Kali ini aku mengingatkan kalian soal betapa pentingnya memahami panggilan kita. Sadarkah kalian jika waktu terkemudian yang terjadi? Kita akan disibukan lagi dengan rutinitas kehidupan . Rasa pemahaman akan Panggilan kita itulah yang menjaga kita agar tidak serupa dengan dunia dalam menjalani keseharian. Apabila keadaan Pandemi adalah tanda dimulainya zaman 666 dan juga merupakan tanda perubahan siklus peradaban. Meskipun tanda yang kita terima selama pandemi sampai sekarang berlimpah dan yang kita ketahui ada percepatan proses penggenapan firman Tuhan. Sadarkah kita bahwa secara manusia naluri alamiah kegiatan reguler kita yang menjadi rutin bisa merubah kewaspadaan kita menanti hari Tuhan. Kalaupun kita masih didik Malaikat Tuhan atas seizin Tuhan. Jika mindset kita soal panggilan tidak clear. Pola terjatuhnya orang terpilih bisa dalam bentuk bergesernya arah dan tujuan kita dalam menjalani keseharian. Perbedaannya saat kita sadar akan panggilan kita meskipun kita mengerjakan yang reguler. Skala prioritas kita tetap hari Tuhan. Tapi kalau kalian dalam posisi setelahnya dalam menunggu hari Tuhan ada rentang waktu yang lebih lama daripada saat kita menjalani waktu saat pandemi hingga sekarang. Tentu kita pasti akan lebih berpikir keseharian kemanusiaan kita. Tulisan ini sebagai pengingat buat kita karena hal ini juga terjadi pada diriku. Hal itu benar benar logis tapi bukan berarti cara kita berlogika setelah dididik Tuhan tetap seperti cara dunia. Ranah kita sudah pada hikmat yang berasal dari Tuhan.
Meskipun kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Apakah getaranNya tetap sama kita rasakan jika saat waktu terkemudian yang terjadi kita lalai. Hal yang aku pahami malah tingkat resiko yang kita hadapi untuk terjatuh tambah besar. Jika kalian paham panggilan kalian dan paham makna Setia Sampai Akhir tetap Setia. Makna hari Tuhan yang kita pahami bisa bertambah yaitu hari dimana kita mati dan bertemu Tuhan secara natural atau Hari Tuhan dimana kita melihat, mendengar dan merasakan langsung apa yang tertulis dalam kitab suci tergenapi satu persatu. Didikan Malaikat yang kalian terima tentu berhubungan dengan itu. Namun jika kalian meninggalkan Panggilan kalian. Maka hasrat kemanusiaan yang ada dalam diri kita pastilah lebih dominan. Kecuali Roh Tuhan dalam diri kalian terus menyala. Tentu saja kalian pasti secara sadar atau tidak sadar akan ditinggalkan oleh Malaikat yang menemani kalian apabila kalian meninggalkan panggilan kalian. Aku tidak ingin dan berharap tidak ada satupun dari kalian yang bersama sama denganku dari awal menjadi seperti itu. Aku selalu menekankan setiap saat agar kalian tetap menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar Roh Tuhan tetap menemani kalian. Sehingga ekspektasi kemanusiaan kalian tidak lagi mengikuti pola dunia. Tapi kalian berkembang menjadi manusia versi terbaik kalian yang benar-benar berasal dari Tuhan. Ekspektasi dan impian kalian dalam menjalani hidup juga jadi berbeda dengan orang dunia. Penekanan aku soal kealamian proses bukan berarti kalian malah menghilangkan rasa 10 dimensi 2 set kontra atas kontra kalian. Justru dimensi kalian semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kedewasaan kalian dalam Tuhan dalam menjalani panggilan baru kalian. Sejatinya manusia lama kalian sudah berlalu dan kita semua menjadi ciptaan baru dalam Tuhan. Kita dilahirkan kembali menjadi orang orang Terpilih Nya Tuhan. Itulah perbedaan Jalan Tuhan dengan Jalan Dunia. Apalagi jika mayoritas mereka yang terperangkap dalam barisan Iblis. Menganggap mereka menuju hari Kiamat dan ingin menundanya. Serta berupaya menjatuhkan kita orang terpilih. Jika kalian teguh dalam iman dan pengharapan akan hari Tuhan. Kalian tidak akan terpengaruh cara pandang mereka tentang kiamat. Kita barisan Terpilih bukan membawa dan mempercepat kiamat. Kita barisan Terpilih benar benar menantikan hari Tuhan . Bahkan sebagai orang orang yang diutus untuk menggenapi firman Tuhan dan mempercepatnya. Dimana kita dengan sukacita menantikan kedatangan Nya. Hari dimana kita bertemu secara langsung dengan Tuhan dengan berhadapan.
Aku berharap kepekaan kalian dalam menantikan tanda dari Tuhan tetap terjaga. Meskipun ada rentang waktu penggenapan firman Tuhan. Kita justru semakin bertumbuh dalam iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Aku akan terus memberikan pendasaran kepada kalian semua. Sampai kalian benar benar pada titik tertinggi yang kalian inginkan hanyalah Tuhan. Salam Setia sampai Akhir wahai Ksatria Tuhan. Sampai Tetelestai kita bertemu di hari Tuhan.
Refleksi:
Rentang waktu penggenapan Hari Tuhan membawa kita semakin dekat pada waktu Tuhan. Kedekatan yang membawa kita semakin menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Jalan Tuhan. Perjalanan yang membawa kita sampai pada Hari dimana kita menyatu dengan Tuhan. Hari yang kita nantikan dimana saat itu kita dilayakkan dan dibenarkan untuk berkata dengan bahagia kepada Tuhan:" Terimakasih Tuhan akhirnya kami bisa merasakan Tetelestai".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar