Selasa, 03 Februari 2026

Menatap Masa Depan

Setiap takdir ada jalannya. Setiap waktu ada zamannya. Setiap langkah pasti ada konsekuensinya. Berbahagialah mereka yang berani meraihnya.

Setiap insan memiliki kebijaksanaan. Setiap hati memiliki cahaya. Sekecil apapun itu pengetahuan,  ketrampilan, keahlian dan pengalamamu. Lakukanlah sesuai impianmu. Menjadi karya yang menggetarkan dirimu dan menggerakkan keadaan diluar kesadaranmu.

Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Tidak ada kata menyerah terhadap keadaan. Saat napas hidup masih berhembus memenuhi tubuhmu. Awal dan akhir hanyalah penyemangat.

Masa depan adalah harapan. Masa kini untuk masa depan. Jalani setiap tantangan. Itulah yang mendorongmu untuk memiliki tujuan. Kekuatan yang membuatmu gigih meraihnya. Meskipun hidupmu menjadi taruhannya.

Siasat hanyalah cara. Tapi prosesnyalah yang menentukan wujudnya. Engkau akan tau jika tujuanmu sudah tepat. Saat wujud itu perlahan terbentuk. 

Meskipun sedikit demi sedikit. Jagalah semangatmu. Agar kamu tidak lekas lelah dan menyerah. Sampai harapanmu menjadi nyata. Terwujud dari ketiadaan menjadi sesuatu yang ada.

Isilah pikiranmu agar engkau tidak sembarangan berproses. Latihlah panca inderamu agar batinmu semakin peka. Didiklah hatimu dengan ketabahan. Agar hasil capaianmu semakin berkarakter dan berkualitas.

Cerahkanlah hatimu dengan cahaya Tuhan yang tidak ada batasnya. Disitulah batas batas ketakutanmu menjadi iman yang melampaui segala batas. Agar jalanmu tidak tersesat oleh ego Manusia yang terbatas.

Bimbinglah aku ya Tuhan untuk menatap masa depan dengan iman. Terpujilah Tuhan pemilik masa depanku sampai akhir hayatku. Masa depanku bersama Tuhan untuk menggenapi KehendakNya atas hidupku. Amin.






Karakteristik

Setiap tema memiliki makna. Setiap makna memiliki tema. Baik tema atau makna harus memiliki Rhema. Sampai Rhema melahirkan wujud dan bentuk beraneka ragam. Menjadii kepuasan tidak terjelaskan. Suatu versi otentik dalam suatu masa.

Untuk apa kita memiliki pengetahuan Jika tidak berdampak. Keahlian dan ketrampilan akan sia sia. Sebuah rutinitas yang membosankan. Apalagi jika itu hanya untuk pencitraan saja. Metode dan cara apapun menjadi tidak tepat guna tanpa tujuan yang jelas. Pengalaman kita akan kosong,hambar bahkan miskin akan rasa. 

Disitulah fungsi kebijaksanaan. Membuat setiap perbuatan lebih berisi. Inspirasi dan kreasi jadi lebih berbobot. Setiap bibit dan bebet menjadi lebih terukur. Menjadi satu kesatuan gerak yang berirama. Tarian dan nyanyian semesta yang menggema menembus segala dimensi.

Setiap tindakan yang sistematis dan spontan. Maupun tindakan rutin sekalipun.  Akan menuntun kita pada pencapaian terbaik. Apalagi bila ditambah daya juang dan kebulatan tekad.

Gerakan perorangan maupun kelompok jadi lebih bermakna. Memiliki daya dobrak cipta dan karya yang melintasi ruang dan waktu. Keindahan yang menuntun setiap generasi dan kemegahan yang membuat kagum setiap insan.

Pondasi yang dibangun dengan tekad seperti itu. Akan mengisi setiap ruang manusia. Baik itu panca indera, pikiran dan hati terdalam setiap pribadi. Bahkan sampai jangkauan ruang negara, alam  dan semesta sesuai perjalanannya. Apalagi jika itu kita persembahkan kepada Tuhan sebagai ibadah kita yang sejati.

Disitulah kita membangun peradaban yang berbeda. Jadilah Kehendak Tuhan di bumi seperti di surga. Karakter yang kuat dan tak tergoyahkan. Melintasi segala zaman. Mewarnai perjalanan saya, kita dan mereka. Menjadi catatan yang tidak terlupakan. Oleh setiap generasi yang menantikan tuntunan cahaya kekekalan cipta, rasa dan karsa. Sepanjang sejarah umat manusia.






Minggu, 01 Februari 2026

Masihkah kita Setia?

"Setiap lapisan kesadaran memiliki memori.Barang siapa yang sadar terlepas dari ilusi.Tidak ada yang tersembunyi ketika itu terbuka.Tetaplah rahasia jika itu masih tertutup. Jangan mudah tertipu oleh sesuatu yang tampak. Sampai engkau tau ada apa di baliknya. Semakin peka panca indera. Tidaklah sulit membedakan kepalsuan. Setiap tipuan hanyalah setitik debu yang mudah dilihat. Kecuali kita mengabaikannya karena menolak untuk percaya."

Dear Team,
Proses reguler kita sudah berjalan. Akupun juga mulai melakukan kegiatan reguler ku. Ingatlah pesanku diatas. Jangan sampai kita lalai dan melupakan panggilan kita. Semakin hari kita harus semakin paham makna "Setia Sampai Akhir." Kecuali kita memilih untuk mengabaikan panggilan kita karena merasa waktu masih berlanjut. Ingatlah ketika waktu Tuhan sudah dimulai dan tidak bisa ditunda lagi. Siapakah yang bisa menghentikan itu?

Tidak ada seorangpun termasuk aku bisa mengabaikannya. Tugasku tetap mengingatkan kalian untuk tetap setia. Jika aku juga lalai mengingatkan maka ketidaksetiaan kalian jadi tanggung jawab ku juga. Namun jika kalian mengabaikan peringatanku. Aku sudah menekankan ini terus menerus. Bahkan untuk dirikupun. Setiap saat aku terus melatihnya.

Jujur saat semua seolah-olah berjalan seperti biasanya. Kita bisa lupa akan setiap keadaan yang pernah kita lihat, dengar dan rasakan secara langsung. Bahkan parahnya kita menganggap itu sebagai mimpi bahkan ilusi. Padahal kejadian itu benar benar nyata. 

Kita sama sama rindu dikumpulkan di suatu tempat oleh Tuhan. Aku pun sama. Sampai waktuNya tiba kita tetap menjalani keseharian kita sesuai panggilan kita. Jangan sampai kita terhitung sebagai golongan yang akan binasa. Jangan lupa mereka ingin menunda kiamat bahkan membatalkannya. Sedangkan kita menantikan hari Tuhan. Dua terminologi yang berbeda. Tapi jika lalai malah menganggap itu serupa tapi tak sama.

Perhatikanlah lebih seksama saat keseharian kita menjadi reguler lagi. Latih kepekaan kita. Apalagi kita masih diizinkan Tuhan belajar dari Guru Malaikat kita. Pertanyaannya jika waktu masih terus berlanjut. Masihkah kita setia dan menanti sampai kapan waktu terus berlanjut? Ini pertanyaan buat diriku dan kalian semua.

Masihkah kita Setia?

Doaku kita tetap Setia Sampai Akhir. Tetap Setia sampai Tetelestai. Amin.

Jumat, 30 Januari 2026

Teruslah Berjalan

Berbahagialah mereka yang merasakan sebuah perjalanan  Hidup dengan penuh rintangan dan kepedihan. Karena mereka dianugerahi ketabahan dan keteguhan hati

Berbahagialah mereka yang pernah berada dalam kegelapan. Hidup penuh ketidakpastian bahkan tanpa tujuan. Karena mereka pasti menghargai terang dan taat terhadap tuntunan

Berbahagialah mereka yang pernah berada dalam lembah air mata. Karena mereka lebih menikmati canda tawa dan bisa menemukan kebahagiaan dalam setetes tangisan.

Berbahagialah mereka yang sudah tau kemana harus berjalan.Karena mereka bisa memilih berbagai rute tanpa takut kehilangan arah. Bahkan bisa membuat arah mengikuti tujuan yang dia miliki

Berbahagialah mereka yang bisa membuat jalan. Karena mereka dikaruniai peta yang tidak dimiliki siapapun.  Bahkan tidak seorangpun dapat mengikuti jalannya tanpa persetujuan pemilik peta.

Teruslah Berjalan Agar Api Dian mu makin bertambah terang dan menerangi setiap orang yang belajar berjalan dan sedang menjalani sebuah Perjalanan. Bersiaplah menjadi Penunjuk Jalan buat mereka yang Terhilang.

Selasa, 20 Januari 2026

Melepasmu

Kami bukan kuda liar yang sembarangan berlari. Kami bukan kuda bodoh yang gampang ditunggangi. Karena kami kuda terpilihNya Tuhan.

Kuda yang tidak pernah menganggap remeh didikan Tuhan.  Kuda yang selalu perkasa melakukan panggilanNya. Kuda yang tetap teguh menjalani jalanNya. Meskipun disepelekan orang yang disayanginya.

Kami tidak memaksa siapapun untuk bergabung. Kami tidak akan menawan tanpa ada maksud. Kami tidak akan berperang tanpa tanda dari Tuhan.

Kami akan melepas jika itu pilihan kalian. Pergilah kejar impianmu jika kalian merasa terpaksa bersama kami. Jika sangkamu zaman ini sama seperti yang kau kira.

Pergilah kejar hasratmu. Jika sangkamu impian kami hanya menjadi kuda.

Pergilah dari kami Rombongan kuda keempat. Jika sangkamu barisan terpilih lainnya mau menerimamu.

Pergilah aku melepasmu.dengan ikhlas. Pesanku jaga Api Dianmu tetap menyala jika engkau paham makna Dian.

Jangan salahkan aku jika engkau binasa dalam hingar bingar kegemerlapanmu. Kamu bebas dan kamu sebenarnya bukan tawanan kami. Kami menganggapmu sebagai keluarga sepadan kami. Tapi ternyata engkau tidak merasa yang sama.

Pergilah. Kami melepasmu




Sabtu, 17 Januari 2026

Terkemudian

Dear Team,

Ingatlah ini kita sudah dilatih untuk melakukan apapun panggilan dari Tuhan sesuai yang kita terima masing-masing. Tapi jangan lupa jika yang terkemudian terjadi. Dalam kegiatan reguler yang kita lakukan. Jangan sampai lalai memahami setiap tanda Zaman.

Kesetiaan kita kepada Tuhan makin teruji jika fase itu yang terjadi. Jangan sampai kalian hanya mengandalkan aku sebagai pemberi tanda. Tetapi tetap percaya kalian bisa menerima hal yang sama dari Tuhan. Tanpa konfirmasi dari akupun. Kalian bisa menerima konfirmasi di tempat kalian berada. Disitulah kalian makin paham makna 5 Gadis yang Bijaksana dan 5 Gadis yang bodoh. Kita ini sebenarnya masuk rombongan 5 Gadis yang Bodoh. Namun yang aku pahami saat ini, bisa saja karena kita mengingkari panggilan kita.. Malah kita duluan yang binasa. Tapi jika kita tetap setia menjalani panggilan kita. Bukan tidak mungkin kita bisa menjadi barisan 5 Gadis yang Bijaksana. Sedangkan mereka yang merasa bijaksana justru binasa dalam kebodohan mereka.

Sebagai penjaga waktu aku sebagai pemimpin rombongan perlu mengingatkan ini kepada kalian. Sebab besar kemungkinannya kita yang telah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Bahkan kita juga dipercaya menerima banyak karunia. Tapi karena kita tidak berjaga jaga kita malah mendapatkan murka Tuhan. Firasat ku ada fase terkemudian yang akan kita jalani sebagai penampian menuju hari Tuhan. Aku tidak mau kalian malah terkena murka Tuhan jika aku tidak ingatkan. Pahami baik baik kondisi kita saat ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan.Bahkan jika yang terkemudian terjadi kita semakin lebih dekat lagi dengan Tuhan. Sehingga Api Dian kita makin membesar dan semakin yakin waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi.

Mari jaga diri kita masing masing tetap Setia sampai akhir di Hari Tuhan kita tetap setia dan dibenarkan oleh Tuhan. Meskipun kita tau semua itu karena kasih karunia Tuhan yang sayang pada kita.

Renungkanlah ini. Jika minyak dan anggur itu perkakas rumah Tuhan. Saat 2 kaki Dian dan 2 Pohon Zaitun sudah ada. Dengan apa Kaki Dian itu tetap menyala sedangkan secupak gandum dan tiga cupak jelai sama sama bernilai sedinar? Pahami baik baik baik selain di dalam diri Malaikat Tuhan ada bilangan Tuhan. Demikian juga di dalam diri kita kaum manusia juga ada bilangan Tuhan. Sebab Kita diciptakan segambar dengan Tuhan dan merupakan rekan sekerjaNya Tuhan. Maka ada waktu Nya kita yang mempertanggungjawabkan sejauh mana kita menggunakan karunia kita di saat waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi. Bukankah setelah kita dididik secara langsung oleh Guru Malaikat kita. Fase berikutnya adalah mengiringi bahkan dikeadaan  tertentu sesuai waktu Tuhan. Kita bisa melakukan tindakan mendahului dimana Tuhan langsung memberikan kita kuasa untuk melakukannya tanpa menggunakan karunia malaikat Tuhan yang menemani kalian? Inilah hasil refleksi ku untuk mengantisipasi yang terkemudian dan keadaan jika sekiranya mungkin mereka mencoba menjatuhkan orang orang Terpilih. Doaku kalian benar benar rombongan manusia yang benar benar Setia Sampai Akhir. Amin. Tetap jaga Api Dian kalian tetap menyala. Tuhan memberkati.

Refleksi:
Setiap rute memiliki rintangannya. Setiap jalan mempunyai lintasannya. Jangan sampai kehilangan arah. Saat berjalan tanpa tujuan.

Rabu, 14 Januari 2026

Kekasih Baik Hati

Dear Murid Murid Tuhan,

Bersyukurlah kalian bisa merasakan kasih sayang Tuhan. Kita semua bisa mendapatkan kesempatan langka. Atas seizin Tuhan. Kita yang berasal dari kegelapan diizinkan Tuhan untuk dididik oleh Malaikat Tuhan secara langsung.

Apakah kalian kaget? Pasti pertama-tama kalian ketakutan dan gemetaran kan? Itulah yang aku alami juga. Saat itu aku pikir aku mau mati. Kenapa tiba tiba aku ditemani Malaikat Uriel. Akupun menangis dan merasa gak layak.Saat itulah aku tersadar akan dosa dosaku dan merespon panggilan Tuhan untuk bertobat. Sejak aku sadar. Sejak itulah aku memulai perjalananku memahami panggilan ku sebagai Kuda Ke-4. Saat itu kami masih sedikit. Lama lama membesar dan makin besar. Bahkan orang orang dari bangsa lain satu persatu mendatangi aku dan mereka satu persatu menerima panggilan Tuhan melalui aku. Hingga kami mulai Pribadi lepas pribadi dan bersama sama kami dididik Tuhan sebagai satu kesatuan yaitu barisan Kuda ke-4. Kalian semua pasti mendapatkan pengalaman yang sama. Aku penting menekankan ini agar ketika kalian tiba tiba ditemani Malaikat. Mulailah berkenalan dengan Malaikat itu. Paling utama itu membuat kalian makin kenal Tuhan yang sayang kalian. Menyadari kesalahan dan dosa kalian. Kemudian benar benar bertobat. Itulah kesaksian kita yang utama yaitu pertobatan kita.

Selamat bergabung ke barisan orang orang terpilih kawan kawan. Aku senang kalian rombongan Baru satu persatu diizinkan ditemani Malaikat Tuhan. Selamat menikmati didikan Tuhan.

Selamat bergabung di Barisan Kuda ke-4. Inilah nama yang paling aku suka dan diberikan oleh Tuhan sebagai identitas Kuda ke-4 yaitu Durna. Inilah kesaksian ku. lihat, dengar dan rasakan sendiri didikan Tuhan kepada kalian melalui Malaikat Tuhan yang menemani kalian.
.
Setia Sampai Akhir kawan kawan. Selamat menjalani perjalanan seru bersama Tuhan. Selamat menikmati kesempatan langka dididik oleh Malaikat Tuhan.

Terpujilah Tuhan yang menyayangi kami. Kami diizinkan untuk menjadi KekasihNya Tuhan. Amin. Kami menantikan Hari Tuhan dengan Rasa Berbeda dari mereka yang menantikan Kiamat.

Terimakasih Tuhan.

Senin, 12 Januari 2026

Pesan buat rombongan Baru

Dear Family,

Ingatlah asas kami di awal saat menerima panggilan dari Tuhan: ' Friendship forever Family Together. Family forever Friendship together.".

Mudahkan itu? Setelah 4 tahun lebih kami baru dapat rasa utuh dari asas itu. Sari sari yang kami terima dari didikan Tuhan kepada kami yaitu Keluarga Tuhan yang Sepadan. Rasa yang membuat kami bisa menjalani panggilan kami baik sendiri sendiri maupun bersama sama baik sebagai sahabat maupun keluarga. Ikatan yang melekat bukan hanya karena kemanusiaan kami. Tapi karena Tuhan yang mengikatkan kami dengan rasa Kasih Sayang Tuhan. Bahasa yang tidak hanya lips Service tapi tembus sampai dimensi jari diri kami yang menjadi karakter keseharian kami. Taukah kalian dalam kebingungan kami justru rasa itu membuat kami bertumbuh menjadi pribadi yang makin utuh baik secara perorangan maupun bersama sama. Bahkan dalam keresahan kami justru kami belajar taat dan setia yang semakin bertambah tambah sampai rasa setia sampai akhir. Bukan hanya kepada Tuhan tapi di antara kami semua. 

Kami bahagia jika kalian benar benar ingin merasakan itu bersama rombongan kami yaitu rombongan Kuda  ke-4. Pertanyaan nya apakah kami akan memaksakan kepada kalian apa yang kami terima dari Tuhan kepada kalian? Kami hanya bisa memberikan sari sarinya. Tapi kalianlah yang mengembangkannya menjadi rasa baru versi kalian dalam ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan bersama kami. Judulnya aja kalian rombongan Baru. Kamu juga paham berarti Tuhan ingin kalian menjadi rombongan khas yang baru sesuai didikan Tuhan kepada kalian sebelumnya dan ketika bersama kami. Kami juga ingin belajar yang baru dari kalian juga kan. Itulah rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan yang kami jalani. Kami semua diperlengkapi Tuhan secara bertahap sesuai proses kami merespon panggilan kami dari Tuhan dengan karunia yang berbeda-beda tapi sebagai satu kesatuan Friendship dan Family. Jika kami diproses seperti itu. Pasti kalian juga kan? Tidak sadarkan kalian diriku membagikan secara  halus tipis tipis sari sari penting untuk kalian kembangkan. Kenapa kalian malah resah dengan apa yang kami terima sampai fase 10 dimensi dua set kontra atas kontra. Kalau Tuhan izinkan itu untuk kalian terima. Kami juga senang membagikannya. Tapi sebenarnya kalian sudah paham panggilan kalian. Apa belum? Pahamkah kalian makna menjalani panggilan dalan ikatan Friendship dan Family. Jika belum paham itu maka keresahan kalian wajar. Kami juga merasakan itu dari awal. Sampai fase ini kami melakukan nya tanpa keterpaksaan lagi. Bahkan sampai posisi kami menemui mautpun kami tetap melakukannya karena ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan kami sudah sampai dimensi Alam Maut bahkan sampai hari Tuhan. Segera internalisasi diri kalian dulu baru sesuaikan dengan rombongan kalian. Setelah itu internalisasikan dengan asas dasar kami hingga kalian bisa sampai fase seirama dengan Orkestra yang kami mainkan dengan nada khas kalian bahkan mungkin lebih baik dari yang kami terima dari Tuhan.

Ingatlah, saat kalian bergabung bersama kami. Secara alami kami juga menginternalisasi rasa kami dengan kalian dan belajar juga menganggap kalian Keluarga Tuhan yang Sepadan dengan Kami juga sebagai satu kesatuan.

Aku tekankan lagi asas Keluarga Tuhan yang Sepadan kami adalah: " Friendship forever Family Together. Family Forever Friendship Together". Jangan merasa rikuh dengan kami. Sejak awal kami sudah anggap kalian Sahabat dan Keluarga kami. Walaupun mungkin kami merasa asing namun dalam prosesnya rasa kami melekat dalam diri kalian dan demikian juga sebaliknya.Tuhan memberkati kalian. Kami berharap kalian benar benar menjadi Rombongan baru yang juga memberikan dampak kepada kami dan juga memberikan dampak bersama sama dengan kami sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan.

Kami sayang kalian kalian sebagaimana Tuhan sayang kita. Tuhan memberkati kalian bahkan lebih besar dari yang kami terima. Itu harapan kami. Semangat untuk Rombongan Baru Tercinta. Selamat menjalani panggilan kalian. Bahkan tanpa kamipun kalian bisa. Apabila kalian paham betul apa yang kami terima ini karena kasih karunia Tuhan dan bukan karena kehebatan kami. Bukankah hal yang sama bisa terjadi kepada kalian bahkan yang lebih hebat? Siapakah yang bisa membatasi kuasa Tuhan? Kami juga tidak menghalangi kalian untuk berpisah dengan kami dan menjalani rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan dengan proses yang berbeda dengan kami. Itupun kami senang dengan bergabungnya kalian. Kami mendapatkan sahabat dan keluarga baru.

Selamat menjalani perjalanan panggilan kalian keluarga baru kami. Semoga kita meniti jalan yang benar benar bertemu di titik temu Hari Tuhan meskipun dengan rute yang berbeda. We love you all

Mindset, Frekuensi, Energi

Taukah kalian filsafat aku berpikir aku ada?Apakah bedanya ada atau mengada ngada atau di ada Adain? Atau seolah olah ada? Adakah itu ada dan dimanakah ada itu? Jangan jangan anda ada? Hahaha

Ini yang aku maksud dengan mindset. Saat kita tidak mengerti keberadaan kita karena apa atau siapa maka kita tidak akan paham kenapa kita ada. Itu mempengaruhi segala sesuatu yang kita lakukan. Bahkan melibatkan seluruh panca indera kita. Apakah kaitannya dengan frekuensi? Apakah benar frekuensi ada? Apakah ada yang menyebabkan frekuensi ada atau frekuensi yang menyebabkan ada? Jadi penyebab ada itu adalah frekuensi atau sebaliknya? Berarti kalau kalian tidak paham itu maka ada itu hanyalah frekuensi. Itulah sebabnya kita jadi mengada ngada sehingga kita mencari keberadaan kita dari Frankenstein sampai God Spot kemudian tersesat. Kenapa kalian mencari Tuhan dalam frekuensi? Sadarkah kalian didalam kalian ada energi Tuhan yaitu dalam hati kalian. Kenapa mencarinya di panca indera yang membuat kalian tersesat? Kalian mau mengecek frekuensi Tuhan ada sampai planet mars, galaksi Andromeda atau galaksi Pink kah? Hahaha.. Mungkin frekuensi itu terdeteksi di Planet Nibiru.

Taukah kalian kenapa aku membuat tulisan berjudul mindset, frekuensi dan energi? Apakah aku lagi mengada ngada atau ada apa? Haha

Aku cuma ingin mencari keberadaan yang tidak ada karena ada yang tidak sadar DIA benar benar ada. Siapakah DIA?!Atau dia? 
Apa bedanya DIA dan dia? Kalau Api Dian kalian tidak menyala kalian tidak bisa membedakan DIAN dengan dian. Jangan jangan Dian itu maskulin atau feminin? Hahaha. Sekali kali aku ingin bercanda soal ada ini. Supaya kalian bisa membedakan antara DIA dan DIAN haha..

Setia sampai akhir teman teman. Selamat menjalankan panggilan kalian karena keberadaan kalian diperhatikan DIA yang benar menerima kalian apa adanya sehingga kalian paham kenapa kalian ada. 

Tuhan memberkati kalian. Dada untuk yang senang mengada ngada... Hahaha. Suatu saat kalian akan kaget ketika yang ADA itu benar benar ADA dan membuat kalian tiada di dalam ketiadaan dan bukan tiada di dalam ADA. 

Refleksi:
Saat mindset, frekuensi dan energi menyatu dalam keberadaan yang ADA maka kita yang ada menjadi bener benar ADA didalam ADA.

Sabtu, 10 Januari 2026

I Will

Terimakasih untuk semua Tim yang sudah siap. Aku bangga dan bahagia bisa merasakan rasa Phylia yang Agape, Rasa Agape yang Phylia. Keluarga Tuhan yang benar benar sepadan bersama sama kalian. Mari kita nyanyikan lagu ini bersama sama.

I Will -The Beatles

Who knows how long I've loved you 
You know I loved you still
Will I wait a lonely life time
If you want me to I Will

For If I Saw You
I didnt catch your name 
Bu it never really mattered
I Will always feel the same

Love you forever and forever
Love you with all my heart 
Love you whenever we're together 
Love you when we're appart

And when at last I find you
Your song Will full the air
Sing it loud so I can heart you
Make it easy to be near you

For the things you do endear you to me
You know I Will

I WILL


Di dalam nama Tuhan yang mengasihi kami yang berasal dari berbagai latar belakang dan berbagai panggilan di seluruh dunia dengan resmi Orkestra Intelejen Surga Dimulai.

Terimakasih Team. Setia Sampai Akhir.Setia. Amin

I WILL 

(Rainbow Patk, Jakarta Barat, Jam 15:23-15:24, 10 Januari 2026)












Kamis, 08 Januari 2026

Cant Take My Eyes Off You (Perenunganku)

Dear Lovers,

Cobalah search judul lagu ini. Kalian pasti akan hanyut dalam rasa mendalam yang terkandung dalam lagu ini. Apalagi maknanya benar benar mendalam sekali. Kalau aku bahasakan secara sederhana insight dari lagu ini yaitu saat dimana kita menemukan True Love kita. Cinta sejati yang membuat kita tidak ingin terpisah dengan cinta itu. Ingin menghabiskan seluruh waktu kita bersamanya. 

Cinta yang membuat kita tidak mau lagi jatuh cinta kepada yang lain lagi. Cinta yang membuat kita merasa menemukan cinta yang seutuhnya. Dimana belahan jiwa kita seolah olah kembali kepada kita. Kita jadi merasa dipenuhi cinta yang sulit diucapkan oleh kata kata. Sampai tanpa sadar saat kita menatap matanya saja. Mata kita bisa berbisik kepadanya :"I Love You Baby." Cinta yang benar benar sangat indah. Bahkan karena saking nyatanya kita sampai berterima kasih kepada Tuhan "I Thank God I Alive". 

Pernahkah kalian bertemu dengan cinta seperti itu? Kalau pernah itulah cinta sejati dan levelnya lebih tinggi dari cinta Eros. Itulah cinta Eros yang Agape. Cinta Agape yang Eros. Cinta yang Sepadan.  Cinta yang berasal dari Tuhan karena sadar betul cinta Tuhan terwujud dalam rasa cinta kita dan pasangan kita. Terimakasih Tuhan aku diberi kesempatan bertemu Hawa dalam hidupku, Bidadari Surga yang Tuhan kirimkan padaku.. Terimakasih Tuhan akhirnya aku bisa bertemu dengan Adam, Pangeran impianku. Aku menjadi manusia seutuhnya karena dia. Aku menemukan takdirku dalam dirinya. Aku merasa tidak perlu pakai topeng lagi. Bersamanya aku merasa utuh dan merasa bisa bersikap apa adanya kepada dia. Bahkan setiap pelukan, sentuhan, senyuman, tatapan hingga ciuman kecilnya di keningku berisi cinta. Inikah cinta yang sepadan? Inikah cinta yang dirasakan Adam dan Hawa? Inikah cinta yang benar benar murni dan tulus yang diberikan Tuhan kepada manusia. Bersamanya aku jadi merasakan surga kemanapun kami pergi. Bahkan dalam kesusahan pun kami bisa tertawa dan menangis  bersama. Beban hidup ku jadi berasa ringan karenanya. Hatiku dipenuhi banyak cinta karenanya. Sampai cintaku benar benar bersatu dengannya. Bahkan cinta itu semakin membesar dan membesar. Sampai akhirnya karena dia aku bisa merasakan cinta Tuhan menemani kami selalu. Setiap waktu berasa seperti bulan madu. Satu detikpun aku tidak ingin berpisah dengan dengannya. Kehidupan kami terasa seperti di taman Eden. Kami bisa melihat banyak keindahan Tuhan yang ada dalam diri kami masing masing bahkan tempat kami berada sepert Taman Eden yang dipenuhi cinta. Kami sadar betul benar benar menyatu karena cinta Tuhan mengikatkan cinta kami. Sampai maut mendatangi kami sekalipun cinta kami tidak akan bisa terpisahkan.  Sampai di titik kesakralan tertinggi janji kami di hadapan Tuhan, kami tetap setia, kami tetap setia sampai akhir cinta kami kembali kepada Tuhan yang menganugerahkan cinta ini. Kami tetap setia sampai akhir cinta kami utuh di hadapan Tuhan.

Benar benar  cinta yang kita idam idamkan kan? Bayangkan teman teman. Jika kalian dianugerahkan cinta seperti itu. bersyukurlah pada Tuhan. Jangan sia siakan itu. Tetaplah setia kepada cintamu itu. Sampai keturunanmu pun dipenuhi cinta sejati. Bahkan kekuargamu menjadi keluarga yang dipenuhi cinta dan memancar keluar menjadi cinta yang menginspirasi pasangan lainnya. Jadilah cinta yang seperti itu. Jangan sia siakan kalau kalian telah menemukan cinta seperti itu. Hal ini aku ingatkan lagi pada kalian yang bersamaku dari awal. Mintalah cinta seperti itu kepada pasangan dan keluarga kalian. Agar pasangan dan keluarga kalian selamat. Agar kalian juga bisa membagikan cinta yang seperti itu kepada pasangan dan keluarga kalian. Itulah yang aku bagikan kepada kalian sebelumnya dengan maksud agar kalian juga tidak lupa keluarga dan pasangan kalian. Kecuali memang takdir berkata lain. Setidaknya kalian pernah memperjuangkan cinta kalian pada pasangan dan keluarga kalian. Itupun juga jadi harapanku agar pasangan ku dan keluarga ku merasa cinta yang sama. Mungkin kalian ada yang tau perjalanan cintaku. Jadikanlah itu refleksi buat kalian. Sampai saat inipun aku tetap berharap pasangan dan keluarga ku selamat. Karena itu makna lagu ini mengingatkanku untuk tetap mengarahkan pandanganku pada Tuhan. My God, I Cant Take My Eyes Off You. Without YOU i cant give true love to my love and my family. Without YOU i cant love her and my family with true love from you. Because my first true love only you My GOD. Aku mengingatkan kalian semua soal ini. Karena aku bergumul persoalan yang sama karena zaman ini. Aku paham kalian pasti berharap yang sama. Kita dipilih Tuhan tapi kenapa pasangan dan keluarga kita binasa. Bukankah satu orang bertobat satu keluarga diselamatkan? Namun apabila takdir berkata lain kami tetap taat Ya Tuhan dan Setia pada panggilan kami. Kami juga tidak mau binasa jika ternyata kami salah pilih pasangan. Kami juga tidak mau durhaka pada Tuhan jika ternyata pasangan kamu tegar tengkuk dan memilih durhaka kepada Tuhan. Tapi kami tetap berdoa jika Tuhan tidak berkenan sekiranya mungkin ijinkanlah mereka mati di dalam Tuhan. Hanya itulah batasan yang aku terima terkait keadaan yang aku alami dan mungkin kalian alami juga. Tetaplah berdoa untuk mereka meskipun rumahmu jadi berasa seperti neraka. Sejatinya kita membawa surga kepadanya dan tetap berharap mereka bisa bersama sama dengan kita di hari Tuhan dan merasakan Cinta Sejati yang sama  yaitu cinta Tuhan. Ini pengingat buat kita semua. Aku sayang sama kalian dan aku tau rasa sayang kita sama. Kita ingin membagikan rasa sayang ini kepada mereka juga jika sekiranya mungkin. Amin.

I love you My Lord and because of that I love Them. Please send Your love to them and forgive all of their mistake and sin. Amen.

Selasa, 06 Januari 2026

Keseharian (Perenungan)

Dear Team,

"Setialah dalam perkara kecil. Meskipun itu membutuhkan effort lebih besar. Kita belajar memperbesar kapasitas kita. Ingat pepatah sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit. Kita tinggal menanti di Bukit mana kita dikumpulkan (Kramat Raya-Perenungan Durna)

Tidak terasa 4 tahun lebih kita belajar mulai 1 dimensi hingga 10 dimensi kontra atas kontra dua set atas seizin Tuhan. Belum lagi ada teknik lain diajarkan pada kita mulai tim zig zag, tim zonasi, tim bola 8, tim bola 9 dan tim bowling. Kita terus menerus belajar taat dan setia mengerjakannya dengan setia sampai akhir. Selama ini kita menerapkan pola reguler, alternatif dan emergency dengan metode itu sebagai satu kesatuan. Sudah saatnya kita menggeser itu ke reguler. Saatnya kita kembali mengerjakan keseharian kita disisi reguler. Biarkanlah mereka yang menganggap ini lawakan dan hanya guyonan hanyut dalam tawa canda mereka. Tapi kita tetap waspada dan terus meningkatkan kepekaan kita. Meskipun ada bencana terjadi lagi. 

Kesedihan kita atas keadaan itu harus berganti menjadi ketulusan dan keikhlasan untuk tetap menolong umat yang tidak paham situasi dan kondisi yang sebenarnya. Jangan lupa kegiatan reguler kita tidak lagi menjadi remeh tapi menjadi lebih spesial saat kita menggeser pola kita ke reguler. Mereka tidak akan bisa paham itu kalau tidak dididik Tuhan. Kita malah terus menerus melakukan lompatan kuantum interdemensi sampai pada dimensiNya Tuhan. Dengan begitu kita juga punya keseharian secara pribadi. Kita jadi bisa lebih nyaman dalam menikmati kehidupan keluarga kita sehari hari. Sambil terus mendoakan keluarga kita agar tidak binasa juga dan sama sama di Jalan Tuhan. Meskipun laporanku sepertinya frekuensi semakin stabil. Tapi kalian yang memiliki karunia lebih hebat dariku atau yang dibawah aku sekalipun harus tetap saling mengingatkan, menolong, menegor, menguatkan, menopang dan asas asas lainnya sesuai pola asah, asih, asuh yang kita terapkan. Di sisi target persoalan bibit, bebet dan bobot menjadi keseharian yang melekat dalam kehidupan kita dan itu justru makin meningkatkan kepekaan kita disisi dimensi mana yang kita terima dari Tuhan sebagai tujuan. Apakah itu Mangku Negara, Mangku Bumi, Mangku Alam dan Mangku Semesta. Aku juga akan tetap update sesuai SOP kita kepada kalian jika ada yang penting. Meskipun ada yang menganggap ketinggalan banyak dan merasa nasi sudah jadi bubur. Kita paham betul bubur itu Nikmat dan Lezat serta banyak jenisnya. Ada bubur kacang hijau, bubur ketan, bubur sumsum, bubur Hongkong, bubur Menado, bubur Cirebon bahkan kalau kreatif kalian bisa buat bubur rasa ubur ubur sekalipun hahaha.. Kalian pasti paham masudku. Kita ini juga pingin menikmati keceriaan dan sukacita sesuai cara kita. Menggunakan cara bubur juga bisa. Termasuk buat mereka yang suka bubur instan hahahaha... Mari kita belajar bersama sama untuk lebih relaks lagi dan melatih kepekaan kita dengan cara seperti itu. Aku bersyukur Tim Bubur sudah standby memasak buburnya. Apalagi kita tau leadernya orang yang punya kualitas bobot. Hanya mungkin dia ketinggalan banyak kurikulum. Tapi buat kita ilmu bubur itu keren. Karena itu merupakan pengembangan ilmu padi yang ujungnya nasi sudah jadi bubur hahaha... Nanti aku akan ulas jika penting. Ini sebagai pengenalan juga kepada kalian. Bahwa jangan remehkan Tim Bubur. Mereka juga dididik Tuhan untuk menuntun umat. Untuk Tim lainnya di berbagai genre. Ingatlah prinsip isi dan kosong sampai omong kosong. Jangan sampai kalian lalai karena menganggap itu ga penting. Semakin kecil detail yang kita dapat. Tingkat resikonya semakin diperkecil. Apalagi penerapan 10 dimensi kontra atas kontra kita dua set kita geser ke reguler.

Ini perenunganku buat kalian. Selamat menjalani keseharian kalian. Tetap jaga Api Dian kita tetap menyala. Tetap setia sampai akhir. Setia. Amin 

Refleksi:
Jadilah padi yang semakin berisi semakin menunduk. Jadilah padi yang tetap ikhlas saat isinya dituai menjadi beras. Jadilah padi yang ikhlas saat beras itu dimasak menjadi produk apapun bahkan malah menjadi bubur. Karena Padi sadar betul saat isinya menjadi bubur. Buburnya bisa tercipta dengan berbagai rasa lagi. Bahkan sampai dimensi berbeda dari lingkungan Padi ditumbuhkan yaitu seperti contoh tadi yang aku sampaikan yakni dimensi ubur ubur alias Laut. Tapi jangan salah juga di dimensi itu Padi juga bisa tumbuh lho. Ingat Sawah tepi laut? Kalau kalian kreatif segala hal mungkin. Bahkan dari Tim Bubur saja bisa buat goncang seluruh dunia. Hahaha... Tuhan memberkati kalian semua kawan kawan . Salam Bubur. Amin

(Kramat Raya, Jam 10:32-10:33, 7 Januari 2026)

Minggu, 04 Januari 2026

Pesan Durna (Sebuah Refleksi)

Wahai Para Ksatria yang gagah perkasa. Bukan suatu kebetulan aku dibangunkan di zaman ini. Ada Maksud Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada kalian.

Aku kembali merenungkan permusuhan yang berakhir dengan pertempuran antara Pandawa dan Kurawa yang merupakan muridku juga. Jika aku melihatnya dalam keadaanku saat ini di zaman ini. Hal yang sama juga terjadi dengan wujud peristiwa dan keadaan yang berbeda namun esensinya tetap sama yaitu saling membinasakan. Aku jadi teringat lagi masa lalu dan ingin kembali ke zaman itu meskipun sudah lampau. Aku jadi teringat dampak yang disebabkan oleh pertempuran itu. Banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Bahkan muridku Pandawa sampai mengingkari ajaran Dharma hanya sekedar untuk menang perang menggunakan segala muslihat untuk membunuhku Guru mereka sendiri. Sadarkah mereka kenapa aku masih mendampingi Kurawa dipertempuran itu? Apakah mereka tidak menakar siapakah yang aku didik dalam pertempuran itu? Jelas aku tetap mengajarkan kepada murid murid kesayanganku baik Kurawa maupun Pandawa. Aku bersyukur setelah pertempuran itu muridku Pandawa kembali mengejar Dharma dan melalui perjalanan Moksa. Meskipun aku tau mereka sedih karena telah membunuh Gurunya sendiri dalam pertempuran itu dan membinasakan Kurawa rekan satu perguruan mereka yaitu perguruan Durna. Aku bersyukur mereka mendapatkan pencerahan setelah itu. Harusnya aku sebagai Guru melerai mereka kan di masa lampau? Kenapa aku malah ikut kaum Kurawa? Aku sadar itu tidak hanya menyiksa batin murid muridku tapi juga batin prajurit dan rakyat yang ikut kedua kubu. Taukah kalian pergolakan batinku saat itu? Apakah ada yang tau? Aku yakin hanya Tuhan yang tau dan aku taat menjalani Jalan Dharmaku. Bahkan dampak kehancurannya luar biasa kan? Mengertilah kalian tugas seorang Guru adalah tetap mendampingi muridnya yang paling bodoh sampai memahami makna Dharma. Meskipun dalam kebodohan itu aku tetap ikut perang. Akupun ikut menjalankan Dharmaku dan tetap setia mendampingi Kurawa sampai akhir. Meskipun konsekuensinya sudah aku ketahui yaitu kematianku.

Pada akhirnya kita sama sama tau Pandawa akhirnya melakukan perjalanan menuju Nirwana dalam proses pertobatan mereka dan akhirnya mereka menemukan jalan Dharma mereka. Hal ini aku tekankan juga kepada kalian semua di zaman ini. Belajarlah dari Pandawa dan juga Kurawa untuk memahami keadaan kalian saat ini. Apalagi jika benar kaum Pandawa dan Kurawa juga dibangunkan di zaman ini. Ingatlah baik baik detail peristiwa di masa lampau antara kalian. Sebagai renungan solusi yang harus terwujud agar tidak terjadi kejadian yang sama yaitu kehancuran umat manusia dan kehancuran alam semesta 

Aku sebagai Guru kalian mengingatkan kalian untuk Bijaksana. Kalian sudah menjalani Dharma di masa lampau dan juga di masa kini. Harusnya kalian paham sebenarnya hakekat diri kalian adalah Ksatria. Rendah hatilah kalian dan berdamailah. Sembuhkan semua rasa dendam di masa lampau. Ini kesempatan baik untuk kita untuk saling mengampuni. Aku Durna sebagai Guru kalian juga meminta maaf atas segala hal yang terjadi pada kalian dan aku sebagai Guru di masa lampau malah memilih seolah olah berpihak pada Kurawa. Maafkan aku, saat itu begitulah perjalanan Dharmaku. Namun jalan Dharmaku di masa kini adalah untuk mengingatkan kalian untuk berdamai dan konsekuensinya apabila kalian masih bermusuhan yaitu Pertumpahan Darah. Itu pasti akan mendatangkan murka Tuhan. Rendahkanlah ego kalian agar kalian sebagai muridku sama sama menang di jalan Dharma. Itu juga jadi kemenangan Dharma bagi umat dan kemenangan Dharma bagiku juga Guru kalian. Kita sama sama ingin menyelesaikan karma ini kan? Mari kita sesuaikan frekuensi Dharma kita lagi dan sama sama bersatu untuk menyebarkan kedamaian bagi semua umat. Kedamaian bagi alam semesta dan kedamaian itu mendatangkan kasih karunia Tuhan. Aku sayang kepada kalian Pandawa dan Kurawa. Bersatulah kalian dan bertobatlah. Ada pertempuran lainnya yang menanti kita. Sebelum itu terjadi kita harus menyelesaikan jalan Dharma kita ini untuk berdamai dan menyelesaikan karma kita di masa lampau. Semuanya sampai selesai dan lunas. Karma kita saat ini itu dan sampai Setia Sampai Akhir. JalanNya sudah kita ketahui di masa kini yaitu Jalan Tetelestai.

Tuhan memberkati kalian wahai Ksatria kesayanganku baik Pandawa dan Kurawa.


Sabtu, 03 Januari 2026

Generasi Emas (Sebuah Refleksi)

Kita adalah generasi yang memahami makna Zaman. Kasih Karunia tak terbatas dari Tuhan, Sang Penguasa Lintas Zaman.

Kita adalah generasi yang melihat, mendengar dan merasakan kebencian dan dendam. Sehingga paham makna pengampunan, kasih sayang dan kedamaian. Itulah yang membuat kami sadar bahwa ketika manusia lupa jati dirinya masih menginjakkan kaki di bumi maka merekalah yang menyebabkan kehancuran.

Kitalah generasi yang dipenuhi impian dan harapan. Dipenuhi semangat untuk membangun dunia yang lebih baik dengan inspirasi, kreativitas, dan inovasi. Agar dunia dipenuhi dengan berbagai karya yang bermakna untuk semua yang ada.

Kita adalah generasi yang dipenuhi dengan cahaya. Berkilauan disinari cahaya Tuhan yang terang benderang menyinari hati dan pikiran kami. Sehingga memancar keluar menyinari setiap insan yang tercerahkan.

Kita adalah generasi yang memilih untuk berjalan lurus. Memiliki impian untuk menciptakan generasi yang memancarkan kemuliaan Tuhan. Bukan hanya sekedar kata tapi juga perbuatan yang nyata. Itulah karya yang memancarkan kekayaan dan kemuliaan tanpa batas dari Pemilik segala batas yang tak terbatas.

Kita adalah Generasi yang menyatakan Tuhan itu nyata dalam keberagaman manusia dan alam semesta. Menembus segala dimensi sampai interdemensi yang berwujud lompatan kuantum yang dimurnikan Api Kemuliaan Tuhan. Mengalami langsung kasih sayang Tuhan sehingga dengan yakin berkata bahwa kita disayang Tuhan. Sampai rasa itu menembus segala batasan dimensi sampai pada dimensiNya Tuhan.

Kitalah Generasi Emas yang dimurnikan oleh Api dari Tempat Maha Tinggi. Bukan Emas Sepuhan atau Karbitan. Tapi Emas yang Kemurniannya hanya dimiliki oleh ukuran Tuhan. Kamilah Generasi Emas yang akan menyinari dunia dengan kedamaian dan kasih sayang yang berasal dari Tuhan. Kami adalah Generasi Emas yang takut akan Tuhan dan mau dibimbing dalam kebenaran Terang Tuhan. Memancarkan Emas Murni Tuhan dalam diri kami Generasi EmasNya Tuhan. Restui kami ya Tuhan untuk menjadi Generasi EmasMu. Amin.




Refleksi Cermin Cinta

Kali ini aku berkaca pada cermin Cinta
Wujudnya tidak mudah dipahami 
Cermin itu hanya memberikan petunjuk bahwa jumlah kacanya 10 dimensi dua set kontra atas kontra. Begitulah cermin itu mulai berbicara konsekuensi nya saat aku mulai bercermin soal cinta sanggupkah aku memahaminya? Satu dimensi saja sudah repot, apalagi 10 dimensi? Ada istilah 2 set kontra atas kontra pula. Ilmu Cinta seperti apakah itu? Aku pun memberanikan diri untuk menggunakannya. Beginilah hasilnya:

Saat engkau memberi cinta, engkau akan menerima cinta. Saat engkau mengumpulkan cinta, meskipun dunia mencurinya darimu, sejatinya hatimu sudah terbiasa menciptakan cinta.

Saat engkau melihat kepalsuan cinta, hatimu justru memurnikannya menjadi cinta sejati. Bahkan saat engkau hancur oleh itu. Justru dalam hatimu malah tumbuh cinta yang baru yaitu cinta yang memurnikan cinta yang kau pahami sepanjang hidup. Sampai cinta itupun menjadi pusat dalam dirinu baik yang berasal dari luar maupun dalam dimensimu. Bahkan saat dunia menipumu lagi dengan cinta. Engkau akan memperoleh keuntungan cinta lebih besar daripada kerugian yang mereka bayangkan. Justru sesungguhnya mereka yang mempermainkan cinta adalah yang paling rugi. Karena mereka tidak memahami kemurnian cinta membawamu dalam dimensi baru dalam memberikan dan memperoleh cinta.

Tanamlah benih benih cinta kemanapun engkau berkarya. Bagikan cinta itu kemanapun engkau melangkah. Disitulah engkau semakin paham. Cinta yang memberi jauh lebih mulia dari cinta yang mengambil. Sesungguhnya engkau sedang diberikan pemahaman cinta yang jauh lebih besar daripada yang diajarkan dunia. Itulah hakekat cinta yang tertinggi yaitu:
Cinta yang menolong
Cinta yang menopang
Cinta yang memulihkan 
Cinta yang menyelamatkan 
Cinta yang menghibur
Cinta yang memahami
Cinta yang mengampuni
Cinta yang mendamaikan 
Cinta yang memberi melebihi yang dunia duga
Cihta yang membawa sukacita
Cinta yang mendatangkan keuntungan dan keberuntungan 
Cinta yang menyinari kegelapan 
Cinta yang membuka kebenaran dan pengetahuan 
Cinta yang mampu melahirkan cinta cinta lainnya

Maka disaat itulah engkau sudah menjadi Pengusaha Cinta yang keuntungannya tidak dapat dinilai dunia. Itulah cinta yang paling mulia. Cinta yang murni berasal dari Cinta yang sejati. Bahkan seisi dunia bakal sulit memahami cinta yang seperti itu. Apalagi bagi mereka yang terbiasa menggunakan cinta sebagai siasat tipu daya mereka. Apalagi mereka menggunakan topeng cinta kita untuk mencuri cinta kita. Justru itu menunjukkan kepalsuan dan kemunafikan cinta mereka. Sesungguhnya merekalah kaum seperti seolah olah mengerti cinta tapi dibutakan oleh cinta. Cinta yang mereka ketahui seperti kerupuk cinta yang sekali digigit rapuh lalu habis. Seperti Cabai Cinta yang sekali gigit pedasnya hanya sebentar. Seperti kuota cinta yang begitu habis mereka beli yang baru lagi. Bahkan promosi cinta mereka hanya sekedar untuk memperoleh keuntungan semata-mata. Seolah-olah olah cinta itu diperjualbelikan.  Padahal cinta itu seharusnya dibagikan secara gratis. Bukannya murahan namun karena berasal dari cinta yang mulia. Begitulah cara kita menggunakan cinta yang berasal dari cahaya cinta Tuhan. Hal itu menjadikan cinta kita seperti kacamata yang melihat kedalam dan keluar begitu juga sebaliknya. Sampai refleksi cinta itu membentuk pola miroring dalam dirimu. Sehingga menjadi inti cinta yang tidak dapat digoyahkan oleh apapun. Itulah cinta yang kekal dan abadi yang tidak akan tenggelam ditinggal zaman. Ataupun paling cepat tidak akan hilang sampai memutih rambut kita dan hembusan terakhir napas kita. Biarkanlab para penipu cinta itu tenggelam dalam cinta palsu mereka. Kecuali mereka mau kembali pada cinta yang  Suci dan Murni. Cinta yang berasal dari Sang Maha Cinta.

Pertanyaannya setelah kita bercermin dimanakah Cinta Itu? Apakah bersembunyi di balik cermin? Atau bersembunyi di balik refleksi? Apakah cerminnya perlu kita pecahkan agar cermin itu berbicara. Dimanakah engkau cinta? Kenapa engkau menjadi serumit sepuluh dimensi dua set kontra atas kontra? Mungkin karena kau pecahkan makanya cermin cinta itu merefleksikan diri menjadi cinta yang rumit. Padahal Sang Maha Cinta selalu ada di hatimu dan cermin itu sebenarnya sudah merefleksikan siapa yang ada di cermin itu. Makanya judulnya ada istilah "REFLEKSI?". Jadi siapakah yang kamu cinta? Coba ulangi bertanya pada cermin cinta itu :). Apakah engkau benar benar Cinta?






Jumat, 02 Januari 2026

isi dan Kosong

Isi adalah isi. Kosong adalah kosong.
Baik berisi ataupun kosong.
Hanya wujud dan wadah yang bisa membedakan.
Kita tau setengah isi setengah kosong.
Itu hanya prediksi untuk menentukan kapan harus diisi dan kapan harus dikosongkan.
Pertanyaannya apakah benar yang kita lihat, dengar dan rasakan itu kosong atau isi?
Semua tergantung bagaimana panca indera kita mendefinisikan itu. 
Internalisasi pengetahuan, ketrampilan, keahlian, pengalaman, perilaku sampai kebijaksanaan akan menentukan itu isi atau kosong.
Namun saat kita beranjak ke dimensi Roh apakah tetap sama cara pandang kita terhadap isi dan kosong.
Jangan jangan karena kita tidak paham 
Dengan kurang ajar kita menganggap ini hanya omong kosong?
Buatku omong kosong tetap sama sama membahas isi atau kosong.
Meskipun demikian dengan bahasa ini aku jadi paham makna Tetelestai dan makna 144.000.
Saat aku menyerahkan persoalan isi dan kosong ku ke hadapan Tuhan.
Aku jadi memiliki inti yang tidak tergoyahkan. Yaitu intiku adalah Tuhan.

Baik kosong maupun isi
Paling penting intiku adalah Tuhan 
Terserah Tuhan mau mengisiku atau mengosongkanku
Sampai aku tiba pada titik hentiku baik itu kosong atau isi.
Aku bisa berkata Terpujilah Tuhan. Akhirnya Tetelestai.

Apakah Tetelestai itu isi atau kosong?
Jawabannya tergantung bagaimana kalian memahami Tuhan selama ini.
Apakah Tuhan itu isi atau kosong atau jangan jangan kalian anggap omong kosong?
Aku tidak berani bersikap songong seperti itu karena paham konsekuensi nya bisa gosong sampai isi kita benar benar kosong alias Binasa.

Pertanyaan omong kosong apalagi yang kalian ingin tanyakan? Hanya kalian yang berisi kosonglah yang bisa memahami persoalan isi dan kosong ini. 


Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri