Selain itu aku juga diberikan kesempatan mendapatkan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Setelah sebelumnya aku merasa tertolak dan tidak diakui oleh keluarga aku sendiri dan negara aku sendiri sehingga aku merasa sendirian. Namun Tuhan malah memberikan aku kesempatan mengenal banyak orang Terpilih dari seluruh dunia yang berasal dari berbagai kaum, suku, bahasa, dan agama. Kami semua terhubung dalam roh dan kebenaran serta memiliki ikatan batin yang kuat di dalam Tuhan. Aku juga bersyukur karena sadar betul secara dunia aku tidak punya apa apa. Bahkan karirku rusak dan harapanku untuk hal duniawi pun tidak ada lagi. Itu yang membawaku dalam pertumbuhan iman bahwa di umurku yang 42 tahun ini. Harapan aku satu satunya adalah Tuhan. Aku tidak mau apa apa lagi selain Tuhan. Karena itu aku diberi kesempatan melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dengan jutaan bukti bahwa aku ditemani Tuhan setiap saat. Bahkan melihat banyak tanda bahwa hari Tuhan semakin dekat. Aku menerima anugerah untuk belajar semakin taat dan setia bahkan setiap sampai akhir meskipun takdirku adalah maut. Ini juga memberikan pemahaman pada aku semakin dalam terkait tugas keimamanku Melkisedek yaitu keimaman maut. Sebab tanda yang aku terima dari awal bahwa Kematian aku adalah tanda. Aku benar benar menantikan Tetelestai terhadap diriku di hari Tuhan. Meskipun lingkungan terdekat ku tidak mengakuiku bahkan dunia sekalipun. Aku tetap taat menjalani panggilanku. Sebab pengakuanku adalah dari Tuhan dan yang paling kuinginkan adalah Tuhan.
Hari Tuhan akan tiba dan aku di hari ulang Tahunku ini hanya meminta segeralah datang ya Tuhan. Kami semua menungguMu. Menantikan penggenapan FirmanMu. Saat dimana setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku bahwa Engkaulah Tuhan. Kami pun semua akan bersujud menyembah Engkau. Bimbing aku ya Tuhan menjadi muridMu dengan rasa hamba Tuhan yang setia. Inilah kesaksianku yang sengaja aku tuliskan sebagai pengingat buatku bahwa di umur 42 tahun ini. Tuhan memberikan aku kesempatan untuk semakin memahami panggilanku dan melakukan kehendak Tuhan. Terpujilah Tuhan. Aku mengucap syukur untuk semua berkat Tuhan'. Terimakasih Tuhan, aku diberi kesempatan berulang tahun lagi sebelum aku menemui maut.
Refleksi:
Dari semua keajaiban yang aku terima dari Tuhan. Hal yang paling ajaib yang aku terima adalah bisa mengenal dengan dan dekat dengan Tuhan. Sehingga dalam hidupku keinginanku yang terdalam dan tertinggi hanyalah Tuhan. Amin.