Bersyukurlah kalian bisa merasakan kasih sayang Tuhan. Kita semua bisa mendapatkan kesempatan langka. Atas seizin Tuhan. Kita yang berasal dari kegelapan diizinkan Tuhan untuk dididik oleh Malaikat Tuhan secara langsung.
Apakah kalian kaget? Pasti pertama-tama kalian ketakutan dan gemetaran kan? Itulah yang aku alami juga. Saat itu aku pikir aku mau mati. Kenapa tiba tiba aku ditemani Malaikat Uriel. Akupun menangis dan merasa gak layak.Saat itulah aku tersadar akan dosa dosaku dan merespon panggilan Tuhan untuk bertobat. Sejak aku sadar. Sejak itulah aku memulai perjalananku memahami panggilan ku sebagai Kuda Ke-4. Saat itu kami masih sedikit. Lama lama membesar dan makin besar. Bahkan orang orang dari bangsa lain satu persatu mendatangi aku dan mereka satu persatu menerima panggilan Tuhan melalui aku. Hingga kami mulai Pribadi lepas pribadi dan bersama sama kami dididik Tuhan sebagai satu kesatuan yaitu barisan Kuda ke-4. Kalian semua pasti mendapatkan pengalaman yang sama. Aku penting menekankan ini agar ketika kalian tiba tiba ditemani Malaikat. Mulailah berkenalan dengan Malaikat itu. Paling utama itu membuat kalian makin kenal Tuhan yang sayang kalian. Menyadari kesalahan dan dosa kalian. Kemudian benar benar bertobat. Itulah kesaksian kita yang utama yaitu pertobatan kita.
Selamat bergabung ke barisan orang orang terpilih kawan kawan. Aku senang kalian rombongan Baru satu persatu diizinkan ditemani Malaikat Tuhan. Selamat menikmati didikan Tuhan.
Selamat bergabung di Barisan Kuda ke-4. Inilah nama yang paling aku suka dan diberikan oleh Tuhan sebagai identitas Kuda ke-4 yaitu Durna. Inilah kesaksian ku. lihat, dengar dan rasakan sendiri didikan Tuhan kepada kalian melalui Malaikat Tuhan yang menemani kalian.
.
Setia Sampai Akhir kawan kawan. Selamat menjalani perjalanan seru bersama Tuhan. Selamat menikmati kesempatan langka dididik oleh Malaikat Tuhan.
Terpujilah Tuhan yang menyayangi kami. Kami diizinkan untuk menjadi KekasihNya Tuhan. Amin. Kami menantikan Hari Tuhan dengan Rasa Berbeda dari mereka yang menantikan Kiamat.
Terimakasih Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar