Kamis, 02 April 2026

Cinta Terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meskipun malam mengganggu 
Hilangkan senyummu di mataku
Kusadari aku cinta padamu

Meskipun ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
'Tuk pergi menjauh darimu 
Meski hatiku ragu
Kau tak disampingku setiap waktu
Kusadari aku cinta padamu

Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik 

Dear Tim 
Taukah kalian sebenarnya aku dapat nama baru dari Tuhan bukan hanya Durna. Aku juga mendapatkan nama lainnya yaitu Semar, Rama, Yusuf, Ayub, Timotius, Melkisedek dan yang terbaru adalah Orion. Taukah kalian kenapa aku paling suka nama Durna. Itu karena kisah yang aku ketahui di Indonesia. Durna adalah guru dari Pandawa dan Kurawa. Pandawa merupakan cerminan dimensi terang dan Kurawa adalah simbol dimensi Gelap. Sehingga rasa Durna yang aku dapatkan adalah rasa Guru dalam Terang dan gelap. Hal ini tentu berkaitan dengan tugas pertama aku sebagai kuda ke 4 yang diketahui dalam kitab suci sebagai kuda kuning hijau. Tapi kalau di baca dalam kitab suci ada warna biru juga. Selain itu aku juga dapat kuda putih dan kuda merah muda/pink. Rasa Durna menolong aku untuk memahami panggilanku dari Tuhan. Apalagi aku sadar betul saat pertama kali aku menerima karunia ini. Aku benar benar tidak dianggap oleh orang orang terpilih lainnya. Justru yang merespon panggilan ikut bersamaku pertama kali adalah orang orang yang tidak dianggap yang berasal dari dalam kegelapan. Awalnya barisanku sedikit dan kemudian bertambah banyak. Sampai Minggu ini dari data pasukanku. Ada sekitar 143 juta orang yang sudah menerima didikan Malaikat yang menjadi guru kita semua atas seizin Tuhan. Mereka semua menerima panggilan dari Tuhan dan dipilihi untuk menjalankan tugas dari Tuhan. Aku sadar betul barisan awakku sebenarnya mereka yang layak menerima hukuman. Kalian tahu apa latar belakang mereka? Mereka adalah kaum berdosa semua. Ada pelacur, penjahat, mafia, koruptor, pembantu, pemulung, tukang parkir, preman dari seluruh dunia. Waktunitu aku sampai menangis pada Tuhan kenapa mereka yang tidak dianggap ini mau berjalan bersamaku di Jalan Maut sebagai Jalan Pertobatan kami. Tapi karena mereka aku jadi sadar bahwa merekalah yang sebenarnya perlu Tuhan. Saat mereka merespon panggilan Tuhan. Mereka justru yang paling militan menjalani panggilan dari Tuhan. Meskipun akhirnya barisanku melebur kedalam barisan Valkeri, Anakin dan Gurka. Tapi identitas Durna tidak hilang dari hati dan pikiran mereka. Sehingga aku jadi khawatir dalam proses peleburan ini. Malah nama Durna yang dominan. Padahal yang kuterima dari Tuhan. Kita semua adalah satu tubuh, satu hati, satu pikiran sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan.

Hari ini aku sudah mendapatkan tanda. Bahwa tidak ada lagi barisan Durna. Lagi ini aku persembahkan kepada semua barisan Durnaku di seluruh dunia. Kita sudah menyatu dengan barisan kuda lainnya. Nama Durna dan namaku yang lainnya sudah menyatu ke dalam nama Melkisedek. Aku diminta untuk mulai belajar tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Aku harap kalian tetap teguh dalam panggilan kalian meskipun sudah tidak ada lagi identitas barisan Durna. Kita sudah bersama sama semua dan aku masih terhubung dengan kalian dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Aku juga masih memandu mereka. Jujur saja aku lebih menyatu dengan rasa Durna. Namun aku juga perlu memahami tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Meskipun pada prakteknya meskipun menggunakan nama Durna aku juga melakukan tugas keimamanku yaitu keimaman Maut. Aku tetap ingatkan kalian agar selalu mengingat kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhan ku ampuni kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin. Aku harap kalian tetap taat dan setia menjalani panggilan kalian. Aku sebenarnya tidak paham kenapa aku harus memakai nama Melkisedek sebagai fase pembelajaran ku berikut nya. Bahkan nama Orion pun harus melebur ke nama Melkisedek. Memang tingkatan Keimamanku jadi di level Keimanan Semesta. Masih banyak yang belum aku pahami. Tapi sebagai penerima nama Durna. Aku bahagia bisa menjalani panggilan kuda ke 4 bersama sama dengan kalian. Dari barisan Durna lahir Ksatria Ksatria Tuhan yang Gagah Perkasa. Ksatria yang berasal dari kegelapan menjadi Ksatria Terang Tuhan.

Tulisan resmi ini sebagai pengumuman aku kepada kalian semua bahwa kita semua sudah melebur menjadi barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Kita sudah bergabung dengan barisan Terpilih lainnya. Selain tugas Keimamanku Melkisedek. Aku juga masih menjalankan tugas aku sebagai kuda ke 4. Namun memang ini ujian ketaatan ku pada tanda Tuhan bahwa aku mulai memakai nama Melkisedek dalam menjalani panggilan baruku. Terima kasih seluruh barisan Durna di seluruh dunia. Sekarang kita tidak lagi menggunakan identitas Durna. Aku harap kalian paham posisi ku. Tuhan memberkati kalian semua dimanapun kalian berada. Aku cinta kalian semua.

 (Kramat Raya, 4 April 2026, Jam 17;43-17:44)

Rabu, 01 April 2026

Rentang Waktu

Dear Tim,
Kali ini aku mengingatkan kalian soal betapa pentingnya memahami panggilan kita. Sadarkah kalian jika waktu terkemudian yang terjadi? Kita akan disibukan lagi dengan rutinitas kehidupan . Rasa pemahaman akan Panggilan kita itulah yang menjaga kita agar tidak serupa dengan dunia dalam menjalani keseharian. Apabila keadaan Pandemi adalah tanda dimulainya zaman 666 dan juga merupakan tanda perubahan siklus peradaban. Meskipun tanda yang kita terima selama pandemi sampai sekarang berlimpah dan yang kita ketahui ada percepatan proses penggenapan firman Tuhan. Sadarkah kita bahwa  secara manusia naluri alamiah kegiatan reguler kita yang menjadi rutin bisa merubah kewaspadaan kita menanti hari Tuhan. Kalaupun kita masih didik Malaikat Tuhan atas seizin Tuhan. Jika mindset kita soal panggilan tidak clear. Pola terjatuhnya orang terpilih bisa dalam bentuk bergesernya arah dan tujuan kita dalam menjalani keseharian. Perbedaannya saat kita sadar akan panggilan kita meskipun kita mengerjakan yang reguler. Skala prioritas kita tetap hari Tuhan. Tapi kalau kalian dalam posisi setelahnya dalam menunggu hari Tuhan ada rentang waktu yang lebih lama daripada saat kita menjalani waktu saat pandemi hingga sekarang. Tentu kita pasti akan lebih berpikir keseharian kemanusiaan kita.  Tulisan ini sebagai pengingat buat kita karena hal ini juga terjadi pada diriku. Hal itu benar benar logis tapi bukan berarti cara kita berlogika setelah dididik Tuhan tetap seperti cara dunia. Ranah kita sudah pada hikmat yang berasal dari Tuhan.

Meskipun kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Apakah getaranNya tetap sama kita rasakan jika saat waktu terkemudian yang terjadi kita lalai. Hal yang aku pahami malah tingkat resiko yang kita hadapi untuk terjatuh tambah besar. Jika kalian paham panggilan kalian dan paham makna Setia Sampai Akhir tetap Setia. Makna hari Tuhan yang kita pahami bisa bertambah yaitu hari dimana kita mati dan bertemu Tuhan secara natural atau Hari Tuhan dimana kita melihat, mendengar dan merasakan langsung apa yang tertulis dalam kitab suci tergenapi satu persatu. Didikan Malaikat yang kalian terima tentu berhubungan dengan itu. Namun jika kalian meninggalkan Panggilan kalian. Maka hasrat kemanusiaan yang ada dalam diri kita pastilah lebih dominan. Kecuali Roh Tuhan dalam diri kalian terus menyala. Tentu saja kalian pasti secara sadar atau tidak sadar akan ditinggalkan oleh Malaikat yang menemani kalian apabila kalian meninggalkan panggilan kalian. Aku tidak ingin dan berharap tidak ada satupun dari kalian yang bersama sama denganku dari awal menjadi seperti itu. Aku selalu menekankan setiap saat agar kalian tetap menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar Roh Tuhan tetap menemani kalian. Sehingga ekspektasi kemanusiaan kalian tidak lagi mengikuti pola dunia. Tapi kalian berkembang menjadi manusia versi terbaik kalian yang benar-benar berasal dari Tuhan. Ekspektasi dan impian kalian dalam menjalani hidup juga jadi berbeda dengan orang dunia. Penekanan aku soal kealamian proses bukan berarti kalian malah menghilangkan rasa 10 dimensi 2 set kontra atas kontra kalian. Justru dimensi kalian semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kedewasaan kalian dalam Tuhan dalam menjalani panggilan baru kalian. Sejatinya manusia lama kalian sudah berlalu dan kita semua menjadi ciptaan baru dalam Tuhan. Kita dilahirkan kembali menjadi orang orang Terpilih Nya Tuhan. Itulah perbedaan Jalan Tuhan dengan Jalan Dunia. Apalagi jika mayoritas mereka yang terperangkap dalam barisan Iblis. Menganggap mereka menuju hari Kiamat dan ingin menundanya. Serta berupaya menjatuhkan kita orang terpilih. Jika kalian teguh dalam iman dan pengharapan akan hari Tuhan. Kalian tidak akan terpengaruh cara pandang mereka tentang kiamat. Kita barisan Terpilih bukan membawa dan mempercepat kiamat. Kita barisan Terpilih benar benar menantikan hari Tuhan . Bahkan sebagai orang orang yang diutus untuk menggenapi firman Tuhan dan mempercepatnya. Dimana kita dengan sukacita menantikan kedatangan Nya. Hari dimana kita bertemu secara langsung dengan Tuhan dengan berhadapan.

Aku berharap kepekaan kalian dalam menantikan tanda dari Tuhan tetap terjaga. Meskipun ada rentang waktu penggenapan firman Tuhan. Kita justru semakin bertumbuh dalam iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Aku akan terus memberikan pendasaran kepada kalian semua. Sampai kalian benar benar pada titik tertinggi yang kalian inginkan hanyalah Tuhan. Salam Setia sampai Akhir wahai Ksatria Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu di hari Tuhan.

Refleksi:
Rentang waktu penggenapan Hari Tuhan membawa kita semakin dekat pada waktu Tuhan. Kedekatan yang membawa kita semakin menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Jalan Tuhan. Perjalanan yang membawa kita sampai pada Hari dimana kita menyatu dengan Tuhan. Hari yang kita nantikan dimana saat itu kita dilayakkan dan dibenarkan untuk berkata dengan bahagia kepada Tuhan:" Terimakasih Tuhan akhirnya kami bisa merasakan Tetelestai".


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri