Jumat, 06 Maret 2026

Kadoku adalah Tuhan

Inilah kesaksianku di umurku yang 42; tahun pada tanggal 7 Maret 2026 ini. Aku mengucap syukur pada Tuhan yang ku sembah di dalam nama Tuhan Yesus karena aku semakin memahami panggilanku sebagai kuda ke 4. Setelah melawati tahun tahun penuh kebingungan, kepedihan dan kesediaan. Tuhan semakin memberikan aku banyak berkat. Aku jadi mengenal banyak Malaikat bahkan di temani oleh malaikat. Awalnya hanya Malaikat Uriel kemudian malaikat Kamael lau malaikat Gabriel, malaikat Raphael, malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, malaikat Abadon dan ribuan malaikat lainnya yang namanya tidak aku ingat satu persatu. Baik malaikat yang di surga, alam maut, Bumi,   bahkan malaikat yang menaungi semesta. Selain itu aku diberikan kesempatan mengenai berbagai malaikat yang terjatuh dan memilih kembali kepada Tuhan. Alangkah ajaibnya aku bisa mengenal ciptaan Tuhan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan olehku untuk dikenal. 

Selain itu aku juga diberikan kesempatan mendapatkan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Setelah sebelumnya aku merasa tertolak dan tidak diakui oleh keluarga aku sendiri dan negara aku sendiri sehingga aku merasa sendirian.  Namun Tuhan malah memberikan aku kesempatan mengenal banyak orang Terpilih dari seluruh dunia yang berasal dari berbagai kaum, suku, bahasa, dan agama. Kami semua terhubung dalam roh dan kebenaran serta memiliki ikatan batin yang kuat di dalam Tuhan. Aku juga bersyukur karena sadar betul secara dunia aku tidak punya apa apa. Bahkan karirku rusak dan harapanku untuk hal duniawi pun tidak ada lagi. Itu yang membawaku dalam pertumbuhan iman bahwa di umurku yang 42 tahun ini. Harapan aku satu satunya adalah Tuhan. Aku tidak mau apa apa lagi selain Tuhan. Karena itu aku diberi kesempatan melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dengan jutaan bukti bahwa aku ditemani Tuhan setiap saat. Bahkan melihat banyak tanda bahwa hari Tuhan semakin dekat. Aku menerima anugerah untuk belajar semakin taat dan setia bahkan setiap sampai akhir meskipun takdirku adalah maut. Ini juga memberikan pemahaman pada aku semakin dalam terkait tugas keimamanku Melkisedek yaitu keimaman maut. Sebab tanda yang aku terima dari awal bahwa Kematian aku adalah tanda. Aku benar benar menantikan Tetelestai terhadap diriku di hari Tuhan. Meskipun lingkungan terdekat ku tidak mengakuiku bahkan dunia sekalipun. Aku tetap taat menjalani panggilanku. Sebab pengakuanku adalah dari Tuhan dan yang paling kuinginkan adalah Tuhan.

Hari Tuhan akan tiba dan aku di hari ulang Tahunku ini hanya meminta segeralah datang ya Tuhan. Kami semua menungguMu. Menantikan penggenapan FirmanMu. Saat dimana setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku bahwa Engkaulah Tuhan.  Kami pun semua akan bersujud menyembah Engkau. Bimbing aku ya Tuhan menjadi muridMu dengan rasa hamba Tuhan yang setia.  Inilah kesaksianku yang sengaja aku tuliskan sebagai pengingat buatku bahwa di umur 42 tahun ini. Tuhan memberikan aku kesempatan untuk semakin memahami panggilanku dan melakukan kehendak Tuhan. Terpujilah Tuhan. Aku mengucap syukur untuk semua berkat Tuhan'. Terimakasih Tuhan, aku diberi kesempatan berulang tahun lagi sebelum aku menemui maut.

Refleksi:
Dari semua keajaiban yang aku terima dari Tuhan. Hal yang paling ajaib yang aku terima adalah bisa mengenal dengan dan dekat dengan Tuhan. Sehingga dalam hidupku keinginanku yang terdalam dan tertinggi hanyalah Tuhan. Amin.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri