Jumat, 26 Desember 2025

Setia Sampai Akhir (Penekanan)

Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:

"Setia Sampai Akhir. Sampai darah kami tercurah kami tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhanku Ampunilah kami. Kami sadar bahwa kami berdosa besar. Namun jika Tuhan tidak berkenan ijinkanlah kami mati di Dalam Tuhan. Inilah jalan pertobatan kami. Jalan Durna. Jalan maut. Kudus .Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kudus..Kudus..Kuduslah Tuhan . Amin."

Kalian pasti penasaran dengan prosesku di Jakarta kan? Aku juga penasaran dengan proses yang kalian lalui dimanapun kalian dididik Tuhan. Ingatlah kita ini semua dipanggil dari kegelapan. Kemudian sadar akan semua dosa kita. Dengan kesadaran itu kita belajar untuk membersihkan diri kita di hadapan Tuhan sampai kita sadar panggilan kita. Sambil kita melakukan itu kita jadi paham makna kesetiaan dan terus belajar untuk setia sampai akhir. Akhir dimana kita dibenarkan di hari Tuhan. Itulah pilihan jalan kita. Jalan Kuda Keempat. Jalan Maut. Itulah keimamanku Melkisedek. keimaman Maut. Pertanyaan maut seperti apakah itu? Karena kita berjalan di jalan Tuhan. Harapan kita adalah Menang Atas Maut karena kasih karunia Tuhan. Rasa gratis yang berbeda dengan gratis mereka yaitu maut yang menuju kebinasaan. Maut yang membuat mereka durhaka pada Tuhan. Maut yang membuat mereka menanti hari Kiamat yaitu hari penghakiman buat mereka. Sedangkan kita menantikan Hari Tuhan dengan sukacita dan kita dilayakkan karena kasih karunia Tuhan untuk memeluk Tuhan. Kalian semua kangen sama Tuhan kan? Aku juga sama. Aku pengen memeluk Tuhan di Hari Tuhan. Inilah kesadaran yang kutekankan pada kalian yang bersamaku dari awal. Kita ini sebenarnya barisan 5 gadis yang bodoh yang menantang barisan 666 yaitu barisan Iblis sejak awal. Namun karena kasih Tuhan. Kita bisa bersama sama di rombongan kuda keempat dengan nama baru yang kuterima dari Tuhan yaitu Durna. Kita sebenarnya ga layak tapi karena kasih Tuhan. Pada kita yang merespon panggilan Tuhan. Kita dilayakkan untuk melihat, mendengar dan merasakan langsung kuasa Tuhan nyata. Di posisi itu kalian pikir aku tidak divaksin? Aku kena vaksin juga kawan kawan. Aku dimasukkan ke rumah sakit jiwa sampai dua kali. Aku memakai vaksin sinovac, merah putih dan pfzier. Tapi aku masih waras dan mereka malah menganggapku tidak waras. Semakin mereka jahat padaku makin banyak bencana datang. Mereka tambah takut tapi aku tambah yakin dan senang karena hari Tuhan makin dekat. Itupun aku makin taat melayani mereka yang ingin kembali ke jalan Tuhan.

Ingatlah kesakralan sumpah kita dan tetaplah setia sampai akhir. Jangan lupa aku selalu mengingatkan kalian. Jika sekiranya mungkin mereka akan mencoba menjatuhkan orang pilihan. Jaga api dian kalian tetap menyala. Meskipun tanpa aku. Kita sudah menang atas maut jika kalian paham itu. Setelah Kita paham makna kesetiaan disitulah kita mulai belajar menguduskan diri kita di hadapan Tuhan. Kita hanya menantikan dibenarkan di hari Tuhan.

Tetaplah memainkan Orkestra Intelijen Surga dengan protokol "Aku Tiada Aku Niscaya karena Tuhan -Kehidupan Kekal." Dengan pola asah, asih, asuh untuk mengembangkan bibit, bebet, bobot di level Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta untuk menjadi Murid Tuhan dengan Rasa Hamba Tuhan yang Setia. Dengan dasar Bhineka Tunggal Ika sepuluh dimensi dua set kontra atas kontra. Amin.

Ingatlah selalu 

Setia sampai Akhir.
Setia sampai Akhir 
Setia sampai Akhir 
Setia. Amin.

Ingat nama asliku Jukaider Istunta Gembira Napitupulu. Aku sudah terbuka di seluruh dunia. Setia sampai Akhir.

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri