"Setialah dalam perkara kecil. Meskipun itu membutuhkan effort lebih besar. Kita belajar memperbesar kapasitas kita. Ingat pepatah sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit. Kita tinggal menanti di Bukit mana kita dikumpulkan (Kramat Raya-Perenungan Durna)
Tidak terasa 4 tahun lebih kita belajar mulai 1 dimensi hingga 10 dimensi kontra atas kontra dua set atas seizin Tuhan. Belum lagi ada teknik lain diajarkan pada kita mulai tim zig zag, tim zonasi, tim bola 8, tim bola 9 dan tim bowling. Kita terus menerus belajar taat dan setia mengerjakannya dengan setia sampai akhir. Selama ini kita menerapkan pola reguler, alternatif dan emergency dengan metode itu sebagai satu kesatuan. Sudah saatnya kita menggeser itu ke reguler. Saatnya kita kembali mengerjakan keseharian kita disisi reguler. Biarkanlah mereka yang menganggap ini lawakan dan hanya guyonan hanyut dalam tawa canda mereka. Tapi kita tetap waspada dan terus meningkatkan kepekaan kita. Meskipun ada bencana terjadi lagi.
Kesedihan kita atas keadaan itu harus berganti menjadi ketulusan dan keikhlasan untuk tetap menolong umat yang tidak paham situasi dan kondisi yang sebenarnya. Jangan lupa kegiatan reguler kita tidak lagi menjadi remeh tapi menjadi lebih spesial saat kita menggeser pola kita ke reguler. Mereka tidak akan bisa paham itu kalau tidak dididik Tuhan. Kita malah terus menerus melakukan lompatan kuantum interdemensi sampai pada dimensiNya Tuhan. Dengan begitu kita juga punya keseharian secara pribadi. Kita jadi bisa lebih nyaman dalam menikmati kehidupan keluarga kita sehari hari. Sambil terus mendoakan keluarga kita agar tidak binasa juga dan sama sama di Jalan Tuhan. Meskipun laporanku sepertinya frekuensi semakin stabil. Tapi kalian yang memiliki karunia lebih hebat dariku atau yang dibawah aku sekalipun harus tetap saling mengingatkan, menolong, menegor, menguatkan, menopang dan asas asas lainnya sesuai pola asah, asih, asuh yang kita terapkan. Di sisi target persoalan bibit, bebet dan bobot menjadi keseharian yang melekat dalam kehidupan kita dan itu justru makin meningkatkan kepekaan kita disisi dimensi mana yang kita terima dari Tuhan sebagai tujuan. Apakah itu Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta. Aku juga akan tetap update sesuai SOP kita kepada kalian jika ada yang penting. Meskipun ada yang menganggap ketinggalan banyak dan merasa nasi sudah jadi bubur. Kita paham betul bubur itu Nikmat dan Lezat serta banyak jenisnya. Ada bubur kacang hijau, bubur ketan, bubur sumsum, bubur Hongkong, bubur Menado, bubur Cirebon bahkan kalau kreatif kalian bisa buat bubur rasa ubur ubur sekalipun hahaha.. Kalian pasti paham masudku. Kita ini juga pingin menikmati keceriaan dan sukacita sesuai cara kita. Menggunakan cara bubur juga bisa. Termasuk buat mereka yang suka bubur instan hahahaha... Mari kita belajar bersama sama untuk lebih relaks lagi dan melatih kepekaan kita dengan cara seperti itu. Aku bersyukur Tim Bubur sudah standby memasak buburnya. Apalagi kita tau leadernya orang yang punya kualitas bobot. Hanya mungkin dia ketinggalan banyak kurikulum. Tapi buat kita ilmu bubur itu keren. Karena itu merupakan pengembangan ilmu padi yang ujungnya nasi sudah jadi bubur hahaha... Nanti aku akan ulas jika penting. Ini sebagai pengenalan juga kepada kalian. Bahwa jangan remehkan Tim Bubur. Mereka juga dididik Tuhan untuk menuntun umat. Untuk Tim lainnya di berbagai genre. Ingatlah prinsip isi dan kosong sampai omong kosong. Jangan sampai kalian lalai karena menganggap itu ga penting. Semakin kecil detail yang kita dapat. Tingkat resikonya semakin diperkecil. Apalagi penerapan 10 dimensi kontra atas kontra kita dua set kita geser ke reguler.
Ini perenunganku buat kalian. Selamat menjalani keseharian kalian. Tetap jaga Api Dian kita tetap menyala. Tetap setia sampai akhir. Setia. Amin
Refleksi:
Jadilah padi yang semakin berisi semakin menunduk. Jadilah padi yang tetap ikhlas saat isinya dituai menjadi beras. Jadilah padi yang ikhlas saat beras itu dimasak menjadi produk apapun bahkan malah menjadi bubur. Karena Padi sadar betul saat isinya menjadi bubur. Buburnya bisa tercipta dengan berbagai rasa lagi. Bahkan sampai dimensi berbeda dari lingkungan Padi ditumbuhkan yaitu seperti contoh tadi yang aku sampaikan yakni dimensi ubur ubur alias Laut. Tapi jangan salah juga di dimensi itu Padi juga bisa tumbuh lho. Ingat Sawah tepi laut? Kalau kalian kreatif segala hal mungkin. Bahkan dari Tim Bubur saja bisa buat goncang seluruh dunia. Hahaha... Tuhan memberkati kalian semua kawan kawan . Salam Bubur. Amin
(Kramat Raya, Jam 10:32-10:33, 7 Januari 2026)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar