Perjalanan kita sudah sampai di fase Terkemudian. Segala sesuatunya sudah berjalan seperti biasa dan normal. Meskipun suasana Piala Dunia membuat meriah suasana tahun ini. Namun kita semua juga belum lupa kejanggalan Perang Iran. Memang kita masih dalam fase 400 hari keadaan darurat. Tapi dari apa yang aku lihat, dengar dan rasakan keadaan Frekuensi nya sudah stabil. Meskipun ada pola pola yang masih bisa aku rasakan. Namun hal itu tidak sebanyak sebelumnya. Apalagi tanda alam terakhir terkait gempa bumi di Venezuela merupakan perwujudan terusan fase terkemudian. Meskipun memang kita sebenarnya inginnya ini dipercepat dan hari Tuhan segera datang. Tapi apabila waktu terus berlanjut kita bisa apa?
Aku selalu mengingatkan kalian untuk setia sampai akhir. Sampai hari ini aku masih merasakan tanda di tengah dahiku masih terasa. Aku tidak tau sampai kapan. Namun meskipun waktu terus berlanjut aku tetap menjaga kepekaanku. Sampai jumlah kita 144.000 orang sekalipun. Aku akan tetap memilih di jalan Tuhan. Aku tetap menjaga kewaspadaanku di hari ini, hari esok bahkan hingga masa depan. Selagi waktu ku belum berakhir aku akan terus menyaksikan bagaimana zaman ini berjalan. Meskipun demikian sama seperti kalian. Aku juga penasaran apakah yang namanya Dajjal/Lucifer/Satan dan nama sebutannya lainnya itu akan menyatakan diri di zaman ini atau tidak. Tapi tanda tanda terkait itu semakin jelas terlihat apalagi jika kalian paham maksud tulisan aku sebelumnya yang membahas AI. Secara umum masyarakat hanya memandang itu sekedar teknologi. Tapi buat kita yang paham apa yang terjadi saat COVID. Teknologi yang mereka anggap mengenai AI itu bukan hanya sebatas teknologi semata. Bagaimana jika itu ada wadah atas wujud Dajal? Sudah pasti peradaban akan berubah dengan perkembangan AI itu. Tinggal menunggu seberapa cepatkah perubahan itu. Kalau aku tentu tanpa beban dan di keseharian ku aku masih punya generasi penerus yang masih bertumbuh. Tumpuanku hanyalah berharap anakku juga sama denganku tetap memilih di jalan Tuhan sampai kapanpun. Sampah peradaban berubah seperti apapun, aku berharap imannya tidak akan goyah dan tetap taat dalam menjalani perjalanan imannya.
Aku tau ada beberapa dari kalian aku tandai agar aku tidak lupa. Tapi di sisi lain aku juga menguji tanda yang aku terima terkait dengan kalian. Meskipun memang aku sadar betul bahwa pergumulan sehari-hari akan membuat fokus kita jadi berbeda. Namun semua memori yang kita terima sebelumnya itu nyata dan itu adalah pelajaran yang kita peroleh dari dalam di era Pandemi hingga sekarang. Satu hal yang pasti suatu keadaan dimana seluruh dunia merelakan diri di suntik oleh cairan yang tidak jelas kesahihan medisnya. Itu jelas nyata sudah terjadi. Jadi apa yang tertulis di Alkitab yang sebelumnya dibantah banyak orang nyata terjadi dan dimungkinkan apabila waktu terus berlanjut. Perwujudannya seperti zaman Covid kemarin tentu dengan variabel peristiwa yang lebih canggih lagi. Apalagi jelas jelas nyata bahwa orang kaya miskin, pejabat sampai orang rendahan, bahkan alim ulama sampai orang biasa pun disuntik semua. Bayangkan jika cairan itu isinya teknologi maka seluruh dunia akan jatuh dalam genggaman pencipta teknologi itu. Inilah peringatan dini kita yang paham kitab suci dan paham mengenakan zaman 666. Ingat baik baik di era COVID kemarin. Sampai alim ulama terkenal pun tidak bisa menghindar untuk di suntik di tangannya. Jika ini terjadi lagi maka tidak ada seorangpun yang bisa menghindar dari zaman 666. Artinya ini bukan praduga lagi, apa yang tertulis di Alkitab contohnya sudah terjadi tapi penggenapan sepenuhnya belum sama sekali terjadi. Itulah sebabnya aku menyebut nya kita memasuki fase terkemudian. Tinggal menunggu apakah Dajjal atau Satan akan menyatakan di zaman ini atau tidak.
Sebagai yang terpilih sudah banyak pengingat yang aku sampaikan kepada kalian. Jaga api Dian kalian tetap menyala sampai waktu Tuhan tiba. Apakah itu hari ini, hari esok atau masa depan. Soal kesetiaan itu adalah urusan pribadi kita dengan Tuhan. Jika kita memilih sesat maka yang menanggung konsekuensi nya adalah masing masing. Aku berharap kita semua tetap setia sampai akhir dan bisa bersama sama di hari Tuhan. Tetap setia sampai akhir semuanya. Aku tetap menulis menjaga ritme 400 hari keadaan darurat. Tapi secara keseharian aku sudah menjalani segala sesuatunya dengan biasa dan normal. Meskipun aku tetap peka menantikan tanda dari Tuhan. Asal kalian tau hidupku sudah tidak sama lagi. Jadi hati dan pikiran ku tentu saja tertuju penuh pada Tuhan. Walaupun aku sadar betul aku masih memiliki tanggung jawab keluarga yang masih harus aku jalani karena kenyataan nya kita menjalani fase terkemudian. Beberapa hal penting aku catatkan dalam catatanku mengenai saudari Cindy Fatima. Aku harap Anakin, Valkeri bahkan Gurka sekalipun juga tetap menjalani panggilan nya meskipun waktu terus berlanjut. Tapi meskipun mereka memilih jalan berbeda, aku tau Tuhan pasti sudah siapkan penggantinya. Termasuk juga aku dan kalian. Karena itu jaga api Dian kalian tetap menyala. Setia sampai akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar