Dear Team,
Proses reguler kita sudah berjalan. Akupun juga mulai melakukan kegiatan reguler ku. Ingatlah pesanku diatas. Jangan sampai kita lalai dan melupakan panggilan kita. Semakin hari kita harus semakin paham makna "Setia Sampai Akhir." Kecuali kita memilih untuk mengabaikan panggilan kita karena merasa waktu masih berlanjut. Ingatlah ketika waktu Tuhan sudah dimulai dan tidak bisa ditunda lagi. Siapakah yang bisa menghentikan itu?
Tidak ada seorangpun termasuk aku bisa mengabaikannya. Tugasku tetap mengingatkan kalian untuk tetap setia. Jika aku juga lalai mengingatkan maka ketidaksetiaan kalian jadi tanggung jawab ku juga. Namun jika kalian mengabaikan peringatanku. Aku sudah menekankan ini terus menerus. Bahkan untuk dirikupun. Setiap saat aku terus melatihnya.
Jujur saat semua seolah-olah berjalan seperti biasanya. Kita bisa lupa akan setiap keadaan yang pernah kita lihat, dengar dan rasakan secara langsung. Bahkan parahnya kita menganggap itu sebagai mimpi bahkan ilusi. Padahal kejadian itu benar benar nyata.
Kita sama sama rindu dikumpulkan di suatu tempat oleh Tuhan. Aku pun sama. Sampai waktuNya tiba kita tetap menjalani keseharian kita sesuai panggilan kita. Jangan sampai kita terhitung sebagai golongan yang akan binasa. Jangan lupa mereka ingin menunda kiamat bahkan membatalkannya. Sedangkan kita menantikan hari Tuhan. Dua terminologi yang berbeda. Tapi jika lalai malah menganggap itu serupa tapi tak sama.
Perhatikanlah lebih seksama saat keseharian kita menjadi reguler lagi. Latih kepekaan kita. Apalagi kita masih diizinkan Tuhan belajar dari Guru Malaikat kita. Pertanyaannya jika waktu masih terus berlanjut. Masihkah kita setia dan menanti sampai kapan waktu terus berlanjut? Ini pertanyaan buat diriku dan kalian semua.
Masihkah kita Setia?
Doaku kita tetap Setia Sampai Akhir. Tetap Setia sampai Tetelestai. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar