Lelah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan hidup
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus Jejakmu
Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus Jejakmu
Lepaskan segalanya
Lepaskan segalanya
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus Jejakmu
Dear Team,
Jejak langkah kita sudah sampai ke ujung dunia. Barisan Iblis itu akan terus kita kejar kemanapun mereka lari. Sampai ke ujung semesta pun mereka tidak akan luput dari pengawasan kita. Pertanyaannya apakah kita akan terus mentoleransi mereka? Memang kita masih memberi ruang pada mereka untuk bertobat. Sudah banyak upaya kita lakukan untuk memberikan mereka kesempatan untuk sadar dan bertobat. Namun apabila mereka tidak sadar sudah di selamatkan dari dalam api oleh kita dan terus menerus mengeraskan hati mereka di hadapan Tuhan. Itulah batasan toleransi yang kita terima sebagai tanda dari Tuhan untuk mulai bertindak. Untuk apa kita sampai meresikokan diri untuk menyelamatkan mereka. Sedangkan dari dalam diri mereka lebih suka berada di dalam api. Bukankah itu berarti mereka memilih menjadi seteru Tuhan dan bangga dengan kesombongan serta sikap tegar tengkuk dengan otak dengkul yang mereka anggap kepintaran tertinggi mereka? Terhadap barisan dan pribadi seperti itu apakah kita tetap berupaya untuk terus menerus membuat mereka bertobat? Hanya karena kasih karunia Tuhan kepada mereka saja yang menjadi tanda buat kita untuk tetap melakukan itu dan menyadarkan mereka. Namun jika rasa amarah Tuhan yang timbul dalam diri kalian. Berarti itulah tanda untuk memulai menghapus jejak mereka satu persatu dari dunia ini. Kita bersama sama membawa maut kepada mereka. Kebinasaan mereka bukan lagi kesalahan kita karena mereka sudah melampaui batas batas yang ditentukan Tuhan sebagai batas waktu pertobatan mereka. Dengan tanpa ragu kita bawa Pedang Tuhan mendatangi mereka. Saat itu buat mereka sudah tidak ada lagi ruang untuk pertobatan. Penghakiman dari Tuhan sudah pasti mendatangi mereka. Itulah dasar bagi kita untuk "mulai bertindak."
Selain itu kita sebagai satu kesatuan keluarga Tuhan yang sepadan harus terus melangkah menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan. Jejak jejak langkah kita adalah kesaksian kita dihadapan Tuhan. Bukankah kita sudah melihat, mendengar dan merasakan sendiri semua itu? Jika kalian tidak sadar di dalam jejak jejak langkah itu ada jejak Tuhan yang menemani kalian. Potensi kalian tersesat bisa sama seperti mereka yang ada di barisan Iblis. Oleh karena itu ini juga peringatan bagi kalian untuk segera bertobat jika kalian ditegor oleh Tuhan baik melalui keadaan, peristiwa bahkan jika ditegor oleh barisan Terpilih secara langsung. Apalagi jika karunia kalian dicabut. Apakah kalian ingin memilih menghapus jejak kalian di barisan Tuhan dan memilih durhaka dengan bergabung dengan barisan Iblis. Jika itu terjadi percayalah kalian bahwa orang itu akan langsung terhapus jejaknya dari dunia sebelum bergabung dengan barisan Iblis. Kita sudah bersepakat konsekuensi terhadap mereka yang berkhianat adalah maut. Jangan sampai kita yang sudah merasakan penyertaan Tuhan malah terhapus jejaknya karena terjatuh dan tidak mau bertobat. Kalian tau Ananias dan Safira? Kalau kalian ingin dalil. Apa yang terjadi kepada mereka ketika mereka berkhianat. Maut langsung menghampiri mereka kan. Padahal kesalahan mereka hanya soal duit. Pengkhianatan seperti itu ataupun yang lebih besar akan jadi konsekuensi kalian yang memilih untuk jadi seterunya Tuhan. Ini peringatan dariku kepada kalian. Karena tugas keimamanku sebagai Melkisedek wajib untuk selalu mengingatkan kalian agar tidak tersesat. Lepaskanlah segala yang membelenggu diri kalian dalam keadaan manusia lama kalian kepada Tuhan. Agar kalian benar benar menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan. Jejak jejak langkah kalian pun akan semakin dipenuhi kesaksian kalian ditemani oleh Tuhan. Namun jika kalian segara sadar dan bertobat. Teruslah melangkah di jalan Tuhan. Jadikan setiap peristiwa dan keadaan itu sebagai pelajaran kita berjalan di jalan Tuhan. Apalagi kita semua bersama sama belajar menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap setia. Itulah jalan pertobatan yang kita pilih. Aku percaya kalian makin dewasa di dalam Tuhan. Karunia dan kuasa kalian pun semakin bertambah tambah di dalam Tuhan. Kebijaksanaan dari Tuhan selalu menemani kalian. Aku menantikan tanda kita semua dikumpulkan Tuhan. Kita berharap Tuhan segera memberi tanda agar kita segera mengambil tindakan untuk barisan Iblis itu. Udah saatnya kita menghapus jejak mereka dari dunia. Sampai mereka menjadi debu terbakar dalam api Murka Tuhan. Ya Tuhanku berikanlah tanda buat kami agar "Menara Babel" itu segera rubuh. Amin.
Refleksi:
Jejak jejak kita tidak akan terhapus dengan mudah oleh barisan Iblis. Keberadaan kita adalah nyata karena penyertaan Tuhan atas kita bukanlah sekedar mimpi. Tapi jejak jejak barisan Iblis itu akan segera kita hapus dengan kuasa Tuhan yang menyertai kita sebagai tanda Murka Tuhan mendatangi mereka sebagai barisan yang durhaka kepada Tuhan. Percayalah Firman Tuhan Ya dan Amin. Segala sesuatunya akan terbukti dan tergenapi. Kita semua adalah Kitab Terbukanya Tuhan yang penuh dengan kesaksian kita berjalan bersama Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar