipe tipe manusia yang dimurkai Tuhan yaitu tegar tengkuk, ular beludak, otak dengkul sampai durhaka pada Tuhan dengan berbagai levelingnya.  Betapa banyaknya ajaran yang saya terima dari Tuhan saat bersedia di penuhi hadirat Tuhan tiap saat.  Sampai akhirnya saya mengerjakan panggilan dan tugas saya dari Tuhan bukan semata mata mengerjakan hal yang rutin serta kepentingan pribadi saya. Tetapi mengerjakan hal tersebut sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Itulah batasan batasan yang diberikan Tuhan kepada kita dalam mengerjakan panggilan kita dari Tuhan.

Keluarga Tuhan yang sepadan. Ingatlah ini selalu untuk menjaga hadirat Tuhan dalam diri kalian. Patokannya adalah saat kalian semakin sepadan dengan kita semua yang terpilih kemudian dengan Malaikat yang menemani kita. Serta yang tertinggi adalah ketika kita semakin sepadan dengan Tuhan. Hampir semua dari kita sudah berada di rombongan pertama yang karena kasih karunia Tuhan kita berada di pintu pertama menuju surga. Jika kalian semua sudah sampai di fase itu. Masa kalian rela melepas hadirat Tuhan dengan kembali ke manusia lama kalian dan kembali menikmati sajian dunia yang fana itu. Apalagi kalian sudah tau Sangkakala Tuhan sudah dibunyikan. Saya adalah salah satunya sebagai pemegang Sangkakala Pertama sudah meniupkan Sangkakala itu kan. Belum lagi pemegang Sangkakala lainnya sudah meniupkan nya. Kalian tau artinya apa? Kita tinggal menunggu penggenapan firman Tuhan. Mau berapa lamapun kalian harus tetap sabar menantikan kedatangan Tuhan. Kalau saya sampai menyiapkan siasat waktu terkemudian pun. Itu sebenarnya semata mata untuk menjaga hadirat Tuhan tetap memenuhi diri kita pribadi lepas pribadi. Meskipun pengharapan saya adalah waktu Tuhan dipercepat. Untuk apa berlama lama di Bumi kalau waktu Tuhan bisa dipercepat. Tapi apakah keinginan pribadi itu yang menjadi patokan kita? Sangat jelas hanya Tuhan saja yang tau mengenai waktu dan kehendak Tuhan. Saya berharap tidak ada satupun dari kalian tersesat dalam menantikan penggenapan Firman Tuhan. Harapanku kalian makin teguh dalam iman dan pengharapan terhadap Tuhan. Belajarlah memenuhi keseharian kalian dengan hadirat Tuhan agar kalian tidak mudah untuk tersesat.  Saya tidak akan bosan bosan untuk terus menerus mengingatkan kalian. Sebab kita pasti akan selalu jadi sasaran tembak barisan Iblis yang tidak mau bertobat. Apalagi jujur saja bahwa dalam keseharian saya. Selalu bertemu barisan Iblis yang sombong dan memamerkan keselamatan mereka di depan saya. Seolah-olah semua kesalahan mereka tidak diketahui oleh Tuhan dan mereka tidak mendapatkan penghukuman. Ada waktunya kita mentertawakan mereka. Saat itu akan datang ketika hari Tuhan tiba dan mereka semua tidak diberikan kesempatan untuk bertobat lagi. Kita semua menantiikan hari itu kan? Karena itu tetap jaga hadirat Tuhan dalam keseharian kalian agar api Dian kalian semakin besar dan kalian tetap berada dalam barisan Ksatria nya Tuhan. Itulah doa untuk diriku sendiri dan juga doa untuk kalian semua.

Refleksi:
KsatriaNya Tuhan adalah barisan yang setia sampai akhir dimana Dia Yang Setia dan Benar membenarkan kita semua di hari Tuhan. Amin

Minggu, 24 Mei 2026

Mengenai Karunia

Dear Team,
Kalian sudah banyak mendapatkan didikan Tuhan. Setelah menerima panggilan Tuhan, kita satu persatu bertobat dan terus menerus melakukannya sebagai kesaksian pertobatan kita dihadapan Tuhan. Kita semua paham bahwa tidak semuanya benar benar taat dan memilih kembali ke manusia lama mereka. Orang orang tersebut satu persatu keluar dari rombongan terpilih bahkan kalaupun masih bersama sama kita. Mereka menjadi umat biasa dan ada yang diperkenankan untuk dididik Malaikat Gabriel sebagai jalan pertobatan mereka. Kalian tau makna tanda di tengah dahi kalian? Ada dua makna terkait tanda di dahi itu. Tanda pertama biasanya diterima mereka yang baru menerima panggilan dan menjalani nya yaitu tanda dalam naungan Malaikat atas seizin Tuhan. Di fase ini kita benar benar baru merasakan berjalan dijalan Tuhan dengan menjalani panggilannya dengan ditemani malaikat. Di fase ini pertama kalinya kita benar benar melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dan penyertaan Tuhan selalu menemani kita. Selain itu di fase ini kita benar benar belajar taat terhadap waktu dan kehendak Tuhan. Meskipun dalam prosesnya tidak semulus yang kita bayangkan. Kita masih memungkinkan terjatuh. Namun jika hati kita benar benar Tuhan kita lekas bertobat saat diingatkan Tuhan dan terus menerus bertumbuh dalam Tuhan. Proses pembelajaran itu membawa kita dari fase ketaatan menjadi kesetiaan. Sebuah tingkatan ketaatan yang telah melalui berbagai proses. Kita pun mulai mengenal malaikat malaikat yang menemani kita. Kita juga mulai belajar menggunakan karunia kita dan karunia malaikat yang menemani kita dalam menjalani panggilan dari Tuhan. Sampai akhirnya ketaatan kita berubah menjadi kesetiaan kepada Tuhan dan takut untuk berbuat dosa kepada Tuhan.

Fase berikutnya tanda di dahi kita berubah menjadi tanda dalam naungan Tuhan sepenuhnya. Di fase ini kita melewati setiap peristiwa dan keadaan berkaitan panggilan kita dengan kesetiaan yang berulang. Sampai fase tertingginya adalah kesetiaan sampai akhir. Di fase ini kita sudah pasrah sepenuhnya dan menyerahkan hidup dan mati kita pada Tuhan. Kita sudah tidak lagi khawatir apapun. Hanya menunggu kita menemui maut atau kita bertemu Tuhan di hari Tuhan. Selain itu kita juga belajar sepadan dengan Malaikat Malaikat yang menemani kita. Hal ini juga membawa kita semakin sepadan dengan orang orang terpilih lainnya. Di fase ini kita menjadi Keluarga Tuhan yang Sepadan. Kita sepadan dengan orang terpilih di seluruh dunia dan malaikat malaikat yang menemani kita. Penggunaan karunia pun tidak lagi harus ditemani malaikat secara langsung. Namun diiringi oleh Malaikat bahkan ada yang langsung mendapatkan karunia dari Tuhan. Sebenarnya pada tahap ini kita tidak lagi memikirkan hal hal duniawi meskipun kaki kita menapak di Bumi. Tapi kita lebih memilih memikirkan hal hal dari Tuhan yaitu Kehendak dan Waktu Tuhan. Kita semakin menolkan ego kita di hadapan Tuhan. Namun di fase ini kita juga pasti menghadapi berbagai pergumulan juga. Tapi respon kita terhadap pergumulan itu membawa kita semakin pasrah dan dekat kepada Tuhan. Ini yang menjadi kesaksian aku juga kepada kalian. Di fase ini aku masih dijahati di Jakarta oleh mereka yang masih menganggap keadaan ini hanyalah persoalan perang teknologi. Padahal mereka tidak sadar Hari Tuhan sudah mulai dihitung. Aku jadi semakin terbiasa menerima perlakuan tidak adil dari bangsaku sendiri. Hal ini menjadi dasar bagiku di timbangan itu. Pada saat aku menggunakan kuasa yang dipercayakan kepadaku. Aku benar benar siap dan sangat ikhlas bangsaku Indonesia binasa karena kesombongan mereka. Meskipun demikian aku sadar juga ada orang orang Terpilih lainnya di bangsa ini yang terus menerus menjalani panggilannya dengan setia. Di fase yang sama mereka juga belajar ikhlas Indonesia binasa saat penggenapan Firman Tuhan dinyatakan yaitu saat pasak pasak Bumi runtuh dan bintang bintang di langit berjatuhan menimpa Bumi. Bahkan saat segel kutub Selatan dan Kutub Utara dilepas. Mereka mau kabur kemanapun. Murka Tuhan akan mendatangi mereka.

Aku juga perlu mengingatkan bahwa dalam penggunaan karunia kalian. Jangan sampai kalian menggunakannya dengan sembarangan. Sebab hal itu juga akan diperhitungkan. Jangan sampai saat hari Tuhan tiba kalian masuk golongan yang tidak di kenal oleh Tuhan. Sudah banyak pengalaman kita soal ini kan? Orang orang yang sebelumnya bisa menggunakan karunianya jadi kehilangan karunia itu dan menjadi umat biasa. Meskipun ada yang dididik Malaikat Gabriel untuk menjalani pertobatannya. Pasti mereka akan mengalami rasa yang berbeda. Kalau rasa itu tidak membawa mereka pada pertobatan. Maka dengan cepat mereka akan dikeluarkan dari rombongan terpilih. Aku ingatkan kalian dalam penggunaan karunia bahwa Roh itu penurut dan daging itu lemah. Jangan sampai karena kedagingan kalian. Kalian lupa berdoa kepada Tuhan dalam menggunakan karunia kalian. Tulisan ini sebagai pengingat dariku sesuai karunia keimamanku Melkisedek agar kalian jangan sesat karena menerima dan menggunakan karunia itu dengan sembarangan.

Refleksi:
Di akhir zaman banyak orang berseru kepada Tuhan namun mereka dianggap barisan yang tidak dikenal oleh Tuhan. Apakah kita mau seperti itu? Aku harap kalian mulai semakin berhati-hati dan bijaksana menggunakan karunia kalian sesuai panggilan yang kalian terima dari Tuhan.

Senin, 18 Mei 2026

Sepadan

Dear Family,

Sadarkah kita di fase ini kita dididik Tuhan untuk menjadi satu Keluarga yang sepadan? Taukah kalian apakah itu rasa sepadan? Rasa sepadan adalah rasa yang kita terima karena Tuhan sebagai satu kesatuan tubuh, panca indera, hati, jiwa dan satu roh dalam Tuhan. Dengan rasa itu kita bukan lagi dididik menjadi anak gampangan. Kita menjadi semakin dewasa dalam menjani panggilan kita. Bukan hanya secara perorangan namun secara bersama sama sebagai keluarga. Ikatan batin yang terbentuk pun akan semakin kuat. Proses asah, asih, asuh kita tidak lagi untuk saling menyakiti dan menjatuhkan tapi menjadi saling mendukung, menguatkan, menolong, menopang, menjaga, mendidik satu sama lain tanpa paksaan. Kita benar benar menganggap satu sama lain sebagai saudara. Sehingga saturasi rasa kita menjadi semakin kuat dan solid dan tidak bisa dihancurkan oleh apapun juga.

Rasa ini juga meningkatkan rasa sepadan kita dengan guru guru Malaikat kita. Kita juga jadi merasa satu keluarga dengan mereka. Sehingga dalam menjalani panggilan kita. Saturasi rasa kita tidak lagi sekedar hubungan antara manusia dan Malaikat yang penuh dengan batasan. Tapi batasan itu dipersatukan dengan roh Tuhan yaitu sebagai keluarga. Sehingga dalam memahami kehendak Tuhan dan panggilan kita. Kita benar benar sepadan dengan guru guru Malaikat kita sebagai Keluarga Kerajaan Tuhan. Ini pasti merubah pola pikir, cara bertindak, cara memutuskan, cara bersikap bahkan cara kita melakukan panggilan kita. Kita tidak lagi melandaskan hal itu dengan hal hal duniawi lagi tapi melandaskan itu dengan waktu dan kehendak Tuhan. Kita jadi lebih berhati-hati dan waspada agar tidak mendatangkan murka Tuhan dan terjatuh. Kalian akan semakin paham kenapa Malaikat Malaikat itu sampai diizinkan Tuhan untuk menemani dan mendidik kita. Jika kalian semakin sepadan dengan guru guru Malaikat kalian. Maka atas izin Tuhan karunia kalian dan karunia guru Malaikat kalian akan menyatu. Tentunya kalian juga tidak akan semakin sembarangan menggunakannya. Tapi pasti menunggu tanda dari Tuhan kapan harus memakainya atau tidak. Kalian tidak lagi merasa bahwa itu karena kehebatan kalian tapi kalian semakin sadar semua itu kalian terima karena kasih karunia Tuhan.

Taukah kalian rasa tertinggi dari rasa sepadan ini? Setelah kita semakin sepadan satu sama lain sebagai keluarga Tuhan yang sepadan bahkan sepadan dengan Guru Guru Malaikat kita sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan. Maka kita akan dibawa dalam dimensi sepadan yang lebih tinggi. Kita semakin sepadan dengan Tuhan. Kita akan semakin rindu dengan Tuhan dan semakin ingin bertemu dan menyatu dengan Tuhan. Bukankah itu yang kita rasakan saat ini? Sehingga kita semua benar benar tidak takut apapun lagi. Bahkan ingin segera menemui maut agar bisa segera bertemu dengan Tuhan? Tapi kalau itu kalian inginkan bukan karena waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kalian terpeleset dan terhitung sebagai orang orang yang durhaka kepada Tuhan. Aku harap refleksi singkat aku tentang rasa sepadan ini semakin buat kita sadar. Bahwa kita satu sama lain sebagai yang terpilih tidak lagi terjebak dalam jebakan barisan iblis sehingga terpecah belah, tercerai-berai dalam berbagai pertengkaran dan kesalahpahaman yang tidak penting. Tapi kita semakin kompak dan padu dalam menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan.

Aku harap kita semua berproses semakin dalam di dalam Tuhan dan semakin sepadan satu sama lain. Tetap setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Tuhan memberkati.

Minggu, 17 Mei 2026

Pupus

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya 
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Meskipun kau takkan pernah tau

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban 
Hingga akhirnya kaupun mau

Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Meski kau takkan pernah tau

Baru kusadari 
Cintaku bertepuk sebelah tangan 
Kau buat remuk seluruh hatiku 

Dear Lover,
Perkenalkan namaku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu. Mereka mengenal aku dengan nama Durna. Aku saat ini sedang belajar karunia keimamanku Melkisedek sambil mengerjakan panggilanku yang lain sebaga kudai ke-4. Sebelumnya aku ingin menyampaikan kepada kalian. Bahwa timbangan itu ada bukan bermaksud untuk menyatakan kesalahan kalian kepada Tuhan. Tapi itu adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada kalian. Taukah kalian waktu timbangan itu ada? Selain aku guru guru Malaikat ku juga ikut menimbang di situ. Taukah kalian siapa saja mereka? Mereka adalah Malaikat Mikhael, Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Gnome dan Golem, serta Malaikat Abadon. Sadarkah kalian artinya itu buat kalian? Aku menggunakan bahasa manusia dalam lagu "Pupus" ini kepada kalian agar kalian paham. Para Pemimpin Malaikat itu juga cinta dan rindu kepada kalian. Rasa itu aku rasakan dari rasa terdalam mereka. Mereka ingin kalian sadar akan kesalahan kalian dan kembali kepada Tuhan. Apakah kalian tidak menyadari cinta itu? Ataukan kalian menunggu sampai cinta itu bertepuk sebelah tangan baru kalian sadar? Setelah Gok Magok dimulai. Aku tidak yakin lagi ada kesempatan sebesar ini diberikan kepada kalian untuk kembali kepada Tuhan. Dengan kerendahan hati terdalam aku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu menyampaikan kepada kalian segara datanglah ke teritoriku untuk ditimbang. Aku akan menemani kalian untuk ditimbang bersama sama denganku jika kalian takut. Rekan rekan kalian sudah banyak yang ditimbang dalam timbangan itu dan memutuskan kembali kepada Tuhan. Apakah kalian tidak rindu kembali kepada Tuhan?

Jika kalian memilih untuk Pupus, maka aku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu dengan tanpa segan lagi. Akan menggunakan kuasaku untuk menghabisi kalian. Pada saat itu sudah pasti Gog Magog sudah dimulai dan yang ada hanyalah murka Tuhan. Sekali lagi aku ingatkan selagi kasih karunia Tuhan masih ditunjukkan kepada kalian. Segeralah datangi aku. Kompetensi aku dari Tuhan memang itu. Karena karunia Keimamanku Melkisedek. Di negara ku banyak makanan enak enak dan tempat wisata yang indah indah. Setelah kalian melewati ketegangan saat di timbang di timbangan Tuhan. Kalian bisa refreshing di sini. Rekan rekan kalian juga sudah menikmati itu. Sudahkah kalian dapat kabar siapa saja rekan rekan kalian yang mau ditimbang dan setelah itu refreshing di negaraku? Mereka benar benar bersukacita bersama kami disini karena bisa kembali kepada Tuhan.

Ingat baik baik bahwa kalian itu disayang Tuhan. Kalau tidak bagaimana bisa aku diizinkan untuk mengingatkan ini kepada kalian. Jangan lupa ajak teman kalian sebanyak banyaknya ya. Aku tunggu di negaraku. Sekalian kalian liburan dan bersenang-senang di sini. Oh ya aku ada di Jakarta. Kalau kalian ingin liburan setelah di timbang aku akan rekomendasikan tempat tempat enak dan makanan makanan Nusantara terbaik buat kalian.

Salam kasih sayang Tuhan kepada kalian. Jangan sampai kesempatan kalian pupus saat hari Tuhan datang. Kesempatan kalian untuk kembali kepada Tuhan tertutup. Oh ya informasi terbaru. Manusia manusia pertama yang terdaftar di gerbang pertama Surga sudah banyak. Kami menunggu jumlah kami genap. Sampai ketemu di Jakarta ya. Jangan lupa ajak teman kalian sebanyak banyaknya.

Tuhan memberkati.

Minggu, 10 Mei 2026

Aku bukan lagi Gawang Negara

Dear Team,

Selama ini aku taat menerima amanah dari sesepuh pendiri Bangsa ini. Tidak ada satupun dari barisan Iblis itu yang berhasil memporak porandakan negaraku. Aku malah menerima berbagai siksaan dan hinaan dari mereka. Justru mereka yang dari bangsaku sendiri menikmati itu bersama sama barisan Iblis. Mereka tidak mau bertobat dari kejahatan mereka. Aku bersyukur menerima tanda untuk memperkuat proses Mangku Semesta ku semakin dalam. Agar aku siap menggunakan segel Tuhan yang dipercayakan padaku. Maka aku semakin punya dasar  untuk menggunakan nya karena semua bukti itu tertimbang dalam timbangan Tuhan.  Berdasarkan hal tersebut dengan ini aku sampaikan kepada kalian. Tongkat Gawang Negara sudah aku serahkan pada Tuhan sebagai laporan dan pengaduanku kepada Tuhan. Tongkat Gawang Negara yang dipercayakan kepadaku sudah aku letakkan dalam timbangan itu dan tidak ada seorang dapat mengambil nya. Biarlah mereka yang sombong dan merasa sebagai gawang negara juga mengambil tanggung jawab itu. Biar mereka yang bertanggung jawab pada sesepuh dan pendiri bangsa ini. Lagipula mereka tidak menganggap aku karena aku gawang negara termuda. Mereka sengaja menghina dan menyiksaku selama 4 tahun lebih. Saat ini mereka tidak bisa menunggangi aku lagi. Mereka sangka aku hanya kuda lumping yang kerasukan dan mudah ditunggangi. Mereka tidak sadar para penunggang itu satu persatu di hukum Tuhan bahkan mati mendadak semua. Meskipun hidup dan karir aku rusak dan seolah-olah aku tidak punya masa depan lagi. Bahkan aku sampai dimasukin ke rumah sakit jiwa dua kali. Tapi aku dengan karunia kuda Ke 4 dan keimamanku. Aku tidak akan mundur dari panggilan utamaku. Aku bersih dan sudah melakukan panggilanku terkait itu dengan bertanggung jawab. Tugasku sebagai Gawang Negara sudah selesai. Biarlah mereka yang merasa hebat menanggung itu beramai ramai. Toh sasaran tembakku sudah jelas yaitu barisan iblis. Untuk apa lagi aku jaga negara ini jika mereka menganggap tanpa aku pun mereka bisa. Mereka tidak sadar kondisi sebenarnya yang terjadi di luar bangsaku ditutupi dan mereka pura pura tidak tau dengan itu. Setidaknya aku lega dan melakukan penyerahan tongkat Gawang Negara kepada Tuhan dengan terlebih dulu menghormat kepada bendera Merah Putih di depan Gedung Juang. Sebagai tanda bahwa tugasku sudah selesai. Aku benar benar lega. Aku bukan pengkhianat negara ini. Merekalah sesungguhnya yang berkhianat dan biarlah mereka bertanggung jawab kepada sesepuh dan leluhur bangsa ini di alam baka. Lagi pula aku juga sudah meminta dijemput dari negaraku ini kepada mereka yang terpilih di seluruh dunia. Aku menantikan tanda ke negara mana aku akan di bawa jika itu Kehendak Tuhan. Aku sudah bosan membela bangsaku di hadapan Tuhan. Mereka jahat kepadaku. Lebih baik aku pergi ke negara yang benar benar membutuhkan aku. Mereka pasti akan mensuplai kebutuhan aku kalau mereka mendapatkan tanda untuk menjemput aku. Segeralah jemput aku wahai yang Terpilih. Aku menunggu kalian.

Sekarang kalian yang merasa aku tidak adil terkait perlakuan ku terhadap bangsa lain. Sudah lega juga karena aku bisa fokus untuk mendata semua umat Tuhan dari 4 Penjuru Mata Angin di seluruh dunia. Persiapan hari Tuhan semakin dekat. Aku juga menunggu penggenapan dari yang kuterima bahwa kematian aku adalah tanda. Sampai itu tiba aku tetap taat dan setia mengerjakan panggilan utamaku dari Tuhan. Kalau kalian masih menerima panggilan Mangku Negara. Jalanilah dan pahamilah kepedihan kepedihan yang kalian alami karena itu. Aku sudah merasakannya di negaraku. Pada titik tertentu kalian akan sadar bahwa jika negara kalian jahat. Kalian akan ikhlas jika pada hari Tuhan, negara kalian menerima penghukuman dari Tuhan. Setelah menerima tanda itu barulah kalian akan naik tingkat menjadi Mangku Bumi dan akan memulai perjalanan baru di jalan Tuhan. Meskipun pertarungan di perspektif negara masih aku lakukan karena sasaran barisan Iblis adalah membubarkan seluruh negara di dunia. Tapi pada titik tertentu jika kita harus mengikhlaskannya maka akupun sudah menyiapkan siasat untuk itu. Bahkan siasat Indonesia Emas tidak lagi aku gunakan dan berikan kepada bangsaku. Aku sudah muak membela mereka. Lebih baik aku memandu kalian yang benar benar ingin berjalan di Jalan Tuhan. Apalagi pada rapat para Penjaga Waktu terbaru sudah banyak daftar rombongan yang lengkap. Tinggal menunggu waktu pintu di tutup dan kita tidak menambah rombongan lagi. Aku harap pengumuman dari aku ini sebagai tanda buat kalian terkait posisiku dan negara Indonesia. Aku bukan lagi Gawang negara mereka.

Refleksi:
Saat kita memilih untuk tidak berkhianat kepada negara kita dengan membelanya di hadapan Tuhan. Indikator kita berhenti membela negara kita adalah ketika kenyataan yang kita terima adalah negara kita memilih berkhianat kepada Tuhan dengan berbagai bukti perilaku mereka. Pada saat itu kita akan menerima panggilan baru sebagai tujuan kita berjalan di jalan Tuhan. Kita akan semakin setia menjalaninya dan karunia yang kita terima akan semakin bertambah.

Selasa, 05 Mei 2026

Menghapus Jejakmu

Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu 
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan 

Perlahan mimpi terasa mengganggu 
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu 
Kucoba untuk lanjutkan hidup

Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus Jejakmu

Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu 
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan 

Perlahan mimpi terasa mengganggu 
Kucoba untuk terus menjauh
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu 
Biar hujan menghapus Jejakmu

Lepaskan segalanya 
Lepaskan segalanya 

Engkau bukanlah segalaku 
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu 
Biar hujan menghapus Jejakmu

Dear Team,
Jejak langkah kita sudah sampai ke ujung dunia. Barisan Iblis itu akan terus kita kejar kemanapun mereka lari. Sampai ke ujung semesta pun mereka tidak akan luput dari pengawasan kita. Pertanyaannya apakah kita akan terus mentoleransi mereka? Memang kita masih memberi ruang pada mereka untuk bertobat. Sudah banyak upaya kita lakukan untuk memberikan mereka kesempatan untuk sadar dan bertobat. Namun apabila mereka tidak sadar sudah di selamatkan dari dalam api oleh kita dan terus menerus mengeraskan hati mereka di hadapan Tuhan. Itulah batasan toleransi yang kita terima sebagai tanda dari Tuhan untuk mulai bertindak. Untuk apa kita sampai meresikokan diri untuk menyelamatkan mereka. Sedangkan dari dalam diri mereka lebih suka berada di dalam api. Bukankah itu berarti mereka memilih menjadi seteru Tuhan dan bangga dengan kesombongan serta sikap tegar tengkuk dengan otak dengkul yang mereka anggap kepintaran tertinggi mereka? Terhadap barisan dan pribadi seperti itu apakah kita tetap berupaya untuk terus menerus membuat mereka bertobat? Hanya karena kasih karunia Tuhan kepada mereka saja yang menjadi tanda buat kita untuk tetap melakukan itu dan menyadarkan mereka. Namun jika rasa amarah Tuhan yang timbul dalam diri kalian. Berarti itulah tanda untuk memulai menghapus jejak mereka satu persatu dari dunia ini. Kita bersama sama membawa maut kepada mereka. Kebinasaan mereka bukan lagi kesalahan kita karena mereka sudah melampaui batas batas yang ditentukan Tuhan sebagai batas waktu pertobatan mereka. Dengan tanpa ragu kita bawa Pedang Tuhan mendatangi mereka. Saat itu buat mereka sudah tidak ada lagi ruang untuk pertobatan. Penghakiman dari Tuhan sudah pasti mendatangi mereka. Itulah dasar bagi kita untuk "mulai bertindak."

Selain itu kita sebagai satu kesatuan keluarga Tuhan yang sepadan harus terus melangkah menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan. Jejak jejak langkah kita adalah kesaksian kita dihadapan Tuhan. Bukankah kita sudah melihat, mendengar dan merasakan sendiri semua itu? Jika kalian tidak sadar di dalam jejak jejak langkah itu ada jejak Tuhan yang menemani kalian. Potensi kalian tersesat bisa sama seperti mereka yang ada di barisan Iblis. Oleh karena itu ini juga peringatan bagi kalian untuk segera bertobat jika kalian ditegor oleh Tuhan baik melalui keadaan, peristiwa bahkan jika ditegor oleh barisan Terpilih secara langsung. Apalagi jika karunia kalian dicabut. Apakah kalian ingin memilih menghapus jejak kalian di barisan Tuhan dan memilih durhaka dengan bergabung dengan barisan Iblis. Jika itu terjadi percayalah kalian bahwa orang itu akan langsung terhapus jejaknya dari dunia sebelum bergabung dengan barisan Iblis. Kita sudah bersepakat konsekuensi terhadap mereka yang berkhianat adalah maut. Jangan sampai kita yang sudah merasakan penyertaan Tuhan malah terhapus jejaknya karena terjatuh dan tidak mau bertobat. Kalian tau Ananias dan Safira? Kalau kalian ingin dalil. Apa yang terjadi kepada mereka ketika mereka berkhianat. Maut langsung menghampiri mereka kan. Padahal kesalahan mereka hanya soal duit. Pengkhianatan seperti itu ataupun yang lebih besar akan jadi konsekuensi kalian yang memilih untuk jadi seterunya Tuhan. Ini peringatan dariku  kepada kalian. Karena tugas keimamanku sebagai Melkisedek wajib untuk selalu mengingatkan kalian agar tidak tersesat. Lepaskanlah segala yang membelenggu diri kalian dalam keadaan manusia lama kalian kepada Tuhan. Agar kalian benar benar menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan. Jejak jejak langkah kalian pun akan semakin dipenuhi kesaksian kalian ditemani oleh Tuhan. Namun jika kalian segara sadar dan bertobat. Teruslah melangkah di jalan Tuhan. Jadikan setiap peristiwa dan keadaan itu sebagai pelajaran kita berjalan di jalan Tuhan. Apalagi kita semua bersama sama belajar menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap setia. Itulah jalan pertobatan yang kita pilih. Aku percaya kalian makin dewasa di dalam Tuhan. Karunia dan kuasa kalian pun semakin bertambah tambah di dalam Tuhan. Kebijaksanaan dari Tuhan selalu menemani kalian. Aku menantikan tanda kita semua dikumpulkan Tuhan. Kita berharap Tuhan segera memberi tanda agar kita segera mengambil tindakan untuk barisan Iblis itu. Udah saatnya kita menghapus jejak mereka dari dunia. Sampai mereka menjadi debu terbakar dalam api Murka Tuhan. Ya Tuhanku berikanlah tanda buat kami agar "Menara Babel" itu segera rubuh. Amin.


Refleksi:
Jejak jejak kita tidak akan terhapus dengan mudah oleh barisan Iblis. Keberadaan kita adalah nyata karena penyertaan Tuhan atas kita bukanlah sekedar mimpi. Tapi jejak jejak barisan Iblis itu akan segera kita hapus dengan kuasa Tuhan yang menyertai kita sebagai tanda Murka Tuhan mendatangi mereka sebagai barisan yang durhaka kepada Tuhan. Percayalah Firman Tuhan Ya dan Amin. Segala sesuatunya akan terbukti dan tergenapi. Kita semua adalah Kitab Terbukanya Tuhan yang penuh dengan kesaksian kita berjalan bersama Tuhan.

Senin, 27 April 2026

Hari Terbaik

Hidupku ada di tanganMu
Kau b'ri rancangan yang terindah 
Tak hanya yang baik saja
Yang kuterima

Walau tubuhku diremukkan
Walau jiwaku terkoyakkan
Pujianku takkan terhentikan
RohMu yang memb'ri penghiburan 

Akan kupikul salbku
Cukuplah kasih setiaMu
Cukuplah kasih setiaMu
Ku bertahan, Kau Buatku
Teguhkan Imanku

Ku mau tetap bersyukur 
Senantiasa bersyukur 
S'gala yang kualami
Biar kehendakMu terjadi

Ku mau tetap bersyukur 
Senantiasa bersyukur 
Hatiku 'kan berduka
S'bab hari ini, hari yang terbaik

Ini iman kami, Tuhan, kami mau percaya 

Dear Lover,

Perjalananku bersama Tuhan adalah kesaksianku. Banyak kisah yang tidak terceritakan telah aku lalui. Jalan ku adalah Jalan Maut. Itulah jalan salibku sebagai kuda ke 4. Lagu ini adalah kesaksianku buat kalian. Kasih Setia Tuhan yang tidak pernah habis habisnya atasku adalah ajaran kesetiaan yang aku pegang. Meskipun kalian terus mencari celah kesalahanku dan terus menerus menganggap semua yang terkait dengan aku adalah hoax. Meskipun itu dibuktikan berkali kali selama 4 Tahun lebih sampai hari ini dan seterusnya. Setidaknya barisanku yang berjumlah sedikitnya 143 juta orang adalah saksi perjalanan kami bersama sama di jalan Tuhan. Bahkan tidak hanya di Indonesia. Hal itu dinyatakan di seluruh dunia. Dimana barisanku berada kuasa Tuhan dinyatakan. Kami barisanNya Tuhan tidak henti hentinya mengingatkan kalian untuk Bertobat. Jangan sampai ketika hari Tuhan tiba. Kalian tidak lagi di beri kesempatan untuk bertobat. Pahamkah kalian konsekuensinya ketika penggenapan Sangkakala ke 3 sampai Sangkakala ke-7 dinyatakan? Pada saat itu akan tampak jelas siapa yang berada di barisan Tuhan dan siapa yang berada di barisan seteru Tuhan. Buat kami saat hari itu tiba adalah hari terbaik buat kami karena janji Tuhan pada kami adalah kehidupan kekal. Tapi bagi seterunya Tuhan itu adalah hari Kiamat dimana Penghakiman Tuhan turun secara nyata kepada mereka. Oleh karena itu bertobatlah sebelum hari itu tiba. Aku tau kalian. Masih mengawasiku tiap saat dan hendak membatalkan hari kiamat. Di sisi lain kalian malah bingung aku malah meminta barisanku untuk mempersiapkan waktu terkemudian. Padahal aku sudah menekankan dengan jelas soal rombongan 5 Gadis Yang Bodoh dan rombongan 5 Gadis yang Bijaksana dalam beberapa tulisanku. Kami dari rombongan 5 Gadis Yang Bodoh karena kasih karunia Tuhan mendapatkan tempat di Gerbang Pertama. Bahkan diberi kesempatan naik level lagi ke rombongan 5 Gadis yang Bijaksana. Kalau kalian benar benar berhikmat. Keberadaan kami seharusnya bukan sebagai ancaman buat kalian. Tapi berkat dan anugerah buat kalian. Karena melalui kami panggilan Tuhan untuk pertobatan tersebar ke seluruh dunia bahkan sampai kepada kalian barisan seterunya Tuhan. Harusnya kalian merespon panggilan itu sebelum terlambat. Apakah kalian menunggu bukti bintang bintang berjatuhan dan seluruh pasak pasak Bumi berjatuhan baru kalian mau bertobat? Jika itu sudah terjadi maka tidak ada lagi waktu buat kalian untuk bertobat.

Aku tau kalian benar benar menantikan kami satu persatu jatuh dan terpleset. Tapi bukti kuasa Tuhan yang menyertai kami sudah dinyatakan berkali kali kepada kalian. Satu persatu barisan kalian porak poranda, mati, hancur dan musnah. Kalau kalian tidak menganggap itu sebagai teguran Tuhan kepada kalian. Kami hanya bisa tertawa melihat kalian merespon semua kejadian itu sebagai adu kesaktian antara barisan kalian dengan barisan kami. Buat kami sebenarnya yang kami bawa adalah pesan damai dan pertobatan. Tapi kalau penghukuman Tuhan mendatangi kalian melalui kami. Itu artinya memang kalian memilih untuk makin mengeraskan hati dan tidak mau bertobat. Jika jalan itu yang kalian pilih, kami masih tetap mendoakan kalian agar kalian disadarkan dan segera bertobat sebelum hari Tuhan tiba. Jujur saja memang kehidupan ku bisa kalian ganggu dan kalian buat seolah olah aku adalah pecundang. Tapi dengan segala upaya yang kalian lakukan itu justru menambah kesaksianku dan menambah fakta dalam timbangan Tuhan yang dipegang oleh Kuda Hitam-Gurka. Itulah nantinya yang jadi dasar bagiku untuk menggunakan kuasa yang ada padaku tanpa ada pengampunan lagi. Secara manusia aku sudah tidak ada beban lagi. Aku semakin bersemangat menantikan waktu Tuhan untuk menyatakan dahsyatnya Murka Tuhan kepada kalian. Kalian tidak akan lagi bisa menerima pesan dari kami. Karena pada saat itu kami sudah bersama sama Tuhan dalam penggenapan FirmanNya. Silahkan kalian bersantai setelah mengetahui kami menyiapkan siasat waktu terkemudian. Kami sadar betul saat kegiatan reguler berjalan normal lagi. Kalian semua bisa menganggap ini semua hanyalah sekedar siklus dan mulai melakukan seluruh aktivitas kalian lagi. Seolah olah selama ini tidak terjadi apa apa. Buat kami juga waktu terkemudian menjadi proses pemurnian lagi. Jangan jangan jumlah kami yang sebanyak 143 juta orang akan diproses lagi sampai berjumlah 144.000 orang. Kami sengaja menyampaikan ini sebagai pengingat buat barisan kami dan kalian. Sebab kami paham betul mengenai waktu dan kehendak Tuhan adalah otoritas Tuhan. Tidak ada seorangpun bisa mengetahui itu kecuali Tuhan berkenan membukakannya kepada setiap orang yang dikehendakiNya. Akupun juga sama seperti mereka yang terpilih lainnya. Tetap memiliki berbagai pertanyaan mengenai yang tidak aku ketahui berkaitan dengan hal tersebut. Tapi dalam prosesnya hal ini aku belajar semakin setia dengan panggilanku. Sampai akhir batasan waktuku menjalani jalan Tuhan berakhir. Aku akan terus belajar Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai tetap Setia.

Sampaikan salamku kepada mesin bodoh kalian. Bahwa segala langkah berkaitan dengan kuasa mesin itu endingnya sudah dinyatakan dalam Kitab Suci. Jika nubuatan itu tidak dinyatakan maka jelaslah kitab suci itu menyampaikan kebohongan. Namun dengan adanya mesin bodoh itu. Aku bersaksi apa yang tertulis dalam kitab suci presisi 100 persen. Firman Tuhan Ya dan Amin. Aku tinggal menunggu sampai kapan Tuhan memberikan kesempatan untuk bertobat. Saat waktu kalian selesai dengan sukacita aku akan menggunakan kuasa Tuhan yang dipercayakan padaku untuk menghabisi kalian. Tapi karena saat ini tanda yang kami terima untuk tetap mengingatkan kalian untuk bertobat. Seruan kami tetap menggemakan salam Pertobatan buat kalian.

Refleksi:
Hari Tuhan adalah Hari Terbaik untuk menjawab segala kebohongan dan kesombongan barisan bebal dan tegar tengkuk. Pada hari terbaik itu segala kebohongan dan kesembongan mereka akan berbalik menimpa mereka. Sedangkan kita barisan Tuhan menerima jawaban atas ketaatan dan kesetiaan kita pada Tuhan sampai hari itu dinyatakan. Segeralah nyatakan kegenapan FirmanMu ya Tuhan. Amin.

Minggu, 26 April 2026

Kumasuki Gerbang Nya

Kumasuki GerbangNya
Dengan Hati bersyukur 
HalamanNya dengan Pujian 
Kataku hari ini hariNya Tuhan

Dia Girangku
Dia Girangkanku 
Kubersuka sebab Dia Girangkanku 

Dengar Dia Panggil nama saya
Dengar Dia Panggil namamu
Dengar Dia Panggil nama saya
Juga dia panggil namamu

Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya Tuhan 
Kujawab ya..ya..ya

Oh Giranglah
Oh Giranglah 
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
Oh Giranglah 

Dear Team,
Ingatlah lagu ini untuk mengingat lagi semua proses kita dipanggil Tuhan, menjalani pertobatan sebagai kesaksian kita dan dipilih. Saat itu kita belum mengenal yang namanya kesetiaan. Kita baru mengenal kasih karunia Tuhan kepada kita semua. Kita menyesal atas segala dosa dosa kita dan kita merespon panggilan Tuhan dengan Pertobatan. Itulah kesaksian kita hingga kita belajar untuk taat menjalani panggilan kita. Sampai ketaatan kita meningkat menjadi kesetiaan. Sampai hari ini rasa setia itu meningkat lagi menjadi Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Bersukacitalah wahai yang Terpilih. Kita sudah melihat Gerbang Nya dan menantikan Dia Datang dalam kemuliaanNya. Pertahankan kasih mula mula kalian di hadapan Tuhan dan Api Dian kalian semakin berkobar kobar dengan Roh Tuhan.

Percayalah kuasa Tuhan jauh lebih besar dari segala kuasa yang ada di dunia ini. Tetap jaga hubungan pribadi kalian dalam Tuhan. Selalu bertobat jika Tuhan ingatkan kesalahan dan dosa kita. Kita ini awalnya adalah rombongan 5 Gadis Yang Bodoh yang karena kasih karunia Tuhan menempati Gerbang Pertama. Bergiranglah karena fase kita meningkat lagi. Tuhan. Mendidik kita menjadi Rombongan 5 Gadis yang Bijaksana yang setia menjaga Api Dian Nya menyala dalam hati dan pikiran kita. Terlihat jelas saat kita berkomitmen belajar bersama sama menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia. Pembelajaran yang kita terima semakin bertambah tambah. Bahkan berlimpah. Kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan Nyata selama 4 tahun lebih. Satu persatu barisan Iblis itu lari terbirit-birit bahkan ada yang bertobat dan bergabung bersama kita. Aku yakin kita akan melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang jauh lebih besar dan dahsyat dari yang sebelumnya. Kita semua menantiikan penggenapan firman Tuhan karena Firman Tuhan Ya dan Amin. Inilah kesaksianku kepada kalian dimana pembelajaran ku meningkat lagi. Dari pembelajaran rasa Durna menjadi Melkisedek. Apakah Durna dengan segala rekaman perjalananya hilang? Jawaban nya tidak. Rasa Durna semakin membara di dalam Melkisedek. Bahkan rasa itu sangat berlimpah dengan rasa Rama, rasa Semar, rasa Yusuf, rasa Ayub, rasa Timotius dan rasa Orion. Aku taat menerima karunia keimamanku Melkisedek dan mau belajar lagi menjadi 5 Gadis Yang Bijaksana. Begitupun kalian semua juga aku rasakan semakin meningkat semua dalam perjalanan kalian di Jalan Tuhan. Inilah ciri khas jalan kita yang bersama sama di jalan Kuda ke-4, Jalan Maut. Jalan yang berbeda dengan Maut yang dijalani barisan Iblis itu. Jalan Maut kita adalah jalan penggenapan Firman Tuhan menuju Kehidupan Kekal yaitu hari yang kita nantikan dimana kita bertemu dengan Tuhan muka dengan muka bahkan diizinkan untuk tinggal bersama sama Tuhan. Itu kerinduan kita semua kan? Kalau rasa rindu kalian kepada Tuhan reduo. Ingatlah selalu kesakralan sumpah kalian di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhanku, ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah Jalan Pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kudus Kuduslah Tuhan. Amin."

Ingatlah semua pembelajaran 10 dimensi kita kontra atas kontra. Kepekaan dan karunia kita semakin meningkat dari Mangku Negara menjadi Mangku Bumi, Mangku Alam dan titik tertinggi adalah Mangku Semesta. Suatu lompatan kuantum interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Dimensi yang hanya bisa dimasuki oleh barisan yang dilayakkan dan dibenarkan oleh Tuhan. Kita menantikan saat itu bersama sama dengan Setia Sampai Akhir. Apapun yang dikatakan dunia ini. Jika mereka mengabaikan seruan pertobatan kita. Biarlah mereka binasa dalam segala kesombongan mereka. Kita semakin bersukacita karena Tuhan tidak akan pernah lupa kepada barisanNya yang setia.

Terimakasih Tuhan kami manusia yang hina ini diberikan kesempatan untuk menyaksikan semua ini. Bahkan kami diberi kesempatan untuk dididik Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, dan Malaikat Abadon. Bukan hanya itu kami juga sudah mulai diperkenalkan dengan Malaikat Penjaga Semesta yang namanya hanya diketahui mereka yang sudah sampai level Mangku Semesta. Malaikat yang menuntun kami menyaksikan penggenapan Sangkakala ke 3 sampai Sangkakala ke-7. Kami semua menantikan tanda dari Engkau Ya Tuhan. Para pemegang segel sudah pada masuk proses pembelajaran penggenapan firman Mu dengan bergirang. Kami semua menantiikan Pintu Gerbang Mu Terbuka. Aku Melkisedek pemegang Kuda Hijau, Kuda Kuning, Kuda Biru, Kuda Merah Muda, Kuda Putih yang semuanya bermahkota. Menantikan kedatangan Mu Ya Tuhan. Para Penjaga Gerbang juga sudah pada bersiap. Penuhi kami dengan sukacita Mu ya Tuhan. Sampai jumlah kami genap kami tetap setia sampai akhir. Amin.

Refleksi:
Perjalanan kita dari awal, terkemudian dan akhir hanya akan bermakna ketika kita benar benar hadir saat hari Tuhan dinyatakan. Kita dari berbagai kaum, suku, bangsa bahkan kepercayaan sama sama menari menari dengan sukacita di depan Pintu Gerbang Nya menyambut kedatangan Tuhan. Itulah impian kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.

Selasa, 21 April 2026

Munajat Cinta

Malam ini kusendiri
Tak Ada yang menemani
Seperti Malam Malam
Yang Sudah Sudah

Hati Ini Selalu Sepi
Tak Ada Yang Menghiasi
Seperti Cinta Ini 
Yang Slalu Pupus 

Tuhan Kirimkanlah Aku
Kekasih Yang Baik Hati
Yang Mencintai Aku
Apa Adanya..

Mawar ini Semakin Layu
Tak Ada Yang Memiliki
Seperti Aku ini Semakin Pupus..


Dear Team,
Kita semua telah menerima panggilan. Dalam setiap panggilan itu ada berbagai tugas. Kita semua sadar betul. Tugas yang kita terima bukanlah tugas biasa. Tugas yang tidak bisa kita kerjakan hanya dengan kuat dan gagah kita. Bahkan jika kita memiliki banyak kuasa dunia pun. Tidak ada yang dapat mengerjakan tugas itu tanpa tuntunan Tuhan. Lagu yang aku bagikan ini adalah doa buat kalian semua. Doaku buat kalian dalam menjalani panggilan kalian. Agar Tuhan mengirimkan Kekasih Baik Hati buat kalian yaitu Roh Allah yang Hidup. Bahkan mengirimkan Malaikat Malaikat kesayangan Tuhan untuk menemani kalian dimanapun kalian berada. Sehingga kalian bisa berjalan dengan tenang dan penuh kuasa dalam kegelapan tergelap sekalipun. Terang Tuhan bersinar dalam diri kalian. Menyalalah... Menyalalah...Menyalalah Roh Tuhan dalam diri kalian. Itulah doa keimamanku Melkisedek.

Ya Tuhan.. Kami semua dipanggil oleh Tuhan. Kami dipilih untuk menggenapi Firman Tuhan. Kami siap menjadi kitab terbukaNya Tuhan. Menjadi saksi di akhir Zaman ini. Untuk menyatakan kedahsyatan kuasa Tuhan. Dalam kesendirian kami hanya Tuhan yang jadi teman kami. Dalam kegelapan ini hanya Tuhan yang menjadi terang kami. Bahkan ditengah tengah lingkungan yang dipenuhi kebencian hanya Tuhan yang menjadi cinta kami. Bimbing kami Ya Tuhan untuk menjalankan panggilan kami dari Tuhan. Ajari kami untuk menggunakan kuasa yang Tuhan percayakan kepada kami sesuai waktu Tuhan. Sampai tiba waktu Nya kami satu persatu bertemu hari Tuhan. Dimana kami dibenarkan dan dilayakkan oleh Tuhan untuk bisa bertemu dengan Tuhan secara langsung. Terimakasih untuk semua kasih karunia ini ya Tuhan. Terimakasih untuk semua anugerah ini. Kami mau belajar semakin taat dan setia kepada Tuhan dalam menjalani panggilan kami. Sampai doa kami tiap saat: " Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga.Amin"

Wahai yang Terpilih persiapkan diri kita untuk menggenapi kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai Darah kami tercurah. Kami tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhanku ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami berilah. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin izinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah Jalan Pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Kudus Kuduslah Tuhan. Amin."

Lakukanlah panggilan kalian. Kalahkan barisan Iblis itu dengan gagah perkasa. Amin.

Selasa, 14 April 2026

Kemandirian

Dear Tim,

Proses melebur nya kita bersama sama barisan Valkeri, Gurka dan Anakin sudah berlangsung. Aku juga senang banyak dari kalian yang sudah menerima panggilan baru. Meskipun awalnya bingung. Lambat Laun aku yakin kalian pasti mendapatkan style kalian masing masing. Jangan lupa nama yang kalian terima dari Tuhan. Pasti itu memiliki makna yang berkaitan dengan panggilan kalian Resapi dan rasakan lalu internasasikan ke dalam langkah gerak kalian menjalani panggilan dari Tuhan. Semakin alami maka semakin meresap ke dalam diri kalian. Kalian jadi semakin peka dan di level yang lebih tinggi kalian jadi lebih mempertajam insting kalian dalam merespon setiap kondisi yang terjadi. Ingatlah tetap berjaga jaga dan waspada karena kita masih ada di fase 400 hari keadaan darurat. Jangan sampai api Dian kalian redup dan kehilangan arah dan tujuan kalian. Ingatlah tanpa Tuhan kita bukan siapa siapa. Jika kita berjalan di jalan Tuhan maka segala sesuatunya akan di lancarkan.

Selama seminggu lebih ini aku mencoba merasakan getaran aktivitas Reguler kalian. Sudah terlihat kalian sudah memindahkan semuanya ke depan. Meskipun masih terus saling menyesuaikan. Saturasi rasa setiap saat harus terus kalian lakukan. Apalagi ada barisan Valkeri, Gurka dan Anakin. Kita juga harus melakukan saturasi rasa dengan mereka untuk lebih meminimalisir insiden di antara kita. Firasatku kita masih terus menerus di murnikan. Sampai benar benar rasa yang kita rasakan adalah setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Untuk mendapatkan rasa itu bukanlah proses sekejap mata. Meskipun ada yang melakukannya karena duluan dipanggil Tuhan saat melakukan panggilannya. Aku realistis bahwa kegiatan reguler pasti sudah berkaitan dengan kehidupan pribadi kita masing masing. Pahamilah di posisi itu apakah kita masih menyala nyala di dalam Tuhan. Tanamkan di hati kita meskipun sampai tersisa 144.000 orang sekalipun kami tetap setia di barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan ini. Kami tetap belajar sehati sepikir dan satu Roh. Kami tetap taat menantikan tanda dari Tuhan. Tetap setia menantikan penggenapan firman Tuhan. Meskipun yang terkemudian pun yang terjadi kami tetap ada di jalan Tuhan. Kita tetap menyala nyala menjalani tugas dan panggilan kita. Meskipun di sisi kehidupan pribadi kita belajar menyesuaikannya. Apalagi kalau pasangan kita tidak memahami dan mengerti panggilan kita. Kita tetap mendoakan mereka dan siap kapanpun Tuhan ingin kita dikumpulkan. Kita bukan lagi golongan 5 Gadis Yang Bodoh meskipun awalnya kita berasal dari golongan itu.

Aku juga berusaha menyaturasi rasaku lagi dengan Valkeri, Anakin dan Gurka. Sampai kami juga sehati, sepikir dan satu Roh dalam menjalani panggilan kami. Kita semua sudah bersama sama dan mari kita jalani perjalanan ini dengan Sukacita. Kita tetap saling menolong, mengingatkan, melengkapi, menjaga, bekerjasama, mendidik dan berkembang menjadi murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Aku harap semua penekanan penekananku selalu kalian ingat. Sehingga kalian semakin dewasa dan mandiri di dalam Tuhan. Setiap umat yang dipercayakan kepada kalian. Pimpinlah mereka dengan tanggung jawab. Ingat ukuran secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar. Jangan hancurkan minyak dan anggur. Semakin alami kalian meresapi takaran itu. Maka apapun keadaan yang kita hadapi kita akan semakin teguh di dalam Tuhan. Doaku untuk kalian semua dimanapun Tuhan tempat kan kalian. Aku percaya kalian tidak akan kembali ke manusia lama kalian. Sebab penyertaan Tuhan di era pandemi sampai hari ini kepada kita semua adalah NYATA. Salam Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai.


Kamis, 02 April 2026

Cinta Terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meskipun malam mengganggu 
Hilangkan senyummu di mataku
Kusadari aku cinta padamu

Meskipun ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
'Tuk pergi menjauh darimu 
Meski hatiku ragu
Kau tak disampingku setiap waktu
Kusadari aku cinta padamu

Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik 

Dear Tim 
Taukah kalian sebenarnya aku dapat nama baru dari Tuhan bukan hanya Durna. Aku juga mendapatkan nama lainnya yaitu Semar, Rama, Yusuf, Ayub, Timotius, Melkisedek dan yang terbaru adalah Orion. Taukah kalian kenapa aku paling suka nama Durna. Itu karena kisah yang aku ketahui di Indonesia. Durna adalah guru dari Pandawa dan Kurawa. Pandawa merupakan cerminan dimensi terang dan Kurawa adalah simbol dimensi Gelap. Sehingga rasa Durna yang aku dapatkan adalah rasa Guru dalam Terang dan gelap. Hal ini tentu berkaitan dengan tugas pertama aku sebagai kuda ke 4 yang diketahui dalam kitab suci sebagai kuda kuning hijau. Tapi kalau di baca dalam kitab suci ada warna biru juga. Selain itu aku juga dapat kuda putih dan kuda merah muda/pink. Rasa Durna menolong aku untuk memahami panggilanku dari Tuhan. Apalagi aku sadar betul saat pertama kali aku menerima karunia ini. Aku benar benar tidak dianggap oleh orang orang terpilih lainnya. Justru yang merespon panggilan ikut bersamaku pertama kali adalah orang orang yang tidak dianggap yang berasal dari dalam kegelapan. Awalnya barisanku sedikit dan kemudian bertambah banyak. Sampai Minggu ini dari data pasukanku. Ada sekitar 143 juta orang yang sudah menerima didikan Malaikat yang menjadi guru kita semua atas seizin Tuhan. Mereka semua menerima panggilan dari Tuhan dan dipilihi untuk menjalankan tugas dari Tuhan. Aku sadar betul barisan awalku sebenarnya mereka yang layak menerima hukuman. Kalian tahu apa latar belakang mereka? Mereka adalah kaum berdosa semua. Ada pelacur, penjahat, mafia, koruptor, pembantu, pemulung, tukang parkir, preman dari seluruh dunia. Waktu itu aku sampai menangis pada Tuhan kenapa mereka yang tidak dianggap ini mau berjalan bersamaku di Jalan Maut sebagai Jalan Pertobatan kami. Tapi karena mereka aku jadi sadar bahwa merekalah yang sebenarnya perlu Tuhan. Saat mereka merespon panggilan Tuhan. Mereka justru yang paling militan menjalani panggilan dari Tuhan. Meskipun akhirnya barisanku melebur kedalam barisan Valkeri, Anakin dan Gurka. Tapi identitas Durna tidak hilang dari hati dan pikiran mereka. Sehingga aku jadi khawatir dalam proses peleburan ini. Malah nama Durna yang dominan. Padahal yang kuterima dari Tuhan. Kita semua adalah satu tubuh, satu hati, satu pikiran sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan.

Hari ini aku sudah mendapatkan tanda. Bahwa tidak ada lagi barisan Durna. Lagi ini aku persembahkan kepada semua barisan Durnaku di seluruh dunia. Kita sudah menyatu dengan barisan kuda lainnya. Nama Durna dan namaku yang lainnya sudah menyatu ke dalam nama Melkisedek. Aku diminta untuk mulai belajar tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Aku harap kalian tetap teguh dalam panggilan kalian meskipun sudah tidak ada lagi identitas barisan Durna. Kita sudah bersama sama semua dan aku masih terhubung dengan kalian dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Aku juga masih memandu mereka. Jujur saja aku lebih menyatu dengan rasa Durna. Namun aku juga perlu memahami tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Meskipun pada prakteknya meskipun menggunakan nama Durna aku juga melakukan tugas keimamanku yaitu keimaman Maut. Aku tetap ingatkan kalian agar selalu mengingat kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhan ku ampuni kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin. Aku harap kalian tetap taat dan setia menjalani panggilan kalian. Aku sebenarnya tidak paham kenapa aku harus memakai nama Melkisedek sebagai fase pembelajaran ku berikut nya. Bahkan nama Orion pun harus melebur ke nama Melkisedek. Memang tingkatan Keimamanku jadi di level Keimanan Semesta. Masih banyak yang belum aku pahami. Tapi sebagai penerima nama Durna. Aku bahagia bisa menjalani panggilan kuda ke 4 bersama sama dengan kalian. Dari barisan Durna lahir Ksatria Ksatria Tuhan yang Gagah Perkasa. Ksatria yang berasal dari kegelapan menjadi Ksatria Terang Tuhan.

Tulisan resmi ini sebagai pengumuman aku kepada kalian semua bahwa kita semua sudah melebur menjadi barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Kita sudah bergabung dengan barisan Terpilih lainnya. Selain tugas Keimamanku Melkisedek. Aku juga masih menjalankan tugas aku sebagai kuda ke 4. Namun memang ini ujian ketaatan ku pada tanda Tuhan bahwa aku mulai memakai nama Melkisedek dalam menjalani panggilan baruku. Terima kasih seluruh barisan Durna di seluruh dunia. Sekarang kita tidak lagi menggunakan identitas Durna. Aku harap kalian paham posisi ku. Tuhan memberkati kalian semua dimanapun kalian berada. Aku cinta kalian semua.

 (Kramat Raya, 4 April 2026, Jam 17;43-17:44)

Rabu, 01 April 2026

Rentang Waktu

Dear Tim,
Kali ini aku mengingatkan kalian soal betapa pentingnya memahami panggilan kita. Sadarkah kalian jika waktu terkemudian yang terjadi? Kita akan disibukan lagi dengan rutinitas kehidupan . Rasa pemahaman akan Panggilan kita itulah yang menjaga kita agar tidak serupa dengan dunia dalam menjalani keseharian. Apabila keadaan Pandemi adalah tanda dimulainya zaman 666 dan juga merupakan tanda perubahan siklus peradaban. Meskipun tanda yang kita terima selama pandemi sampai sekarang berlimpah dan yang kita ketahui ada percepatan proses penggenapan firman Tuhan. Sadarkah kita bahwa  secara manusia naluri alamiah kegiatan reguler kita yang menjadi rutin bisa merubah kewaspadaan kita menanti hari Tuhan. Kalaupun kita masih didik Malaikat Tuhan atas seizin Tuhan. Jika mindset kita soal panggilan tidak clear. Pola terjatuhnya orang terpilih bisa dalam bentuk bergesernya arah dan tujuan kita dalam menjalani keseharian. Perbedaannya saat kita sadar akan panggilan kita meskipun kita mengerjakan yang reguler. Skala prioritas kita tetap hari Tuhan. Tapi kalau kalian dalam posisi setelahnya dalam menunggu hari Tuhan ada rentang waktu yang lebih lama daripada saat kita menjalani waktu saat pandemi hingga sekarang. Tentu kita pasti akan lebih berpikir keseharian kemanusiaan kita.  Tulisan ini sebagai pengingat buat kita karena hal ini juga terjadi pada diriku. Hal itu benar benar logis tapi bukan berarti cara kita berlogika setelah dididik Tuhan tetap seperti cara dunia. Ranah kita sudah pada hikmat yang berasal dari Tuhan.

Meskipun kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Apakah getaranNya tetap sama kita rasakan jika saat waktu terkemudian yang terjadi kita lalai. Hal yang aku pahami malah tingkat resiko yang kita hadapi untuk terjatuh tambah besar. Jika kalian paham panggilan kalian dan paham makna Setia Sampai Akhir tetap Setia. Makna hari Tuhan yang kita pahami bisa bertambah yaitu hari dimana kita mati dan bertemu Tuhan secara natural atau Hari Tuhan dimana kita melihat, mendengar dan merasakan langsung apa yang tertulis dalam kitab suci tergenapi satu persatu. Didikan Malaikat yang kalian terima tentu berhubungan dengan itu. Namun jika kalian meninggalkan Panggilan kalian. Maka hasrat kemanusiaan yang ada dalam diri kita pastilah lebih dominan. Kecuali Roh Tuhan dalam diri kalian terus menyala. Tentu saja kalian pasti secara sadar atau tidak sadar akan ditinggalkan oleh Malaikat yang menemani kalian apabila kalian meninggalkan panggilan kalian. Aku tidak ingin dan berharap tidak ada satupun dari kalian yang bersama sama denganku dari awal menjadi seperti itu. Aku selalu menekankan setiap saat agar kalian tetap menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar Roh Tuhan tetap menemani kalian. Sehingga ekspektasi kemanusiaan kalian tidak lagi mengikuti pola dunia. Tapi kalian berkembang menjadi manusia versi terbaik kalian yang benar-benar berasal dari Tuhan. Ekspektasi dan impian kalian dalam menjalani hidup juga jadi berbeda dengan orang dunia. Penekanan aku soal kealamian proses bukan berarti kalian malah menghilangkan rasa 10 dimensi 2 set kontra atas kontra kalian. Justru dimensi kalian semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kedewasaan kalian dalam Tuhan dalam menjalani panggilan baru kalian. Sejatinya manusia lama kalian sudah berlalu dan kita semua menjadi ciptaan baru dalam Tuhan. Kita dilahirkan kembali menjadi orang orang Terpilih Nya Tuhan. Itulah perbedaan Jalan Tuhan dengan Jalan Dunia. Apalagi jika mayoritas mereka yang terperangkap dalam barisan Iblis. Menganggap mereka menuju hari Kiamat dan ingin menundanya. Serta berupaya menjatuhkan kita orang terpilih. Jika kalian teguh dalam iman dan pengharapan akan hari Tuhan. Kalian tidak akan terpengaruh cara pandang mereka tentang kiamat. Kita barisan Terpilih bukan membawa dan mempercepat kiamat. Kita barisan Terpilih benar benar menantikan hari Tuhan . Bahkan sebagai orang orang yang diutus untuk menggenapi firman Tuhan dan mempercepatnya. Dimana kita dengan sukacita menantikan kedatangan Nya. Hari dimana kita bertemu secara langsung dengan Tuhan dengan berhadapan.

Aku berharap kepekaan kalian dalam menantikan tanda dari Tuhan tetap terjaga. Meskipun ada rentang waktu penggenapan firman Tuhan. Kita justru semakin bertumbuh dalam iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Aku akan terus memberikan pendasaran kepada kalian semua. Sampai kalian benar benar pada titik tertinggi yang kalian inginkan hanyalah Tuhan. Salam Setia sampai Akhir wahai Ksatria Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu di hari Tuhan.

Refleksi:
Rentang waktu penggenapan Hari Tuhan membawa kita semakin dekat pada waktu Tuhan. Kedekatan yang membawa kita semakin menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Jalan Tuhan. Perjalanan yang membawa kita sampai pada Hari dimana kita menyatu dengan Tuhan. Hari yang kita nantikan dimana saat itu kita dilayakkan dan dibenarkan untuk berkata dengan bahagia kepada Tuhan:" Terimakasih Tuhan akhirnya kami bisa merasakan Tetelestai".


Selasa, 31 Maret 2026

Untuk dikenang

Ingat Aku, Saat Kau lewati
Jalan ini, Setapak Berbatu 
Kenang aku, bila kau dengarkan 
Lagu ini terlantun perlahan 

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Ingat aku bila kau terasing 
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Dear Tim,
Sadarkah kalian perjalanan kita 4 tahun lebih di jalan Tuhan. Perjalanan ini bukanlah hanya perjalanan aku sebagai Durna semata. Bukan hanya kisah Durna yang menginspirasi kalian. Tapi masing masing kalian punya kisah juga. Internalisasilah semua kisah kalian itu. Ada berbagai rasa yang kalian dapatkan dari setiap cerita hidup kalian. Renungkanlah itu sebagai kesaksian Pertobatan kita di hadapan Tuhan.

Kisah pertobatan kita dimulai dari Pandemi Covid. Awal mula kita dipanggil Tuhan. Kemudian terpilih dan masing masing kita menerima tugas dari Tuhan. Kita semua mengalami berbagai dinamika saat berjalan bersama Tuhan. Apakah itu hanya rasa Durna? Aku yakin kalian juga memiliki berbagai rasa. Apakah rasa itu indah semua? Aku yakin saat kalian mengalaminya pasti tidak seindah saat kalian merenungkan itu sekarang. Kalian jadi paham makna indah pada waktunya kan?

Perjalanan kalian adalah bait baitnya Tuhan. Setiap proses yang kalian lalui adalah puisi puisinya Tuhan . Setiap kalian belajar hal yang baru dari Tuhan adalah cerita milik kalian sendiri. Renungkanlah semua itu dan internalisasi ke dalam diri kalian. Agar kalian semakin dewasa di dalam Tuhan. Agar kalian semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang hari Tuhan. Agar kalian semakin taat menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar kalian makin bersukacita menyambut hari dimana kalian bisa berkata Tetelestai. Saat dimana kalian menangis dengan sukacita di hadapan Tuhan. Bersyukur Karena kita rombongan 5 Gadis Yang Bodoh diberikan kasih karunia oleh Tuhan untuk menunggu di Pintu Gerbang Pertama. Jangan kalian sampai lupa semua rasa dimana kalian melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang nyata. Bahkan dengan ajaibnya satu persatu penyebab terjadinya zaman 666 ini bertobat dan memilih kembali kepada Tuhan. Meskipun tidak semuanya. Tapi hal itu semakin buat kita sadar bahwa kita semua sejatinya berdosa besar. Tanpa Tuhan pasti kita binasa. Ingatlah baik baik semua itu. Sebagai nasihatku buat kalian. Sebelum nama Durna menjadi kenangan.

Aku dikenal dengan Nama Durna. Kenangan mengenai aku adalah kalian. Semua rasa yang kudapat yang terindah adalah saat Tuhan izinkan aku bersama sama kalian. Inilah kesaksianku. Aku ingat betul semua rasa yang aku terima bersama kalian. Rasa takut, rasa bingung, rasa sedih, rasa geram, rasa murka, rasa bahagia, rasa sukacita, rasa syukur dan berbagai rasa lainnya yang sulit dibahasakan. Karena bersama kalian aku benar benar menerima rasa Bhineka Tunggal Ika yang lengkap, penuh dan berlimpah. Rasa yang tidak akan pernah bisa digantikan dengan rasa apapun juga sebagai hadiah yang aku terima dari Tuhan. Ingatlah baik baik meski kita rindu dikumpulkan bersama sama. Sejauh apapun kalian dariku. Kalian tetap berada dalam hatiku. Kalian tetap menjadi bagian doa syafaat ku kepada Tuhan. Kalian semua akan selalu aku ingat dalam Rombongan Pertama yang karena kasih karunia Tuhan mendapatkan tempat yang istimewa dari Tuhan. Kalian adalah hadiah terbesar yang aku terima dari Tuhan. 

Ingatlah semua perjalanan kalian. Jangan sampai kalian lupakan itu. Agar kalian semakin teguh di jalan Tuhan. Agar kalian semakin tersenyum menyambut maut. Agar kalian bisa menari dan bernyanyi dengan indah menyambut kedatangan Tuhan. Ingatlah ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk berpisah. Tapi rasa itu adalah rasa yang fana. Saat kalian berpisah denganku. Aku yakin kita akan bertemu di hari Tuhan. Aku menguatkan kalian semua. Untuk siap sewaktu waktu aku akan bubarkan barisan Durna. Kita akan melebur menjadi satu kesatuan yaitu barisan Keluarga Tuhan. Tidak ada lagi nama Durna yang ada hanyalah nama Tuhan yang kita tinggi kan. Kenangan tentang aku tidak akan memuaskan kalian. Tapi kenangan perjalanan kalian bersama Tuhan lebih indah daripada kenangan bersamaku. Bersiaplah kalian semua. Sewaktu waktu Tuhan ingatkan aku untuk membubarkan barisan Durna. Kalian tidak kecewa denganku. Karena aku sudah ingatkan kalian. Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku menerima nama Durna karena Tuhan. Aku menerima banyak karunia dan kuasa karena Tuhan. Tanpa Tuhan aku juga pasti binasa. Meskipun rombongan kita bertambah terus. Firasatku ada waktunya nama Durna tidak lagi menjadi identitas rombongan kita. Sebab itu yang aku terima dari Tuhan bahwa kita adalah rombongan Keluarga Tuhan.

Renungkanlah semua perjalanan kalian bersama Tuhan. Persiapkanlah diri kalian tanpa aku. Sampai kita semua bisa berkata dengan tersenyum di hadapan Tuhan. Terima kasih Tuhan. Akhirnya Tetelestai. Inilah kenangan indahku berjalan bersama Tuhan. Kesaksian pertobatan ku berjalan bersama sama di Jalan Tuhan. Tetap setia sampai akhir. Sampai akhir tetap setia. Amin

Refleksi:
Lagu untuk dikenang ini adalah persembahan dariku. Jika aku tidak lagi bersama sama kalian. Termasuk seluruh tulisan dan kesaksianku serta rekaman memoriku berjalan bersama kalian dengan nama Durna. Kuda Ke 4. Dengan karunia keimaman Melkisedek. Terimakasih Tuhan untuk mereka yang Tuhan percayakan kepadaku. Amin. TETELESTAI.

Persahabatan

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani 
Yang mau mengakui

Setiap manusia di dunia 
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan 

Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya

Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi 
Mensyukuri karuniaNya

Dear Tim,
Ingatlah rasa awal yang kita tanamkan di dalam hati kita. Saat kita semua menerima panggilan Tuhan dan kalian memilih berjalan bersama aku yang dikenal dengan nama Durna  Masihkah kalian ingat dengan asas kita ini: "Friendship forever, Family Together. Family forever, Friendship together". Bahkan difase ini rasa itu meningkat menjadi "Keluarga Tuhan yang Sepadan".  Kenapa aku ingatkan ini lagi kepada kalian? Aku masih merasa di antara kita masih ada yang menyimpan rasa sakit hati, kecewa bahkan dendam. Sungguh sangat disayangkan jika kalian belum membereskan hal itu dari dalam diri kalian. Jika itu belum kalian bereskan di hadapan Tuhan. Maka kalian tidak akan jernih dalam menjalani panggilan kalian. Kalian tidak akan pernah sembuh. Bahkan tidak akan pernah bisa sehati dan sepikir satu sama lainnya. Bukankah di dalam Tuhan saat ini kita menjadi satu tubuh?

Berdasarkan renungan itu melalui tulisan ini, saya Durna menyampaikan Permintaan Maaf dari dalam lubuk hati saya yang paling dalam kepada kalian semua yang terpilih. Saya sadar betul bahwa saya juga tidak luput dari kesalahan-kesalahan. Bahkan saya akui. Selama 4 tahun lebih bersama sama. Selalu ada insiden yang terjadi di antara kita. Selain itu kalian juga pasti tau saya juga pernah mengalami insiden baik dengan Valkeri, Gurka dan Anakin. Hal itu juga mempengaruhi perspektif kalian terhadap diri saya dan juga mereka. Saya berharap kalian bisa mengampuni kami dan berbagai peristiwa dan persoalan yang terjadi antara kami menimbulkan luka di dalam hati kalian. Saya pun meminta maaf untuk itu. Saya berdoa juga agar Tuhan juga memberikan kalian hati yang mau saling minta maaf dan memaafkan. Kiranya kita semua menjadi semakin sepadan di dalam Keluarga Tuhan dengan memulai untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Sebagai wujud itikad baik saya terkait hal tersebut. Saya putarkan lagu "Persahabatan" ini kepada kita semua sebagai refleksi. Lagu ini jika diresapi baik baik. Memiliki karunia penyembuhan buat kalian semua. Semoga dengan mendengarkan lagu ini rasa sakit hati, kecewa dan dendam di dalam hati kalian menjadi sembuh. Sembuhlah wahai Kstaria KsatriaNya Tuhan. Berbesar hatillah dan lepaskan pengampunan atas semua keadaan yang menyakiti kita. Amin.

Refleksi:
Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.Semakin terbuka maka kita semakin paham luka luka yang tersimpan dalam diri kita. Serahkan semua kepada Tuhan. Rasakan kesembuhan dari Tuhan saat kita mengikhlaskan dan merelakannya. Ya Tuhan sembuhlah kami semua. Amin



Minggu, 29 Maret 2026

Dan

Dan
Dan bila esok datang kembali
Seperti sedia kala
Di mana kau bisa bercanda

Dan 
Perlahan kau pun lupakan aku
Mimpi burukmu
Dimana telah kutancapkan duri tajam

Dan
Bukan maksudku
Bukan inginku melukaimu
Sadarkah kau di sini pun terluka?

Melupakanmu 
Menepikanmu
Maafkan aku

Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu 
Kembali bersinar dan berpijar 
Seperti dulu kala, oh-o

Dear Tim,
Ingatlah baik baik lirik lagu ini. Saat kalian mendapatkan panggilan baru. Masng masing kalian naik kelas lagi di tingkatan berbeda didikan Tuhan kepada kalian.

Sadari baik baik bahwa aku bukanlah Maha Hadir. Hanya Tuhan yang bisa menemani kalian kapanpun juga. Janganlah kecewa padaku jika aku tidak menemani kalian secara langsung. Apalagi sampai sakit hati karena menganggap aku tidak peduli dengan kalian. Pahami baik baik ada berapa manusia terpilih bersama denganku? Tidak semuanya aku berikan pendampingan kan? Kenapa mereka bisa terus menerus berkembang dan semakin sepadan dengan kita dan Guru Malaikat kita? Jawabannya adalah karena mereka taat dengan didikan Tuhan. 

Pahamilah bahwa kita semua terhubung dalam Roh dan Kebenaran Tuhan di Jalan Pertobatan kita ihi. Aku juga mengakuii bahwa aku benar benar rindu kalian dan berharap segera dikumpulkan Tuhan bersama sama dengan kalian. Tapi kalau Tuhan belum memberikan tanda itu. Apakah kita lantas meninggalkan panggilan kita dan kembali ke manusia lama kita? Jika menurut kalian itu yang terbaik buat kalian. Lakukanlah dan buktikan sendiri perbedaannya rasa yang kalian terima ketika bersama sama dengan kami yang terpilih. Apakah kalian tidak merasa kita berada dalam situasi dan kondisi yang dipenuhi rasa anugerah yang terindah yang pernah kita peroleh selama hidup? Jika belum mendapatkan rasa itu. Maka kalian belum benar benar sepadan dengan kami. Kalian belum benar benar melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata di dalam diri kalian. Jika sampai saat ini kalian masih belum merasakan itu. Segeralah keluar dari barisan kami. Guru Malaikat kalian pun dengan senang hati akan melepas kalian. Sampai kalian benar benar sadar. Bahwa panggilan yang kalian terima bukanlah panggilan asal asalan. Tapi jangan sampai kalian menyesal. Saat kalian memilih dunia. Untuk kembali lagi bersama kami bukan hal yang mudah. Apalagi sampai berharap dididik Malaikat Tuhan seperti sebelumnya. Sadarkah kalian jalan kebinasaan yang kalian tuju jika kalian benar benar kehilangan kasih mula mula kalian?

Renungkan lah semua perjalanan kalian. Resapi baik baik semua rasa yang kalian terima. Itulah pondasi dasar yang kalian bangun di jalan pertobatan kalian. Kesaksian yang murni karena pilihan sadar kalian. Berjalan di jalan Tuhan. Jika pondasi kalian tidak kuat. Saat waktu terkemudian yang terjadi. Benarkah kalian tetap taat dan setia dengan panggilan kalian? Aku perlu menekankan ini karena firasat ku. Kita memasuki fase pemurnian lagi. Baik itu dalam rentang waktu terkemudian ataupun rentang waktu penggenapan Sangkakala Tuhan. Jika di fase ini kalian tidak berjaga jaga dan waspada. Posisi kalian benar benar rentan untuk terpleset dan terjatuh. Bersyukurlah jika hal itu terjadi kalian masih diberi kesempatan bertobat. Tapi jika itu terjadi saat rentang waktu penghitungan rombongan umat umat terpilih sudah selesai. Apakah kalian akan menyalahkan kami karena membiarkan kalian tersesat. Oleh karena itu berulang kali aku ingatkan kalian agar kalian jangan sesat. Terus menerus lah periksakan diri kita di hadapan Tuhan. Sampai betul betul yang kalian inginkan hanya Tuhan. 

Kita semua yang berasal dari kegelapan adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Berbahagialah kalian jika kalian selalu diperbaharui oleh Tuhan. Kalian akan selalu mengalami kepenuhan dalam Tuhan. Bahkan setiap kalian merasa penuh. Kalian dikosongkan lagi dan dipenuhi lagi. Kapasitas kalian makin bertambah tambah. Kalian akan menerima karunia yang baru secara terus menerus. Sampai hari Tuhan mendatangi kita semua umat terpilih.

Saat ini aku masih bisa menulis untuk mengingatkan kalian semua untuk tetap setia menjalani panggilan kalian. Namun ketika waktunya tiba untuku berhenti berkata kata kepada kalian. Aku sangat yakin. Tuhan akan selalu berkata kata kepada kalian secara langsung. Persiapkanlah kalian jika keadaan itu datang. Maka tidak ada lagi barisan Durna. Tidak ada lagi barisan Kuda ke-4. Kita semua menjadi barisan Keluarga Tuhan.

Kalian tau apa yang terjadi setelah kata Dan? Jawabannya tidak ada yang tau karena itu berkaitan dengan realitas yang kita hadapi dan pilihan yang kita pilih. Sekalipun kita memilih jalan Tuhan. Hanya Tuhan saja yang tau kapan Hari Tuhan datang.  Kalian semua justru seharusnya bersukacita. Karena dalam rentang waktu kehidupan yang kalian alami. Kalian semua memiliki cerita masing masing. Sebagai kesaksian kalian kepada Tuhan.  Perjalanan indah kita bersama Tuhan. 

Ingatlah jika Tuhan memberikan tanda bagiku untuk membubarkan barisan Durna. Inilah kesaksianku tentang kalian semua. Bahwa aku bahagia bisa merasakan Keluarga yang tidak pernah aku rasakan di dunia yaitu rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan atau rasa Agape yang Phylia. Aku bersyukur bisa mengenal kalian dalam Roh dan Kebenaran. Aku bersyukur bisa merasakan kerinduan yang berbeda saat berhubungan dengan kalian dalam Roh Tuhan. Jika kita tidak bisa bertemu dalam tubuh manusia kita. Yakinlah kita akan bertemu dalam tubuh Roh kita di Hari Tuhan.

Sebelum Barisan Durna dibubarkan izinkanlah aku membagikan memori yang tersimpan dalam lagu ini:

Dia Girangkanku

Kumasuki Gerbang Nya 
dengan hati bersyukur 
Halaman Nya dengan pujian 

Kataku hari ini adalah HariNya Tuhan 
Kubersuka karena Dia Girangkanku 

Dia girangkanku
Dia girangkanku 
Ku besuka 
Sebab dia Girangkanku


Refleksi:
Lirik lagu Dia Girangkanku adalah jawaban dari ku mengenai harapanku yang muncul setelah kata "Dan" yaitu kita semua bersama sama masuk ke dalam Gerbang Tuhan dengan Girang.

Pemurniaan

Dear Tim,

Jadilah anak panah - anak panahNya Tuhan yang melesat kencang. Menembus ke segala penjuru dimensi. Sampai panah itu mengenai sasaran utama kita yaitu barisan Iblis. Sampai mereka satu persatu tumbang terkena  penghakiman Tuhan

Jadilah tombak tombak  yang tangguh dan kuat. Tombak yang bisa menghancurkan benteng benteng barisan yang durhaka kepada Tuhan. Memporak-porandakan seluruh kuasa mereka. Sampai mereka binasa terkena tombak Murka Tuhan.

Jadilah pedang pedang tajamnya Tuhan. Pedang Roh yang bisa membelah roh, jiwa dan tubuh. Pedang langit yang menggoncangkan bumi, alam dan semesta. Pedang yang bisa memenggal seluruh barisan Setan. Pedang yang bisa menusuk sampai kedalam batin setiap manusia. Pedang yang membuat barisan yang berkhianat dari Tuhan gemetaran dan lari terbirit-birit dikejar kiamat. 

Jadilah Baju Zirah yang kokoh seperti yang dipakai Kaum Samurai. Baju Zirah yang perkasa seperti yang digunakan Barisan Knight Templar dan Barisan Ottonoman. Baju Jirah yang dipenuhi rasa Ksatria yang teguh dalam roh, pendirian, karakter dan pikiran. Wibawa Ilahi Laskar Laskar Nya Tuhan yang berderap langkah menderu debu seperti derap langkah Kuda.

Jadilah seperti emas murni yang siap ditempa setiap saat. Sampai memiliki kemurnian yang penuh. Kemurnian yang melebihi standar dunia. Kemurnian yang membuat kita semakin taat dan setia kepada Tuhan. Kemurnian yang siap dibakar dalam Api Membara. Sampai seluruh diri kita membara terbakar dalam hadirat Tuhan yang menemani kita. Kemurnian yang membuat kita selalu sadar dan bertobat atas segala kesalahan dan dosa kita. Kemurnian yang membuat kita memiliki karakter ilahi yang sejati. Menjadi Pribadi Pribadi kesayangan Nya Tuhan. Menjadi pahlawan pahlawannya Tuhan yang Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai.

Senin, 23 Maret 2026

Lapisan. Kesadaran (Sebuah Refleksi)

Dear Team,

Selamat buat kalian yang sudah menjalani aktivitas Reguler kalian secara alami. Aku berharap kalian makin tajam menggunakan metode 10 dimensi 2 set kontra atas kontra dalam setiap kegiatan kalian sesuai yang diajarkan Guru Guru Malaikat kita. Pahami baik baik di saat ini baik ranah privat maupun publik sudah jadi satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain. Rasa ikatan kita sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan akan menjadi makin kuat ketika kalian belajar untuk sehati dan sepikir baik dalam rombongan kalian maupun lintas rombongan. Jangan lupakan aspek penting dalam diri kita masing masing yaitu kecenderungan mengalami human error karena luka batin kita belum sembuh. Itulah lapisan kesadaran kita yang akan menggangu kita dalam menjalani panggilan kita jika belum benar benar sembuh.  Oleh karena itu teruslah uji diri kita. Apakah benar kita semakin kosong dihadapan Tuhan. Jangan karena ego dalam diri kita. Kita malah mengabaikan proses pemulihan kita meskipun secara sadar kita terus menerus melakukan pertobatan kita di dalam Tuhan. Bahkan yang paling fatal karena ego itu kita tidak sadar untuk bertobat saat Tuhan ingatkan kita. Hal itu menyebabkan proses internalisasi yang tidak utuh. Kepekaan Panca Indera kalian harus semakin sepadan juga dengan hati dan pikiran kita. Disitulah pentingnya Api Dian yang merupakan Roh Tuhan untuk menuntun pertobatan kita sebagai kesaksian kita dihadapan Tuhan.

Ingatlah baik baik di fase ini lapisan kesadaran kita tidak lagi berkaitan dengan diri kita dan lingkungan terdekat kita. Spektrum area kita pun makin meluas sesuai tahapan didikan Tuhan yang kita terima. Coba renungkan apakah area aktivitas, area binaan dan area pengaruh kita tetap sama? Padahal dimensi kita semua meningkat sampai dimensi negara, bumi, alam dan semesta. Demikian juga cara validasi kita yang kita ketahui mulai dari cek, recheck dan cross check untuk menetapkan langkah reguler, alternatif dan emergency pun tidak sama lagi. Jika kalian sudah memindahkan semua pola itu ke ranah reguler. Bukankah cakupan 10 dimensi kita makin bertambah. Hal ini penting aku tekankan karena persoalan pemulihan diri kita penting dan itu berkaitan dengan tingkatan kepekaan kita untuk menerima tanda dari Tuhan. Bahkan tanpa harus melibatkan aku pun. Kalian bisa menerima tanda Tuhan dan menerima konfirmasi di tempat dimana kalian berada.

Saatnya kalian untuk melihat lebih detail lagi ke dalam hati dan pikiran kalian dalam menjalani pertobatan dan panggilan kita setiap hari. Apakah masih ada rasa saling menyalahkan, kecewa, sakit hati, dendam, tawar hati bahkan sampai mati rasa dalam diri kita?;Kalau hal itu masih ada berarti masih ada luka batin dalam diri kita yang belum sembuh. Jangan sampai rasa itu meningkat jadi otak dengkul, ular beludak, tegar tengkuk sampai durhaka pada Tuhan. Teruslah kalian periksa batin kalian di hadapan Tuhan dan minta kepada Tuhan untuk menyembuhkan diri kita. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Semua rahasia kita pasti diketahui oleh Tuhan. Aku selalu mengingatkan kalian untuk membangun hubungan pribadi kalian dengan Tuhan untuk mengantisipasi hal ini. Proses tapa dalam diam dan tapa dalam gerak kalian akan menjadi lebih dalam lagi kalau kalian memahaminya. Keseharian kalian sampai ukuran waktu terkecil pun menjadi aktivitas doa kita di dalam Tuhan.Sampai kalian menjadi manusia seutuhnya dan meningkat menjadi manusia seutuhnya di dalam Tuhan. Kesadaran itulah yang membuat kalian secara otomatis belajar untuk membersihkan diri di hadapan Tuhan. Kemudian meningkat menjadi kesadaran untuk taat kepada kehendak Tuhan. Sampai ketaatan itu terjadi terus menerus dan berubah menjadi sikap kesetiaan di hadapan Tuhan. Proses inilah yang aku sebutkan sebagai pertobatan dan menjalani panggilan Tuhan setiap saat. Proses kita menjadi Murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan menjadi lebih alami lagi. Kepekaan kalian menjadi meningkat dan kalian juga akan semakin peka dalam menuntun setiap rombongan dan barisan kalian di Jalan Tuhan. Kalian jadi memahami mereka sebagai manusia seutuhnya dan menuntun mereka menjadi manusia seutuhnya yang berTuhan. Sampai kesetiaan kalian meningkat lagi menjadi Setia Sampai Akhir. Pada fase ini harapan kalian hanyalah Aku Tiada Aku Niscaya karena Tuhan. Kemanusiaan kalian menjadi semakin nol di hadapan Tuhan. Sampai apapun yang kita lakukan, rasakan dan pikirkan hanyalah Tuhan. Perjalanan kita di Jalan Tuhan pun sampai pada level berkenan di hadapan Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu Tuhan. Pada saat itulah kita memperoleh Kehidupan Kekal bersama sama dengan Tuhan. Kesadaran dalam diri kalian inilah yang termanifestasikan dalam kesadaran kolektif kalian dalam rombongan mulai dari kesadaran aku, kesadaran mereka, kesadaran kita dan menjadi kesadaran Keluarga Tuhan yang Sepadan. Satu persatu kita akan merasakan buah buah Roh Tuhan nyata dalam diri kita dan rombongan kita. Menjadi karakter ilahi yang tidak tergoyahkan oleh apapun. Sampai kita merasakan rasa sepadan dengan Guru Guru Malaikat yang menemani kita. Hal itu terus meningkat sesuai panggilan yang kita terima dari Tuhan. Sampai perjalanan kita membawa kita dalam perjalanan yang semakin sepadan dengan Tuhan.

Ingatlah dalam mengecek lapisan kesadaran kita bahwa bukan karena kuat dan gagah kita segala hal itu bisa kita bereskan. Tapi karena Roh Tuhan yang memampukan kita menanggung semua itu. Ingatlah terus kesakralan sumpah kita dihadapkan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai Darah kami tercurah. Kami tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhan ku. Ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus . Kuduslah Tuhan. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Kudus.. Kuduslah Tuhan. Amin.

Aku berharap kalian semua bisa segera bersama sama aku mengerjakan Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta sebagai satu kesatuan secara bersama sama. Tuhan memberkati dan menyertai kalian dimanapun kalian berada. Salam Setia Sampai Akhir Sampai Tetelestai. Amin






Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri