Minggu, 08 Juni 2008

Tuhan Aku butuh Engkau

Tuhan aku lelah
Ketidakberdayaan ini menyiksaku
Semuanya tidak terkendali
Seolah keadaan memberitahuku
Bahwa tanpaMu aku tidak bisa berbuat apa-apa

Tuhan berikan cintaMu
Rindu ini begitu menyiksa
Peluk aku dengan erat
Aku ingin menangis dipundakMu
Yang membuatku merasa tenang

Tuhan jangan tinggalkanku
Kesendirian menakutkanku
Keberanianku untuk melangkah hilang
Gelap, sungguh gelap
Aku kehilangan pengharapan

Tuhan berbicaralah
Sampai kapan Engkau diam?
Marahi aku jika aku salah
Tegur aku jika aku tidak benar
Keheningan ini jauh lebih menyiksa
Dari neraka sekalipun

Aku bingung
Aku sedih
Aku bimbang
Aku terduduk tersadar
Aku butuh Kau


Pedongkelan Raya, 26 Desember 2007

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri