Baik berisi ataupun kosong.
Hanya wujud dan wadah yang bisa membedakan.
Kita tau setengah isi setengah kosong.
Itu hanya prediksi untuk menentukan kapan harus diisi dan kapan harus dikosongkan.
Pertanyaannya apakah benar yang kita lihat, dengar dan rasakan itu kosong atau isi?
Semua tergantung bagaimana panca indera kita mendefinisikan itu.
Internalisasi pengetahuan, ketrampilan, keahlian, pengalaman, perilaku sampai kebijaksanaan akan menentukan itu isi atau kosong.
Namun saat kita beranjak ke dimensi Roh apakah tetap sama cara pandang kita terhadap isi dan kosong.
Jangan jangan karena kita tidak paham
Dengan kurang ajar kita menganggap ini hanya omong kosong?
Buatku omong kosong tetap sama sama membahas isi atau kosong.
Meskipun demikian dengan bahasa ini aku jadi paham makna Tetelestai dan makna 144.000.
Saat aku menyerahkan persoalan isi dan kosong ku ke hadapan Tuhan.
Aku jadi memiliki inti yang tidak tergoyahkan. Yaitu intiku adalah Tuhan.
Baik kosong maupun isi
Paling penting intiku adalah Tuhan
Terserah Tuhan mau mengisiku atau mengosongkanku
Sampai aku tiba pada titik hentiku baik itu kosong atau isi.
Aku bisa berkata Terpujilah Tuhan. Akhirnya Tetelestai.
Apakah Tetelestai itu isi atau kosong?
Jawabannya tergantung bagaimana kalian memahami Tuhan selama ini.
Apakah Tuhan itu isi atau kosong atau jangan jangan kalian anggap omong kosong?
Aku tidak berani bersikap songong seperti itu karena paham konsekuensi nya bisa gosong sampai isi kita benar benar kosong alias Binasa.
Pertanyaan omong kosong apalagi yang kalian ingin tanyakan? Hanya kalian yang berisi kosonglah yang bisa memahami persoalan isi dan kosong ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar