Senin, 27 April 2026

Hari Terbaik

Hidupku ada di tanganMu
Kau b'ri rancangan yang terindah 
Tak hanya yang baik saja
Yang kuterima

Walau tubuhku diremukkan
Walau jiwaku terkoyakkan
Pujianku takkan terhentikan
RohMu yang memb'ri penghiburan 

Akan kupikul salbku
Cukuplah kasih setiaMu
Cukuplah kasih setiaMu
Ku bertahan, Kau Buatku
Teguhkan Imanku

Ku mau tetap bersyukur 
Senantiasa bersyukur 
S'gala yang kualami
Biar kehendakMu terjadi

Ku mau tetap bersyukur 
Senantiasa bersyukur 
Hatiku 'kan berduka
S'bab hari ini, hari yang terbaik

Ini iman kami, Tuhan, kami mau percaya 

Dear Lover,

Perjalananku bersama Tuhan adalah kesaksianku. Banyak kisah yang tidak terceritakan telah aku lalui. Jalan ku adalah Jalan Maut. Itulah jalan salibku sebagai kuda ke 4. Lagu ini adalah kesaksianku buat kalian. Kasih Setia Tuhan yang tidak pernah habis habisnya atasku adalah ajaran kesetiaan yang aku pegang. Meskipun kalian terus mencari celah kesalahanku dan terus menerus menganggap semua yang terkait dengan aku adalah hoax. Meskipun itu dibuktikan berkali kali selama 4 Tahun lebih sampai hari ini dan seterusnya. Setidaknya barisanku yang berjumlah sedikitnya 143 juta orang adalah saksi perjalanan kami bersama sama di jalan Tuhan. Bahkan tidak hanya di Indonesia. Hal itu dinyatakan di seluruh dunia. Dimana barisanku berada kuasa Tuhan dinyatakan. Kami barisanNya Tuhan tidak henti hentinya mengingatkan kalian untuk Bertobat. Jangan sampai ketika hari Tuhan tiba. Kalian tidak lagi di beri kesempatan untuk bertobat. Pahamkah kalian konsekuensinya ketika penggenapan Sangkakala ke 3 sampai Sangkakala ke-7 dinyatakan? Pada saat itu akan tampak jelas siapa yang berada di barisan Tuhan dan siapa yang berada di barisan seteru Tuhan. Buat kami saat hari itu tiba adalah hari terbaik buat kami karena janji Tuhan pada kami adalah kehidupan kekal. Tapi bagi seterunya Tuhan itu adalah hari Kiamat dimana Penghakiman Tuhan turun secara nyata kepada mereka. Oleh karena itu bertobatlah sebelum hari itu tiba. Aku tau kalian. Masih mengawasiku tiap saat dan hendak membatalkan hari kiamat. Di sisi lain kalian malah bingung aku malah meminta barisanku untuk mempersiapkan waktu terkemudian. Padahal aku sudah menekankan dengan jelas soal rombongan 5 Gadis Yang Bodoh dan rombongan 5 Gadis yang Bijaksana dalam beberapa tulisanku. Kami dari rombongan 5 Gadis Yang Bodoh karena kasih karunia Tuhan mendapatkan tempat di Gerbang Pertama. Bahkan diberi kesempatan naik level lagi ke rombongan 5 Gadis yang Bijaksana. Kalau kalian benar benar berhikmat. Keberadaan kami seharusnya bukan sebagai ancaman buat kalian. Tapi berkat dan anugerah buat kalian. Karena melalui kami panggilan Tuhan untuk pertobatan tersebar ke seluruh dunia bahkan sampai kepada kalian barisan seterunya Tuhan. Harusnya kalian merespon panggilan itu sebelum terlambat. Apakah kalian menunggu bukti bintang bintang berjatuhan dan seluruh pasak pasak Bumi berjatuhan baru kalian mau bertobat? Jika itu sudah terjadi maka tidak ada lagi waktu buat kalian untuk bertobat.

Aku tau kalian benar benar menantikan kami satu persatu jatuh dan terpleset. Tapi bukti kuasa Tuhan yang menyertai kami sudah dinyatakan berkali kali kepada kalian. Satu persatu barisan kalian porak poranda, mati, hancur dan musnah. Kalau kalian tidak menganggap itu sebagai teguran Tuhan kepada kalian. Kami hanya bisa tertawa melihat kalian merespon semua kejadian itu sebagai adu kesaktian antara barisan kalian dengan barisan kami. Buat kami sebenarnya yang kami bawa adalah pesan damai dan pertobatan. Tapi kalau penghukuman Tuhan mendatangi kalian melalui kami. Itu artinya memang kalian memilih untuk makin mengeraskan hati dan tidak mau bertobat. Jika jalan itu yang kalian pilih, kami masih tetap mendoakan kalian agar kalian disadarkan dan segera bertobat sebelum hari Tuhan tiba. Jujur saja memang kehidupan ku bisa kalian ganggu dan kalian buat seolah olah aku adalah pecundang. Tapi dengan segala upaya yang kalian lakukan itu justru menambah kesaksianku dan menambah fakta dalam timbangan Tuhan yang dipegang oleh Kuda Hitam-Gurka. Itulah nantinya yang jadi dasar bagiku untuk menggunakan kuasa yang ada padaku tanpa ada pengampunan lagi. Secara manusia aku sudah tidak ada beban lagi. Aku semakin bersemangat menantikan waktu Tuhan untuk menyatakan dahsyatnya Murka Tuhan kepada kalian. Kalian tidak akan lagi bisa menerima pesan dari kami. Karena pada saat itu kami sudah bersama sama Tuhan dalam penggenapan FirmanNya. Silahkan kalian bersantai setelah mengetahui kami menyiapkan siasat waktu terkemudian. Kami sadar betul saat kegiatan reguler berjalan normal lagi. Kalian semua bisa menganggap ini semua hanyalah sekedar siklus dan mulai melakukan seluruh aktivitas kalian lagi. Seolah olah selama ini tidak terjadi apa apa. Buat kami juga waktu terkemudian menjadi proses pemurnian lagi. Jangan jangan jumlah kami yang sebanyak 143 juta orang akan diproses lagi sampai berjumlah 144.000 orang. Kami sengaja menyampaikan ini sebagai pengingat buat barisan kami dan kalian. Sebab kami paham betul mengenai waktu dan kehendak Tuhan adalah otoritas Tuhan. Tidak ada seorangpun bisa mengetahui itu kecuali Tuhan berkenan membukakannya kepada setiap orang yang dikehendakiNya. Akupun juga sama seperti mereka yang terpilih lainnya. Tetap memiliki berbagai pertanyaan mengenai yang tidak aku ketahui berkaitan dengan hal tersebut. Tapi dalam prosesnya hal ini aku belajar semakin setia dengan panggilanku. Sampai akhir batasan waktuku menjalani jalan Tuhan berakhir. Aku akan terus belajar Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai tetap Setia.

Sampaikan salamku kepada mesin bodoh kalian. Bahwa segala langkah berkaitan dengan kuasa mesin itu endingnya sudah dinyatakan dalam Kitab Suci. Jika nubuatan itu tidak dinyatakan maka jelaslah kitab suci itu menyampaikan kebohongan. Namun dengan adanya mesin bodoh itu. Aku bersaksi apa yang tertulis dalam kitab suci presisi 100 persen. Firman Tuhan Ya dan Amin. Aku tinggal menunggu sampai kapan Tuhan memberikan kesempatan untuk bertobat. Saat waktu kalian selesai dengan sukacita aku akan menggunakan kuasa Tuhan yang dipercayakan padaku untuk menghabisi kalian. Tapi karena saat ini tanda yang kami terima untuk tetap mengingatkan kalian untuk bertobat. Seruan kami tetap menggemakan salam Pertobatan buat kalian.

Refleksi:
Hari Tuhan adalah Hari Terbaik untuk menjawab segala kebohongan dan kesombongan barisan bebal dan tegar tengkuk. Pada hari terbaik itu segala kebohongan dan kesembongan mereka akan berbalik menimpa mereka. Sedangkan kita barisan Tuhan menerima jawaban atas ketaatan dan kesetiaan kita pada Tuhan sampai hari itu dinyatakan. Segeralah nyatakan kegenapan FirmanMu ya Tuhan. Amin.

Minggu, 26 April 2026

Kumasuki Gerbang Nya

Kumasuki GerbangNya
Dengan Hati bersyukur 
HalamanNya dengan Pujian 
Kataku hari ini hariNya Tuhan

Dia Girangku
Dia Girangkanku 
Kubersuka sebab Dia Girangkanku 

Dengar Dia Panggil nama saya
Dengar Dia Panggil namamu
Dengar Dia Panggil nama saya
Juga dia panggil namamu

Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya Tuhan 
Kujawab ya..ya..ya

Oh Giranglah
Oh Giranglah 
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
Oh Giranglah 

Dear Team,
Ingatlah lagu ini untuk mengingat lagi semua proses kita dipanggil Tuhan, menjalani pertobatan sebagai kesaksian kita dan dipilih. Saat itu kita belum mengenal yang namanya kesetiaan. Kita baru mengenal kasih karunia Tuhan kepada kita semua. Kita menyesal atas segala dosa dosa kita dan kita merespon panggilan Tuhan dengan Pertobatan. Itulah kesaksian kita hingga kita belajar untuk taat menjalani panggilan kita. Sampai ketaatan kita meningkat menjadi kesetiaan. Sampai hari ini rasa setia itu meningkat lagi menjadi Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Bersukacitalah wahai yang Terpilih. Kita sudah melihat Gerbang Nya dan menantikan Dia Datang dalam kemuliaanNya. Pertahankan kasih mula mula kalian di hadapan Tuhan dan Api Dian kalian semakin berkobar kobar dengan Roh Tuhan.

Percayalah kuasa Tuhan jauh lebih besar dari segala kuasa yang ada di dunia ini. Tetap jaga hubungan pribadi kalian dalam Tuhan. Selalu bertobat jika Tuhan ingatkan kesalahan dan dosa kita. Kita ini awalnya adalah rombongan 5 Gadis Yang Bodoh yang karena kasih karunia Tuhan menempati Gerbang Pertama. Bergiranglah karena fase kita meningkat lagi. Tuhan. Mendidik kita menjadi Rombongan 5 Gadis yang Bijaksana yang setia menjaga Api Dian Nya menyala dalam hati dan pikiran kita. Terlihat jelas saat kita berkomitmen belajar bersama sama menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia. Pembelajaran yang kita terima semakin bertambah tambah. Bahkan berlimpah. Kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan Nyata selama 4 tahun lebih. Satu persatu barisan Iblis itu lari terbirit-birit bahkan ada yang bertobat dan bergabung bersama kita. Aku yakin kita akan melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang jauh lebih besar dan dahsyat dari yang sebelumnya. Kita semua menantiikan penggenapan firman Tuhan karena Firman Tuhan Ya dan Amin. Inilah kesaksianku kepada kalian dimana pembelajaran ku meningkat lagi. Dari pembelajaran rasa Durna menjadi Melkisedek. Apakah Durna dengan segala rekaman perjalananya hilang? Jawaban nya tidak. Rasa Durna semakin membara di dalam Melkisedek. Bahkan rasa itu sangat berlimpah dengan rasa Rama, rasa Semar, rasa Yusuf, rasa Ayub, rasa Timotius dan rasa Orion. Aku taat menerima karunia keimamanku Melkisedek dan mau belajar lagi menjadi 5 Gadis Yang Bijaksana. Begitupun kalian semua juga aku rasakan semakin meningkat semua dalam perjalanan kalian di Jalan Tuhan. Inilah ciri khas jalan kita yang bersama sama di jalan Kuda ke-4, Jalan Maut. Jalan yang berbeda dengan Maut yang dijalani barisan Iblis itu. Jalan Maut kita adalah jalan penggenapan Firman Tuhan menuju Kehidupan Kekal yaitu hari yang kita nantikan dimana kita bertemu dengan Tuhan muka dengan muka bahkan diizinkan untuk tinggal bersama sama Tuhan. Itu kerinduan kita semua kan? Kalau rasa rindu kalian kepada Tuhan reduo. Ingatlah selalu kesakralan sumpah kalian di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhanku, ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah Jalan Pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kudus Kuduslah Tuhan. Amin."

Ingatlah semua pembelajaran 10 dimensi kita kontra atas kontra. Kepekaan dan karunia kita semakin meningkat dari Mangku Negara menjadi Mangku Bumi, Mangku Alam dan titik tertinggi adalah Mangku Semesta. Suatu lompatan kuantum interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Dimensi yang hanya bisa dimasuki oleh barisan yang dilayakkan dan dibenarkan oleh Tuhan. Kita menantikan saat itu bersama sama dengan Setia Sampai Akhir. Apapun yang dikatakan dunia ini. Jika mereka mengabaikan seruan pertobatan kita. Biarlah mereka binasa dalam segala kesombongan mereka. Kita semakin bersukacita karena Tuhan tidak akan pernah lupa kepada barisanNya yang setia.

Terimakasih Tuhan kami manusia yang hina ini diberikan kesempatan untuk menyaksikan semua ini. Bahkan kami diberi kesempatan untuk dididik Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, dan Malaikat Abadon. Bukan hanya itu kami juga sudah mulai diperkenalkan dengan Malaikat Penjaga Semesta yang namanya hanya diketahui mereka yang sudah sampai level Mangku Semesta. Malaikat yang menuntun kami menyaksikan penggenapan Sangkakala ke 3 sampai Sangkakala ke-7. Kami semua menantikan tanda dari Engkau Ya Tuhan. Para pemegang segel sudah pada masuk proses pembelajaran penggenapan firman Mu dengan bergirang. Kami semua menantiikan Pintu Gerbang Mu Terbuka. Aku Melkisedek pemegang Kuda Hijau, Kuda Kuning, Kuda Biru, Kuda Merah Muda, Kuda Putih yang semuanya bermahkota. Menantikan kedatangan Mu Ya Tuhan. Para Penjaga Gerbang juga sudah pada bersiap. Penuhi kami dengan sukacita Mu ya Tuhan. Sampai jumlah kami genap kami tetap setia sampai akhir. Amin.

Refleksi:
Perjalanan kita dari awal, terkemudian dan akhir hanya akan bermakna ketika kita benar benar hadir saat hari Tuhan dinyatakan. Kita dari berbagai kaum, suku, bangsa bahkan kepercayaan sama sama menari menari dengan sukacita di depan Pintu Gerbang Nya menyambut kedatangan Tuhan. Itulah impian kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.

Selasa, 21 April 2026

Munajat Cinta

Malam ini kusendiri
Tak Ada yang menemani
Seperti Malam Malam
Yang Sudah Sudah

Hati Ini Selalu Sepi
Tak Ada Yang Menghiasi
Seperti Cinta Ini 
Yang Slalu Pupus 

Tuhan Kirimkanlah Aku
Kekasih Yang Baik Hati
Yang Mencintai Aku
Apa Adanya..

Mawar ini Semakin Layu
Tak Ada Yang Memiliki
Seperti Aku ini Semakin Pupus..


Dear Team,
Kita semua telah menerima panggilan. Dalam setiap panggilan itu ada berbagai tugas. Kita semua sadar betul. Tugas yang kita terima bukanlah tugas biasa. Tugas yang tidak bisa kita kerjakan hanya dengan kuat dan gagah kita. Bahkan jika kita memiliki banyak kuasa dunia pun. Tidak ada yang dapat mengerjakan tugas itu tanpa tuntunan Tuhan. Lagu yang aku bagikan ini adalah doa buat kalian semua. Doaku buat kalian dalam menjalani panggilan kalian. Agar Tuhan mengirimkan Kekasih Baik Hati buat kalian yaitu Roh Allah yang Hidup. Bahkan mengirimkan Malaikat Malaikat kesayangan Tuhan untuk menemani kalian dimanapun kalian berada. Sehingga kalian bisa berjalan dengan tenang dan penuh kuasa dalam kegelapan tergelap sekalipun. Terang Tuhan bersinar dalam diri kalian. Menyalalah... Menyalalah...Menyalalah Roh Tuhan dalam diri kalian. Itulah doa keimamanku Melkisedek.

Ya Tuhan.. Kami semua dipanggil oleh Tuhan. Kami dipilih untuk menggenapi Firman Tuhan. Kami siap menjadi kitab terbukaNya Tuhan. Menjadi saksi di akhir Zaman ini. Untuk menyatakan kedahsyatan kuasa Tuhan. Dalam kesendirian kami hanya Tuhan yang jadi teman kami. Dalam kegelapan ini hanya Tuhan yang menjadi terang kami. Bahkan ditengah tengah lingkungan yang dipenuhi kebencian hanya Tuhan yang menjadi cinta kami. Bimbing kami Ya Tuhan untuk menjalankan panggilan kami dari Tuhan. Ajari kami untuk menggunakan kuasa yang Tuhan percayakan kepada kami sesuai waktu Tuhan. Sampai tiba waktu Nya kami satu persatu bertemu hari Tuhan. Dimana kami dibenarkan dan dilayakkan oleh Tuhan untuk bisa bertemu dengan Tuhan secara langsung. Terimakasih untuk semua kasih karunia ini ya Tuhan. Terimakasih untuk semua anugerah ini. Kami mau belajar semakin taat dan setia kepada Tuhan dalam menjalani panggilan kami. Sampai doa kami tiap saat: " Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga.Amin"

Wahai yang Terpilih persiapkan diri kita untuk menggenapi kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai Darah kami tercurah. Kami tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhanku ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami berilah. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin izinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah Jalan Pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Kudus Kuduslah Tuhan. Amin."

Lakukanlah panggilan kalian. Kalahkan barisan Iblis itu dengan gagah perkasa. Amin.

Selasa, 14 April 2026

Kemandirian

Dear Tim,

Proses melebur nya kita bersama sama barisan Valkeri, Gurka dan Anakin sudah berlangsung. Aku juga senang banyak dari kalian yang sudah menerima panggilan baru. Meskipun awalnya bingung. Lambat Laun aku yakin kalian pasti mendapatkan style kalian masing masing. Jangan lupa nama yang kalian terima dari Tuhan. Pasti itu memiliki makna yang berkaitan dengan panggilan kalian Resapi dan rasakan lalu internasasikan ke dalam langkah gerak kalian menjalani panggilan dari Tuhan. Semakin alami maka semakin meresap ke dalam diri kalian. Kalian jadi semakin peka dan di level yang lebih tinggi kalian jadi lebih mempertajam insting kalian dalam merespon setiap kondisi yang terjadi. Ingatlah tetap berjaga jaga dan waspada karena kita masih ada di fase 400 hari keadaan darurat. Jangan sampai api Dian kalian redup dan kehilangan arah dan tujuan kalian. Ingatlah tanpa Tuhan kita bukan siapa siapa. Jika kita berjalan di jalan Tuhan maka segala sesuatunya akan di lancarkan.

Selama seminggu lebih ini aku mencoba merasakan getaran aktivitas Reguler kalian. Sudah terlihat kalian sudah memindahkan semuanya ke depan. Meskipun masih terus saling menyesuaikan. Saturasi rasa setiap saat harus terus kalian lakukan. Apalagi ada barisan Valkeri, Gurka dan Anakin. Kita juga harus melakukan saturasi rasa dengan mereka untuk lebih meminimalisir insiden di antara kita. Firasatku kita masih terus menerus di murnikan. Sampai benar benar rasa yang kita rasakan adalah setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Untuk mendapatkan rasa itu bukanlah proses sekejap mata. Meskipun ada yang melakukannya karena duluan dipanggil Tuhan saat melakukan panggilannya. Aku realistis bahwa kegiatan reguler pasti sudah berkaitan dengan kehidupan pribadi kita masing masing. Pahamilah di posisi itu apakah kita masih menyala nyala di dalam Tuhan. Tanamkan di hati kita meskipun sampai tersisa 144.000 orang sekalipun kami tetap setia di barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan ini. Kami tetap belajar sehati sepikir dan satu Roh. Kami tetap taat menantikan tanda dari Tuhan. Tetap setia menantikan penggenapan firman Tuhan. Meskipun yang terkemudian pun yang terjadi kami tetap ada di jalan Tuhan. Kita tetap menyala nyala menjalani tugas dan panggilan kita. Meskipun di sisi kehidupan pribadi kita belajar menyesuaikannya. Apalagi kalau pasangan kita tidak memahami dan mengerti panggilan kita. Kita tetap mendoakan mereka dan siap kapanpun Tuhan ingin kita dikumpulkan. Kita bukan lagi golongan 5 Gadis Yang Bodoh meskipun awalnya kita berasal dari golongan itu.

Aku juga berusaha menyaturasi rasaku lagi dengan Valkeri, Anakin dan Gurka. Sampai kami juga sehati, sepikir dan satu Roh dalam menjalani panggilan kami. Kita semua sudah bersama sama dan mari kita jalani perjalanan ini dengan Sukacita. Kita tetap saling menolong, mengingatkan, melengkapi, menjaga, bekerjasama, mendidik dan berkembang menjadi murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Aku harap semua penekanan penekananku selalu kalian ingat. Sehingga kalian semakin dewasa dan mandiri di dalam Tuhan. Setiap umat yang dipercayakan kepada kalian. Pimpinlah mereka dengan tanggung jawab. Ingat ukuran secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar. Jangan hancurkan minyak dan anggur. Semakin alami kalian meresapi takaran itu. Maka apapun keadaan yang kita hadapi kita akan semakin teguh di dalam Tuhan. Doaku untuk kalian semua dimanapun Tuhan tempat kan kalian. Aku percaya kalian tidak akan kembali ke manusia lama kalian. Sebab penyertaan Tuhan di era pandemi sampai hari ini kepada kita semua adalah NYATA. Salam Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai.


Kamis, 02 April 2026

Cinta Terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meskipun malam mengganggu 
Hilangkan senyummu di mataku
Kusadari aku cinta padamu

Meskipun ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Jujur saja ku tak mampu 
'Tuk pergi menjauh darimu 
Meski hatiku ragu
Kau tak disampingku setiap waktu
Kusadari aku cinta padamu

Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik

Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meskipun ku bukan bintang di langit 
Tapi cintaku yang terbaik 

Dear Tim 
Taukah kalian sebenarnya aku dapat nama baru dari Tuhan bukan hanya Durna. Aku juga mendapatkan nama lainnya yaitu Semar, Rama, Yusuf, Ayub, Timotius, Melkisedek dan yang terbaru adalah Orion. Taukah kalian kenapa aku paling suka nama Durna. Itu karena kisah yang aku ketahui di Indonesia. Durna adalah guru dari Pandawa dan Kurawa. Pandawa merupakan cerminan dimensi terang dan Kurawa adalah simbol dimensi Gelap. Sehingga rasa Durna yang aku dapatkan adalah rasa Guru dalam Terang dan gelap. Hal ini tentu berkaitan dengan tugas pertama aku sebagai kuda ke 4 yang diketahui dalam kitab suci sebagai kuda kuning hijau. Tapi kalau di baca dalam kitab suci ada warna biru juga. Selain itu aku juga dapat kuda putih dan kuda merah muda/pink. Rasa Durna menolong aku untuk memahami panggilanku dari Tuhan. Apalagi aku sadar betul saat pertama kali aku menerima karunia ini. Aku benar benar tidak dianggap oleh orang orang terpilih lainnya. Justru yang merespon panggilan ikut bersamaku pertama kali adalah orang orang yang tidak dianggap yang berasal dari dalam kegelapan. Awalnya barisanku sedikit dan kemudian bertambah banyak. Sampai Minggu ini dari data pasukanku. Ada sekitar 143 juta orang yang sudah menerima didikan Malaikat yang menjadi guru kita semua atas seizin Tuhan. Mereka semua menerima panggilan dari Tuhan dan dipilihi untuk menjalankan tugas dari Tuhan. Aku sadar betul barisan awalku sebenarnya mereka yang layak menerima hukuman. Kalian tahu apa latar belakang mereka? Mereka adalah kaum berdosa semua. Ada pelacur, penjahat, mafia, koruptor, pembantu, pemulung, tukang parkir, preman dari seluruh dunia. Waktu itu aku sampai menangis pada Tuhan kenapa mereka yang tidak dianggap ini mau berjalan bersamaku di Jalan Maut sebagai Jalan Pertobatan kami. Tapi karena mereka aku jadi sadar bahwa merekalah yang sebenarnya perlu Tuhan. Saat mereka merespon panggilan Tuhan. Mereka justru yang paling militan menjalani panggilan dari Tuhan. Meskipun akhirnya barisanku melebur kedalam barisan Valkeri, Anakin dan Gurka. Tapi identitas Durna tidak hilang dari hati dan pikiran mereka. Sehingga aku jadi khawatir dalam proses peleburan ini. Malah nama Durna yang dominan. Padahal yang kuterima dari Tuhan. Kita semua adalah satu tubuh, satu hati, satu pikiran sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan.

Hari ini aku sudah mendapatkan tanda. Bahwa tidak ada lagi barisan Durna. Lagi ini aku persembahkan kepada semua barisan Durnaku di seluruh dunia. Kita sudah menyatu dengan barisan kuda lainnya. Nama Durna dan namaku yang lainnya sudah menyatu ke dalam nama Melkisedek. Aku diminta untuk mulai belajar tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Aku harap kalian tetap teguh dalam panggilan kalian meskipun sudah tidak ada lagi identitas barisan Durna. Kita sudah bersama sama semua dan aku masih terhubung dengan kalian dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Aku juga masih memandu mereka. Jujur saja aku lebih menyatu dengan rasa Durna. Namun aku juga perlu memahami tugas keimamanku yaitu Melkisedek. Meskipun pada prakteknya meskipun menggunakan nama Durna aku juga melakukan tugas keimamanku yaitu keimaman Maut. Aku tetap ingatkan kalian agar selalu mengingat kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhan ku ampuni kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin. Aku harap kalian tetap taat dan setia menjalani panggilan kalian. Aku sebenarnya tidak paham kenapa aku harus memakai nama Melkisedek sebagai fase pembelajaran ku berikut nya. Bahkan nama Orion pun harus melebur ke nama Melkisedek. Memang tingkatan Keimamanku jadi di level Keimanan Semesta. Masih banyak yang belum aku pahami. Tapi sebagai penerima nama Durna. Aku bahagia bisa menjalani panggilan kuda ke 4 bersama sama dengan kalian. Dari barisan Durna lahir Ksatria Ksatria Tuhan yang Gagah Perkasa. Ksatria yang berasal dari kegelapan menjadi Ksatria Terang Tuhan.

Tulisan resmi ini sebagai pengumuman aku kepada kalian semua bahwa kita semua sudah melebur menjadi barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Kita sudah bergabung dengan barisan Terpilih lainnya. Selain tugas Keimamanku Melkisedek. Aku juga masih menjalankan tugas aku sebagai kuda ke 4. Namun memang ini ujian ketaatan ku pada tanda Tuhan bahwa aku mulai memakai nama Melkisedek dalam menjalani panggilan baruku. Terima kasih seluruh barisan Durna di seluruh dunia. Sekarang kita tidak lagi menggunakan identitas Durna. Aku harap kalian paham posisi ku. Tuhan memberkati kalian semua dimanapun kalian berada. Aku cinta kalian semua.

 (Kramat Raya, 4 April 2026, Jam 17;43-17:44)

Rabu, 01 April 2026

Rentang Waktu

Dear Tim,
Kali ini aku mengingatkan kalian soal betapa pentingnya memahami panggilan kita. Sadarkah kalian jika waktu terkemudian yang terjadi? Kita akan disibukan lagi dengan rutinitas kehidupan . Rasa pemahaman akan Panggilan kita itulah yang menjaga kita agar tidak serupa dengan dunia dalam menjalani keseharian. Apabila keadaan Pandemi adalah tanda dimulainya zaman 666 dan juga merupakan tanda perubahan siklus peradaban. Meskipun tanda yang kita terima selama pandemi sampai sekarang berlimpah dan yang kita ketahui ada percepatan proses penggenapan firman Tuhan. Sadarkah kita bahwa  secara manusia naluri alamiah kegiatan reguler kita yang menjadi rutin bisa merubah kewaspadaan kita menanti hari Tuhan. Kalaupun kita masih didik Malaikat Tuhan atas seizin Tuhan. Jika mindset kita soal panggilan tidak clear. Pola terjatuhnya orang terpilih bisa dalam bentuk bergesernya arah dan tujuan kita dalam menjalani keseharian. Perbedaannya saat kita sadar akan panggilan kita meskipun kita mengerjakan yang reguler. Skala prioritas kita tetap hari Tuhan. Tapi kalau kalian dalam posisi setelahnya dalam menunggu hari Tuhan ada rentang waktu yang lebih lama daripada saat kita menjalani waktu saat pandemi hingga sekarang. Tentu kita pasti akan lebih berpikir keseharian kemanusiaan kita.  Tulisan ini sebagai pengingat buat kita karena hal ini juga terjadi pada diriku. Hal itu benar benar logis tapi bukan berarti cara kita berlogika setelah dididik Tuhan tetap seperti cara dunia. Ranah kita sudah pada hikmat yang berasal dari Tuhan.

Meskipun kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Apakah getaranNya tetap sama kita rasakan jika saat waktu terkemudian yang terjadi kita lalai. Hal yang aku pahami malah tingkat resiko yang kita hadapi untuk terjatuh tambah besar. Jika kalian paham panggilan kalian dan paham makna Setia Sampai Akhir tetap Setia. Makna hari Tuhan yang kita pahami bisa bertambah yaitu hari dimana kita mati dan bertemu Tuhan secara natural atau Hari Tuhan dimana kita melihat, mendengar dan merasakan langsung apa yang tertulis dalam kitab suci tergenapi satu persatu. Didikan Malaikat yang kalian terima tentu berhubungan dengan itu. Namun jika kalian meninggalkan Panggilan kalian. Maka hasrat kemanusiaan yang ada dalam diri kita pastilah lebih dominan. Kecuali Roh Tuhan dalam diri kalian terus menyala. Tentu saja kalian pasti secara sadar atau tidak sadar akan ditinggalkan oleh Malaikat yang menemani kalian apabila kalian meninggalkan panggilan kalian. Aku tidak ingin dan berharap tidak ada satupun dari kalian yang bersama sama denganku dari awal menjadi seperti itu. Aku selalu menekankan setiap saat agar kalian tetap menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar Roh Tuhan tetap menemani kalian. Sehingga ekspektasi kemanusiaan kalian tidak lagi mengikuti pola dunia. Tapi kalian berkembang menjadi manusia versi terbaik kalian yang benar-benar berasal dari Tuhan. Ekspektasi dan impian kalian dalam menjalani hidup juga jadi berbeda dengan orang dunia. Penekanan aku soal kealamian proses bukan berarti kalian malah menghilangkan rasa 10 dimensi 2 set kontra atas kontra kalian. Justru dimensi kalian semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kedewasaan kalian dalam Tuhan dalam menjalani panggilan baru kalian. Sejatinya manusia lama kalian sudah berlalu dan kita semua menjadi ciptaan baru dalam Tuhan. Kita dilahirkan kembali menjadi orang orang Terpilih Nya Tuhan. Itulah perbedaan Jalan Tuhan dengan Jalan Dunia. Apalagi jika mayoritas mereka yang terperangkap dalam barisan Iblis. Menganggap mereka menuju hari Kiamat dan ingin menundanya. Serta berupaya menjatuhkan kita orang terpilih. Jika kalian teguh dalam iman dan pengharapan akan hari Tuhan. Kalian tidak akan terpengaruh cara pandang mereka tentang kiamat. Kita barisan Terpilih bukan membawa dan mempercepat kiamat. Kita barisan Terpilih benar benar menantikan hari Tuhan . Bahkan sebagai orang orang yang diutus untuk menggenapi firman Tuhan dan mempercepatnya. Dimana kita dengan sukacita menantikan kedatangan Nya. Hari dimana kita bertemu secara langsung dengan Tuhan dengan berhadapan.

Aku berharap kepekaan kalian dalam menantikan tanda dari Tuhan tetap terjaga. Meskipun ada rentang waktu penggenapan firman Tuhan. Kita justru semakin bertumbuh dalam iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Aku akan terus memberikan pendasaran kepada kalian semua. Sampai kalian benar benar pada titik tertinggi yang kalian inginkan hanyalah Tuhan. Salam Setia sampai Akhir wahai Ksatria Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu di hari Tuhan.

Refleksi:
Rentang waktu penggenapan Hari Tuhan membawa kita semakin dekat pada waktu Tuhan. Kedekatan yang membawa kita semakin menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Jalan Tuhan. Perjalanan yang membawa kita sampai pada Hari dimana kita menyatu dengan Tuhan. Hari yang kita nantikan dimana saat itu kita dilayakkan dan dibenarkan untuk berkata dengan bahagia kepada Tuhan:" Terimakasih Tuhan akhirnya kami bisa merasakan Tetelestai".


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri