Minggu, 01 Maret 2026

Suci Dalam Debu

Engkau Bagai Air Yang Jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat 
Kesucian terlindung jua

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbedaan terlihat antara kita

Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya 
Pintu akan terbuka 
Kita langkah bersama

Disitu kita lihat
Bersinarlah Hakikat 
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi

Pasti akan kurenang jua

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita 
Kita yang rasa 


Refleksi:
Berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan. Lagu ini persembahan aku buat kalian yang mati di dalam Tuhan. Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:
" Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhan ampunilah kami. Kami sadar kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Itulah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus..Kuduslah Tuhan.. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi.. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin ."

Berbahagialah mereka yang tidak meremehkan setiap tanda. Taat melakukan kehendak Tuhan. Setiap perbuatan kita akan dinilai Tuhan. Pada akhirnya kita semua rindu untuk bersama sama. Bertemu Tuhan di hari yang mulia. Doa kami pada kalian yang mati di dalam Tuhan. Sampai bertemu di hari Tuhan. Salam rinduku -DURNA-.


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri