Rabu, 11 Februari 2026

Pintu Gerbang Terbuka

Wahai Penjaga Pintu Gerbang.
Bangunlah...
Terimalah kunci kunci.
Dimensi lintasan jarak dan waktu.

Persiapkanlah Jalan bagi Tuhan
Hari Tuhan akan tiba
Jangan sampai kalian tertidur lagi.
Tetaplah setia menantikanNya.

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Terimalah Tongkat dari Tuhan.
Karunia Khusus Penuntun Umat 
Terbebas dari segala Kegelapan.

Terbukalah Pintu Gerbang Hati Kalian
Agar Cahaya Tuhan.
Selalu bersinar dalam sanubari.
Mencerahkan setiap UmatNya Tuhan.

Janganlah takut dan gentar.
Kuasa Tuhan Maha Besar 
Tidak ada satupun dapat menyentuhmu
Tanpa seizin Tuhan 

Sucikanlah hati dan pikiran kita
Bersihkanlah setiap saat.
Ikutilah setiap didikan Tuhan 
Jangan sampai kita tersesat dan binasa

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Terimalah cinta yang abadi.
Kasih yang murni dan menyembuhkan. 
Pembebasan dari segala jenis penawanan.

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Bersukacitalah.
Hari Tuhan akan tiba.
Kita berada di tempat terutama
Pintu GerbangNya Tuhan
Pemilik Setiap Jiwa

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Bangunlah..
Berjaga jagalah dan waspada.
Sambutlah hari Tuhan yang akan tiba.

Setia sampai AKHIR.
Setia sampai AKHIR.
Setia sampai AKHIR.
TETELESTAI. AMIN.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri