Selasa, 14 Juli 2026

Last Stand

Dear Team,
Pada saat sebelumnya terkait pembagian peran sudah aku lakukan. Artinya kalian langsung menyesuaikan dengan panggilan yang kalian terima. Firasatku jumlah kita akan berkurang drastis seiring dengan kembalinya kita melakukan aktivitas sehari-hari secara biasa. Meskipun aku tau ada dari kalian juga yang terus melatih diri kalian untuk peka. Apalagi kalau kalian paham betul fan meresapi makna Setia Sampai Akhir. Meskipun kita sebagai Last Stand people in the world sekalipun. Kita tetap memilih menjaga Api Dian kita tetap menyala.

Jujur aku memang setiap hari masih setia melihat tanda alam. Meskipun ada tanda alam yang tidak bisa tercapture oleh panca indera ku seperti pemberitaan melintasnya meteorologi baru baru ini. Di aspek keterbatasan seperti itu. Aku tetap memperhatikan tanda besar sebagai patokan ku. Meskipun terkadang ada tanda tanda kecil yang juga menjadi dasar ku tetap menganalisa. Kalau kalian ingin mengetahui keseharian ku. Sebenarnya pasca kejadian yang terjadi sampai aku dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Meskipun aku sudah kembali bekerja seperti biasanya. Tentunya peran aku sudah tidak seperti sebelumnya. Aku jauh lebih bisa menikmati hari hariku ketimbang sebelumnya. Bahkan kesibukanku pun hampir dikatakan tidak sehectic saat aku bekerja di bidang investigasi. Meskipun demikian aku bersyukur menjalani hari-hariku. Namun disisi berbeda memang saat seluruh pandanganku fokus pada hari Tuhan. Aku tidak lagi melihat impian dan cita-cita seperti cara pandangku sebelumnya. Impian dan cita-citaku adalah bertemu dengan Tuhan. Di fase penantian ini. Rasa itu memang agak berbeda saat diimplementasikan dalam situasi keadaan biasa dan normal. Beda perasaannya dengan keadaan Pandemi sebelumnya. Dimana rasa itu membawa aku benar benar memiliki kepekaan yang sangat tinggal apalagi saat itu banyak hal gaib yang aku alami. Sedangkan saat ini keadaan gaib itu terasa berkurang drastis. Secara realistis tentu saja semua kejadian itu pasti juga aku nalar di keadaan saat ini. Tapi dalam konteks berbeda hal itu buat aku makin nyaman dan waras menjalani hidup.

Satu hal yang menjadi pertanyaan bagiku. Saat sebelumnya aku terbiasa mengerjakan hal hal besar. Dalam kondisi aku yang sudah bukan siapa siapa lagi saat ini. Mindset apa yang harus aku terus pupuk terjadi dengan capaian realistis kehidupan selain menyerahkan segalanya pada Tuhan. Sebab di aspek praktis terkait hal itupun harus dibuat konkret agar hari hari kita tidak terasa hambar. Jika hanya persoalan makan dan minum aku percaya Tuhan pasti cukupkan. Namun terkait apa yang harus aku siapkan untuk anakku. Itu memang agak berbeda karena berkaitan dengan impian dan masa depannya. Inilah yang jadi pergumulan aku saat harus menjalankan yang terkemudian. Buat kalian yang masih khawatir soal Dajjal. Aku sarankan kalian lebih rileks lagi menjalani hari terkemudian ini. Kalau Dajjal menyatakan diri sebagaimana yang tertulis. Itu pasti akan diketahui seluruh dunia. Hal itu pasti terjadi sama seperti keadaan yang sempat diragukan akan terjadi seperti yang aku jelaskan sebelumnya. Bahwa manusia mau di suntik ditangannya dan dilakukan secara massal di seluruh dunia tanpa ada perlawanan. Itu benar-benar sudah terjadi di era COVID. Artinya hal seperti itu juga pasti terjadi. Hanya kita tinggal menunggu seperti apa perwujudannya. Buat aku yang memilih di jalan Tuhan sudah pasti kalau itu terjadi meskipun aku menghadapi maut aku tetap memilih Tuhan dan aku berdoa jika itu terjadi di zaman ini. Komitmen aku itu jika terjadi maka aku tetap memilih Tuhan seperti keadaan yang aku alami di masa COVID. Pada akhir nya sampai aku jadi Last Standing People in the world sekalipun. Aku tetap menanti hari Tuhan dengan setia sampai maut mendatangi aku. Sekarang karena yang terkemudian yang terjadi maka aku tetap menjalani zaman sesuai panggilan yang aku terima. Aku harap kalian semua juga merasakan hal yang sama di manapun kalian berada dan tetap menjalani panggilan kalian sesuai apa yang kalian terima dari Tuhan.

Refleksi:
Hanya kasih karunia Tuhan saja lah yang membuat kita bisa bersama sama menghadap Tuhan dengan setia. Itu doa aku dan aku percaya itu doa kalian juga. Amin.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri