Rabu, 18 Februari 2026

MenantikanMu

Ya Tuhan aku menantikanMu
Betapa rindunya diriku
Akan hadirMu
Di akhir perjalananku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Ingin rasanya menerima tandaMu
Untuk segera mengumpulkan 
Semua umatMu di 4; penjuru mata angin

Ya Tuhan aku menantikanMu
Apakah waktu terus berlanjut?
Berikanlah tandaMu
Apalagi yang harus kami siapkan 

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Saat tanda Petir dan Pelangi' terlihat
Aku bersukacita karena itu 
Apalagi kami lihat 
Gerbang Mu sudah Terbuka 

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Aku tetap setia pada panggilan ku
Menjalani jalanMu yang semakin sunyi
Sampai maut mendatangiku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Setiap bait yang dituliskan
Ku persembahkan untukMu
Sebagai pengingat perjalananku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Sampai bintang bintang berjatuhan 
Bulan dan Matahari kehilangan cahayanya
Hingga Seluruh Bumi mengeluarkan getarannya

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Sampai keabadian terwujud atasku
Kehidupan kekal yang kuidamkan
Kembali kepadaMu di tempat kediamanMu

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Berikanlah aku ketaatan dan kesabaran 
Menantikan kehendakMu Tergenapi
Terimalah doaku
Aku menantikanMu

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri