Jumat, 02 Januari 2026

isi dan Kosong

Isi adalah isi. Kosong adalah kosong.
Baik berisi ataupun kosong.
Hanya wujud dan wadah yang bisa membedakan.
Kita tau setengah isi setengah kosong.
Itu hanya prediksi untuk menentukan kapan harus diisi dan kapan harus dikosongkan.
Pertanyaannya apakah benar yang kita lihat, dengar dan rasakan itu kosong atau isi?
Semua tergantung bagaimana panca indera kita mendefinisikan itu. 
Internalisasi pengetahuan, ketrampilan, keahlian, pengalaman, perilaku sampai kebijaksanaan akan menentukan itu isi atau kosong.
Namun saat kita beranjak ke dimensi Roh apakah tetap sama cara pandang kita terhadap isi dan kosong.
Jangan jangan karena kita tidak paham 
Dengan kurang ajar kita menganggap ini hanya omong kosong?
Buatku omong kosong tetap sama sama membahas isi atau kosong.
Meskipun demikian dengan bahasa ini aku jadi paham makna Tetelestai dan makna 144.000.
Saat aku menyerahkan persoalan isi dan kosong ku ke hadapan Tuhan.
Aku jadi memiliki inti yang tidak tergoyahkan. Yaitu intiku adalah Tuhan.

Baik kosong maupun isi
Paling penting intiku adalah Tuhan 
Terserah Tuhan mau mengisiku atau mengosongkanku
Sampai aku tiba pada titik hentiku baik itu kosong atau isi.
Aku bisa berkata Terpujilah Tuhan. Akhirnya Tetelestai.

Apakah Tetelestai itu isi atau kosong?
Jawabannya tergantung bagaimana kalian memahami Tuhan selama ini.
Apakah Tuhan itu isi atau kosong atau jangan jangan kalian anggap omong kosong?
Aku tidak berani bersikap songong seperti itu karena paham konsekuensi nya bisa gosong sampai isi kita benar benar kosong alias Binasa.

Pertanyaan omong kosong apalagi yang kalian ingin tanyakan? Hanya kalian yang berisi kosonglah yang bisa memahami persoalan isi dan kosong ini. 


Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri