Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlindung jua
Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbedaan terlihat antara kita
Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Disitu kita lihat
Bersinarlah Hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia
Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua
Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Refleksi:
Berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan. Lagu ini persembahan aku buat kalian yang mati di dalam Tuhan. Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:
" Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhan ampunilah kami. Kami sadar kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Itulah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus..Kuduslah Tuhan.. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi.. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin ."
Berbahagialah mereka yang tidak meremehkan setiap tanda. Taat melakukan kehendak Tuhan. Setiap perbuatan kita akan dinilai Tuhan. Pada akhirnya kita semua rindu untuk bersama sama. Bertemu Tuhan di hari yang mulia. Doa kami pada kalian yang mati di dalam Tuhan. Sampai bertemu di hari Tuhan. Salam rinduku -DURNA-.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar