Senin, 18 Mei 2026

Sepadan

Dear Family,

Sadarkah kita di fase ini kita dididik Tuhan untuk menjadi satu Keluarga yang sepadan? Taukah kalian apakah itu rasa sepadan? Rasa sepadan adalah rasa yang kita terima karena Tuhan sebagai satu kesatuan tubuh, panca indera, hati, jiwa dan satu roh dalam Tuhan. Dengan rasa itu kita bukan lagi dididik menjadi anak gampangan. Kita menjadi semakin dewasa dalam menjani panggilan kita. Bukan hanya secara perorangan namun secara bersama sama sebagai keluarga. Ikatan batin yang terbentuk pun akan semakin kuat. Proses asah, asih, asuh kita tidak lagi untuk saling menyakiti dan menjatuhkan tapi menjadi saling mendukung, menguatkan, menolong, menopang, menjaga, mendidik satu sama lain tanpa paksaan. Kita benar benar menganggap satu sama lain sebagai saudara. Sehingga saturasi rasa kita menjadi semakin kuat dan solid dan tidak bisa dihancurkan oleh apapun juga.

Rasa ini juga meningkatkan rasa sepadan kita dengan guru guru Malaikat kita. Kita juga jadi merasa satu keluarga dengan mereka. Sehingga dalam menjalani panggilan kita. Saturasi rasa kita tidak lagi sekedar hubungan antara manusia dan Malaikat yang penuh dengan batasan. Tapi batasan itu dipersatukan dengan roh Tuhan yaitu sebagai keluarga. Sehingga dalam memahami kehendak Tuhan dan panggilan kita. Kita benar benar sepadan dengan guru guru Malaikat kita sebagai Keluarga Kerajaan Tuhan. Ini pasti merubah pola pikir, cara bertindak, cara memutuskan, cara bersikap bahkan cara kita melakukan panggilan kita. Kita tidak lagi melandaskan hal itu dengan hal hal duniawi lagi tapi melandaskan itu dengan waktu dan kehendak Tuhan. Kita jadi lebih berhati-hati dan waspada agar tidak mendatangkan murka Tuhan dan terjatuh. Kalian akan semakin paham kenapa Malaikat Malaikat itu sampai diizinkan Tuhan untuk menemani dan mendidik kita. Jika kalian semakin sepadan dengan guru guru Malaikat kalian. Maka atas izin Tuhan karunia kalian dan karunia guru Malaikat kalian akan menyatu. Tentunya kalian juga tidak akan semakin sembarangan menggunakannya. Tapi pasti menunggu tanda dari Tuhan kapan harus memakainya atau tidak. Kalian tidak lagi merasa bahwa itu karena kehebatan kalian tapi kalian semakin sadar semua itu kalian terima karena kasih karunia Tuhan.

Taukah kalian rasa tertinggi dari rasa sepadan ini? Setelah kita semakin sepadan satu sama lain sebagai keluarga Tuhan yang sepadan bahkan sepadan dengan Guru Guru Malaikat kita sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan. Maka kita akan dibawa dalam dimensi sepadan yang lebih tinggi. Kita semakin sepadan dengan Tuhan. Kita akan semakin rindu dengan Tuhan dan semakin ingin bertemu dan menyatu dengan Tuhan. Bukankah itu yang kita rasakan saat ini? Sehingga kita semua benar benar tidak takut apapun lagi. Bahkan ingin segera menemui maut agar bisa segera bertemu dengan Tuhan? Tapi kalau itu kalian inginkan bukan karena waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kalian terpeleset dan terhitung sebagai orang orang yang durhaka kepada Tuhan. Aku harap refleksi singkat aku tentang rasa sepadan ini semakin buat kita sadar. Bahwa kita satu sama lain sebagai yang terpilih tidak lagi terjebak dalam jebakan barisan iblis sehingga terpecah belah, tercerai-berai dalam berbagai pertengkaran dan kesalahpahaman yang tidak penting. Tapi kita semakin kompak dan padu dalam menjalani panggilan kita untuk menggenapi Firman Tuhan.

Aku harap kita semua berproses semakin dalam di dalam Tuhan dan semakin sepadan satu sama lain. Tetap setia sampai akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri