Selasa, 31 Maret 2026

Untuk dikenang

Ingat Aku, Saat Kau lewati
Jalan ini, Setapak Berbatu 
Kenang aku, bila kau dengarkan 
Lagu ini terlantun perlahan 

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Ingat aku bila kau terasing 
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Dear Tim,
Sadarkah kalian perjalanan kita 4 tahun lebih di jalan Tuhan. Perjalanan ini bukanlah hanya perjalanan aku sebagai Durna semata. Bukan hanya kisah Durna yang menginspirasi kalian. Tapi masing masing kalian punya kisah juga. Internalisasilah semua kisah kalian itu. Ada berbagai rasa yang kalian dapatkan dari setiap cerita hidup kalian. Renungkanlah itu sebagai kesaksian Pertobatan kita di hadapan Tuhan.

Kisah pertobatan kita dimulai dari Pandemi Covid. Awal mula kita dipanggil Tuhan. Kemudian terpilih dan masing masing kita menerima tugas dari Tuhan. Kita semua mengalami berbagai dinamika saat berjalan bersama Tuhan. Apakah itu hanya rasa Durna? Aku yakin kalian juga memiliki berbagai rasa. Apakah rasa itu indah semua? Aku yakin saat kalian mengalaminya pasti tidak seindah saat kalian merenungkan itu sekarang. Kalian jadi paham makna indah pada waktunya kan?

Perjalanan kalian adalah bait baitnya Tuhan. Setiap proses yang kalian lalui adalah puisi puisinya Tuhan . Setiap kalian belajar hal yang baru dari Tuhan adalah cerita milik kalian sendiri. Renungkanlah semua itu dan internalisasi ke dalam diri kalian. Agar kalian semakin dewasa di dalam Tuhan. Agar kalian semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang hari Tuhan. Agar kalian semakin taat menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar kalian makin bersukacita menyambut hari dimana kalian bisa berkata Tetelestai. Saat dimana kalian menangis dengan sukacita di hadapan Tuhan. Bersyukur Karena kita rombongan 5 Gadis Yang Bodoh diberikan kasih karunia oleh Tuhan untuk menunggu di Pintu Gerbang Pertama. Jangan kalian sampai lupa semua rasa dimana kalian melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang nyata. Bahkan dengan ajaibnya satu persatu penyebab terjadinya zaman 666 ini bertobat dan memilih kembali kepada Tuhan. Meskipun tidak semuanya. Tapi hal itu semakin buat kita sadar bahwa kita semua sejatinya berdosa besar. Tanpa Tuhan pasti kita binasa. Ingatlah baik baik semua itu. Sebagai nasihatku buat kalian. Sebelum nama Durna menjadi kenangan.

Aku dikenal dengan Nama Durna. Kenangan mengenai aku adalah kalian. Semua rasa yang kudapat yang terindah adalah saat Tuhan izinkan aku bersama sama kalian. Inilah kesaksianku. Aku ingat betul semua rasa yang aku terima bersama kalian. Rasa takut, rasa bingung, rasa sedih, rasa geram, rasa murka, rasa bahagia, rasa sukacita, rasa syukur dan berbagai rasa lainnya yang sulit dibahasakan. Karena bersama kalian aku benar benar menerima rasa Bhineka Tunggal Ika yang lengkap, penuh dan berlimpah. Rasa yang tidak akan pernah bisa digantikan dengan rasa apapun juga sebagai hadiah yang aku terima dari Tuhan. Ingatlah baik baik meski kita rindu dikumpulkan bersama sama. Sejauh apapun kalian dariku. Kalian tetap berada dalam hatiku. Kalian tetap menjadi bagian doa syafaat ku kepada Tuhan. Kalian semua akan selalu aku ingat dalam Rombongan Pertama yang karena kasih karunia Tuhan mendapatkan tempat yang istimewa dari Tuhan. Kalian adalah hadiah terbesar yang aku terima dari Tuhan. 

Ingatlah semua perjalanan kalian. Jangan sampai kalian lupakan itu. Agar kalian semakin teguh di jalan Tuhan. Agar kalian semakin tersenyum menyambut maut. Agar kalian bisa menari dan bernyanyi dengan indah menyambut kedatangan Tuhan. Ingatlah ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk berpisah. Tapi rasa itu adalah rasa yang fana. Saat kalian berpisah denganku. Aku yakin kita akan bertemu di hari Tuhan. Aku menguatkan kalian semua. Untuk siap sewaktu waktu aku akan bubarkan barisan Durna. Kita akan melebur menjadi satu kesatuan yaitu barisan Keluarga Tuhan. Tidak ada lagi nama Durna yang ada hanyalah nama Tuhan yang kita tinggi kan. Kenangan tentang aku tidak akan memuaskan kalian. Tapi kenangan perjalanan kalian bersama Tuhan lebih indah daripada kenangan bersamaku. Bersiaplah kalian semua. Sewaktu waktu Tuhan ingatkan aku untuk membubarkan barisan Durna. Kalian tidak kecewa denganku. Karena aku sudah ingatkan kalian. Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku menerima nama Durna karena Tuhan. Aku menerima banyak karunia dan kuasa karena Tuhan. Tanpa Tuhan aku juga pasti binasa. Meskipun rombongan kita bertambah terus. Firasatku ada waktunya nama Durna tidak lagi menjadi identitas rombongan kita. Sebab itu yang aku terima dari Tuhan bahwa kita adalah rombongan Keluarga Tuhan.

Renungkanlah semua perjalanan kalian bersama Tuhan. Persiapkanlah diri kalian tanpa aku. Sampai kita semua bisa berkata dengan tersenyum di hadapan Tuhan. Terima kasih Tuhan. Akhirnya Tetelestai. Inilah kenangan indahku berjalan bersama Tuhan. Kesaksian pertobatan ku berjalan bersama sama di Jalan Tuhan. Tetap setia sampai akhir. Sampai akhir tetap setia. Amin

Refleksi:
Lagu untuk dikenang ini adalah persembahan dariku. Jika aku tidak lagi bersama sama kalian. Termasuk seluruh tulisan dan kesaksianku serta rekaman memoriku berjalan bersama kalian dengan nama Durna. Kuda Ke 4. Dengan karunia keimaman Melkisedek. Terimakasih Tuhan untuk mereka yang Tuhan percayakan kepadaku. Amin. TETELESTAI.

Persahabatan

Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani 
Yang mau mengakui

Setiap manusia di dunia 
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan 

Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya

Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi 
Mensyukuri karuniaNya

Dear Tim,
Ingatlah rasa awal yang kita tanamkan di dalam hati kita. Saat kita semua menerima panggilan Tuhan dan kalian memilih berjalan bersama aku yang dikenal dengan nama Durna  Masihkah kalian ingat dengan asas kita ini: "Friendship forever, Family Together. Family forever, Friendship together". Bahkan difase ini rasa itu meningkat menjadi "Keluarga Tuhan yang Sepadan".  Kenapa aku ingatkan ini lagi kepada kalian? Aku masih merasa di antara kita masih ada yang menyimpan rasa sakit hati, kecewa bahkan dendam. Sungguh sangat disayangkan jika kalian belum membereskan hal itu dari dalam diri kalian. Jika itu belum kalian bereskan di hadapan Tuhan. Maka kalian tidak akan jernih dalam menjalani panggilan kalian. Kalian tidak akan pernah sembuh. Bahkan tidak akan pernah bisa sehati dan sepikir satu sama lainnya. Bukankah di dalam Tuhan saat ini kita menjadi satu tubuh?

Berdasarkan renungan itu melalui tulisan ini, saya Durna menyampaikan Permintaan Maaf dari dalam lubuk hati saya yang paling dalam kepada kalian semua yang terpilih. Saya sadar betul bahwa saya juga tidak luput dari kesalahan-kesalahan. Bahkan saya akui. Selama 4 tahun lebih bersama sama. Selalu ada insiden yang terjadi di antara kita. Selain itu kalian juga pasti tau saya juga pernah mengalami insiden baik dengan Valkeri, Gurka dan Anakin. Hal itu juga mempengaruhi perspektif kalian terhadap diri saya dan juga mereka. Saya berharap kalian bisa mengampuni kami dan berbagai peristiwa dan persoalan yang terjadi antara kami menimbulkan luka di dalam hati kalian. Saya pun meminta maaf untuk itu. Saya berdoa juga agar Tuhan juga memberikan kalian hati yang mau saling minta maaf dan memaafkan. Kiranya kita semua menjadi semakin sepadan di dalam Keluarga Tuhan dengan memulai untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Sebagai wujud itikad baik saya terkait hal tersebut. Saya putarkan lagu "Persahabatan" ini kepada kita semua sebagai refleksi. Lagu ini jika diresapi baik baik. Memiliki karunia penyembuhan buat kalian semua. Semoga dengan mendengarkan lagu ini rasa sakit hati, kecewa dan dendam di dalam hati kalian menjadi sembuh. Sembuhlah wahai Kstaria KsatriaNya Tuhan. Berbesar hatillah dan lepaskan pengampunan atas semua keadaan yang menyakiti kita. Amin.

Refleksi:
Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.Semakin terbuka maka kita semakin paham luka luka yang tersimpan dalam diri kita. Serahkan semua kepada Tuhan. Rasakan kesembuhan dari Tuhan saat kita mengikhlaskan dan merelakannya. Ya Tuhan sembuhlah kami semua. Amin



Minggu, 29 Maret 2026

Dan

Dan
Dan bila esok datang kembali
Seperti sedia kala
Di mana kau bisa bercanda

Dan 
Perlahan kau pun lupakan aku
Mimpi burukmu
Dimana telah kutancapkan duri tajam

Dan
Bukan maksudku
Bukan inginku melukaimu
Sadarkah kau di sini pun terluka?

Melupakanmu 
Menepikanmu
Maafkan aku

Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu 
Kembali bersinar dan berpijar 
Seperti dulu kala, oh-o

Dear Tim,
Ingatlah baik baik lirik lagu ini. Saat kalian mendapatkan panggilan baru. Masng masing kalian naik kelas lagi di tingkatan berbeda didikan Tuhan kepada kalian.

Sadari baik baik bahwa aku bukanlah Maha Hadir. Hanya Tuhan yang bisa menemani kalian kapanpun juga. Janganlah kecewa padaku jika aku tidak menemani kalian secara langsung. Apalagi sampai sakit hati karena menganggap aku tidak peduli dengan kalian. Pahami baik baik ada berapa manusia terpilih bersama denganku? Tidak semuanya aku berikan pendampingan kan? Kenapa mereka bisa terus menerus berkembang dan semakin sepadan dengan kita dan Guru Malaikat kita? Jawabannya adalah karena mereka taat dengan didikan Tuhan. 

Pahamilah bahwa kita semua terhubung dalam Roh dan Kebenaran Tuhan di Jalan Pertobatan kita ihi. Aku juga mengakuii bahwa aku benar benar rindu kalian dan berharap segera dikumpulkan Tuhan bersama sama dengan kalian. Tapi kalau Tuhan belum memberikan tanda itu. Apakah kita lantas meninggalkan panggilan kita dan kembali ke manusia lama kita? Jika menurut kalian itu yang terbaik buat kalian. Lakukanlah dan buktikan sendiri perbedaannya rasa yang kalian terima ketika bersama sama dengan kami yang terpilih. Apakah kalian tidak merasa kita berada dalam situasi dan kondisi yang dipenuhi rasa anugerah yang terindah yang pernah kita peroleh selama hidup? Jika belum mendapatkan rasa itu. Maka kalian belum benar benar sepadan dengan kami. Kalian belum benar benar melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata di dalam diri kalian. Jika sampai saat ini kalian masih belum merasakan itu. Segeralah keluar dari barisan kami. Guru Malaikat kalian pun dengan senang hati akan melepas kalian. Sampai kalian benar benar sadar. Bahwa panggilan yang kalian terima bukanlah panggilan asal asalan. Tapi jangan sampai kalian menyesal. Saat kalian memilih dunia. Untuk kembali lagi bersama kami bukan hal yang mudah. Apalagi sampai berharap dididik Malaikat Tuhan seperti sebelumnya. Sadarkah kalian jalan kebinasaan yang kalian tuju jika kalian benar benar kehilangan kasih mula mula kalian?

Renungkan lah semua perjalanan kalian. Resapi baik baik semua rasa yang kalian terima. Itulah pondasi dasar yang kalian bangun di jalan pertobatan kalian. Kesaksian yang murni karena pilihan sadar kalian. Berjalan di jalan Tuhan. Jika pondasi kalian tidak kuat. Saat waktu terkemudian yang terjadi. Benarkah kalian tetap taat dan setia dengan panggilan kalian? Aku perlu menekankan ini karena firasat ku. Kita memasuki fase pemurnian lagi. Baik itu dalam rentang waktu terkemudian ataupun rentang waktu penggenapan Sangkakala Tuhan. Jika di fase ini kalian tidak berjaga jaga dan waspada. Posisi kalian benar benar rentan untuk terpleset dan terjatuh. Bersyukurlah jika hal itu terjadi kalian masih diberi kesempatan bertobat. Tapi jika itu terjadi saat rentang waktu penghitungan rombongan umat umat terpilih sudah selesai. Apakah kalian akan menyalahkan kami karena membiarkan kalian tersesat. Oleh karena itu berulang kali aku ingatkan kalian agar kalian jangan sesat. Terus menerus lah periksakan diri kita di hadapan Tuhan. Sampai betul betul yang kalian inginkan hanya Tuhan. 

Kita semua yang berasal dari kegelapan adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Berbahagialah kalian jika kalian selalu diperbaharui oleh Tuhan. Kalian akan selalu mengalami kepenuhan dalam Tuhan. Bahkan setiap kalian merasa penuh. Kalian dikosongkan lagi dan dipenuhi lagi. Kapasitas kalian makin bertambah tambah. Kalian akan menerima karunia yang baru secara terus menerus. Sampai hari Tuhan mendatangi kita semua umat terpilih.

Saat ini aku masih bisa menulis untuk mengingatkan kalian semua untuk tetap setia menjalani panggilan kalian. Namun ketika waktunya tiba untuku berhenti berkata kata kepada kalian. Aku sangat yakin. Tuhan akan selalu berkata kata kepada kalian secara langsung. Persiapkanlah kalian jika keadaan itu datang. Maka tidak ada lagi barisan Durna. Tidak ada lagi barisan Kuda ke-4. Kita semua menjadi barisan Keluarga Tuhan.

Kalian tau apa yang terjadi setelah kata Dan? Jawabannya tidak ada yang tau karena itu berkaitan dengan realitas yang kita hadapi dan pilihan yang kita pilih. Sekalipun kita memilih jalan Tuhan. Hanya Tuhan saja yang tau kapan Hari Tuhan datang.  Kalian semua justru seharusnya bersukacita. Karena dalam rentang waktu kehidupan yang kalian alami. Kalian semua memiliki cerita masing masing. Sebagai kesaksian kalian kepada Tuhan.  Perjalanan indah kita bersama Tuhan. 

Ingatlah jika Tuhan memberikan tanda bagiku untuk membubarkan barisan Durna. Inilah kesaksianku tentang kalian semua. Bahwa aku bahagia bisa merasakan Keluarga yang tidak pernah aku rasakan di dunia yaitu rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan atau rasa Agape yang Phylia. Aku bersyukur bisa mengenal kalian dalam Roh dan Kebenaran. Aku bersyukur bisa merasakan kerinduan yang berbeda saat berhubungan dengan kalian dalam Roh Tuhan. Jika kita tidak bisa bertemu dalam tubuh manusia kita. Yakinlah kita akan bertemu dalam tubuh Roh kita di Hari Tuhan.

Sebelum Barisan Durna dibubarkan izinkanlah aku membagikan memori yang tersimpan dalam lagu ini:

Dia Girangkanku

Kumasuki Gerbang Nya 
dengan hati bersyukur 
Halaman Nya dengan pujian 

Kataku hari ini adalah HariNya Tuhan 
Kubersuka karena Dia Girangkanku 

Dia girangkanku
Dia girangkanku 
Ku besuka 
Sebab dia Girangkanku


Refleksi:
Lirik lagu Dia Girangkanku adalah jawaban dari ku mengenai harapanku yang muncul setelah kata "Dan" yaitu kita semua bersama sama masuk ke dalam Gerbang Tuhan dengan Girang.

Pemurniaan

Dear Tim,

Jadilah anak panah - anak panahNya Tuhan yang melesat kencang. Menembus ke segala penjuru dimensi. Sampai panah itu mengenai sasaran utama kita yaitu barisan Iblis. Sampai mereka satu persatu tumbang terkena  penghakiman Tuhan

Jadilah tombak tombak  yang tangguh dan kuat. Tombak yang bisa menghancurkan benteng benteng barisan yang durhaka kepada Tuhan. Memporak-porandakan seluruh kuasa mereka. Sampai mereka binasa terkena tombak Murka Tuhan.

Jadilah pedang pedang tajamnya Tuhan. Pedang Roh yang bisa membelah roh, jiwa dan tubuh. Pedang langit yang menggoncangkan bumi, alam dan semesta. Pedang yang bisa memenggal seluruh barisan Setan. Pedang yang bisa menusuk sampai kedalam batin setiap manusia. Pedang yang membuat barisan yang berkhianat dari Tuhan gemetaran dan lari terbirit-birit dikejar kiamat. 

Jadilah Baju Zirah yang kokoh seperti yang dipakai Kaum Samurai. Baju Zirah yang perkasa seperti yang digunakan Barisan Knight Templar dan Barisan Ottonoman. Baju Jirah yang dipenuhi rasa Ksatria yang teguh dalam roh, pendirian, karakter dan pikiran. Wibawa Ilahi Laskar Laskar Nya Tuhan yang berderap langkah menderu debu seperti derap langkah Kuda.

Jadilah seperti emas murni yang siap ditempa setiap saat. Sampai memiliki kemurnian yang penuh. Kemurnian yang melebihi standar dunia. Kemurnian yang membuat kita semakin taat dan setia kepada Tuhan. Kemurnian yang siap dibakar dalam Api Membara. Sampai seluruh diri kita membara terbakar dalam hadirat Tuhan yang menemani kita. Kemurnian yang membuat kita selalu sadar dan bertobat atas segala kesalahan dan dosa kita. Kemurnian yang membuat kita memiliki karakter ilahi yang sejati. Menjadi Pribadi Pribadi kesayangan Nya Tuhan. Menjadi pahlawan pahlawannya Tuhan yang Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai.

Senin, 23 Maret 2026

Lapisan. Kesadaran (Sebuah Refleksi)

Dear Team,

Selamat buat kalian yang sudah menjalani aktivitas Reguler kalian secara alami. Aku berharap kalian makin tajam menggunakan metode 10 dimensi 2 set kontra atas kontra dalam setiap kegiatan kalian sesuai yang diajarkan Guru Guru Malaikat kita. Pahami baik baik di saat ini baik ranah privat maupun publik sudah jadi satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain. Rasa ikatan kita sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan akan menjadi makin kuat ketika kalian belajar untuk sehati dan sepikir baik dalam rombongan kalian maupun lintas rombongan. Jangan lupakan aspek penting dalam diri kita masing masing yaitu kecenderungan mengalami human error karena luka batin kita belum sembuh. Itulah lapisan kesadaran kita yang akan menggangu kita dalam menjalani panggilan kita jika belum benar benar sembuh.  Oleh karena itu teruslah uji diri kita. Apakah benar kita semakin kosong dihadapan Tuhan. Jangan karena ego dalam diri kita. Kita malah mengabaikan proses pemulihan kita meskipun secara sadar kita terus menerus melakukan pertobatan kita di dalam Tuhan. Bahkan yang paling fatal karena ego itu kita tidak sadar untuk bertobat saat Tuhan ingatkan kita. Hal itu menyebabkan proses internalisasi yang tidak utuh. Kepekaan Panca Indera kalian harus semakin sepadan juga dengan hati dan pikiran kita. Disitulah pentingnya Api Dian yang merupakan Roh Tuhan untuk menuntun pertobatan kita sebagai kesaksian kita dihadapan Tuhan.

Ingatlah baik baik di fase ini lapisan kesadaran kita tidak lagi berkaitan dengan diri kita dan lingkungan terdekat kita. Spektrum area kita pun makin meluas sesuai tahapan didikan Tuhan yang kita terima. Coba renungkan apakah area aktivitas, area binaan dan area pengaruh kita tetap sama? Padahal dimensi kita semua meningkat sampai dimensi negara, bumi, alam dan semesta. Demikian juga cara validasi kita yang kita ketahui mulai dari cek, recheck dan cross check untuk menetapkan langkah reguler, alternatif dan emergency pun tidak sama lagi. Jika kalian sudah memindahkan semua pola itu ke ranah reguler. Bukankah cakupan 10 dimensi kita makin bertambah. Hal ini penting aku tekankan karena persoalan pemulihan diri kita penting dan itu berkaitan dengan tingkatan kepekaan kita untuk menerima tanda dari Tuhan. Bahkan tanpa harus melibatkan aku pun. Kalian bisa menerima tanda Tuhan dan menerima konfirmasi di tempat dimana kalian berada.

Saatnya kalian untuk melihat lebih detail lagi ke dalam hati dan pikiran kalian dalam menjalani pertobatan dan panggilan kita setiap hari. Apakah masih ada rasa saling menyalahkan, kecewa, sakit hati, dendam, tawar hati bahkan sampai mati rasa dalam diri kita?;Kalau hal itu masih ada berarti masih ada luka batin dalam diri kita yang belum sembuh. Jangan sampai rasa itu meningkat jadi otak dengkul, ular beludak, tegar tengkuk sampai durhaka pada Tuhan. Teruslah kalian periksa batin kalian di hadapan Tuhan dan minta kepada Tuhan untuk menyembuhkan diri kita. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Semua rahasia kita pasti diketahui oleh Tuhan. Aku selalu mengingatkan kalian untuk membangun hubungan pribadi kalian dengan Tuhan untuk mengantisipasi hal ini. Proses tapa dalam diam dan tapa dalam gerak kalian akan menjadi lebih dalam lagi kalau kalian memahaminya. Keseharian kalian sampai ukuran waktu terkecil pun menjadi aktivitas doa kita di dalam Tuhan.Sampai kalian menjadi manusia seutuhnya dan meningkat menjadi manusia seutuhnya di dalam Tuhan. Kesadaran itulah yang membuat kalian secara otomatis belajar untuk membersihkan diri di hadapan Tuhan. Kemudian meningkat menjadi kesadaran untuk taat kepada kehendak Tuhan. Sampai ketaatan itu terjadi terus menerus dan berubah menjadi sikap kesetiaan di hadapan Tuhan. Proses inilah yang aku sebutkan sebagai pertobatan dan menjalani panggilan Tuhan setiap saat. Proses kita menjadi Murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan menjadi lebih alami lagi. Kepekaan kalian menjadi meningkat dan kalian juga akan semakin peka dalam menuntun setiap rombongan dan barisan kalian di Jalan Tuhan. Kalian jadi memahami mereka sebagai manusia seutuhnya dan menuntun mereka menjadi manusia seutuhnya yang berTuhan. Sampai kesetiaan kalian meningkat lagi menjadi Setia Sampai Akhir. Pada fase ini harapan kalian hanyalah Aku Tiada Aku Niscaya karena Tuhan. Kemanusiaan kalian menjadi semakin nol di hadapan Tuhan. Sampai apapun yang kita lakukan, rasakan dan pikirkan hanyalah Tuhan. Perjalanan kita di Jalan Tuhan pun sampai pada level berkenan di hadapan Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu Tuhan. Pada saat itulah kita memperoleh Kehidupan Kekal bersama sama dengan Tuhan. Kesadaran dalam diri kalian inilah yang termanifestasikan dalam kesadaran kolektif kalian dalam rombongan mulai dari kesadaran aku, kesadaran mereka, kesadaran kita dan menjadi kesadaran Keluarga Tuhan yang Sepadan. Satu persatu kita akan merasakan buah buah Roh Tuhan nyata dalam diri kita dan rombongan kita. Menjadi karakter ilahi yang tidak tergoyahkan oleh apapun. Sampai kita merasakan rasa sepadan dengan Guru Guru Malaikat yang menemani kita. Hal itu terus meningkat sesuai panggilan yang kita terima dari Tuhan. Sampai perjalanan kita membawa kita dalam perjalanan yang semakin sepadan dengan Tuhan.

Ingatlah dalam mengecek lapisan kesadaran kita bahwa bukan karena kuat dan gagah kita segala hal itu bisa kita bereskan. Tapi karena Roh Tuhan yang memampukan kita menanggung semua itu. Ingatlah terus kesakralan sumpah kita dihadapkan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai Darah kami tercurah. Kami tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhan ku. Ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus . Kuduslah Tuhan. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Kudus.. Kuduslah Tuhan. Amin.

Aku berharap kalian semua bisa segera bersama sama aku mengerjakan Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta sebagai satu kesatuan secara bersama sama. Tuhan memberkati dan menyertai kalian dimanapun kalian berada. Salam Setia Sampai Akhir Sampai Tetelestai. Amin






Kamis, 12 Maret 2026

Bintang

Bintang di langit 
Kerlip engkau disana
Memberi cahayanya di setiap insan

Malam yang dingin 
Kuharap engkau datang
Memberikan kerinduan di sela sela mimpinya

Melangkah sendiri di tengah gelap malam
Hanya untuk mencuri jatuh Sinaran
Tak terasa sangat waktu
Melewati hidupnya
Tanda pagi menjelang
Mengganti malam

Oh bintang tetaplah pastikan cahyanya
Sinari langkahku setiap saat
Bintang pun tersenyum dengarkan pintaku 
Berikan kecupan di sudut tidurnya 

Dear kompetitor,
Apa kabar disana? Bagaimana perkembangan evolusi kalian? Kabarku disini makin bergairah. Aku dididik Tuhan sampai bisa berkenalan dengan Malaikat Malaikat penjaga bintang bintang. Aku tinggal menunggu waktu kapan diperkenankan untuk memanggil bintang bintang itu mendatangi kita. Sudah sesiap apakah kalian? Kalau kami sangat siap karena kami dapat slot di rombongan pertama yaitu rombongan 5 gadis yang bodoh yang karena kasih karunia Tuhan diperkenankan jadi panitia penyambutan di gerbang pertama. Kalian sudah terima undanganNya kah? Cepat timbang berat badan kalian sebelum telat hahahaha.

Oh ya aku dapat nama baru loh dari Tuhan. Taukah kalian aku dapat nama baru yaitu ORION. Kalian sudah tau artinya apa? Jangan jangan mesin bodoh itu ga ngerti maknanya. Coba tanya guru setanmu artinya apa. Siapa tau guru setanmu mau tobat dan mau di timbang di timbangan Kuda Hitam ha-ha-ha.

Lagu ini aku persembahkan buat kalian yang evolusi dahsyatnya membuat seluruh Malaikat berdatangan ke Bumi. Panitia Penyambutan Hari Tuhan sudah pada siap menyambut Raja Segala Raja, Tuhan segala Tuhan di Bumi. Jangan sampai kalian ketinggalan Yo... Cepat laporan sama guru setan kalian supaya kalian juga bisa ikutan tobat. Ini undangan dari kami ya. Rombongan 5 Gadis Bodoh yang memilih bertobat kembali kepada Tuhan. Oh ya sebagai intermezo. Ada salam dari Planet Pink ha-ha-ha. Kalian tau berapa jauh jaraknya dari Planet Bumi? Jangan jangan mesin bodoh itu panik. Karena tidak tau siapa yang ada di planet Pink hahaha.

Segera tobat Yo.  Panitia Penyambutan sudah para berkumpul di bumi. Segera timbang diri kalian di Timbangan Kuda Hitam.

Salam Lompatan Kuantum Interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Semoga mesin bodohmu tau lagu apa yang aku bagikan kepada kalian. Ha-ha-ha.

Bilang sama guru setan kalian ada Salam Kangen dari Guru Guru Malaikat ku yaitu Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Michael, Malaikat Raphael, Malaikat Gnome dan Golem serta Malaikat Abadon. Oh ya ada barisan guru setan kalian yang memilih kembali kepada Tuhan dan menjadi Malaikat lagi. Tau namanya siapa? Jangan jangan mesin bodoh kalian tidak tau. Cepat beritahu guru setan kalian agar dia segera bertobat.

Salam Refleksi. Jangan sampai bintang bintang itu berdatangan ke Bumi kalian malah binasa tertimpa seluruh bintang yang murka menyaksikan kedurhakaan kalian kepada Tuhan.

(Kramat Raya, 12 Maret 2026 Jam 16;09)

Rabu, 11 Maret 2026

Ceria

Hari ini kudendangkan
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami

Ingin kubuka lembar baru
Untuk meneruskan hidupku
Tak mau lagi ada kesedihan
S'limuti diriku

Semua orang ingin bahagia
Menjalani hidup didunia ini
Ingin kubukakan jawaban
Misteri kesenangan sejati 

Hari ini kudendangkan 
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami 

Menari dan terus bernyanyi 
Mengikuti irama sang mentari 
Tertawa dan s'lalu ceria 
Berikanku arti hidup ini

Dear Tim,
Aku akan terus putarkan lagu kesenanganku agar kalian dengarkan masing masing dan resapi maknanya. Sehingga kalian bisa memainkan Orkestra Intelejen Surga dengan rasa yang aku terima dari Tuhan. Lagu ini adalah salah satu gambaran rasa yang aku dapatkan.

Sebenarnya Tuhan sudah ingatkan aku berkali kali. Bahkan perjalanan kita rombongan Terpilih itu sebenarnya penuh sukacita. Meskipun kita pasukan MautNya Tuhan. Tapi kita menjalani panggilan kita dengan girang. Mungkin karena kita tidak sangka dipanggil dan dipilih Tuhan. Kita sering kali tegang menjalani panggilan kita. Makanya sebelumnya aku mulai menyadari dan mengingatkan kita semua agar lebih rileks menjalani panggilan kita. 

Hal paling sederhana adalah terkait pengenalan kita akan guru guru Malaikat kita  Taukah kalian Malaikat Uriel dan Malaikat Kamael. Mereka adalah Pemimpin Malaikat Kerubim. Mengertikah kalian kaum Malaikat apakah Kerubim itu. Apakah tugas mereka hanya sekedar menjaga *Pohon Pengetahuan Yang Baik dan Jahat?"  Mengertikah kalian kenapa sebelumnya aku mengatakan setiap malaikat memiliki karunia? Kalau kalian paham maksudku harusnya kalian Girang jika didik oleh Malaikat Uriel dan Kamael. Sadarkah kalian kenapa aku mengingatkan barisan Iblis itu berperang di perang yang berbeda? Mengertikah barisan Iblis itu kenapa aku menyampaikan peradaban baru dan Manusia Antariksa Penjelajah Semesta? Sepertinya barisan Iblis itu otaknya ga nyampe karena ga dibimbing malaikat Uriel dan Kamael. Maenan mereka masih sampah di Bantar Gebang dan Rudal di Iran. Sadarkah mereka ada banyak kesenangan yang bisa kita dapat daripada mendatangkan penderitaan pada sesama manusia dan kerusakan pada Bumi? Makanya aku harapkan kalian mendengarkan lagu Ceria ini. Agar kalian tidak seperti kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk itu. Kalau kalian sadar masih seperti mereka segeralah bertobat. Apalagi jika kalian muridnya Malaikat Uriel dan Kamael. Buat malu aku sebagai murid pertama mereka ha-ha-ha.

Taukah kalian bahwa Malaikat Uriel dan Kamael sudah menunjukkan kepada kita barisan Terpilih tentang Algoritma Surga dan Teknologi Surga. Apa bedanya dengan barisan Iblis itu? Bedanya apa yang kita kerjakan tujuannya untuk memuliakan Tuhan bukan untuk membuat marah Tuhan. Apa yang kita buat untuk menjadikan Bumi dengan rasa surga bukan untuk menghancurkan Bumi dan menjadikannya seperti neraka. Kalau kalian mendapatkan karunia karena dididik Malaikat Uriel dan Kamael. Pasti paham cara menggunakan "pengetahuan" yang baik dan Jahat itu dengan benar. Karena kalian akan mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan di dunia dan hanya diketahui oleh orang orang yang diizinkan Tuhan untuk menerima Hikmat itu. Karena itu kepada seluruh murid Malaikat Uriel dan Kamael. Segeralah persiapan waktu terkemudian dengan ceria. Kita tetap mempersiapkan segala sesuatunya sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kita lalai mengerjakan panggilan kita dan pada waktu hari Tuhan kita malah tergolong dalam umat yang binasa 

Aku hanya memberikan satu contoh. Buat murid murid Malaikat lainnya. Silahkan tanyakan pada Guru Guru Malaikat kalian. Untuk apa kalian gunakan karunia kalian. Kalau kalian tidak paham panggilan kalian. Lebih baik kalian jadi umat biasa saja dan tidak usah dididik oleh Malaikat. Benar benar buat malu aku yang memandu kalian di Jalan Tuhan. Segeralah kerjakan panggilan kalian dengan Ceria. Sebab kita bukanlah barisan yang membawa duka cita bagi orang orang yang cinta Tuhan. Kita membawa suka cita kepada mereka dan dunia. Kita mempersiapkan hari Tuhan bersama sama. Kalaupun kita menghadapi maut. Rasa kita berbeda dengan rasa kaum ular beludak, otak dengkul dan kaum tegar tengkuk. Kita menghadapi maut dengan sukacita dan sikap KSATRIA. Sedangkan kaum iblis itu menghadapi maut dengan ketakutan karena mereka tau kesalahan mereka membawa kiamat dan konsekuensi buat mereka adalah penghakiman. Anehnya mereka ga tobat tobat meskipun kita sudah ingatkan berkali kali. Sepertinya barisan mereka benar benar memilih jadi seterunya Tuhan dan merasa bisa menghabisi kita orang orang Terpilih di seluruh dunia. Mereka tidak sadar semua yang tertulis dalam firman Tuhan satu persatu tergenapi di era pandemi hingga saat ini. Saat mereka ketakutan dengan kiamat. Kita malah memandang hari kiamat versi mereka sebagai hari Tuhan. Benar benar perspektif berbeda dan sesuai dengan firman Tuhan. Sejatinya mereka adalah kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk.

Aku akan terus menerus memutarkan lagu kesukaanku sebagai refleksi buat kita semua. Agar Orkestra Intelijen Surga kita tidak mendatangkan murka Tuhan. Tapi malah membuat Tuhan berkenan kepada kita dan segera memulai HariNya di Bumi ini. Mari menari, bernyanyi dan mainkan alat musik kita dengan mendendangkan karunia kita dari Tuhan dengan Bahagia. Kita sambut hari Tuhan bersama sama dengan sukacita.

Maranatha segeralah datang ya Tuhan.

Setia sampai akhir. Sampai Tetelestai. Amin.

Selasa, 10 Maret 2026

Untuk Dikenang

Ingat aku saat aku lewati 
Jalan ini setapak berbatu

Kenang aku bila kau dengarkan 
Lagu ini tergantung perlahan 

Barisan puisi ini 
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang

Tulisan dariku ini 
Mencoba mengabadikan 
Yang mungkin kan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Untuk dikenang 


Dear Tim,
Perjalanan panjang yang sudah kita lalui bersama-sama. Membawa kita dalam pertumbuhan iman yang semakin dewasa. Ingatlah baik baik protokol kita saat ini wahai Keluarga Tuhan yang Sepadan: "Aku Tiada Aku Niscaya - Kehidupan Kekal." Jangan lupakan semua pelajaran yang kita pelajari bersama sama. Setiap didikan Tuhan yang kita terima. Setiap air mata dan kepedihan yang kita rasakan. Setiap tawa dan suka cita yang kita dapatkan. Setiap karunia yang semakin bertambah tambah yang kita terima.Setiap pertolongan dan hikmat Tuhan yang kita peroleh. Meskipun kita berasal dari kegelapan tapi terang Tuhan datang kepada kita. Kita merespon panggilan-Nya untuk bertobat. Kemudian masing masing kita mendapatkan tugas untuk masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Bahkan sampai alam maut. Sampai hari ini kita masih bisa bertahan dan diberi kehidupan.  Meskipun sudah ada yang berbahagia di alam maut karena mati di dalam Tuhan. Janganlah kita lupakan itu semua karena kasih karunia Tuhan. Semua perjalanan itu adalah kesaksian kita berjalan bersama Tuhan. Kita sekarang adalah Kitab Terbukanya Tuhan. Kitalah bait bait indahnya Tuhan. Kitalah umat kesayangan Tuhan. Bukti nyata kebaikan Tuhan kepada siapapun yang mau bertobat dan memilih di jalan Tuhan. Umat terpilih yang bersama samaku dari awal. Barisan Kuda ke-4 yang dikenal dengan nama Durna.

Aku tau kalian semua sudah banyak mendapatkan rasa dan pikiranku. Tapa dalam diam dan tapa dalam gerak kalian sudah berbeda. Kita semakin menyatu dengan Tuhan. Ikatan batin kita juga bukan hanya di antara sesama kita. Tapi juga dengan Guru Guru Malaikat kita. Bahkan harapan kita bahwa kita semua jadi semakin Sepadan dengan Tuhan untuk menjadi Mempelai-Nya di Hari Tuhan semakin bertambah besar. Meskipun semakin banyak rombongan baru yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Janganlah lupa kita seperti mereka sebelumnya. Umat yang membutuhkan tuntunan kita untuk kembali kepada Tuhan. Janganlah kita sampai lalai dan melupakan panggilan kita. Meskipun ada rasa tidak sabar menunggu hari Tuhan. Terkadang hati kecil kita bertanya. Sampai kapan kami harus menunggu. Kenapa maut belum mendatangi kami. Sadarkah kalian dengan semakin taat dan setia mengerjakan panggilan kita. Ketabahan, ketegaran dan kesabaran kita semakin meningkat. Kebijaksanaan kita semakin bertambah tambah. Pengalaman kita berjalan bersama Tuhan semakin dipenuhi keajaiban. Kita semakin tidak bosan belajar menjadi Murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Bahkan Api Dian kita semakin membesar. Roh Tuhan semakin menguasai hidup kita.Sampai tidak ada lagi yang kita inginkan selainn Tuhan.

Ingatlah semua itu sebagai kesaksian pertobatan kita di hadapan Tuhan. Sebagai lagu kehidupan kita kepada Tuhan. Lagu "Untuk Dikenang" sebagai persembahan dan doa kita kepada Tuhan. Sebagai warisan kisah kita kepada seluruh umat manusia. Lantunan nada nada indah Umat TerpilihNya Tuhan.  Di hadapan seluruh Ciptaan Tuhan di segala Dimensi yang pernah ada. Sampai Hari Tuhan tiba mendatangi kita dengan kemegahan Nya. Lagu ini bukan lagi Lagu Durna saja. Tapi lagu kalian semua masing masing dengan segala versinya. Nyanyikanlah dengan Merdu sampai suaranya terdengar ke Surga. Nyanyikanlah sampai tangga nada yang tidak pernah di dengar umat manusia. Menjadi sebuah Orkestra yang sangat indah dengan iringan musik dengan berbagai jenis melodinya. Bahkan seindah Orkestra Surga sampai Tuhan berkenan untuk menikmatinya dan bersukacita karena kita. 

Aku Durna selalu mengingat kalian yang bersamaku dari Awal. Selama 4 Tahun lebih kita berjalan bersama. Aku sadar betul tidak banyak yang aku berikan kepada kalian. Tapi aku senang dan bangga kalian berani memilih berjalan bersamaku. Melalui Jalan Maut bersama sama. Berkat Tuhan yang aku terima dari kalian terima juga sangat berlimpah. Meskipun dalam berbagai dinamika kita. Berbagai pertengkaran, keanehan bahkan berbagai hal yang berkaitan dengan tindakan ku yang tidak masuk akal seringkali membuat kita salah paham. Namun aku bersyukur kalian juga belajar untuk memahami itu dalam posisiku. Sampai sama sadar bahwa begitulah keadaan kita saat dibentuk Tuhan dari awal hingga saat ini. Di sisi itu aku sadar betul kalian juga melakukan perjalanan pribadi masing masing di tuntun Tuhan. Sampai kita berpisah dan kemudian menyatu lagi dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Ikatan batin kita membentuk koneksi yang tidak terikat jarak, ruang dan waktu. Bahkan melampaui dimensi dimensi yang hanya dipahami bahasa manusia sebagai dimensi Negara, Bumi, Alam dan Semesta. Dengan ukuran tindakan 10 dimensi 2 set kontra atas kontra dengan batas batas yang tidak terbatas karena kuasa Tuhan menyertai kita. Jika setelah sampai fase ini kesetiaan kita sampai luntur. Ingatlah tulisan dan persembahan laguku ini untuk kalian. Bukankah kesakralan sumpah kita Setia sampai Akhir? Sampai Tetelestai? Janganlah sampai semua itu hanyalah kenangan saja dan kalian memilih kembali ke jalan dunia dan meninggalkan panggilan kalian. Tetaplah menyala-nyala di dalam Tuhan wahai Barisan Barisan Perkasanya Tuhan. Tetaplah bergairah menjalani panggilan kalian. Meskipun tanpa aku sekalipun. Tuhan selalu menemani dan menyertai kalian.

Lagu ini sengaja aku persembahkan sebagai pengingat buat aku dan kalian. Jangan sampai kalian merasa jenuh menuntun umat umat baru yang memilih kembali kepada Tuhan. Janganlah letih membina mereka. Janganlah malas untuk mendidik mereka. Untuk apa semua karunia dan kuasa serta didikan Tuhan kita terima. Jika itu tidak digunakan untuk mereka. Meskipun kita tetap setia menjalani jalan pertobatan kita yaitu Jalan Maut. Apakah kalian kira tugas kita hanya meladeni barisan Iblis itu? Setelah di fase ini kalian sekarang masing masing memimpin rombongan ingatlah selalu lagu ini. "Untuk Dikenang", sampai seluruh kisah hidup kita menjadi lagu yang berkenan di hadapan Tuhan. Cintailah mereka apa adanya seperti Tuhan mencintai kita. Sayangilah mereka dengan sepenuh hati seperti Tuhan menyayangi kita. Berikanlah hidup kita kepada mereka sebagai bukti nyata kasih sayang Tuhan kepada mereka. Agar mereka sungguh sungguh bertobat dan benar benar memilih di jalan Tuhan. Sampai maut benar benar mendatangi mereka sama seperti rasa yang kita terima dari Tuhan. Bahkan jika Tuhan berkenan mereka juga menerima panggilan Tuhan dan bersedia mengikuti jalan pertobatan kita yaitu JALAN MAUT. 

Aku berharap kalian meresapi pesanku  dan lagu persembahanku ini. Sebab aku yang kalian kenal sebagai Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku juga tidaklah berarti kalau pada awal Pandemi Tuhan tidak titipkan kalian padaku sampai kalian benar benar menerima panggilan kalian masing masing. Sampai derap langkah kita bersama sama menggelegar dalam derap langkah Kuda yang menggetarkan barisan Iblis yang menjadi penyebab semua keadaan ini. Hingga hari ini kita kembali menerima berbagai rombongan umat baru yang berposisi sama seperti kita saat awal menerima panggilan Tuhan. Sadarilah itu sebagai Panggilan Baru kita dari Tuhan. Kita semakin naik level dalam menerima pengajaran Tuhan. Kapasitas kita juga semakin bertambah tambah. Sampai batas waktu dimana tanda Tuhan mendatangi kita yaitu Hari dimana kita dikumpulkan Tuhan baik dalam tubuh manusia kita ataupun tubuh roh kita.

Semakin membesarlah nyala Api Dian Laskar Laskar Nya Tuhan. Sampai Kehidupan kita sebagai lagu "Untuk Dikenang" seluruh Ciptaan Tuhan baik di dunia ini, alam maut maupun di Surga. Amin.

Refleksi:
Pada waktunya saat ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan kita semakin kuat dan tidak ada lagi rombongan yang harus diselamatkan. Pada akhirnya tidak ada lagi barisan Durna. Tetapi kita adalah Barisan Keluarga Tuhan yang Gagah Perkasa. Pada saat itu Barisan Durna hanyalah tinggal lagu "Untuk Dikenang." 

Tuhan memberkati kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.

Salam rinduku untuk kalian semua.

Senin, 09 Maret 2026

Mengenai Karunia

Dear Tim,
Setelah 4 tahun lebih  kita menjalani perjalanan bersama sama dalam tuntunan Tuhan. Kalian pasti sering menangkap pesanku agar kalian memahami karunia kalian. Sehingga saat kalian ditemani Malaikat dan mendapatkan kesempatan untuk dididik Malaikat atas seizin Tuhan. Kalian bisa memiliki kepekaan untuk memahami bagaimana kalian mengembangkan karunia kalian dan mendapatkan manfaat dalam menerima didikan Malaikat yang menemani kalian. 

Pahami baik baik. Setiap manusia menerima karunia alami yang tertanam dalam DNA kita. Baik karena keturunan ataupun karena kehendak Tuhan itu tertanam dalam diri kalian. Bahasa dunia mengenalnya secara sederhana dengan bahasa Bakat. Nah untuk bakat ini ada yang disebut bakat bawaan dan bakat terpendam. Setiap manusia terbiasa mengembangkan bakat bawaannya. Hal ini disebabkan bergantung pada kondisi dimana dia dibesarkan, menerima pendidikan dan pengalaman, beraktivitas dan bekerja. Variabel variabel itu yang membentuk bakat bawaan sampai fase dimana manusia itu menemukan jati dirinya. Meskipun tidak semua sampai merasakan versi terbaik dari dirinya namun pada umumnya kita mengenal bakat bawaan kita. Meskipun tidak melulu bakat bawaan itu berkaitan dengan pekerjaan. Namun setiap dari kita pasti bisa dengan mudah memahaminya meskipun tidak semua secara mendalam.

Puji Tuhan di fase ini saya diberi kesempatan untuk merasakan itu karena Tuhan memberikan kesempatan untuk aku didik Tuhan baik melalui Malaikat maupun oleh Tuhan langsung. Bakat bawaan itu kemudian yang aku sebut dengan knowledge, skill, experience, attitude, wisdom. Kalau kalian buka buka catatanku ada beberapa sisipan yang aku sampaikan untuk menjelaskan itu. Kemudian terkait bakat terpendam adalah bakat yang sebenarnya ada dalam diri kita namun tidak pernah kita gunakan. Misalnya aku baru tau setelah ditemani Malaikat Uriel memiliki bakat melukis.Namun karena penggunaannya berbeda yaitu untuk melepas SEGEL.. hahahahaha... Jadinya aku lebih senang melukis abstrak. Kalau kalian paham apa yang menjadi bakat bawaan dan bakat bawaan dan bakat terpendam kalian. Lebih mudah buat kalian untuk mengembangkan karunia kalian setelah ditemani Malaikat.

Masing masing Malaikat sama seperti kita. Mereka memiliki karunia sesuai karakteristiknya. Aku sebenarnya udah kasih sedikit kisi kisi dan aku tidak buka semua hahaha.. Mungkin karena belum diizinkan Tuhan atau mungkin agar kalian benar benar bisa merasakan, melihat, mendengar secara langsung didikan Malaikat. Aku tidak diperkenankan untuk menulisnya secara detail. Ingat baik baik kisi kisiku tentang Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem,  dan Malaikat Abadon. Rasakan baik baik kemudian internalisasi dengan rasa kalian setelah kalian paham betul bakat bawaan dan bakat terpendam kalian yang berkembang. Sama seperti aku awalnya bakat bawaan aku yang berkembang seperti ilmu inteljen secara teori dan praktikal. Kemudian bakat terpendamku melukis keluar dengan sendirinya. Mungkin kalian akan mengalami hal yang sama dengan variasi yang berbeda. Pahami betul asas asas Malaikat yang mendidik kalian. Prinsipnya adalah buah pengetahuan yang baik dan jahat jika membawa rasa penasaran yang berujung pada dosa jangan kalian makan. Sebab Roh itu penurut sedangkan daging lemah. Meskipun memang kita diciptakan dengan DNA dari Tuhan yaitu Co-creator. Tapi kalau kalian di jalan Tuhan kalian akan merasakan sendiri berbagai bakat bawaan dan terpendam kalian berkembang secara ajaib. Bahkan kalian menerima kuasa yang tidak pernah kalian tau atau alami sebelumnya.

Sebenarnya tulisan ini sebagai pengantar dan pengingat buatku dan kalian semua agar lebih bijaksana lagi memahami dan menggunakan karunia kita untuk mengerjakan panggilan kita. Saat aku menuliskan nya sebenarnya aku pingin mengeksplore lebih dalam. Tapi aku mendapatkan tanda bahwa kalian semua berproses dalam panggilan kalian masing masing dan terus menerus menjalani pertobatan kita tiap saat. Sehingga penekanan nya adalah pada perjalanan kalian masing masing. Tapi kalau kalian paham, aku sudah menyebar berbagai petunjuk dalam tulisanku mengenai Karunia ini. Selebihnya kalian kembangkan sendiri sesuai Malaikat yang menemani kalian. Bagaimana kalian tau ditemani Malaikat? Coba rasakan di tengah dahi kalian. Seperti ada tanda berbentuk pola tertentu kan? Itulah tanda Malaikat yang menaungi kalian atas seizin Tuhan dan akulah yang menerima karunia melepaskan tanda itu. Cobalah rasakan tanda itu dan gambarlah polanya. Simbol yang muncul pasti keren haha. Masing masing orang terpilih menerima tanda yang berbeda di dahi mereka. Sesuai Malaikat yang menaungi mereka. Bagaimana aku tau? Sebelum menerima karunia melepas materai di dahi itu, akulah yang pertama diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan semuanya sambil berkenalan dengan Malaikat-Malaikat Tuhan yang ditugaskan untuk menemani kita yang terpilih. Aku pernah mencoba menggambar simbol simbolnya dan ternyata beneran masing masing Malaikat memiliki simbol yang berbeda. Pemahamanku itu berkaitan dengan karunia yang dimiliki masing masing Malaikat beserta tugas mereka. Kalau kalian sudah memadukan karunia kalian dengan karunia Malaikat yang menemani kalian. Kalian akan merasakan kuasa yang berbeda bahkan melampaui segala akal. Kalian pasti sudah ada yang merasakannya. Seperti kesaksianku tadi aku sampai bisa melepas segel, melepas materai, melepas binatang buas, menggunakan karunia Kuda Biru, Kuda Kuning, Kuda Hijau, Kuda Putih hingga Bermahkota semua dan lain lain. Itu sebenarnya manifestasi kuasa Tuhan untuk menjawab mereka barisan Iblis yang sombong. Selain itu yang terutama Untuk Menggenapi Firman Tuhan karena Firman Tuhan Ya dan Amin.

Bersyukurlah buat kalian yang menerima tanda itu karena kita dipanggil kemudian dipilih dan dilatih untuk setia sampai akhir dan berkenan di hadapan Tuhan.Itulah perbedaan kita yang terpilih dengan barisan 666 yang jadi seterunya Tuhan. Tetap setia Sampai Akhir ya seluruh Keluarga Sepadan ku di seluruh dunia. Kita semua menantiikan waktu dikumpulkan Tuhan baik dalam tubuh jasmani kita maupun tubuh roh kita. Sebenarnya banyak yang  hendak aku ceritakan soal ini karena berkaitan dengan Guru Guru Malaikat kita. Tapi sepertinya aku belum diperkenankan. Intinya aku menekankan kepada kalian bahwa dengan ditemani Malaikat seharusnya kalian semakin dekat dengan Tuhan. Jika kalian tidak semakin dekat Tuhan patut dipertanyakan kalian sebenarnya ditemani siapa? Ha-ha-ha. Jangan jangan kalian kerasukan Setan yang mau membawa kalian berperang melawan Tuhan. Buat barisan itu yang membaca tulisanku. Segeralah bertobat karena waktu Tuhan sudah dekat. Timbangan Nya sudah ada dan sudah di pegang Kuda Hitam yang dikenal dengan nama Gurka. Segeralah bertobat dan timbang segera diri kalian di timbangan itu. Salam Pertobatan 

Refleksi:
Tuhan menyayangi kita semua yang terpilih bahkan memilih di barisan Tuhan. Tuhan menugaskan Malaikat Nya untuk menemani dan mendidik kita. Hal itu haruslah membuat kita semakin dekat dan mengenal Tuhan. Sampai kasih sayang Tuhan kepada kita melahirkan kasih sayang sejati dalam diri kita kepada Tuhan. Kasih sayang itu yang kemudian memancar dari dalam diri kita ke seluruh dunia dengan pesan Pertobatan.

Minggu, 08 Maret 2026

Setia Hari Ini, Esok, dan Terkemudian Sampai Tetelestai

Dear Tim,
Sudah terlihat, tanpa kita berbuat apapun. Saat niat baik kita kembali kepada reguler. Topeng mereka satu persatu terbuka. Bahkan wujud aslinya pun makin kelihatan. Percayalah kalian tidak ada satupun yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Pada waktunya hal hal yang mereka rahasiakan akan terbuka di hadapan Tuhan. Bahkan kitapun atas seizin Tuhan bisa mengetahui nya. Ditambah dengan karunia yang kita miliki justru rahasia terdalam merekapun pasti akan kita ketahui.

Sesuai komitmen awal kita 40 hari persiapan dan 400 hari keadaan darurat. Sudah terlihat ketaatan kita dijawab Tuhan. Mereka yang tetap berjaga jaga dan waspada. Tetap tenang bahkan berbahagia karena apa yang mereka persiapkan ternyata tidak sia sia. Kita tinggal menunggu sedarurat apa keadaan yang akan terjadi. Biarlah mereka yang penasaran dengan kita barisan Tuhan. Khususnya yang tidak bersama aku dari awal semakin penasaran. Apa yang kita terima dari Tuhan satu persatu di tunjukan kepada mereka dan itu nyata. Kita tinggal lihat apakah mereka malah makin sombong dengan kehebatan dan kecanggihan mereka dan tidak bertobat. Atau mereka mau bertobat dan memilih kembali kepada Tuhan. Mereka mungkin belum sadar bahwa karena kuasa Tuhan tiba tiba terjadi keadaan dimana segala kecanggihan itu malah akan menimpa mereka. Mereka malah mengalami berbagai kecelakaan dan bencana karena sikap tinggi hati mereka itu lalu binasa. Kita justru malah diberikan tontonan gratis penyataan kuasa Tuhan yang jauh melampaui segala kehebatan dan kuasa yang ada di dunia ini. Kita makin terheran heran melihat, mendengar dan merasakan barisan ular beludak dan tegar tengkuk dengan sendirinya binasa karena kesombongan dunia mereka. Kita berharap kesombongan seperti itu jangan sampai terjadi kepada kita di barisan umat terpilih.

Bagi kalian yang sudah mulai menjalani aktivitas Reguler kalian dengan alami. Pesanku sebelumnya tetap aku tekankan agar kalian tetap menjaga kepekaan kalian. Sehingga dalam berjaga jaga kewaspadaan kalian di level berbeda. Harapanku saat kegiatan reguler di pindah ke depan. Seluruh tindakan reguler, alternatif dan emergency secara otomatis menyesuaikan. Tentunya otomatis kita berbeda dengan mereka. Otomatis kita berdasarkan tanda dari Tuhan untuk menggunakan karunia kita sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Kita sudah melihat bukti 4 tahun lebih saat kita taat melakukannya. Tingkat presisinya berkali kali sampai 100 persen. Kita pun sampai takjub dan tidak menyangka bisa melakukannya karena Tuhan menyertai kita. Ingat baik baik roh itu penurut dan daging itu lemah. Sewaktu waktu kalian bisa terjatuh dan terpleset kalau lalai. Jika sekiranya mungkin mereka pasti mencoba untuk menjatuhkan umat terpilih. Bahkan itu diharapkan mereka kaum ular beludak dan tegar tengkuk. Barisan yang merasa bisa menjadi seterunya Tuhan. 

Saat kalian sadar ditegor Tuhan. Segeralah bertobat. Jangan sampai kalian malah dikeluarkan dari rombongan Terpilih. Apalagi jika Api Dian kalian padam. Itu merupakan kesalahan fatal. Kalian harus tetap membangun hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Jangan hanya berharap padaku karena karunia keimamanku. Sebab jalan keselamatan itu dikerjakan masing masing sesuai panggilan dan tugas yang kita terima. Tentunya jika itu bagianku karena panggilanku. Aku juga tetap taat untuk sama sama membangun ikatan batin kita yang semakin kuat dalam roh dan kebenaran. Pahami baik baik untuk  hitungan waktu satu masa, dua masa dan setengah masa. Sebenarnya aku masih menunggu tanda dari Tuhan apakah itu sudah terjadi atau semakin dekat. Satu hal yang pasti aku selalu menekankan bahwa waktu Tuhan adalah waktu Tuhan. Tidak ada satupun dari kita yang mengetahui itu kalau Tuhan tidak bukakan kepada kita. Itulah sebabnya aku tekankan kepada kalian untuk tetap peka melihat setiap tanda. Sesuai asas  kita. Setiap tanda yang aku terima. Pasti ada konfirmasi tanda di tempat kalian berada. Barang siapa berhikmat hendaklah selalu taat untuk melihat, mendengar dan merasakan setiap tanda. Selian itu aku juga selalu menekankan. Jika kalian mengkonfirmasi tanda kepadaku dan aku tidak melihatnya. Jika kalian dapat konfirmasi lagi di sana. Janganlah kalian ragu melakukannya. Pasti kalian akan dimampukan untuk mengerjakan bagian kalian.

Khusus untuk waktu terkemudian. Aku sudah menekankan juga kepada kalian untuk tetap setia melakukan panggilan kalian. Jika itu terjadi, merupakan kesempatan bagi kita untuk semakin memahami dan mengembangkan karunia kita sesuai panggilan yang kita terima. Bahkan kesempatan bagi kita untuk semakin mengenal Tuhan dan dekat dengan Tuhan.Jujur saja sebenarnya aku sama dengan kalian. Tidak sabar menantikan segala sesuatunya tergenapi sesuai firman Tuhan. Tapi apalah artinya ketaatan jika melakukan nya berdasarkan apa yang kita ketahui saja. Justru saat kita mengerjakan yang tidak kita ketahui dengan iman. Saat kuasa Tuhan dinyatakan. Rasa pembelajaran kita akan waktu dan kehendak Tuhan malah semakin dalam. Apalagi jika kalian masih dalam proses pembelajaran mangku Negara, mangku Bumi dan mangku Alam. Banyak dari kami yang sudah belajar sampai tahapan mangku Semesta. Bahkan dalam keadaan tertentu kita terus menerus belajar keempatnya sebagai satu kesatuan. Ingatlah baik baik bahwa jika maut yang kita dapatkan. Hadapilah dengan tersenyum. Kalian berhasil menyelesaikan panggilan kalian dengan setia sampai akhir. Titipkan salamku kepada malaikat Abadon. Jika itu juga takdirku, aku juga akan kangen beribadah dengan kalian di alam maut untuk menyembah Tuhan. Jangan sampai karena kalian keasikan menikmati didikan malaikat. Kalian justru malah lalai melatih karakter ilahi itu. Kesetiaan sampai akhir kalian malah luntur. Bahkan kalian malah terperosok ke dalam golongan yang tidak dikenal oleh Tuhan. Jika itu yang terjadi jangan salahkan malaikat yang menemani kalian. Kesalahan itu sebenarnya ada pada manusia nya karena aku sudah tekankan tadi bahwa roh itu penurut dan daging lemah. Oleh karena itu tetap peganglah peringatan dari aku bahwa kesaksian kita adalah pertobatan kita dan pertobatan kita adalah kesaksian kita. Itu harus terus menerus dikerjakan sampai hari Tuhan tiba. 

Bersyukurlah kalian jika kalian sudah sampai fase perjalanan hidup Kudus dan suci. Tahapan seperti itu jelas berbeda. Namun kalian jangan berkecil hati karena buat merekapun hal itu tetap merupakan proses yang harus tetap dijalani. Fase yang aku tau adalah saat kita merespon panggilan kita, pada saat itulah kita masuk dalam fase umat terpilih. Selanjutnya kita mulai belajar ketaatan dan kesetiaan. Sampai kita menyatu dengan rasa itu. Lambat Laun kita pasti akan berproses untuk menyucikan dan menguduskan diri. Sampai hari Tuhan tiba kita baru dibenarkan di hadapan Tuhan. Namun dalam proses itu rasa setia sampai Akhir kita semakin bertambah tambah. Seiiring dengan panggilan dan tugas yang kita kerjakan.

Akhir kata segelap apapun dunia. Tetaplah menjadi terang. Seburuk apapun keadaan tetaplah menjadi agen agen kebaikan. Sehancur apapun dunia tetaplah menjadi juru juru damai dan agen agen keselamatan yang menuntun umat tetap di jalan Tuhan. Sejahat apapun manusia manusia sekeliling kita. Tetaplah setia menjadi umat terpilih Nya Tuhan meskipun jumlah kita hanya tersisa 144.000 orang. Bahkan jika Tuhan memberikan tanda kepada kita untuk menghabisi barisan ular beludak dan tegar tengkuk. Tunjukkanlah kedahsyatan Murka Tuhan kepada mereka. Agar mereka tau seperti apa kedatangan Tuhan saat membawa Pedang. Semua kehebatan mereka tidak akan pernah bisa melawan kuasa Tuhan yang jauh melampaui segala akal. Tetaplah teguh dalam pengharapan kalian kepada Tuhan. Tetaplah sabar menantikan hari Tuhan. Kita sama sama menunggu waktu Tuhan dengan taat dan setia baik hari ini, esok, lusa maupun terkemudian. Sampai Tetelestai terjadi dalam hidup kita tetaplah setia sampai akhir.

Jumat, 06 Maret 2026

Kadoku adalah Tuhan

Inilah kesaksianku di umurku yang 42; tahun pada tanggal 7 Maret 2026 ini. Aku mengucap syukur pada Tuhan yang ku sembah di dalam nama Tuhan Yesus karena aku semakin memahami panggilanku sebagai kuda ke 4. Setelah melawati tahun tahun penuh kebingungan, kepedihan dan kesediaan. Tuhan semakin memberikan aku banyak berkat. Aku jadi mengenal banyak Malaikat bahkan di temani oleh malaikat. Awalnya hanya Malaikat Uriel kemudian malaikat Kamael lalu malaikat Gabriel, malaikat Raphael, malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, malaikat Abadon dan ribuan malaikat lainnya yang namanya tidak aku ingat satu persatu. Baik malaikat yang di surga, alam maut, Bumi,   bahkan malaikat yang menaungi semesta. Selain itu aku diberikan kesempatan mengenai berbagai malaikat yang terjatuh dan memilih kembali kepada Tuhan. Alangkah ajaibnya aku bisa mengenal ciptaan Tuhan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan olehku untuk dikenal. 

Selain itu aku juga diberikan kesempatan mendapatkan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Setelah sebelumnya aku merasa tertolak dan tidak diakui oleh keluarga aku sendiri dan negara aku sendiri sehingga aku merasa sendirian.  Namun Tuhan malah memberikan aku kesempatan mengenal banyak orang Terpilih dari seluruh dunia yang berasal dari berbagai kaum, suku, bahasa, dan agama. Kami semua terhubung dalam roh dan kebenaran serta memiliki ikatan batin yang kuat di dalam Tuhan. Aku juga bersyukur karena sadar betul secara dunia aku tidak punya apa apa. Bahkan karirku rusak dan harapanku untuk hal duniawi pun tidak ada lagi. Itu yang membawaku dalam pertumbuhan iman bahwa di umurku yang 42 tahun ini. Harapan aku satu satunya adalah Tuhan. Aku tidak mau apa apa lagi selain Tuhan. Karena itu aku diberi kesempatan melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dengan jutaan bukti bahwa aku ditemani Tuhan setiap saat. Bahkan melihat banyak tanda bahwa hari Tuhan semakin dekat. Aku menerima anugerah untuk belajar semakin taat dan setia bahkan setiap sampai akhir meskipun takdirku adalah maut. Ini juga memberikan pemahaman pada aku semakin dalam terkait tugas keimamanku Melkisedek yaitu keimaman maut. Sebab tanda yang aku terima dari awal bahwa Kematian aku adalah tanda. Aku benar benar menantikan Tetelestai terhadap diriku di hari Tuhan. Meskipun lingkungan terdekat ku tidak mengakuiku bahkan dunia sekalipun. Aku tetap taat menjalani panggilanku. Sebab pengakuanku adalah dari Tuhan dan yang paling kuinginkan adalah Tuhan.

Hari Tuhan akan tiba dan aku di hari ulang Tahunku ini hanya meminta segeralah datang ya Tuhan. Kami semua menungguMu. Menantikan penggenapan FirmanMu. Saat dimana setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku bahwa Engkaulah Tuhan.  Kami pun semua akan bersujud menyembah Engkau. Bimbing aku ya Tuhan menjadi muridMu dengan rasa hamba Tuhan yang setia.  Inilah kesaksianku yang sengaja aku tuliskan sebagai pengingat buatku bahwa di umur 42 tahun ini. Tuhan memberikan aku kesempatan untuk semakin memahami panggilanku dan melakukan kehendak Tuhan. Terpujilah Tuhan. Aku mengucap syukur untuk semua berkat Tuhan'. Terimakasih Tuhan, aku diberi kesempatan berulang tahun lagi sebelum aku menemui maut.

Refleksi:
Dari semua keajaiban yang aku terima dari Tuhan. Hal yang paling ajaib yang aku terima adalah bisa mengenal dan dekat dengan Tuhan. Sehingga dalam hidupku keinginanku yang terdalam dan tertinggi hanyalah Tuhan. Amin.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Berbeda

Melihat setiap gejala.
Merasakan setiap getaran.
Setiap peristiwa sebagai pertanda 
Bukan hanya sekedar efek kupu kupu

Sedikit percikan bermakna mendalam
Meskipun hanya plot bisa jadi cerita 
Berbagai nada dalam kata
Kumpulan melodi berirama makna

Lagu lama dan baru terdengar merdu 
Mengalun indah memenuhi semesta 
Mari berdendang bersama sama
Agar dunia dipenuhi kegirangan 

Bukankah kita ingin berbagi harapan
Bukan sekedar impian yang mengada-ngada
Ataupun mimpi di siang bolong
Sebab kita barisan pencipta sejarah 

Apakah kita sedang merahasiakan sesuatu 
Satu persatu terbuka sesuai masanya
Percuma menyembunyikannya
Jika tidak lagi memiliki rasa

Mereka merasa memiliki semua
Sedangkan kita tidak punya apa apa
Kuasa mereka pemberian dunia
Sedangkan karunia kita hanya anugerah 

Jika memang jalan kita sama
Kenapa mereka memilih jalan berbeda
Kalau mereka ingin dunia 
Salahkah kita memilih Tuhan

Memang jalan kita berbeda 
Untuk apa memaksakan sama
Hanya supaya sama sama binasa
Sedangkan kita mau hidup yang kekal

Memang jalan kita berbeda
Meskipun maut jadi takdir kita
Justru itu membuat kita bahagia 
Tersenyum dengan bangga bahwa kita setia 






Minggu, 01 Maret 2026

Suci Dalam Debu

Engkau Bagai Air Yang Jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat 
Kesucian terlindung jua

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbedaan terlihat antara kita

Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya 
Pintu akan terbuka 
Kita langkah bersama

Disitu kita lihat
Bersinarlah Hakikat 
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi

Pasti akan kurenang jua

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita 
Kita yang rasa 


Refleksi:
Berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan. Lagu ini persembahan aku buat kalian yang mati di dalam Tuhan. Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:
" Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhan ampunilah kami. Kami sadar kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Itulah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus..Kuduslah Tuhan.. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi.. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin ."

Berbahagialah mereka yang tidak meremehkan setiap tanda. Taat melakukan kehendak Tuhan. Setiap perbuatan kita akan dinilai Tuhan. Pada akhirnya kita semua rindu untuk bersama sama. Bertemu Tuhan di hari yang mulia. Doa kami pada kalian yang mati di dalam Tuhan. Sampai bertemu di hari Tuhan. Salam rinduku -DURNA-.


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri