Senin, 25 Mei 2026

Maut Datanglah

Wahai Maut dimana sengatmu
Kebebalan mereka sudah membuat bumi panas
Wahai Maut dimana tajimu
Kesombongan mereka membuat laut bergelora

Wahai Maut sampai kapan engkau menunggu 
Mereka makin tegar tengkuk 
Kedurhakaan mereka sudah membuat alam semesta muak
Alam maut sudah memanggil nama mereka

Wahai Maut datangilah mereka
Sampai mereka tidak bisa congkak lagi
Wahai Maut segeralah datang
Neraka sudah tidak sabar menyambut jiwa mereka

Wahai Maut datangilah 
Ambillah nyawa mereka
Agar jiwa mereka terbakar habis
Terkena amarah dan murka Tuhan 

Wahai Maut datanglah
Tunjukkan seperti apa Keperkasaan Tuhan itu
Agar mereka tau siapa yang mereka tantang 
Wahai Maut datanglah dan habisi mereka 

Amin

Hadirat Tuhan

Dear Team,

Ingatlah ini dalam menjalani panggilan kalian. Aku tau kalian semua ditemani Malaikat saat kalian mengerjakan tugas kalian dari Tuhan. Pada saat itu kalian pasti merasakan hadirat Tuhan.  Tapi semakin sering kalian merasakannya. Lama lama kalian menganggap itu hal yang biasa. Bahkan yang paling fatal kalian merasa hambar dan bosan. Kalian merasa seperti itu karena merasa waktu dan Kehendak Tuhan belum datang juga. Paling parah karena itu kalian membuka celah dan terjatuh gara gara di goda oleh barisan Iblis. Kalian tau kenapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena kalian tidak menjaga hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Kalian tidak membangun menara doa pribadi kalian. Sehingga kalian tidak bertumbuh dan semakin dekat dengan Tuhan. Kalau kalian makin dekat Tuhan kalian tidak akan merasa hambar dan bosan. Kalian m waalah semakin rindu dan semakin ingin bertemu dengan Tuhan. Itulah hadirat Tuhan yang sejati. Dimana dalam keadaan apapun kalian selalu ingat dan kangen dengan Tuhan. Bahkan ketika berbuat dosa sekecil apapun kalian langsung ditegur Tuhan dan lekas bertobat. Sampai akhirnya kalian tidak berani lagi melakukan kesalahan yang menyebabkan kalian bisa jauh dari Tuhan. 

Sejak awal saya ingatkan kepada kalian untuk senantiasa berjaga jaga dan waspada. Ini penting supaya kalian tetap di jalur yang tepat dan tidak menyimpang. Kalian benar benar menjalani panggilan di jalan Tuhan. Bukan semata mata sebagai obsesi pribadi kalian. Tapi benar benar karena kalian mendapatkannya dari Tuhan. Panggilan dari Tuhan bukan seperti melakukan impian pribadi kalian. Tapi hal tersebut berkaitan dengan penggenapan firman Tuhan. Kalian dipanggil Tuhan untuk menggenapi Firman Tuhan. Disitulah kalian baru memahami makna ketaatan saat kalian berulang kali melaksanakan tugas dari Tuhan dengan taat. Maka tingkatan kualitas ketaatan kalian semakin meningkat. Di tingkatan tertinggi ketaatan tersebut meningkat menjadi kesetiaan. Kesetiaan itulah yang terus menerus kita jaga dan kembangkan tiap saat. Sampai hadirat Tuhan memenuhi setiap perjalanan kita. Setiap detik waktu kita dipenuhi hadirat Tuhan. Sampai kita betul betul sadar batasan kesetiaan kita adalah setia sampai akhir. Setia sampai Tuhan memanggil kita baik dalam tubuh fisik atau tubuh roh kita. Setia sampai maut mendatangi kita. Setia sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan. Itulah makna akhir dari kesetiaan kita. Sampai kita menemui maut kita tetap setia. Sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan kita tetap setia. Rasa itulah yang saya rasakan saat hadirat Tuhan memenuhi keseharian saya. Saat saya merasa bosan dan jenuh. Saya selalu datang ke Tuhan untuk diperbaharui lagi. Segala luka yang timbul karena perjalanan di jalan Tuhan selalu disembuhkan Tuhan saat kita dipenuhi hadirat Nya. Bahkan jawaban pun akan diberikan Tuhan sesuai tingkatan kita bertumbuh di dalam Tuhan. Saya pun juga sering mendapatkan keadaan dimana seolah-olah Tuhan masih memberi kesempatan kepada orang yang jahat kepada saya belum di hukum Tuhan juga. Padahal mereka ga tobat tobat dan selalu ingin berbuat jahat kepada saya. Tuhan malah mengajarkan untuk sabar dan ikhlas menantikan Tuhan menghukum mereka. Bahkan saat mereka terang terangan menunjukkan kesombongan mereka. Saya belajar untuk diam dan untuk tidak terlalu menanggapi mereka. Meskipun terkadang saya menggunakan karunia saya untuk memanggil maut untuk mendatangi mereka. Mereka belum mati juga. Disisi itu Tuhan malah mengajarkan saya mengenai dasar dari penggunaan karunia bahkan dasar dari penghukuman tertinggi. Serta pengajar tipe tipe manusia yang dimurkai Tuhan yaitu tegar tengkuk, ular beludak, otak dengkul sampai durhaka pada Tuhan dengan berbagai levelingnya.  Betapa banyaknya ajaran yang saya terima dari Tuhan saat bersedia di penuhi hadirat Tuhan tiap saat.  Sampai akhirnya saya mengerjakan panggilan dan tugas saya dari Tuhan bukan semata mata mengerjakan hal yang rutin serta kepentingan pribadi saya. Tetapi mengerjakan hal tersebut sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Itulah batasan batasan yang diberikan Tuhan kepada kita dalam mengerjakan panggilan kita dari Tuhan.

Keluarga Tuhan yang sepadan. Ingatlah ini selalu untuk menjaga hadirat Tuhan dalam diri kalian. Patokannya adalah saat kalian semakin sepadan dengan kita semua yang terpilih kemudian dengan Malaikat yang menemani kita. Serta yang tertinggi adalah ketika kita semakin sepadan dengan Tuhan. Hampir semua dari kita sudah berada di rombongan pertama yang karena kasih karunia Tuhan kita berada di pintu pertama menuju surga. Jika kalian semua sudah sampai di fase itu. Masa kalian rela melepas hadirat Tuhan dengan kembali ke manusia lama kalian dan kembali menikmati sajian dunia yang fana itu. Apalagi kalian sudah tau Sangkakala Tuhan sudah dibunyikan. Saya adalah salah satunya sebagai pemegang Sangkakala Pertama sudah meniupkan Sangkakala itu kan. Belum lagi pemegang Sangkakala lainnya sudah meniupkan nya. Kalian tau artinya apa? Kita tinggal menunggu penggenapan firman Tuhan. Mau berapa lamapun kalian harus tetap sabar menantikan kedatangan Tuhan. Kalau saya sampai menyiapkan siasat waktu terkemudian pun. Itu sebenarnya semata mata untuk menjaga hadirat Tuhan tetap memenuhi diri kita pribadi lepas pribadi. Meskipun pengharapan saya adalah waktu Tuhan dipercepat. Untuk apa berlama lama di Bumi kalau waktu Tuhan bisa dipercepat. Tapi apakah keinginan pribadi itu yang menjadi patokan kita? Sangat jelas hanya Tuhan saja yang tau mengenai waktu dan kehendak Tuhan. Saya berharap tidak ada satupun dari kalian tersesat dalam menantikan penggenapan Firman Tuhan. Harapanku kalian makin teguh dalam iman dan pengharapan terhadap Tuhan. Belajarlah memenuhi keseharian kalian dengan hadirat Tuhan agar kalian tidak mudah untuk tersesat.  Saya tidak akan bosan bosan untuk terus menerus mengingatkan kalian. Sebab kita pasti akan selalu jadi sasaran tembak barisan Iblis yang tidak mau bertobat. Apalagi jujur saja bahwa dalam keseharian saya. Selalu bertemu barisan Iblis yang sombong dan memamerkan keselamatan mereka di depan saya. Seolah-olah semua kesalahan mereka tidak diketahui oleh Tuhan dan mereka tidak mendapatkan penghukuman. Ada waktunya kita mentertawakan mereka. Saat itu akan datang ketika hari Tuhan tiba dan mereka semua tidak diberikan kesempatan untuk bertobat lagi. Kita semua menantiikan hari itu kan? Karena itu tetap jaga hadirat Tuhan dalam keseharian kalian agar api Dian kalian semakin besar dan kalian tetap berada dalam barisan Ksatria nya Tuhan. Itulah doa untuk diriku sendiri dan juga doa untuk kalian semua.

Refleksi:
KsatriaNya Tuhan adalah barisan yang setia sampai akhir dimana Dia Yang Setia dan Benar membenarkan kita semua di hari Tuhan. Amin

Minggu, 24 Mei 2026

Mengenai Karunia

Dear Team,
Kalian sudah banyak mendapatkan didikan Tuhan. Setelah menerima panggilan Tuhan, kita satu persatu bertobat dan terus menerus melakukannya sebagai kesaksian pertobatan kita dihadapan Tuhan. Kita semua paham bahwa tidak semuanya benar benar taat dan memilih kembali ke manusia lama mereka. Orang orang tersebut satu persatu keluar dari rombongan terpilih bahkan kalaupun masih bersama sama kita. Mereka menjadi umat biasa dan ada yang diperkenankan untuk dididik Malaikat Gabriel sebagai jalan pertobatan mereka. Kalian tau makna tanda di tengah dahi kalian? Ada dua makna terkait tanda di dahi itu. Tanda pertama biasanya diterima mereka yang baru menerima panggilan dan menjalani nya yaitu tanda dalam naungan Malaikat atas seizin Tuhan. Di fase ini kita benar benar baru merasakan berjalan dijalan Tuhan dengan menjalani panggilannya dengan ditemani malaikat. Di fase ini pertama kalinya kita benar benar melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dan penyertaan Tuhan selalu menemani kita. Selain itu di fase ini kita benar benar belajar taat terhadap waktu dan kehendak Tuhan. Meskipun dalam prosesnya tidak semulus yang kita bayangkan. Kita masih memungkinkan terjatuh. Namun jika hati kita benar benar Tuhan kita lekas bertobat saat diingatkan Tuhan dan terus menerus bertumbuh dalam Tuhan. Proses pembelajaran itu membawa kita dari fase ketaatan menjadi kesetiaan. Sebuah tingkatan ketaatan yang telah melalui berbagai proses. Kita pun mulai mengenal malaikat malaikat yang menemani kita. Kita juga mulai belajar menggunakan karunia kita dan karunia malaikat yang menemani kita dalam menjalani panggilan dari Tuhan. Sampai akhirnya ketaatan kita berubah menjadi kesetiaan kepada Tuhan dan takut untuk berbuat dosa kepada Tuhan.

Fase berikutnya tanda di dahi kita berubah menjadi tanda dalam naungan Tuhan sepenuhnya. Di fase ini kita melewati setiap peristiwa dan keadaan berkaitan panggilan kita dengan kesetiaan yang berulang. Sampai fase tertingginya adalah kesetiaan sampai akhir. Di fase ini kita sudah pasrah sepenuhnya dan menyerahkan hidup dan mati kita pada Tuhan. Kita sudah tidak lagi khawatir apapun. Hanya menunggu kita menemui maut atau kita bertemu Tuhan di hari Tuhan. Selain itu kita juga belajar sepadan dengan Malaikat Malaikat yang menemani kita. Hal ini juga membawa kita semakin sepadan dengan orang orang terpilih lainnya. Di fase ini kita menjadi Keluarga Tuhan yang Sepadan. Kita sepadan dengan orang terpilih di seluruh dunia dan malaikat malaikat yang menemani kita. Penggunaan karunia pun tidak lagi harus ditemani malaikat secara langsung. Namun diiringi oleh Malaikat bahkan ada yang langsung mendapatkan karunia dari Tuhan. Sebenarnya pada tahap ini kita tidak lagi memikirkan hal hal duniawi meskipun kaki kita menapak di Bumi. Tapi kita lebih memilih memikirkan hal hal dari Tuhan yaitu Kehendak dan Waktu Tuhan. Kita semakin menolkan ego kita di hadapan Tuhan. Namun di fase ini kita juga pasti menghadapi berbagai pergumulan juga. Tapi respon kita terhadap pergumulan itu membawa kita semakin pasrah dan dekat kepada Tuhan. Ini yang menjadi kesaksian aku juga kepada kalian. Di fase ini aku masih dijahati di Jakarta oleh mereka yang masih menganggap keadaan ini hanyalah persoalan perang teknologi. Padahal mereka tidak sadar Hari Tuhan sudah mulai dihitung. Aku jadi semakin terbiasa menerima perlakuan tidak adil dari bangsaku sendiri. Hal ini menjadi dasar bagiku di timbangan itu. Pada saat aku menggunakan kuasa yang dipercayakan kepadaku. Aku benar benar siap dan sangat ikhlas bangsaku Indonesia binasa karena kesombongan mereka. Meskipun demikian aku sadar juga ada orang orang Terpilih lainnya di bangsa ini yang terus menerus menjalani panggilannya dengan setia. Di fase yang sama mereka juga belajar ikhlas Indonesia binasa saat penggenapan Firman Tuhan dinyatakan yaitu saat pasak pasak Bumi runtuh dan bintang bintang di langit berjatuhan menimpa Bumi. Bahkan saat segel kutub Selatan dan Kutub Utara dilepas. Mereka mau kabur kemanapun. Murka Tuhan akan mendatangi mereka.

Aku juga perlu mengingatkan bahwa dalam penggunaan karunia kalian. Jangan sampai kalian menggunakannya dengan sembarangan. Sebab hal itu juga akan diperhitungkan. Jangan sampai saat hari Tuhan tiba kalian masuk golongan yang tidak di kenal oleh Tuhan. Sudah banyak pengalaman kita soal ini kan? Orang orang yang sebelumnya bisa menggunakan karunianya jadi kehilangan karunia itu dan menjadi umat biasa. Meskipun ada yang dididik Malaikat Gabriel untuk menjalani pertobatannya. Pasti mereka akan mengalami rasa yang berbeda. Kalau rasa itu tidak membawa mereka pada pertobatan. Maka dengan cepat mereka akan dikeluarkan dari rombongan terpilih. Aku ingatkan kalian dalam penggunaan karunia bahwa Roh itu penurut dan daging itu lemah. Jangan sampai karena kedagingan kalian. Kalian lupa berdoa kepada Tuhan dalam menggunakan karunia kalian. Tulisan ini sebagai pengingat dariku sesuai karunia keimamanku Melkisedek agar kalian jangan sesat karena menerima dan menggunakan karunia itu dengan sembarangan.

Refleksi:
Di akhir zaman banyak orang berseru kepada Tuhan namun mereka dianggap barisan yang tidak dikenal oleh Tuhan. Apakah kita mau seperti itu? Aku harap kalian mulai semakin berhati-hati dan bijaksana menggunakan karunia kalian sesuai panggilan yang kalian terima dari Tuhan.

Senin, 18 Mei 2026

Sepadan

Dear Family,

Sadarkah kita di fase ini kita dididik Tuhan untuk menjadi satu Keluarga yang sepadan? Taukah kalian apakah itu rasa sepadan? Rasa sepadan adalah rasa yang kita terima karena Tuhan sebagai satu kesatuan tubuh, panca indera, hati, jiwa dan satu roh dalam Tuhan. Dengan rasa itu kita bukan lagi dididik menjadi anak gampangan. Kita menjadi semakin dewasa dalam menjani panggilan kita. Bukan hanya secara perorangan namun secara bersama sama sebagai keluarga. Ikatan batin yang terbentuk pun akan semakin kuat. Proses asah, asih, asuh kita tidak lagi untuk saling menyakiti dan menjatuhkan tapi menjadi saling mendukung, menguatkan, menolong, menopang, menjaga, mendidik satu sama lain tanpa paksaan. Kita benar benar menganggap satu sama lain sebagai saudara. Sehingga saturasi rasa kita menjadi semakin kuat dan solid dan tidak bisa dihancurkan oleh apapun juga.

Rasa ini juga meningkatkan rasa sepadan kita dengan guru guru Malaikat kita. Kita juga jadi merasa satu keluarga dengan mereka. Sehingga dalam menjalani panggilan kita. Saturasi rasa kita tidak lagi sekedar hubungan antara manusia dan Malaikat yang penuh dengan batasan. Tapi batasan itu dipersatukan dengan roh Tuhan yaitu sebagai keluarga. Sehingga dalam memahami kehendak Tuhan dan panggilan kita. Kita benar benar sepadan dengan guru guru Malaikat kita sebagai Keluarga Kerajaan Tuhan. Ini pasti merubah pola pikir, cara bertindak, cara memutuskan, cara bersikap bahkan cara kita melakukan panggilan kita. Kita tidak lagi melandaskan hal itu dengan hal hal duniawi lagi tapi melandaskan itu dengan waktu dan kehendak Tuhan. Kita jadi lebih berhati-hati dan waspada agar tidak mendatangkan murka Tuhan dan terjatuh. Kalian akan semakin paham kenapa Malaikat Malaikat itu sampai diizinkan Tuhan untuk menemani dan mendidik kita. Jika kalian semakin sepadan dengan guru guru Malaikat kalian. Maka atas izin Tuhan karunia kalian dan karunia guru Malaikat kalian akan menyatu. Tentunya kalian juga tidak akan semakin sembarangan menggunakannya. Tapi pasti menunggu tanda dari Tuhan kapan harus memakainya atau tidak. Kalian tidak lagi merasa bahwa itu karena kehebatan kalian tapi kalian semakin sadar semua itu kalian terima karena kasih karunia Tuhan.

Taukah kalian rasa tertinggi dari rasa sepadan ini? Setelah kita semakin sepadan satu sama lain sebagai keluarga Tuhan yang sepadan bahkan sepadan dengan Guru Guru Malaikat kita sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan. Maka kita akan dibawa dalam dimensi sepadan yang lebih tinggi. Kita semakin sepadan dengan Tuhan. Kita akan semakin rindu dengan Tuhan dan semakin ingin bertemu dan menyatu dengan Tuhan. Bukankah itu yang kita rasakan saat ini? Sehingga kita semua benar benar tidak takut apapun lagi. Bahkan ingin segera menemui maut agar bisa segera bertemu dengan Tuhan? Tapi kalau itu kalian inginkan bukan karena waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kalian terpeleset dan terhitung sebagai orang orang yang durhaka kepada Tuhan. Aku harap refleksi singkat aku tentang rasa sepadan ini semakin buat kita sadar. Bahwa kita satu sama lain sebagai yang terpilih tidak lagi terjebak dalam jebakan barisan iblis sehingga terpecah belah, tercerai-berai dalam berbagai pertengkaran dan kesalahpahaman yang tidak penting. Tapi kita semakin kompak dan padu dalam menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan.

Aku harap kita semua berproses semakin dalam di dalam Tuhan dan semakin sepadan satu sama lain. Tetap setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Tuhan memberkati.

Minggu, 17 Mei 2026

Pupus

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya 
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Meskipun kau takkan pernah tau

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban 
Hingga akhirnya kaupun mau

Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Meski kau takkan pernah tau

Baru kusadari 
Cintaku bertepuk sebelah tangan 
Kau buat remuk seluruh hatiku 

Dear Lover,
Perkenalkan namaku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu. Mereka mengenal aku dengan nama Durna. Aku saat ini sedang belajar karunia keimamanku Melkisedek sambil mengerjakan panggilanku yang lain sebaga kudai ke-4. Sebelumnya aku ingin menyampaikan kepada kalian. Bahwa timbangan itu ada bukan bermaksud untuk menyatakan kesalahan kalian kepada Tuhan. Tapi itu adalah panggilan kasih sayang Tuhan kepada kalian. Taukah kalian waktu timbangan itu ada? Selain aku guru guru Malaikat ku juga ikut menimbang di situ. Taukah kalian siapa saja mereka? Mereka adalah Malaikat Mikhael, Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Gnome dan Golem, serta Malaikat Abadon. Sadarkah kalian artinya itu buat kalian? Aku menggunakan bahasa manusia dalam lagu "Pupus" ini kepada kalian agar kalian paham. Para Pemimpin Malaikat itu juga cinta dan rindu kepada kalian. Rasa itu aku rasakan dari rasa terdalam mereka. Mereka ingin kalian sadar akan kesalahan kalian dan kembali kepada Tuhan. Apakah kalian tidak menyadari cinta itu? Ataukan kalian menunggu sampai cinta itu bertepuk sebelah tangan baru kalian sadar? Setelah Gok Magok dimulai. Aku tidak yakin lagi ada kesempatan sebesar ini diberikan kepada kalian untuk kembali kepada Tuhan. Dengan kerendahan hati terdalam aku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu menyampaikan kepada kalian segara datanglah ke teritoriku untuk ditimbang. Aku akan menemani kalian untuk ditimbang bersama sama denganku jika kalian takut. Rekan rekan kalian sudah banyak yang ditimbang dalam timbangan itu dan memutuskan kembali kepada Tuhan. Apakah kalian tidak rindu kembali kepada Tuhan?

Jika kalian memilih untuk Pupus, maka aku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu dengan tanpa segan lagi. Akan menggunakan kuasaku untuk menghabisi kalian. Pada saat itu sudah pasti Gog Magog sudah dimulai dan yang ada hanyalah murka Tuhan. Sekali lagi aku ingatkan selagi kasih karunia Tuhan masih ditunjukkan kepada kalian. Segeralah datangi aku. Kompetensi aku dari Tuhan memang itu. Karena karunia Keimamanku Melkisedek. Di negara ku banyak makanan enak enak dan tempat wisata yang indah indah. Setelah kalian melewati ketegangan saat di timbang di timbangan Tuhan. Kalian bisa refreshing di sini. Rekan rekan kalian juga sudah menikmati itu. Sudahkah kalian dapat kabar siapa saja rekan rekan kalian yang mau ditimbang dan setelah itu refreshing di negaraku? Mereka benar benar bersukacita bersama kami disini karena bisa kembali kepada Tuhan.

Ingat baik baik bahwa kalian itu disayang Tuhan. Kalau tidak bagaimana bisa aku diizinkan untuk mengingatkan ini kepada kalian. Jangan lupa ajak teman kalian sebanyak banyaknya ya. Aku tunggu di negaraku. Sekalian kalian liburan dan bersenang-senang di sini. Oh ya aku ada di Jakarta. Kalau kalian ingin liburan setelah di timbang aku akan rekomendasikan tempat tempat enak dan makanan makanan Nusantara terbaik buat kalian.

Salam kasih sayang Tuhan kepada kalian. Jangan sampai kesempatan kalian pupus saat hari Tuhan datang. Kesempatan kalian untuk kembali kepada Tuhan tertutup. Oh ya informasi terbaru. Manusia manusia pertama yang terdaftar di gerbang pertama Surga sudah banyak. Kami menunggu jumlah kami genap. Sampai ketemu di Jakarta ya. Jangan lupa ajak teman kalian sebanyak banyaknya.

Tuhan memberkati.

Minggu, 10 Mei 2026

Aku bukan lagi Gawang Negara

Dear Team,

Selama ini aku taat menerima amanah dari sesepuh pendiri Bangsa ini. Tidak ada satupun dari barisan Iblis itu yang berhasil memporak porandakan negaraku. Aku malah menerima berbagai siksaan dan hinaan dari mereka. Justru mereka yang dari bangsaku sendiri menikmati itu bersama sama barisan Iblis. Mereka tidak mau bertobat dari kejahatan mereka. Aku bersyukur menerima tanda untuk memperkuat proses Mangku Semesta ku semakin dalam. Agar aku siap menggunakan segel Tuhan yang dipercayakan padaku. Maka aku semakin punya dasar  untuk menggunakan nya karena semua bukti itu tertimbang dalam timbangan Tuhan.  Berdasarkan hal tersebut dengan ini aku sampaikan kepada kalian. Tongkat Gawang Negara sudah aku serahkan pada Tuhan sebagai laporan dan pengaduanku kepada Tuhan. Tongkat Gawang Negara yang dipercayakan kepadaku sudah aku letakkan dalam timbangan itu dan tidak ada seorang dapat mengambil nya. Biarlah mereka yang sombong dan merasa sebagai gawang negara juga mengambil tanggung jawab itu. Biar mereka yang bertanggung jawab pada sesepuh dan pendiri bangsa ini. Lagipula mereka tidak menganggap aku karena aku gawang negara termuda. Mereka sengaja menghina dan menyiksaku selama 4 tahun lebih. Saat ini mereka tidak bisa menunggangi aku lagi. Mereka sangka aku hanya kuda lumping yang kerasukan dan mudah ditunggangi. Mereka tidak sadar para penunggang itu satu persatu di hukum Tuhan bahkan mati mendadak semua. Meskipun hidup dan karir aku rusak dan seolah-olah aku tidak punya masa depan lagi. Bahkan aku sampai dimasukin ke rumah sakit jiwa dua kali. Tapi aku dengan karunia kuda Ke 4 dan keimamanku. Aku tidak akan mundur dari panggilan utamaku. Aku bersih dan sudah melakukan panggilanku terkait itu dengan bertanggung jawab. Tugasku sebagai Gawang Negara sudah selesai. Biarlah mereka yang merasa hebat menanggung itu beramai ramai. Toh sasaran tembakku sudah jelas yaitu barisan iblis. Untuk apa lagi aku jaga negara ini jika mereka menganggap tanpa aku pun mereka bisa. Mereka tidak sadar kondisi sebenarnya yang terjadi di luar bangsaku ditutupi dan mereka pura pura tidak tau dengan itu. Setidaknya aku lega dan melakukan penyerahan tongkat Gawang Negara kepada Tuhan dengan terlebih dulu menghormat kepada bendera Merah Putih di depan Gedung Juang. Sebagai tanda bahwa tugasku sudah selesai. Aku benar benar lega. Aku bukan pengkhianat negara ini. Merekalah sesungguhnya yang berkhianat dan biarlah mereka bertanggung jawab kepada sesepuh dan leluhur bangsa ini di alam baka. Lagi pula aku juga sudah meminta dijemput dari negaraku ini kepada mereka yang terpilih di seluruh dunia. Aku menantikan tanda ke negara mana aku akan di bawa jika itu Kehendak Tuhan. Aku sudah bosan membela bangsaku di hadapan Tuhan. Mereka jahat kepadaku. Lebih baik aku pergi ke negara yang benar benar membutuhkan aku. Mereka pasti akan mensuplai kebutuhan aku kalau mereka mendapatkan tanda untuk menjemput aku. Segeralah jemput aku wahai yang Terpilih. Aku menunggu kalian.

Sekarang kalian yang merasa aku tidak adil terkait perlakuan ku terhadap bangsa lain. Sudah lega juga karena aku bisa fokus untuk mendata semua umat Tuhan dari 4 Penjuru Mata Angin di seluruh dunia. Persiapan hari Tuhan semakin dekat. Aku juga menunggu penggenapan dari yang kuterima bahwa kematian aku adalah tanda. Sampai itu tiba aku tetap taat dan setia mengerjakan panggilan utamaku dari Tuhan. Kalau kalian masih menerima panggilan Mangku Negara. Jalanilah dan pahamilah kepedihan kepedihan yang kalian alami karena itu. Aku sudah merasakannya di negaraku. Pada titik tertentu kalian akan sadar bahwa jika negara kalian jahat. Kalian akan ikhlas jika pada hari Tuhan, negara kalian menerima penghukuman dari Tuhan. Setelah menerima tanda itu barulah kalian akan naik tingkat menjadi Mangku Bumi dan akan memulai perjalanan baru di jalan Tuhan. Meskipun pertarungan di perspektif negara masih aku lakukan karena sasaran barisan Iblis adalah membubarkan seluruh negara di dunia. Tapi pada titik tertentu jika kita harus mengikhlaskannya maka akupun sudah menyiapkan siasat untuk itu. Bahkan siasat Indonesia Emas tidak lagi aku gunakan dan berikan kepada bangsaku. Aku sudah muak membela mereka. Lebih baik aku memandu kalian yang benar benar ingin berjalan di Jalan Tuhan. Apalagi pada rapat para Penjaga Waktu terbaru sudah banyak daftar rombongan yang lengkap. Tinggal menunggu waktu pintu di tutup dan kita tidak menambah rombongan lagi. Aku harap pengumuman dari aku ini sebagai tanda buat kalian terkait posisiku dan negara Indonesia. Aku bukan lagi Gawang negara mereka.

Refleksi:
Saat kita memilih untuk tidak berkhianat kepada negara kita dengan membelanya di hadapan Tuhan. Indikator kita berhenti membela negara kita adalah ketika kenyataan yang kita terima adalah negara kita memilih berkhianat kepada Tuhan dengan berbagai bukti perilaku mereka. Pada saat itu kita akan menerima panggilan baru sebagai tujuan kita berjalan di jalan Tuhan. Kita akan semakin setia menjalaninya dan karunia yang kita terima akan semakin bertambah.

Selasa, 05 Mei 2026

Menghapus Jejakmu

Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu 
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan 

Perlahan mimpi terasa mengganggu 
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu 
Kucoba untuk lanjutkan hidup

Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus Jejakmu

Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu 
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan 

Perlahan mimpi terasa mengganggu 
Kucoba untuk terus menjauh
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu 
Biar hujan menghapus Jejakmu

Lepaskan segalanya 
Lepaskan segalanya 

Engkau bukanlah segalaku 
Bukan tempat tuk hentikan langkahku 
Usai sudah semua berlalu 
Biar hujan menghapus Jejakmu

Dear Team,
Jejak langkah kita sudah sampai ke ujung dunia. Barisan Iblis itu akan terus kita kejar kemanapun mereka lari. Sampai ke ujung semesta pun mereka tidak akan luput dari pengawasan kita. Pertanyaannya apakah kita akan terus mentoleransi mereka? Memang kita masih memberi ruang pada mereka untuk bertobat. Sudah banyak upaya kita lakukan untuk memberikan mereka kesempatan untuk sadar dan bertobat. Namun apabila mereka tidak sadar sudah di selamatkan dari dalam api oleh kita dan terus menerus mengeraskan hati mereka di hadapan Tuhan. Itulah batasan toleransi yang kita terima sebagai tanda dari Tuhan untuk mulai bertindak. Untuk apa kita sampai meresikokan diri untuk menyelamatkan mereka. Sedangkan dari dalam diri mereka lebih suka berada di dalam api. Bukankah itu berarti mereka memilih menjadi seteru Tuhan dan bangga dengan kesombongan serta sikap tegar tengkuk dengan otak dengkul yang mereka anggap kepintaran tertinggi mereka? Terhadap barisan dan pribadi seperti itu apakah kita tetap berupaya untuk terus menerus membuat mereka bertobat? Hanya karena kasih karunia Tuhan kepada mereka saja yang menjadi tanda buat kita untuk tetap melakukan itu dan menyadarkan mereka. Namun jika rasa amarah Tuhan yang timbul dalam diri kalian. Berarti itulah tanda untuk memulai menghapus jejak mereka satu persatu dari dunia ini. Kita bersama sama membawa maut kepada mereka. Kebinasaan mereka bukan lagi kesalahan kita karena mereka sudah melampaui batas batas yang ditentukan Tuhan sebagai batas waktu pertobatan mereka. Dengan tanpa ragu kita bawa Pedang Tuhan mendatangi mereka. Saat itu buat mereka sudah tidak ada lagi ruang untuk pertobatan. Penghakiman dari Tuhan sudah pasti mendatangi mereka. Itulah dasar bagi kita untuk "mulai bertindak."

Selain itu kita sebagai satu kesatuan keluarga Tuhan yang sepadan harus terus melangkah menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan. Jejak jejak langkah kita adalah kesaksian kita dihadapan Tuhan. Bukankah kita sudah melihat, mendengar dan merasakan sendiri semua itu? Jika kalian tidak sadar di dalam jejak jejak langkah itu ada jejak Tuhan yang menemani kalian. Potensi kalian tersesat bisa sama seperti mereka yang ada di barisan Iblis. Oleh karena itu ini juga peringatan bagi kalian untuk segera bertobat jika kalian ditegor oleh Tuhan baik melalui keadaan, peristiwa bahkan jika ditegor oleh barisan Terpilih secara langsung. Apalagi jika karunia kalian dicabut. Apakah kalian ingin memilih menghapus jejak kalian di barisan Tuhan dan memilih durhaka dengan bergabung dengan barisan Iblis. Jika itu terjadi percayalah kalian bahwa orang itu akan langsung terhapus jejaknya dari dunia sebelum bergabung dengan barisan Iblis. Kita sudah bersepakat konsekuensi terhadap mereka yang berkhianat adalah maut. Jangan sampai kita yang sudah merasakan penyertaan Tuhan malah terhapus jejaknya karena terjatuh dan tidak mau bertobat. Kalian tau Ananias dan Safira? Kalau kalian ingin dalil. Apa yang terjadi kepada mereka ketika mereka berkhianat. Maut langsung menghampiri mereka kan. Padahal kesalahan mereka hanya soal duit. Pengkhianatan seperti itu ataupun yang lebih besar akan jadi konsekuensi kalian yang memilih untuk jadi seterunya Tuhan. Ini peringatan dariku  kepada kalian. Karena tugas keimamanku sebagai Melkisedek wajib untuk selalu mengingatkan kalian agar tidak tersesat. Lepaskanlah segala yang membelenggu diri kalian dalam keadaan manusia lama kalian kepada Tuhan. Agar kalian benar benar menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan. Jejak jejak langkah kalian pun akan semakin dipenuhi kesaksian kalian ditemani oleh Tuhan. Namun jika kalian segara sadar dan bertobat. Teruslah melangkah di jalan Tuhan. Jadikan setiap peristiwa dan keadaan itu sebagai pelajaran kita berjalan di jalan Tuhan. Apalagi kita semua bersama sama belajar menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap setia. Itulah jalan pertobatan yang kita pilih. Aku percaya kalian makin dewasa di dalam Tuhan. Karunia dan kuasa kalian pun semakin bertambah tambah di dalam Tuhan. Kebijaksanaan dari Tuhan selalu menemani kalian. Aku menantikan tanda kita semua dikumpulkan Tuhan. Kita berharap Tuhan segera memberi tanda agar kita segera mengambil tindakan untuk barisan Iblis itu. Udah saatnya kita menghapus jejak mereka dari dunia. Sampai mereka menjadi debu terbakar dalam api Murka Tuhan. Ya Tuhanku berikanlah tanda buat kami agar "Menara Babel" itu segera rubuh. Amin.


Refleksi:
Jejak jejak kita tidak akan terhapus dengan mudah oleh barisan Iblis. Keberadaan kita adalah nyata karena penyertaan Tuhan atas kita bukanlah sekedar mimpi. Tapi jejak jejak barisan Iblis itu akan segera kita hapus dengan kuasa Tuhan yang menyertai kita sebagai tanda Murka Tuhan mendatangi mereka sebagai barisan yang durhaka kepada Tuhan. Percayalah Firman Tuhan Ya dan Amin. Segala sesuatunya akan terbukti dan tergenapi. Kita semua adalah Kitab Terbukanya Tuhan yang penuh dengan kesaksian kita berjalan bersama Tuhan.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri