Wujudnya tidak mudah dipahami
Cermin itu hanya memberikan petunjuk bahwa jumlah kacanya 10 dimensi dua set kontra atas kontra. Begitulah cermin itu mulai berbicara konsekuensi nya saat aku mulai bercermin soal cinta sanggupkah aku memahaminya? Satu dimensi saja sudah repot, apalagi 10 dimensi? Ada istilah 2 set kontra atas kontra pula. Ilmu Cinta seperti apakah itu? Aku pun memberanikan diri untuk menggunakannya. Beginilah hasilnya:
Saat engkau memberi cinta, engkau akan menerima cinta. Saat engkau mengumpulkan cinta, meskipun dunia mencurinya darimu, sejatinya hatimu sudah terbiasa menciptakan cinta.
Saat engkau melihat kepalsuan cinta, hatimu justru memurnikannya menjadi cinta sejati. Bahkan saat engkau hancur oleh itu. Justru dalam hatimu malah tumbuh cinta yang baru yaitu cinta yang memurnikan cinta yang kau pahami sepanjang hidup. Sampai cinta itupun menjadi pusat dalam dirinu baik yang berasal dari luar maupun dalam dimensimu. Bahkan saat dunia menipumu lagi dengan cinta. Engkau akan memperoleh keuntungan cinta lebih besar daripada kerugian yang mereka bayangkan. Justru sesungguhnya mereka yang mempermainkan cinta adalah yang paling rugi. Karena mereka tidak memahami kemurnian cinta membawamu dalam dimensi baru dalam memberikan dan memperoleh cinta.
Tanamlah benih benih cinta kemanapun engkau berkarya. Bagikan cinta itu kemanapun engkau melangkah. Disitulah engkau semakin paham. Cinta yang memberi jauh lebih mulia dari cinta yang mengambil. Sesungguhnya engkau sedang diberikan pemahaman cinta yang jauh lebih besar daripada yang diajarkan dunia. Itulah hakekat cinta yang tertinggi yaitu:
Cinta yang menolong
Cinta yang menopang
Cinta yang memulihkan
Cinta yang menyelamatkan
Cinta yang menghibur
Cinta yang memahami
Cinta yang mengampuni
Cinta yang mendamaikan
Cinta yang memberi melebihi yang dunia duga
Cihta yang membawa sukacita
Cinta yang mendatangkan keuntungan dan keberuntungan
Cinta yang menyinari kegelapan
Cinta yang membuka kebenaran dan pengetahuan
Cinta yang mampu melahirkan cinta cinta lainnya
Maka disaat itulah engkau sudah menjadi Pengusaha Cinta yang keuntungannya tidak dapat dinilai dunia. Itulah cinta yang paling mulia. Cinta yang murni berasal dari Cinta yang sejati. Bahkan seisi dunia bakal sulit memahami cinta yang seperti itu. Apalagi bagi mereka yang terbiasa menggunakan cinta sebagai siasat tipu daya mereka. Apalagi mereka menggunakan topeng cinta kita untuk mencuri cinta kita. Justru itu menunjukkan kepalsuan dan kemunafikan cinta mereka. Sesungguhnya merekalah kaum seperti seolah olah mengerti cinta tapi dibutakan oleh cinta. Cinta yang mereka ketahui seperti kerupuk cinta yang sekali digigit rapuh lalu habis. Seperti Cabai Cinta yang sekali gigit pedasnya hanya sebentar. Seperti kuota cinta yang begitu habis mereka beli yang baru lagi. Bahkan promosi cinta mereka hanya sekedar untuk memperoleh keuntungan semata-mata. Seolah-olah olah cinta itu diperjualbelikan. Padahal cinta itu seharusnya dibagikan secara gratis. Bukannya murahan namun karena berasal dari cinta yang mulia. Begitulah cara kita menggunakan cinta yang berasal dari cahaya cinta Tuhan. Hal itu menjadikan cinta kita seperti kacamata yang melihat kedalam dan keluar begitu juga sebaliknya. Sampai refleksi cinta itu membentuk pola miroring dalam dirimu. Sehingga menjadi inti cinta yang tidak dapat digoyahkan oleh apapun. Itulah cinta yang kekal dan abadi yang tidak akan tenggelam ditinggal zaman. Ataupun paling cepat tidak akan hilang sampai memutih rambut kita dan hembusan terakhir napas kita. Biarkanlab para penipu cinta itu tenggelam dalam cinta palsu mereka. Kecuali mereka mau kembali pada cinta yang Suci dan Murni. Cinta yang berasal dari Sang Maha Cinta.
Pertanyaannya setelah kita bercermin dimanakah Cinta Itu? Apakah bersembunyi di balik cermin? Atau bersembunyi di balik refleksi? Apakah cerminnya perlu kita pecahkan agar cermin itu berbicara. Dimanakah engkau cinta? Kenapa engkau menjadi serumit sepuluh dimensi dua set kontra atas kontra? Mungkin karena kau pecahkan makanya cermin cinta itu merefleksikan diri menjadi cinta yang rumit. Padahal Sang Maha Cinta selalu ada di hatimu dan cermin itu sebenarnya sudah merefleksikan siapa yang ada di cermin itu. Makanya judulnya ada istilah "REFLEKSI?". Jadi siapakah yang kamu cinta? Coba ulangi bertanya pada cermin cinta itu :). Apakah engkau benar benar Cinta?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar