Selasa, 09 Juni 2026

Akhiri Ini Dengan Indah

Aku takkan pernah jadi sempurna 
Ingin aku tetap seperti adanya
Jangan salahkan jika diriku mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna tuk tinggalkanku

Ketika selamanya pun harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri 
Ini dengan indah

Engkau mencoba menahan Isak tangis yang dalam 
Dengan Isa sisa ketegaran yang masih kau simpan

Ketika selamanya pun harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri ini dengan indah
Ketika selamanya pun. Harus berakhir 
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan

Dear Team,
Ingatlah baik baik 400 hari fase keadaan darurat belum terlewati. Namun fase reguler sudah berjalan dengan alami. Aktifitas masyarakat sudah berjalan dengan normal. Sesuai harapan kita bahwa fase transisi sudah berlangsung. Aku harap kita jadi semakin selektif menerima mereka yang benar benar mau berjalan bersama kita. Tidak lagi seperti sebelumnya. Kita benar benar hanya menerima mereka yang sepenuhnya ingin berjalan di jalan Tuhan saja. Jika hanya ingin cari aman saja. Tidak usah lagi bersama kita. Toh diluaran kegiatan reguler sudah berjalan dengan normal. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

Namun di aspek lain. Aku berharap kalian paham maksud aku menyampaikan hal ini. Kita tetap menantikan penggenapan dari firman Tuhan. Bahkan sampai segala sesuatunya berakhir dengan indah. Ini impian kita semua. Sampai hari ini pun aku juga masih memendam impian itu. Tapi kita juga harus realistis. Ketika waktu terkemudian yang harus kita jalani. Satu hal yang harus kita pelihara adalah rasa menyala nyala di dalam Tuhan. Rasa ingin tetap menjaga Api Dian kita tetap berkobar kobar di dalam Tuhan. Kesatuan hati diantara kita yang terpilih. Bahkan bagaimana kita tetap terhubung dalam Roh dan Kebenaran Tuhan dalam keadaan waktu terus berlanjut. Sampai segala sesuatunya tergenapi dan berakhir dengan indah. Firasat ku ini adalah pemurnian yang benar benar berbeda. Aku berharap tidak ada dari kita yang kembali ke manusia lama kita. Tapi kalaupun jumlah kita semakin berkurang karena itu. Kiranya kasih karunia Tuhan tetap memelihara kesetiaan sampai akhir dalam hati dan pikiran kita. Pola komunikasi dan pola hubungan kita pun besar kemungkinan akan berubah juga. Bahkan mungkin saja berkomunikasi dalam roh dan kebenaran Tuhan tidak lagi menjadi menarik buat kita. Kita tinggal menunggu jumlah kita sampai 144.000. Pada saat itu barulah kita tau siapa saja diantara kita yang benar benar setia sampai akhir.

Kita semua menantikan waktu Tetelestai. Saat dimana segala sesuatunya berakhir dengan indah. Aku berharap penekananku ini. Menjadi perenungan buat kita semua. Di kala segala kegiatan reguler yang sudah berjalan dengan normal. Menunjukkan keadaan nyata bahwa keadaan sudah kembali seperti keadaan sebelum pandemi. Dengan kesadaran penuh kita masuk ke fase terkemudian tapi tetap waspada dan peka menjaga Api Dian kita tetap menyala. Ingatlah baik baik. Ujilah setiap tanda yang kita terima. Tetap berjaga jaga meskipun situasi diluaran menunjukkan keadaan baik baik saja. Apalagi ada beberapa segel yang masih belum aku lepas dan ada yang masih dipegang para pemegang segel lainnya. Artinya kami juga menantikan waktu Tuhan untuk melepas apa yang dipercayakan kepada kami.

Aku harap kita semua tetap setia dan tidak ada yang tersesat. Sampai harinya tiba kita bisa berkumpul bersama sama menyambut kedatangan Tuhan. Kita tetap menjaga hati dan pikiran kita di hadapan Tuhan. Tidak ada satupun dari kita yang meninggalkan kasih mula mula kita di hadapan Tuhan. Amin. Itulah doaku dan doa kita semua. 

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri