Rabu, 11 Maret 2026

Ceria

Hari ini kudendangkan
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami

Ingin kubuka lembar baru
Untuk meneruskan hidupku
Tak mau lagi ada kesedihan
S'limuti diriku

Semua orang ingin bahagia
Menjalani hidup didunia ini
Ingin kubukakan jawaban
Misteri kesenangan sejati 

Hari ini kudendangkan 
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami 

Menari dan terus bernyanyi 
Mengikuti irama sang mentari 
Tertawa dan s'lalu ceria 
Berikanku arti hidup ini

Dear Tim,
Aku akan terus putarkan lagu kesenanganku agar kalian dengarkan masing masing dan resapi maknanya. Sehingga kalian bisa memainkan Orkestra Intelejen Surga dengan rasa yang aku terima dari Tuhan. Lagu ini adalah salah satu gambaran rasa yang aku dapatkan.

Sebenarnya Tuhan sudah ingatkan aku berkali kali. Bahkan perjalanan kita rombongan Terpilih itu sebenarnya penuh sukacita. Meskipun kita pasukan MautNya Tuhan. Tapi kita menjalani panggilan kita dengan girang. Mungkin karena kita tidak sangka dipanggil dan dipilih Tuhan. Kita sering kali tegang menjalani panggilan kita. Makanya sebelumnya aku mulai menyadari dan mengingatkan kita semua agar lebih rileks menjalani panggilan kita. 

Hal paling sederhana adalah terkait pengenalan kita akan guru guru Malaikat kita  Taukah kalian Malaikat Uriel dan Malaikat Kamael. Mereka adalah Pemimpin Malaikat Kerubim. Mengertikah kalian kaum Malaikat apakah Kerubim itu. Apakah tugas mereka hanya sekedar menjaga *Pohon Pengetahuan Yang Baik dan Jahat?"  Mengertikah kalian kenapa sebelumnya aku mengatakan setiap malaikat memiliki karunia? Kalau kalian paham maksudku harusnya kalian Girang jika didik oleh Malaikat Uriel dan Kamael. Sadarkah kalian kenapa aku mengingatkan barisan Iblis itu berperang di perang yang berbeda? Mengertikah barisan Iblis itu kenapa aku menyampaikan peradaban baru dan Manusia Antariksa Penjelajah Semesta? Sepertinya barisan Iblis itu otaknya ga nyampe karena ga dibimbing malaikat Uriel dan Kamael. Maenan mereka masih sampah di Bantar Gebang dan Rudal di Iran. Sadarkah mereka ada banyak kesenangan yang bisa kita dapat daripada mendatangkan penderitaan pada sesama manusia dan kerusakan pada Bumi? Makanya aku harapkan kalian mendengarkan lagu Ceria ini. Agar kalian tidak seperti kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk itu. Kalau kalian sadar masih seperti mereka segeralah bertobat. Apalagi jika kalian muridnya Malaikat Uriel dan Kamael. Buat malu aku sebagai murid pertama mereka ha-ha-ha.

Taukah kalian bahwa Malaikat Uriel dan Kamael sudah menunjukkan kepada kita barisan Terpilih tentang Algoritma Surga dan Teknologi Surga. Apa bedanya dengan barisan Iblis itu? Bedanya apa yang kita kerjakan tujuannya untuk memuliakan Tuhan bukan untuk membuat marah Tuhan. Apa yang kita buat untuk menjadikan Bumi dengan rasa surga bukan untuk menghancurkan Bumi dan menjadikannya seperti neraka. Kalau kalian mendapatkan karunia karena dididik Malaikat Uriel dan Kamael. Pasti paham cara menggunakan "pengetahuan" yang baik dan Jahat itu dengan benar. Karena kalian akan mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan di dunia dan hanya diketahui oleh orang orang yang diizinkan Tuhan untuk menerima Hikmat itu. Karena itu kepada seluruh murid Malaikat Uriel dan Kamael. Segeralah persiapan waktu terkemudian dengan ceria. Kita tetap mempersiapkan segala sesuatunya sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kita lalai mengerjakan panggilan kita dan pada waktu hari Tuhan kita malah tergolong dalam umat yang binasa 

Aku hanya memberikan satu contoh. Buat murid murid Malaikat lainnya. Silahkan tanyakan pada Guru Guru Malaikat kalian. Untuk apa kalian gunakan karunia kalian. Kalau kalian tidak paham panggilan kalian. Lebih baik kalian jadi umat biasa saja dan tidak usah dididik oleh Malaikat. Benar benar buat malu aku yang memandu kalian di Jalan Tuhan. Segeralah kerjakan panggilan kalian dengan Ceria. Sebab kita bukanlah barisan yang membawa duka cita bagi orang orang yang cinta Tuhan. Kita membawa suka cita kepada mereka dan dunia. Kita mempersiapkan hari Tuhan bersama sama. Kalaupun kita menghadapi maut. Rasa kita berbeda dengan rasa kaum ular beludak, otak dengkul dan kaum tegar tengkuk. Kita menghadapi maut dengan sukacita dan sikap KSATRIA. Sedangkan kaum iblis itu menghadapi maut dengan ketakutan karena mereka tau kesalahan mereka membawa kiamat dan konsekuensi buat mereka adalah penghakiman. Anehnya mereka ga tobat tobat meskipun kita sudah ingatkan berkali kali. Sepertinya barisan mereka benar benar memilih jadi seterunya Tuhan dan merasa bisa menghabisi kita orang orang Terpilih di seluruh dunia. Mereka tidak sadar semua yang tertulis dalam firman Tuhan satu persatu tergenapi di era pandemi hingga saat ini. Saat mereka ketakutan dengan kiamat. Kita malah memandang hari kiamat versi mereka sebagai hari Tuhan. Benar benar perspektif berbeda dan sesuai dengan firman Tuhan. Sejatinya mereka adalah kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk.

Aku akan terus menerus memutarkan lagu kesukaanku sebagai refleksi buat kita semua. Agar Orkestra Intelijen Surga kita tidak mendatangkan murka Tuhan. Tapi malah membuat Tuhan berkenan kepada kita dan segera memulai HariNya di Bumi ini. Mari menari, bernyanyi dan mainkan alat musik kita dengan mendendangkan karunia kita dari Tuhan dengan Bahagia. Kita sambut hari Tuhan bersama sama dengan sukacita.

Maranatha segeralah datang ya Tuhan.

Setia sampai akhir. Sampai Tetelestai. Amin.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri