Minggu, 29 Maret 2026

Dan

Dan
Dan bila esok datang kembali
Seperti sedia kala
Di mana kau bisa bercanda

Dan 
Perlahan kau pun lupakan aku
Mimpi burukmu
Dimana telah kutancapkan duri tajam

Dan
Bukan maksudku
Bukan inginku melukaimu
Sadarkah kau di sini pun terluka?

Melupakanmu 
Menepikanmu
Maafkan aku

Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu 
Kembali bersinar dan berpijar 
Seperti dulu kala, oh-o

Dear Tim,
Ingatlah baik baik lirik lagu ini. Saat kalian mendapatkan panggilan baru. Masng masing kalian naik kelas lagi di tingkatan berbeda didikan Tuhan kepada kalian.

Sadari baik baik bahwa aku bukanlah Maha Hadir. Hanya Tuhan yang bisa menemani kalian kapanpun juga. Janganlah kecewa padaku jika aku tidak menemani kalian secara langsung. Apalagi sampai sakit hati karena menganggap aku tidak peduli dengan kalian. Pahami baik baik ada berapa manusia terpilih bersama denganku? Tidak semuanya aku berikan pendampingan kan? Kenapa mereka bisa terus menerus berkembang dan semakin sepadan dengan kita dan Guru Malaikat kita? Jawabannya adalah karena mereka taat dengan didikan Tuhan. 

Pahamilah bahwa kita semua terhubung dalam Roh dan Kebenaran Tuhan di Jalan Pertobatan kita ihi. Aku juga mengakuii bahwa aku benar benar rindu kalian dan berharap segera dikumpulkan Tuhan bersama sama dengan kalian. Tapi kalau Tuhan belum memberikan tanda itu. Apakah kita lantas meninggalkan panggilan kita dan kembali ke manusia lama kita? Jika menurut kalian itu yang terbaik buat kalian. Lakukanlah dan buktikan sendiri perbedaannya rasa yang kalian terima ketika bersama sama dengan kami yang terpilih. Apakah kalian tidak merasa kita berada dalam situasi dan kondisi yang dipenuhi rasa anugerah yang terindah yang pernah kita peroleh selama hidup? Jika belum mendapatkan rasa itu. Maka kalian belum benar benar sepadan dengan kami. Kalian belum benar benar melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata di dalam diri kalian. Jika sampai saat ini kalian masih belum merasakan itu. Segeralah keluar dari barisan kami. Guru Malaikat kalian pun dengan senang hati akan melepas kalian. Sampai kalian benar benar sadar. Bahwa panggilan yang kalian terima bukanlah panggilan asal asalan. Tapi jangan sampai kalian menyesal. Saat kalian memilih dunia. Untuk kembali lagi bersama kami bukan hal yang mudah. Apalagi sampai berharap dididik Malaikat Tuhan seperti sebelumnya. Sadarkah kalian jalan kebinasaan yang kalian tuju jika kalian benar benar kehilangan kasih mula mula kalian?

Renungkan lah semua perjalanan kalian. Resapi baik baik semua rasa yang kalian terima. Itulah pondasi dasar yang kalian bangun di jalan pertobatan kalian. Kesaksian yang murni karena pilihan sadar kalian. Berjalan di jalan Tuhan. Jika pondasi kalian tidak kuat. Saat waktu terkemudian yang terjadi. Benarkah kalian tetap taat dan setia dengan panggilan kalian? Aku perlu menekankan ini karena firasat ku. Kita memasuki fase pemurnian lagi. Baik itu dalam rentang waktu terkemudian ataupun rentang waktu penggenapan Sangkakala Tuhan. Jika di fase ini kalian tidak berjaga jaga dan waspada. Posisi kalian benar benar rentan untuk terpleset dan terjatuh. Bersyukurlah jika hal itu terjadi kalian masih diberi kesempatan bertobat. Tapi jika itu terjadi saat rentang waktu penghitungan rombongan umat umat terpilih sudah selesai. Apakah kalian akan menyalahkan kami karena membiarkan kalian tersesat. Oleh karena itu berulang kali aku ingatkan kalian agar kalian jangan sesat. Terus menerus lah periksakan diri kita di hadapan Tuhan. Sampai betul betul yang kalian inginkan hanya Tuhan. 

Kita semua yang berasal dari kegelapan adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Berbahagialah kalian jika kalian selalu diperbaharui oleh Tuhan. Kalian akan selalu mengalami kepenuhan dalam Tuhan. Bahkan setiap kalian merasa penuh. Kalian dikosongkan lagi dan dipenuhi lagi. Kapasitas kalian makin bertambah tambah. Kalian akan menerima karunia yang baru secara terus menerus. Sampai hari Tuhan mendatangi kita semua umat terpilih.

Saat ini aku masih bisa menulis untuk mengingatkan kalian semua untuk tetap setia menjalani panggilan kalian. Namun ketika waktunya tiba untuku berhenti berkata kata kepada kalian. Aku sangat yakin. Tuhan akan selalu berkata kata kepada kalian secara langsung. Persiapkanlah kalian jika keadaan itu datang. Maka tidak ada lagi barisan Durna. Tidak ada lagi barisan Kuda ke-4. Kita semua menjadi barisan Keluarga Tuhan.

Kalian tau apa yang terjadi setelah kata Dan? Jawabannya tidak ada yang tau karena itu berkaitan dengan realitas yang kita hadapi dan pilihan yang kita pilih. Sekalipun kita memilih jalan Tuhan. Hanya Tuhan saja yang tau kapan Hari Tuhan datang.  Kalian semua justru seharusnya bersukacita. Karena dalam rentang waktu kehidupan yang kalian alami. Kalian semua memiliki cerita masing masing. Sebagai kesaksian kalian kepada Tuhan.  Perjalanan indah kita bersama Tuhan. 

Ingatlah jika Tuhan memberikan tanda bagiku untuk membubarkan barisan Durna. Inilah kesaksianku tentang kalian semua. Bahwa aku bahagia bisa merasakan Keluarga yang tidak pernah aku rasakan di dunia yaitu rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan atau rasa Agape yang Phylia. Aku bersyukur bisa mengenal kalian dalam Roh dan Kebenaran. Aku bersyukur bisa merasakan kerinduan yang berbeda saat berhubungan dengan kalian dalam Roh Tuhan. Jika kita tidak bisa bertemu dalam tubuh manusia kita. Yakinlah kita akan bertemu dalam tubuh Roh kita di Hari Tuhan.

Sebelum Barisan Durna dibubarkan izinkanlah aku membagikan memori yang tersimpan dalam lagu ini:

Dia Girangkanku

Kumasuki Gerbang Nya 
dengan hati bersyukur 
Halaman Nya dengan pujian 

Kataku hari ini adalah HariNya Tuhan 
Kubersuka karena Dia Girangkanku 

Dia girangkanku
Dia girangkanku 
Ku besuka 
Sebab dia Girangkanku


Refleksi:
Lirik lagu Dia Girangkanku adalah jawaban dari ku mengenai harapanku yang muncul setelah kata "Dan" yaitu kita semua bersama sama masuk ke dalam Gerbang Tuhan dengan Girang.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri