Dear Team,
Masihkah kita ingat berapa lama pandemi terjadi? Dari tahun 2019 s.d. 2024 bahkan setelah nya sampai hari ini dampaknya masih terasa. Apakah itu hanya terkait keselamatan warga dan isu kesehatan saja?Tentu saja efek domino pasti terjadi. Bukan hanya generasi yang sudah mapan dan sudah mandiri secara finansial saja yang terdampak. Tapi generasi setelahnya yaitu generasi yang kita kenal dengan label x, y, z, a, b, c. Mereka benar benar generasi yang perlu kita perhatikan. Sebab jika kita lalai generasi inilah yang berpotensi jadi lost Generation. Kalau sampai mereka tersesat. Bayangkan ketika generasi ini mengisi siklus peradaban apa yang akan terjadi?
Perhatikanlah perilaku mereka dan didiklah mereka. Karakter zaman pandemi mewarnai perkembangan mereka. Bayangkan generasi yang saat itu SMP sampai dengan kuliah. Mereka menempuh pendidikan mereka dengan interaksi yang berbeda dengan generasi kita. Dengan pola kompetisi dan akses pengembangan diri yang cenderung lebih introvert ketimbang ekstrovert. Bahkan dibayangi ketakutan akan pandemi. Tentu itu akan berpengaruh pada mental mereka bukan?Kualitas generasi apa yang tercipta ketika pola belajar nya lebih mengandalkan monitor dan teknologi bahkan dimensi pergaulan mereka lintas negara dengan dunia metaversenya?Jika butuh sesuatu tinggal instal aplikasi yang menyediakan berbagai kebutuhan. Bahkan hanya menggunakan handphone mereka bisa merasakan dunia dalam genggaman mereka. Pola interaksi yang online tentu berbeda dengan pola interaksi kita yang dibentuk dalam berbagai lapisan sosial masyarakat yang langsung dan kaya akan sentuhan sosial. Rasa instan mereka jauh lebih tinggi dari kita. Bahkan ego mereka jangan jangan lebih tinggi. Sikap tepo seliro, etika dan tenggang rasa bahkan sopan santun mereka berbeda dengan kita. Apalagi mereka justru lebih menikmati pola buzer yang asal asalan dalam berbahasa. Serta pola tik tok yang disisi kedalaman edukasi hanya mengandalkan pencitraan media? Bukankah kita generasi yang sadar betul pentingnya proses ketimbang hasil? Sedangkan mereka memahami proses hanya sebatas istilah viral? Kalau ingin mencari jawaban tinggal buka chat gpt dan AI lainnya yang memberikan jawaban sangat lengkao. Beda dengan kita yang meskipun menggunakan google. Kita masih perlu menyusun nya bahkan masih terdorong untuk mencari referensi untuk validasi sumber penelusuran. Belum lagi hiburan game dan tontonan online yang mudah di akses. Tentu akan berpengaruh terhadap mindset mereka. Kalau kita bayangkan dengan kadar instan seperti itu saat mereka mengisi posisi mengantikan posisi generasi sebelumnya dalam siklus peradaban. Karakter apa yang mereka bawa dan tipe peradaban seperti apa yang akan mereka bangun? Sedangkan saat zaman setelah kita terwujud. Dunia sudah dipenuhi dengan robot. Apakah mereka akan menjadi generasi robot?
Hal ini penting untuk direnungkan bersama dan dicarikan solusinya. Karena secanggih apapun ciptaan yang tercipta. Apabila penggunanya tidak memahami arti pemanfaatan yang berkarakter. Maka mereka akan tergantung sepenuhnya pada ciptaan canggih itu. Bukankah seharusnya ciptaan canggih itu yang bergantung sama kita? Untuk generasi saat ini mudah mendapatkan perspektif seperti itu. Karena kita sudah dididik zaman yang benar benar menghargai proses berkelanjutan. Bagaimana dengan mereka?
Jika kita benar benar lalai maka generasi pandemi itu akan menjadi generasi yang Terhilang dan menjadi beban peradaban. Apalagi untuk konteks rombongan kita yang memiliki visi Generasi Emas. Jika hanya berorientasi pada hasil disisi kemajuan zamannya dan bukan pada kemajuan generasi nya dengan penekanan pengembangan karakter. Maka generasi pandemi ini akan kehilangan jati dirinya ditengah tengah robot yang bertambah populasi nya setiap tahun. Jangan jangan di generasi mereka justru robotlah yang mengisi peradaban dan mereka malah menjadi korban peradaban. Seperti itukah yang kita mau?
Harapanku kita yang memiliki panggilan menyiapkan Generasi Emas. Berdoalah agar kita bisa menyiapkan pribadi pribadi yang mampu membentuk dan mengisi zaman. Serta bukan sekedar generasi yang jadi korban zaman dan sekedar numpang hidup.
Sebelum terlambat. Segera tuntun mereka agar tidak jadi generasi Terhilang.
Salam Setia Sampai Akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar