Selasa, 10 Maret 2026

Untuk Dikenang

Ingat aku saat aku lewati 
Jalan ini setapak berbatu

Kenang aku bila kau dengarkan 
Lagu ini tergantung perlahan 

Barisan puisi ini 
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang

Tulisan dariku ini 
Mencoba mengabadikan 
Yang mungkin kan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Untuk dikenang 


Dear Tim,
Perjalanan panjang yang sudah kita lalui bersama-sama. Membawa kita dalam pertumbuhan iman yang semakin dewasa. Ingatlah baik baik protokol kita saat ini wahai Keluarga Tuhan yang Sepadan: "Aku Tiada Aku Niscaya - Kehidupan Kekal." Jangan lupakan semua pelajaran yang kita pelajari bersama sama. Setiap didikan Tuhan yang kita terima. Setiap air mata dan kepedihan yang kita rasakan. Setiap tawa dan suka cita yang kita dapatkan. Setiap karunia yang semakin bertambah tambah yang kita terima.Setiap pertolongan dan hikmat Tuhan yang kita peroleh. Meskipun kita berasal dari kegelapan tapi terang Tuhan datang kepada kita. Kita merespon panggilan-Nya untuk bertobat. Kemudian masing masing kita mendapatkan tugas untuk masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Bahkan sampai alam maut. Sampai hari ini kita masih bisa bertahan dan diberi kehidupan.  Meskipun sudah ada yang berbahagia di alam maut karena mati di dalam Tuhan. Janganlah kita lupakan itu semua karena kasih karunia Tuhan. Semua perjalanan itu adalah kesaksian kita berjalan bersama Tuhan. Kita sekarang adalah Kitab Terbukanya Tuhan. Kitalah bait bait indahnya Tuhan. Kitalah umat kesayangan Tuhan. Bukti nyata kebaikan Tuhan kepada siapapun yang mau bertobat dan memilih di jalan Tuhan. Umat terpilih yang bersama samaku dari awal. Barisan Kuda ke-4 yang dikenal dengan nama Durna.

Aku tau kalian semua sudah banyak mendapatkan rasa dan pikiranku. Tapa dalam diam dan tapa dalam gerak kalian sudah berbeda. Kita semakin menyatu dengan Tuhan. Ikatan batin kita juga bukan hanya di antara sesama kita. Tapi juga dengan Guru Guru Malaikat kita. Bahkan harapan kita bahwa kita semua jadi semakin Sepadan dengan Tuhan untuk menjadi Mempelai-Nya di Hari Tuhan semakin bertambah besar. Meskipun semakin banyak rombongan baru yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Janganlah lupa kita seperti mereka sebelumnya. Umat yang membutuhkan tuntunan kita untuk kembali kepada Tuhan. Janganlah kita sampai lalai dan melupakan panggilan kita. Meskipun ada rasa tidak sabar menunggu hari Tuhan. Terkadang hati kecil kita bertanya. Sampai kapan kami harus menunggu. Kenapa maut belum mendatangi kami. Sadarkah kalian dengan semakin taat dan setia mengerjakan panggilan kita. Ketabahan, ketegaran dan kesabaran kita semakin meningkat. Kebijaksanaan kita semakin bertambah tambah. Pengalaman kita berjalan bersama Tuhan semakin dipenuhi keajaiban. Kita semakin tidak bosan belajar menjadi Murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Bahkan Api Dian kita semakin membesar. Roh Tuhan semakin menguasai hidup kita.Sampai tidak ada lagi yang kita inginkan selainn Tuhan.

Ingatlah semua itu sebagai kesaksian pertobatan kita di hadapan Tuhan. Sebagai lagu kehidupan kita kepada Tuhan. Lagu "Untuk Dikenang" sebagai persembahan dan doa kita kepada Tuhan. Sebagai warisan kisah kita kepada seluruh umat manusia. Lantunan nada nada indah Umat TerpilihNya Tuhan.  Di hadapan seluruh Ciptaan Tuhan di segala Dimensi yang pernah ada. Sampai Hari Tuhan tiba mendatangi kita dengan kemegahan Nya. Lagu ini bukan lagi Lagu Durna saja. Tapi lagu kalian semua masing masing dengan segala versinya. Nyanyikanlah dengan Merdu sampai suaranya terdengar ke Surga. Nyanyikanlah sampai tangga nada yang tidak pernah di dengar umat manusia. Menjadi sebuah Orkestra yang sangat indah dengan iringan musik dengan berbagai jenis melodinya. Bahkan seindah Orkestra Surga sampai Tuhan berkenan untuk menikmatinya dan bersukacita karena kita. 

Aku Durna selalu mengingat kalian yang bersamaku dari Awal. Selama 4 Tahun lebih kita berjalan bersama. Aku sadar betul tidak banyak yang aku berikan kepada kalian. Tapi aku senang dan bangga kalian berani memilih berjalan bersamaku. Melalui Jalan Maut bersama sama. Berkat Tuhan yang aku terima dari kalian terima juga sangat berlimpah. Meskipun dalam berbagai dinamika kita. Berbagai pertengkaran, keanehan bahkan berbagai hal yang berkaitan dengan tindakan ku yang tidak masuk akal seringkali membuat kita salah paham. Namun aku bersyukur kalian juga belajar untuk memahami itu dalam posisiku. Sampai sama sadar bahwa begitulah keadaan kita saat dibentuk Tuhan dari awal hingga saat ini. Di sisi itu aku sadar betul kalian juga melakukan perjalanan pribadi masing masing di tuntun Tuhan. Sampai kita berpisah dan kemudian menyatu lagi dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Ikatan batin kita membentuk koneksi yang tidak terikat jarak, ruang dan waktu. Bahkan melampaui dimensi dimensi yang hanya dipahami bahasa manusia sebagai dimensi Negara, Bumi, Alam dan Semesta. Dengan ukuran tindakan 10 dimensi 2 set kontra atas kontra dengan batas batas yang tidak terbatas karena kuasa Tuhan menyertai kita. Jika setelah sampai fase ini kesetiaan kita sampai luntur. Ingatlah tulisan dan persembahan laguku ini untuk kalian. Bukankah kesakralan sumpah kita Setia sampai Akhir? Sampai Tetelestai? Janganlah sampai semua itu hanyalah kenangan saja dan kalian memilih kembali ke jalan dunia dan meninggalkan panggilan kalian. Tetaplah menyala-nyala di dalam Tuhan wahai Barisan Barisan Perkasanya Tuhan. Tetaplah bergairah menjalani panggilan kalian. Meskipun tanpa aku sekalipun. Tuhan selalu menemani dan menyertai kalian.

Lagu ini sengaja aku persembahkan sebagai pengingat buat aku dan kalian. Jangan sampai kalian merasa jenuh menuntun umat umat baru yang memilih kembali kepada Tuhan. Janganlah letih membina mereka. Janganlah malas untuk mendidik mereka. Untuk apa semua karunia dan kuasa serta didikan Tuhan kita terima. Jika itu tidak digunakan untuk mereka. Meskipun kita tetap setia menjalani jalan pertobatan kita yaitu Jalan Maut. Apakah kalian kira tugas kita hanya meladeni barisan Iblis itu? Setelah di fase ini kalian sekarang masing masing memimpin rombongan ingatlah selalu lagu ini. "Untuk Dikenang", sampai seluruh kisah hidup kita menjadi lagu yang berkenan di hadapan Tuhan. Cintailah mereka apa adanya seperti Tuhan mencintai kita. Sayangilah mereka dengan sepenuh hati seperti Tuhan menyayangi kita. Berikanlah hidup kita kepada mereka sebagai bukti nyata kasih sayang Tuhan kepada mereka. Agar mereka sungguh sungguh bertobat dan benar benar memilih di jalan Tuhan. Sampai maut benar benar mendatangi mereka sama seperti rasa yang kita terima dari Tuhan. Bahkan jika Tuhan berkenan mereka juga menerima panggilan Tuhan dan bersedia mengikuti jalan pertobatan kita yaitu JALAN MAUT. 

Aku berharap kalian meresapi pesanku  dan lagu persembahanku ini. Sebab aku yang kalian kenal sebagai Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku juga tidaklah berarti kalau pada awal Pandemi Tuhan tidak titipkan kalian padaku sampai kalian benar benar menerima panggilan kalian masing masing. Sampai derap langkah kita bersama sama menggelegar dalam derap langkah Kuda yang menggetarkan barisan Iblis yang menjadi penyebab semua keadaan ini. Hingga hari ini kita kembali menerima berbagai rombongan umat baru yang berposisi sama seperti kita saat awal menerima panggilan Tuhan. Sadarilah itu sebagai Panggilan Baru kita dari Tuhan. Kita semakin naik level dalam menerima pengajaran Tuhan. Kapasitas kita juga semakin bertambah tambah. Sampai batas waktu dimana tanda Tuhan mendatangi kita yaitu Hari dimana kita dikumpulkan Tuhan baik dalam tubuh manusia kita ataupun tubuh roh kita.

Semakin membesarlah nyala Api Dian Laskar Laskar Nya Tuhan. Sampai Kehidupan kita sebagai lagu "Untuk Dikenang" seluruh Ciptaan Tuhan baik di dunia ini, alam maut maupun di Surga. Amin.

Refleksi:
Pada waktunya saat ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan kita semakin kuat dan tidak ada lagi rombongan yang harus diselamatkan. Pada akhirnya tidak ada lagi barisan Durna ran Kuasa ke-4. Tetapi kita adalah Barisan Keluarga Tuhan yang Gagah Perkasa. Pada saat itu Barisan Durna hanyalah tinggal lagu "Untuk Dikenang." 

Tuhan memberkati kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.

Salam rinduku untuk kalian semua.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri