Ingatlah ini kita sudah dilatih untuk melakukan apapun panggilan dari Tuhan sesuai yang kita terima masing-masing. Tapi jangan lupa jika yang terkemudian terjadi. Dalam kegiatan reguler yang kita lakukan. Jangan sampai lalai memahami setiap tanda Zaman.
Kesetiaan kita kepada Tuhan makin teruji jika fase itu yang terjadi. Jangan sampai kalian hanya mengandalkan aku sebagai pemberi tanda. Tetapi tetap percaya kalian bisa menerima hal yang sama dari Tuhan. Tanpa konfirmasi dari akupun. Kalian bisa menerima konfirmasi di tempat kalian berada. Disitulah kalian makin paham makna 5 Gadis yang Bijaksana dan 5 Gadis yang bodoh. Kita ini sebenarnya masuk rombongan 5 Gadis yang Bodoh. Namun yang aku pahami saat ini, bisa saja karena kita mengingkari panggilan kita.. Malah kita duluan yang binasa. Tapi jika kita tetap setia menjalani panggilan kita. Bukan tidak mungkin kita bisa menjadi barisan 5 Gadis yang Bijaksana. Sedangkan mereka yang merasa bijaksana justru binasa dalam kebodohan mereka.
Sebagai penjaga waktu aku sebagai pemimpin rombongan perlu mengingatkan ini kepada kalian. Sebab besar kemungkinannya kita yang telah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Bahkan kita juga dipercaya menerima banyak karunia. Tapi karena kita tidak berjaga jaga kita malah mendapatkan murka Tuhan. Firasat ku ada fase terkemudian yang akan kita jalani sebagai penampian menuju hari Tuhan. Aku tidak mau kalian malah terkena murka Tuhan jika aku tidak ingatkan. Pahami baik baik kondisi kita saat ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan.Bahkan jika yang terkemudian terjadi kita semakin lebih dekat lagi dengan Tuhan. Sehingga Api Dian kita makin membesar dan semakin yakin waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi.
Mari jaga diri kita masing masing tetap Setia sampai akhir di Hari Tuhan kita tetap setia dan dibenarkan oleh Tuhan. Meskipun kita tau semua itu karena kasih karunia Tuhan yang sayang pada kita.
Renungkanlah ini. Jika minyak dan anggur itu perkakas rumah Tuhan. Saat 2 kaki Dian dan 2 Pohon Zaitun sudah ada. Dengan apa Kaki Dian itu tetap menyala sedangkan secupak gandum dan tiga cupak jelai sama sama bernilai sedinar? Pahami baik baik baik selain di dalam diri Malaikat Tuhan ada bilangan Tuhan. Demikian juga di dalam diri kita kaum manusia juga ada bilangan Tuhan. Sebab Kita diciptakan segambar dengan Tuhan dan merupakan rekan sekerjaNya Tuhan. Maka ada waktu Nya kita yang mempertanggungjawabkan sejauh mana kita menggunakan karunia kita di saat waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi. Bukankah setelah kita dididik secara langsung oleh Guru Malaikat kita. Fase berikutnya adalah mengiringi bahkan dikeadaan tertentu sesuai waktu Tuhan. Kita bisa melakukan tindakan mendahului dimana Tuhan langsung memberikan kita kuasa untuk melakukannya tanpa menggunakan karunia malaikat Tuhan yang menemani kalian? Inilah hasil refleksi ku untuk mengantisipasi yang terkemudian dan keadaan jika sekiranya mungkin mereka mencoba menjatuhkan orang orang Terpilih. Doaku kalian benar benar rombongan manusia yang benar benar Setia Sampai Akhir. Amin. Tetap jaga Api Dian kalian tetap menyala. Tuhan memberkati.
Refleksi:
Setiap rute memiliki rintangannya. Setiap jalan mempunyai lintasannya. Jangan sampai kehilangan arah. Saat berjalan tanpa tujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar