Senin, 01 Juni 2026

Memahami Makna

Tuhan ada hal yang ingin aku tanyakan
Aku ingin jawaban atas kebingunganku
Aku ingin peneguhan atas kegelisahanku
Hatiku benar benar dipenuhi dengan keresahan 

Apakah hak yang aku terima hanya maut dan binatang buas?
Kenapa aku tidak bisa menggunakannya dengan sesuka hati 
Padahal untuk yang jelas jelas bersalah pun
Tuhan seolah tidak menjawab doaku

Sampai saat ini aku sudah muak
Melihat wajah mereka yang selama ini jahat padaku 
Tampaknya mereka senang masih diberi kesempatan untuk tobat
Tapi apakah mereka benar benar bertobat?

Faktanya mereka masih ingin mencari masalah denganku
Menyiapkan berbagai perangkap untuk menjebakku
Bahkan terang terangan menunjukkan itikad jahat mereka di depanku
Kenapa mereka belum dihukum ya Tuhan?

Memang aku tau proses ini membuatku belajar 
Semua itu untuk menambah kuat dasar timbangan
Apakah benar aku harus membiarkan mereka?
Sampai kapan doaku akan didengar Tuhan

Ribuan kali aku mengarahkan tombak dan panahku kepada mereka
Aku heran mereka belum mati juga 
Aku ingin memahami makna dari kenyataan ini
Aku serahkan mereka yang jahat kepadaku
Biar Tuhan saja yang hukum mereka


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri