Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Berbeda

Melihat setiap gejala.
Merasakan setiap getaran.
Setiap peristiwa sebagai pertanda 
Bukan hanya sekedar efek kupu kupu

Sedikit percikan bermakna mendalam
Meskipun hanya plot bisa jadi cerita 
Berbagai nada dalam kata
Kumpulan melodi berirama makna

Lagu lama dan baru terdengar merdu 
Mengalun indah memenuhi semesta 
Mari berdendang bersama sama
Agar dunia dipenuhi kegirangan 

Bukankah kita ingin berbagi harapan
Bukan sekedar impian yang mengada-ngada
Ataupun mimpi di siang bolong
Sebab kita barisan pencipta sejarah 

Apakah kita sedang merahasiakan sesuatu 
Satu persatu terbuka sesuai masanya
Percuma menyembunyikannya
Jika tidak lagi memiliki rasa

Mereka merasa memiliki semua
Sedangkan kita tidak punya apa apa
Kuasa mereka pemberian dunia
Sedangkan karunia kita hanya anugerah 

Jika memang jalan kita sama
Kenapa mereka memilih jalan berbeda
Kalau mereka ingin dunia 
Salahkah kita memilih Tuhan

Memang jalan kita berbeda 
Untuk apa memaksakan sama
Hanya supaya sama sama binasa
Sedangkan kita mau hidup yang kekal

Memang jalan kita berbeda
Meskipun maut jadi takdir kita
Justru itu membuat kita bahagia 
Tersenyum dengan bangga bahwa kita setia 






Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri