Rabu, 03 Juni 2026

Terkutuklah

Apakah itu takaran?
Apakah itu ukuran?
Apakah itu standar?
Jawabannya adalah Waktu dan Kehendak Tuhan 

Dunia melihat aku tidak dapat apa apa
Hidupku di setiap bagiannya rusak
Tapi aku menjadi beruntung 
Tuhan bersedia hadir dalam hidupku 

Tapi apakah segala sesuatunya jadi indah?
Keindahan yang kuterima berbeda dengan dunia
Aku bisa menangis, tertawa, bahagia 
Dengan rasa dari Tuhan 

Meskipun mereka masih berbuat jahat padaku
Aku jadi bisa melihat seberapa bebalnya mereka
Aku bisa memahami setegar tengkuk apa mereka
Bahkan bisa mengerti seberapa Terkutuknya mereka
 
Lantas kenapa mereka bangga belum terkena murka Tuhan?
Itu yang aku katakan sebelumnya 
Menunggu waktu dan Kehendak Tuhan atas mereka
Aku hanya bisa berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka

Itupun aku masih dididik untuk mengampuni
Meskipun sampai hari ini aku masih melihat dan merasakan itikad jahat mereka
Hati kecilku hanya bisa berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Sampai pada batas batas dimana
Aku menjadi iklas 
Meskipun hati kecilku masih berkata: Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 
Itupun Tuhan masih mengingatkanku untuk mengampuni 

Sampai tiba saatnya hatiku benar benar bersih 
Aku sampai bisa merasakan murka Tuhan yang Suci dan Murni 
Sampai aku bisa berkata dengan murni
Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Kata kata yang murni karena muak
Melihat kesombongan mereka dihadapkan Tuhan
Barisan yang benar benar Durhaka kepada Tuhan 
Terkutuklah, Terkutuklah, Terkutuklah mereka 

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri