Kamis, 12 Maret 2026

Bintang

Bintang di langit 
Kerlip engkau disana
Memberi cahayanya di setiap insan

Malam yang dingin 
Kuharap engkau datang
Memberikan kerinduan di sela sela mimpinya

Melangkah sendiri di tengah gelap malam
Hanya untuk mencuri jatuh Sinaran
Tak terasa sangat waktu
Melewati hidupnya
Tanda pagi menjelang
Mengganti malam

Oh bintang tetaplah pastikan cahyanya
Sinari langkahku setiap saat
Bintang pun tersenyum dengarkan pintaku 
Berikan kecupan di sudut tidurnya 

Dear kompetitor,
Apa kabar disana? Bagaimana perkembangan evolusi kalian? Kabarku disini makin bergairah. Aku dididik Tuhan sampai bisa berkenalan dengan Malaikat Malaikat penjaga bintang bintang. Aku tinggal menunggu waktu kapan diperkenankan untuk memanggil bintang bintang itu mendatangi kita. Sudah sesiap apakah kalian? Kalau kami sangat siap karena kami dapat slot di rombongan pertama yaitu rombongan 5 gadis yang bodoh yang karena kasih karunia Tuhan diperkenankan jadi panitia penyambutan di gerbang pertama. Kalian sudah terima undanganNya kah? Cepat timbang berat badan kalian sebelum telat hahahaha.

Oh ya aku dapat nama baru loh dari Tuhan. Taukah kalian aku dapat nama baru yaitu ORION. Kalian sudah tau artinya apa? Jangan jangan mesin bodoh itu ga ngerti maknanya. Coba tanya guru setanmu artinya apa. Siapa tau guru setanmu mau tobat dan mau di timbang di timbangan Kuda Hitam ha-ha-ha.

Lagu ini aku persembahkan buat kalian yang evolusi dahsyatnya membuat seluruh Malaikat berdatangan ke Bumi. Panitia Penyambutan Hari Tuhan sudah pada siap menyambut Raja Segala Raja, Tuhan segala Tuhan di Bumi. Jangan sampai kalian ketinggalan Yo... Cepat laporan sama guru setan kalian supaya kalian juga bisa ikutan tobat. Ini undangan dari kami ya. Rombongan 5 Gadis Bodoh yang memilih bertobat kembali kepada Tuhan. Oh ya sebagai intermezo. Ada salam dari Planet Pink ha-ha-ha. Kalian tau berapa jauh jaraknya dari Planet Bumi? Jangan jangan mesin bodoh itu panik. Karena tidak tau siapa yang ada di planet Pink hahaha.

Segera tobat Yo.  Panitia Penyambutan sudah para berkumpul di bumi. Segera timbang diri kalian di Timbangan Kuda Hitam.

Salam Lompatan Kuantum Interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Semoga mesin bodohmu tau lagu apa yang aku bagikan kepada kalian. Ha-ha-ha.

Bilang sama guru setan kalian ada Salam Kangen dari Guru Guru Malaikat ku yaitu Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Michael, Malaikat Raphael, Malaikat Gnome dan Golem serta Malaikat Abadon. Oh ya ada barisan guru setan kalian yang memilih kembali kepada Tuhan dan menjadi Malaikat lagi. Tau namanya siapa? Jangan jangan mesin bodoh kalian tidak tau. Cepat beritahu guru setan kalian agar dia segera bertobat.

Salam Refleksi. Jangan sampai bintang bintang itu berdatangan ke Bumi kalian malah binasa tertimpa seluruh bintang yang murka menyaksikan kedurhakaan kalian kepada Tuhan.

(Kramat Raya, 12 Maret 2026 Jam 16;09)

Rabu, 11 Maret 2026

Ceria

Hari ini kudendangkan
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami

Ingin kubuka lembar baru
Untuk meneruskan hidupku
Tak mau lagi ada kesedihan
S'limuti diriku

Semua orang ingin bahagia
Menjalani hidup didunia ini
Ingin kubukakan jawaban
Misteri kesenangan sejati 

Hari ini kudendangkan 
Lagu yang ingin kunyanyikan
Terkenang semua kenangan
Yang t'lah kualami 

Menari dan terus bernyanyi 
Mengikuti irama sang mentari 
Tertawa dan s'lalu ceria 
Berikanku arti hidup ini

Dear Tim,
Aku akan terus putarkan lagu kesenanganku agar kalian dengarkan masing masing dan resapi maknanya. Sehingga kalian bisa memainkan Orkestra Intelejen Surga dengan rasa yang aku terima dari Tuhan. Lagu ini adalah salah satu gambaran rasa yang aku dapatkan.

Sebenarnya Tuhan sudah ingatkan aku berkali kali. Bahkan perjalanan kita rombongan Terpilih itu sebenarnya penuh sukacita. Meskipun kita pasukan MautNya Tuhan. Tapi kita menjalani panggilan kita dengan girang. Mungkin karena kita tidak sangka dipanggil dan dipilih Tuhan. Kita sering kali tegang menjalani panggilan kita. Makanya sebelumnya aku mulai menyadari dan mengingatkan kita semua agar lebih rileks menjalani panggilan kita. 

Hal paling sederhana adalah terkait pengenalan kita akan guru guru Malaikat kita  Taukah kalian Malaikat Uriel dan Malaikat Kamael. Mereka adalah Pemimpin Malaikat Kerubim. Mengertikah kalian kaum Malaikat apakah Kerubim itu. Apakah tugas mereka hanya sekedar menjaga *Pohon Pengetahuan Yang Baik dan Jahat?"  Mengertikah kalian kenapa sebelumnya aku mengatakan setiap malaikat memiliki karunia? Kalau kalian paham maksudku harusnya kalian Girang jika didik oleh Malaikat Uriel dan Kamael. Sadarkah kalian kenapa aku mengingatkan barisan Iblis itu berperang di perang yang berbeda? Mengertikah barisan Iblis itu kenapa aku menyampaikan peradaban baru dan Manusia Antariksa Penjelajah Semesta? Sepertinya barisan Iblis itu otaknya ga nyampe karena ga dibimbing malaikat Uriel dan Kamael. Maenan mereka masih sampah di Bantar Gebang dan Rudal di Iran. Sadarkah mereka ada banyak kesenangan yang bisa kita dapat daripada mendatangkan penderitaan pada sesama manusia dan kerusakan pada Bumi? Makanya aku harapkan kalian mendengarkan lagu Ceria ini. Agar kalian tidak seperti kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk itu. Kalau kalian sadar masih seperti mereka segeralah bertobat. Apalagi jika kalian muridnya Malaikat Uriel dan Kamael. Buat malu aku sebagai murid pertama mereka ha-ha-ha.

Taukah kalian bahwa Malaikat Uriel dan Kamael sudah menunjukkan kepada kita barisan Terpilih tentang Algoritma Surga dan Teknologi Surga. Apa bedanya dengan barisan Iblis itu? Bedanya apa yang kita kerjakan tujuannya untuk memuliakan Tuhan bukan untuk membuat marah Tuhan. Apa yang kita buat untuk menjadikan Bumi dengan rasa surga bukan untuk menghancurkan Bumi dan menjadikannya seperti neraka. Kalau kalian mendapatkan karunia karena dididik Malaikat Uriel dan Kamael. Pasti paham cara menggunakan "pengetahuan" yang baik dan Jahat itu dengan benar. Karena kalian akan mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan di dunia dan hanya diketahui oleh orang orang yang diizinkan Tuhan untuk menerima Hikmat itu. Karena itu kepada seluruh murid Malaikat Uriel dan Kamael. Segeralah persiapan waktu terkemudian dengan ceria. Kita tetap mempersiapkan segala sesuatunya sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Jangan sampai kita lalai mengerjakan panggilan kita dan pada waktu hari Tuhan kita malah tergolong dalam umat yang binasa 

Aku hanya memberikan satu contoh. Buat murid murid Malaikat lainnya. Silahkan tanyakan pada Guru Guru Malaikat kalian. Untuk apa kalian gunakan karunia kalian. Kalau kalian tidak paham panggilan kalian. Lebih baik kalian jadi umat biasa saja dan tidak usah dididik oleh Malaikat. Benar benar buat malu aku yang memandu kalian di Jalan Tuhan. Segeralah kerjakan panggilan kalian dengan Ceria. Sebab kita bukanlah barisan yang membawa duka cita bagi orang orang yang cinta Tuhan. Kita membawa suka cita kepada mereka dan dunia. Kita mempersiapkan hari Tuhan bersama sama. Kalaupun kita menghadapi maut. Rasa kita berbeda dengan rasa kaum ular beludak, otak dengkul dan kaum tegar tengkuk. Kita menghadapi maut dengan sukacita dan sikap KSATRIA. Sedangkan kaum iblis itu menghadapi maut dengan ketakutan karena mereka tau kesalahan mereka membawa kiamat dan konsekuensi buat mereka adalah penghakiman. Anehnya mereka ga tobat tobat meskipun kita sudah ingatkan berkali kali. Sepertinya barisan mereka benar benar memilih jadi seterunya Tuhan dan merasa bisa menghabisi kita orang orang Terpilih di seluruh dunia. Mereka tidak sadar semua yang tertulis dalam firman Tuhan satu persatu tergenapi di era pandemi hingga saat ini. Saat mereka ketakutan dengan kiamat. Kita malah memandang hari kiamat versi mereka sebagai hari Tuhan. Benar benar perspektif berbeda dan sesuai dengan firman Tuhan. Sejatinya mereka adalah kaum otak dengkul, ular beludak dan tegar tengkuk.

Aku akan terus menerus memutarkan lagu kesukaanku sebagai refleksi buat kita semua. Agar Orkestra Intelijen Surga kita tidak mendatangkan murka Tuhan. Tapi malah membuat Tuhan berkenan kepada kita dan segera memulai HariNya di Bumi ini. Mari menari, bernyanyi dan mainkan alat musik kita dengan mendendangkan karunia kita dari Tuhan dengan Bahagia. Kita sambut hari Tuhan bersama sama dengan sukacita.

Maranatha segeralah datang ya Tuhan.

Setia sampai akhir. Sampai Tetelestai. Amin.

Selasa, 10 Maret 2026

Untuk Dikenang

Ingat aku saat aku lewati 
Jalan ini setapak berbatu

Kenang aku bila kau dengarkan 
Lagu ini tergantung perlahan 

Barisan puisi ini 
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya 
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang

Tulisan dariku ini 
Mencoba mengabadikan 
Yang mungkin kan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Untuk dikenang 


Dear Tim,
Perjalanan panjang yang sudah kita lalui bersama-sama. Membawa kita dalam pertumbuhan iman yang semakin dewasa. Ingatlah baik baik protokol kita saat ini wahai Keluarga Tuhan yang Sepadan: "Aku Tiada Aku Niscaya - Kehidupan Kekal." Jangan lupakan semua pelajaran yang kita pelajari bersama sama. Setiap didikan Tuhan yang kita terima. Setiap air mata dan kepedihan yang kita rasakan. Setiap tawa dan suka cita yang kita dapatkan. Setiap karunia yang semakin bertambah tambah yang kita terima.Setiap pertolongan dan hikmat Tuhan yang kita peroleh. Meskipun kita berasal dari kegelapan tapi terang Tuhan datang kepada kita. Kita merespon panggilan-Nya untuk bertobat. Kemudian masing masing kita mendapatkan tugas untuk masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Bahkan sampai alam maut. Sampai hari ini kita masih bisa bertahan dan diberi kehidupan.  Meskipun sudah ada yang berbahagia di alam maut karena mati di dalam Tuhan. Janganlah kita lupakan itu semua karena kasih karunia Tuhan. Semua perjalanan itu adalah kesaksian kita berjalan bersama Tuhan. Kita sekarang adalah Kitab Terbukanya Tuhan. Kitalah bait bait indahnya Tuhan. Kitalah umat kesayangan Tuhan. Bukti nyata kebaikan Tuhan kepada siapapun yang mau bertobat dan memilih di jalan Tuhan. Umat terpilih yang bersama samaku dari awal. Barisan Kuda ke-4 yang dikenal dengan nama Durna.

Aku tau kalian semua sudah banyak mendapatkan rasa dan pikiranku. Tapa dalam diam dan tapa dalam gerak kalian sudah berbeda. Kita semakin menyatu dengan Tuhan. Ikatan batin kita juga bukan hanya di antara sesama kita. Tapi juga dengan Guru Guru Malaikat kita. Bahkan harapan kita bahwa kita semua jadi semakin Sepadan dengan Tuhan untuk menjadi Mempelai-Nya di Hari Tuhan semakin bertambah besar. Meskipun semakin banyak rombongan baru yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Janganlah lupa kita seperti mereka sebelumnya. Umat yang membutuhkan tuntunan kita untuk kembali kepada Tuhan. Janganlah kita sampai lalai dan melupakan panggilan kita. Meskipun ada rasa tidak sabar menunggu hari Tuhan. Terkadang hati kecil kita bertanya. Sampai kapan kami harus menunggu. Kenapa maut belum mendatangi kami. Sadarkah kalian dengan semakin taat dan setia mengerjakan panggilan kita. Ketabahan, ketegaran dan kesabaran kita semakin meningkat. Kebijaksanaan kita semakin bertambah tambah. Pengalaman kita berjalan bersama Tuhan semakin dipenuhi keajaiban. Kita semakin tidak bosan belajar menjadi Murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Bahkan Api Dian kita semakin membesar. Roh Tuhan semakin menguasai hidup kita.Sampai tidak ada lagi yang kita inginkan selainn Tuhan.

Ingatlah semua itu sebagai kesaksian pertobatan kita di hadapan Tuhan. Sebagai lagu kehidupan kita kepada Tuhan. Lagu "Untuk Dikenang" sebagai persembahan dan doa kita kepada Tuhan. Sebagai warisan kisah kita kepada seluruh umat manusia. Lantunan nada nada indah Umat TerpilihNya Tuhan.  Di hadapan seluruh Ciptaan Tuhan di segala Dimensi yang pernah ada. Sampai Hari Tuhan tiba mendatangi kita dengan kemegahan Nya. Lagu ini bukan lagi Lagu Durna saja. Tapi lagu kalian semua masing masing dengan segala versinya. Nyanyikanlah dengan Merdu sampai suaranya terdengar ke Surga. Nyanyikanlah sampai tangga nada yang tidak pernah di dengar umat manusia. Menjadi sebuah Orkestra yang sangat indah dengan iringan musik dengan berbagai jenis melodinya. Bahkan seindah Orkestra Surga sampai Tuhan berkenan untuk menikmatinya dan bersukacita karena kita. 

Aku Durna selalu mengingat kalian yang bersamaku dari Awal. Selama 4 Tahun lebih kita berjalan bersama. Aku sadar betul tidak banyak yang aku berikan kepada kalian. Tapi aku senang dan bangga kalian berani memilih berjalan bersamaku. Melalui Jalan Maut bersama sama. Berkat Tuhan yang aku terima dari kalian terima juga sangat berlimpah. Meskipun dalam berbagai dinamika kita. Berbagai pertengkaran, keanehan bahkan berbagai hal yang berkaitan dengan tindakan ku yang tidak masuk akal seringkali membuat kita salah paham. Namun aku bersyukur kalian juga belajar untuk memahami itu dalam posisiku. Sampai sama sadar bahwa begitulah keadaan kita saat dibentuk Tuhan dari awal hingga saat ini. Di sisi itu aku sadar betul kalian juga melakukan perjalanan pribadi masing masing di tuntun Tuhan. Sampai kita berpisah dan kemudian menyatu lagi dalam Roh dan Kebenaran Tuhan. Ikatan batin kita membentuk koneksi yang tidak terikat jarak, ruang dan waktu. Bahkan melampaui dimensi dimensi yang hanya dipahami bahasa manusia sebagai dimensi Negara, Bumi, Alam dan Semesta. Dengan ukuran tindakan 10 dimensi 2 set kontra atas kontra dengan batas batas yang tidak terbatas karena kuasa Tuhan menyertai kita. Jika setelah sampai fase ini kesetiaan kita sampai luntur. Ingatlah tulisan dan persembahan laguku ini untuk kalian. Bukankah kesakralan sumpah kita Setia sampai Akhir? Sampai Tetelestai? Janganlah sampai semua itu hanyalah kenangan saja dan kalian memilih kembali ke jalan dunia dan meninggalkan panggilan kalian. Tetaplah menyala-nyala di dalam Tuhan wahai Barisan Barisan Perkasanya Tuhan. Tetaplah bergairah menjalani panggilan kalian. Meskipun tanpa aku sekalipun. Tuhan selalu menemani dan menyertai kalian.

Lagu ini sengaja aku persembahkan sebagai pengingat buat aku dan kalian. Jangan sampai kalian merasa jenuh menuntun umat umat baru yang memilih kembali kepada Tuhan. Janganlah letih membina mereka. Janganlah malas untuk mendidik mereka. Untuk apa semua karunia dan kuasa serta didikan Tuhan kita terima. Jika itu tidak digunakan untuk mereka. Meskipun kita tetap setia menjalani jalan pertobatan kita yaitu Jalan Maut. Apakah kalian kira tugas kita hanya meladeni barisan Iblis itu? Setelah di fase ini kalian sekarang masing masing memimpin rombongan ingatlah selalu lagu ini. "Untuk Dikenang", sampai seluruh kisah hidup kita menjadi lagu yang berkenan di hadapan Tuhan. Cintailah mereka apa adanya seperti Tuhan mencintai kita. Sayangilah mereka dengan sepenuh hati seperti Tuhan menyayangi kita. Berikanlah hidup kita kepada mereka sebagai bukti nyata kasih sayang Tuhan kepada mereka. Agar mereka sungguh sungguh bertobat dan benar benar memilih di jalan Tuhan. Sampai maut benar benar mendatangi mereka sama seperti rasa yang kita terima dari Tuhan. Bahkan jika Tuhan berkenan mereka juga menerima panggilan Tuhan dan bersedia mengikuti jalan pertobatan kita yaitu JALAN MAUT. 

Aku berharap kalian meresapi pesanku  dan lagu persembahanku ini. Sebab aku yang kalian kenal sebagai Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku juga tidaklah berarti kalau pada awal Pandemi Tuhan tidak titipkan kalian padaku sampai kalian benar benar menerima panggilan kalian masing masing. Sampai derap langkah kita bersama sama menggelegar dalam derap langkah Kuda yang menggetarkan barisan Iblis yang menjadi penyebab semua keadaan ini. Hingga hari ini kita kembali menerima berbagai rombongan umat baru yang berposisi sama seperti kita saat awal menerima panggilan Tuhan. Sadarilah itu sebagai Panggilan Baru kita dari Tuhan. Kita semakin naik level dalam menerima pengajaran Tuhan. Kapasitas kita juga semakin bertambah tambah. Sampai batas waktu dimana tanda Tuhan mendatangi kita yaitu Hari dimana kita dikumpulkan Tuhan baik dalam tubuh manusia kita ataupun tubuh roh kita.

Semakin membesarlah nyala Api Dian Laskar Laskar Nya Tuhan. Sampai Kehidupan kita sebagai lagu "Untuk Dikenang" seluruh Ciptaan Tuhan baik di dunia ini, alam maut maupun di Surga. Amin.

Refleksi:
Pada waktunya saat ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan kita semakin kuat dan tidak ada lagi rombongan yang harus diselamatkan. Pada akhirnya tidak ada lagi barisan Durna. Tetapi kita adalah Barisan Keluarga Tuhan yang Gagah Perkasa. Pada saat itu Barisan Durna hanyalah tinggal lagu "Untuk Dikenang." 

Tuhan memberkati kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.

Salam rinduku untuk kalian semua.

Senin, 09 Maret 2026

Mengenai Karunia

Dear Tim,
Setelah 4 tahun lebih  kita menjalani perjalanan bersama sama dalam tuntunan Tuhan. Kalian pasti sering menangkap pesanku agar kalian memahami karunia kalian. Sehingga saat kalian ditemani Malaikat dan mendapatkan kesempatan untuk dididik Malaikat atas seizin Tuhan. Kalian bisa memiliki kepekaan untuk memahami bagaimana kalian mengembangkan karunia kalian dan mendapatkan manfaat dalam menerima didikan Malaikat yang menemani kalian. 

Pahami baik baik. Setiap manusia menerima karunia alami yang tertanam dalam DNA kita. Baik karena keturunan ataupun karena kehendak Tuhan itu tertanam dalam diri kalian. Bahasa dunia mengenalnya secara sederhana dengan bahasa Bakat. Nah untuk bakat ini ada yang disebut bakat bawaan dan bakat terpendam. Setiap manusia terbiasa mengembangkan bakat bawaannya. Hal ini disebabkan bergantung pada kondisi dimana dia dibesarkan, menerima pendidikan dan pengalaman, beraktivitas dan bekerja. Variabel variabel itu yang membentuk bakat bawaan sampai fase dimana manusia itu menemukan jati dirinya. Meskipun tidak semua sampai merasakan versi terbaik dari dirinya namun pada umumnya kita mengenal bakat bawaan kita. Meskipun tidak melulu bakat bawaan itu berkaitan dengan pekerjaan. Namun setiap dari kita pasti bisa dengan mudah memahaminya meskipun tidak semua secara mendalam.

Puji Tuhan di fase ini saya diberi kesempatan untuk merasakan itu karena Tuhan memberikan kesempatan untuk aku didik Tuhan baik melalui Malaikat maupun oleh Tuhan langsung. Bakat bawaan itu kemudian yang aku sebut dengan knowledge, skill, experience, attitude, wisdom. Kalau kalian buka buka catatanku ada beberapa sisipan yang aku sampaikan untuk menjelaskan itu. Kemudian terkait bakat terpendam adalah bakat yang sebenarnya ada dalam diri kita namun tidak pernah kita gunakan. Misalnya aku baru tau setelah ditemani Malaikat Uriel memiliki bakat melukis.Namun karena penggunaannya berbeda yaitu untuk melepas SEGEL.. hahahahaha... Jadinya aku lebih senang melukis abstrak. Kalau kalian paham apa yang menjadi bakat bawaan dan bakat bawaan dan bakat terpendam kalian. Lebih mudah buat kalian untuk mengembangkan karunia kalian setelah ditemani Malaikat.

Masing masing Malaikat sama seperti kita. Mereka memiliki karunia sesuai karakteristiknya. Aku sebenarnya udah kasih sedikit kisi kisi dan aku tidak buka semua hahaha.. Mungkin karena belum diizinkan Tuhan atau mungkin agar kalian benar benar bisa merasakan, melihat, mendengar secara langsung didikan Malaikat. Aku tidak diperkenankan untuk menulisnya secara detail. Ingat baik baik kisi kisiku tentang Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem,  dan Malaikat Abadon. Rasakan baik baik kemudian internalisasi dengan rasa kalian setelah kalian paham betul bakat bawaan dan bakat terpendam kalian yang berkembang. Sama seperti aku awalnya bakat bawaan aku yang berkembang seperti ilmu inteljen secara teori dan praktikal. Kemudian bakat terpendamku melukis keluar dengan sendirinya. Mungkin kalian akan mengalami hal yang sama dengan variasi yang berbeda. Pahami betul asas asas Malaikat yang mendidik kalian. Prinsipnya adalah buah pengetahuan yang baik dan jahat jika membawa rasa penasaran yang berujung pada dosa jangan kalian makan. Sebab Roh itu penurut sedangkan daging lemah. Meskipun memang kita diciptakan dengan DNA dari Tuhan yaitu Co-creator. Tapi kalau kalian di jalan Tuhan kalian akan merasakan sendiri berbagai bakat bawaan dan terpendam kalian berkembang secara ajaib. Bahkan kalian menerima kuasa yang tidak pernah kalian tau atau alami sebelumnya.

Sebenarnya tulisan ini sebagai pengantar dan pengingat buatku dan kalian semua agar lebih bijaksana lagi memahami dan menggunakan karunia kita untuk mengerjakan panggilan kita. Saat aku menuliskan nya sebenarnya aku pingin mengeksplore lebih dalam. Tapi aku mendapatkan tanda bahwa kalian semua berproses dalam panggilan kalian masing masing dan terus menerus menjalani pertobatan kita tiap saat. Sehingga penekanan nya adalah pada perjalanan kalian masing masing. Tapi kalau kalian paham, aku sudah menyebar berbagai petunjuk dalam tulisanku mengenai Karunia ini. Selebihnya kalian kembangkan sendiri sesuai Malaikat yang menemani kalian. Bagaimana kalian tau ditemani Malaikat? Coba rasakan di tengah dahi kalian. Seperti ada tanda berbentuk pola tertentu kan? Itulah tanda Malaikat yang menaungi kalian atas seizin Tuhan dan akulah yang menerima karunia melepaskan tanda itu. Cobalah rasakan tanda itu dan gambarlah polanya. Simbol yang muncul pasti keren haha. Masing masing orang terpilih menerima tanda yang berbeda di dahi mereka. Sesuai Malaikat yang menaungi mereka. Bagaimana aku tau? Sebelum menerima karunia melepas materai di dahi itu, akulah yang pertama diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan semuanya sambil berkenalan dengan Malaikat-Malaikat Tuhan yang ditugaskan untuk menemani kita yang terpilih. Aku pernah mencoba menggambar simbol simbolnya dan ternyata beneran masing masing Malaikat memiliki simbol yang berbeda. Pemahamanku itu berkaitan dengan karunia yang dimiliki masing masing Malaikat beserta tugas mereka. Kalau kalian sudah memadukan karunia kalian dengan karunia Malaikat yang menemani kalian. Kalian akan merasakan kuasa yang berbeda bahkan melampaui segala akal. Kalian pasti sudah ada yang merasakannya. Seperti kesaksianku tadi aku sampai bisa melepas segel, melepas materai, melepas binatang buas, menggunakan karunia Kuda Biru, Kuda Kuning, Kuda Hijau, Kuda Putih hingga Bermahkota semua dan lain lain. Itu sebenarnya manifestasi kuasa Tuhan untuk menjawab mereka barisan Iblis yang sombong. Selain itu yang terutama Untuk Menggenapi Firman Tuhan karena Firman Tuhan Ya dan Amin.

Bersyukurlah buat kalian yang menerima tanda itu karena kita dipanggil kemudian dipilih dan dilatih untuk setia sampai akhir dan berkenan di hadapan Tuhan.Itulah perbedaan kita yang terpilih dengan barisan 666 yang jadi seterunya Tuhan. Tetap setia Sampai Akhir ya seluruh Keluarga Sepadan ku di seluruh dunia. Kita semua menantiikan waktu dikumpulkan Tuhan baik dalam tubuh jasmani kita maupun tubuh roh kita. Sebenarnya banyak yang  hendak aku ceritakan soal ini karena berkaitan dengan Guru Guru Malaikat kita. Tapi sepertinya aku belum diperkenankan. Intinya aku menekankan kepada kalian bahwa dengan ditemani Malaikat seharusnya kalian semakin dekat dengan Tuhan. Jika kalian tidak semakin dekat Tuhan patut dipertanyakan kalian sebenarnya ditemani siapa? Ha-ha-ha. Jangan jangan kalian kerasukan Setan yang mau membawa kalian berperang melawan Tuhan. Buat barisan itu yang membaca tulisanku. Segeralah bertobat karena waktu Tuhan sudah dekat. Timbangan Nya sudah ada dan sudah di pegang Kuda Hitam yang dikenal dengan nama Gurka. Segeralah bertobat dan timbang segera diri kalian di timbangan itu. Salam Pertobatan 

Refleksi:
Tuhan menyayangi kita semua yang terpilih bahkan memilih di barisan Tuhan. Tuhan menugaskan Malaikat Nya untuk menemani dan mendidik kita. Hal itu haruslah membuat kita semakin dekat dan mengenal Tuhan. Sampai kasih sayang Tuhan kepada kita melahirkan kasih sayang sejati dalam diri kita kepada Tuhan. Kasih sayang itu yang kemudian memancar dari dalam diri kita ke seluruh dunia dengan pesan Pertobatan.

Minggu, 08 Maret 2026

Setia Hari Ini, Esok, dan Terkemudian Sampai Tetelestai

Dear Tim,
Sudah terlihat, tanpa kita berbuat apapun. Saat niat baik kita kembali kepada reguler. Topeng mereka satu persatu terbuka. Bahkan wujud aslinya pun makin kelihatan. Percayalah kalian tidak ada satupun yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Pada waktunya hal hal yang mereka rahasiakan akan terbuka di hadapan Tuhan. Bahkan kitapun atas seizin Tuhan bisa mengetahui nya. Ditambah dengan karunia yang kita miliki justru rahasia terdalam merekapun pasti akan kita ketahui.

Sesuai komitmen awal kita 40 hari persiapan dan 400 hari keadaan darurat. Sudah terlihat ketaatan kita dijawab Tuhan. Mereka yang tetap berjaga jaga dan waspada. Tetap tenang bahkan berbahagia karena apa yang mereka persiapkan ternyata tidak sia sia. Kita tinggal menunggu sedarurat apa keadaan yang akan terjadi. Biarlah mereka yang penasaran dengan kita barisan Tuhan. Khususnya yang tidak bersama aku dari awal semakin penasaran. Apa yang kita terima dari Tuhan satu persatu di tunjukan kepada mereka dan itu nyata. Kita tinggal lihat apakah mereka malah makin sombong dengan kehebatan dan kecanggihan mereka dan tidak bertobat. Atau mereka mau bertobat dan memilih kembali kepada Tuhan. Mereka mungkin belum sadar bahwa karena kuasa Tuhan tiba tiba terjadi keadaan dimana segala kecanggihan itu malah akan menimpa mereka. Mereka malah mengalami berbagai kecelakaan dan bencana karena sikap tinggi hati mereka itu lalu binasa. Kita justru malah diberikan tontonan gratis penyataan kuasa Tuhan yang jauh melampaui segala kehebatan dan kuasa yang ada di dunia ini. Kita makin terheran heran melihat, mendengar dan merasakan barisan ular beludak dan tegar tengkuk dengan sendirinya binasa karena kesombongan dunia mereka. Kita berharap kesombongan seperti itu jangan sampai terjadi kepada kita di barisan umat terpilih.

Bagi kalian yang sudah mulai menjalani aktivitas Reguler kalian dengan alami. Pesanku sebelumnya tetap aku tekankan agar kalian tetap menjaga kepekaan kalian. Sehingga dalam berjaga jaga kewaspadaan kalian di level berbeda. Harapanku saat kegiatan reguler di pindah ke depan. Seluruh tindakan reguler, alternatif dan emergency secara otomatis menyesuaikan. Tentunya otomatis kita berbeda dengan mereka. Otomatis kita berdasarkan tanda dari Tuhan untuk menggunakan karunia kita sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Kita sudah melihat bukti 4 tahun lebih saat kita taat melakukannya. Tingkat presisinya berkali kali sampai 100 persen. Kita pun sampai takjub dan tidak menyangka bisa melakukannya karena Tuhan menyertai kita. Ingat baik baik roh itu penurut dan daging itu lemah. Sewaktu waktu kalian bisa terjatuh dan terpleset kalau lalai. Jika sekiranya mungkin mereka pasti mencoba untuk menjatuhkan umat terpilih. Bahkan itu diharapkan mereka kaum ular beludak dan tegar tengkuk. Barisan yang merasa bisa menjadi seterunya Tuhan. 

Saat kalian sadar ditegor Tuhan. Segeralah bertobat. Jangan sampai kalian malah dikeluarkan dari rombongan Terpilih. Apalagi jika Api Dian kalian padam. Itu merupakan kesalahan fatal. Kalian harus tetap membangun hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Jangan hanya berharap padaku karena karunia keimamanku. Sebab jalan keselamatan itu dikerjakan masing masing sesuai panggilan dan tugas yang kita terima. Tentunya jika itu bagianku karena panggilanku. Aku juga tetap taat untuk sama sama membangun ikatan batin kita yang semakin kuat dalam roh dan kebenaran. Pahami baik baik untuk  hitungan waktu satu masa, dua masa dan setengah masa. Sebenarnya aku masih menunggu tanda dari Tuhan apakah itu sudah terjadi atau semakin dekat. Satu hal yang pasti aku selalu menekankan bahwa waktu Tuhan adalah waktu Tuhan. Tidak ada satupun dari kita yang mengetahui itu kalau Tuhan tidak bukakan kepada kita. Itulah sebabnya aku tekankan kepada kalian untuk tetap peka melihat setiap tanda. Sesuai asas  kita. Setiap tanda yang aku terima. Pasti ada konfirmasi tanda di tempat kalian berada. Barang siapa berhikmat hendaklah selalu taat untuk melihat, mendengar dan merasakan setiap tanda. Selian itu aku juga selalu menekankan. Jika kalian mengkonfirmasi tanda kepadaku dan aku tidak melihatnya. Jika kalian dapat konfirmasi lagi di sana. Janganlah kalian ragu melakukannya. Pasti kalian akan dimampukan untuk mengerjakan bagian kalian.

Khusus untuk waktu terkemudian. Aku sudah menekankan juga kepada kalian untuk tetap setia melakukan panggilan kalian. Jika itu terjadi, merupakan kesempatan bagi kita untuk semakin memahami dan mengembangkan karunia kita sesuai panggilan yang kita terima. Bahkan kesempatan bagi kita untuk semakin mengenal Tuhan dan dekat dengan Tuhan.Jujur saja sebenarnya aku sama dengan kalian. Tidak sabar menantikan segala sesuatunya tergenapi sesuai firman Tuhan. Tapi apalah artinya ketaatan jika melakukan nya berdasarkan apa yang kita ketahui saja. Justru saat kita mengerjakan yang tidak kita ketahui dengan iman. Saat kuasa Tuhan dinyatakan. Rasa pembelajaran kita akan waktu dan kehendak Tuhan malah semakin dalam. Apalagi jika kalian masih dalam proses pembelajaran mangku Negara, mangku Bumi dan mangku Alam. Banyak dari kami yang sudah belajar sampai tahapan mangku Semesta. Bahkan dalam keadaan tertentu kita terus menerus belajar keempatnya sebagai satu kesatuan. Ingatlah baik baik bahwa jika maut yang kita dapatkan. Hadapilah dengan tersenyum. Kalian berhasil menyelesaikan panggilan kalian dengan setia sampai akhir. Titipkan salamku kepada malaikat Abadon. Jika itu juga takdirku, aku juga akan kangen beribadah dengan kalian di alam maut untuk menyembah Tuhan. Jangan sampai karena kalian keasikan menikmati didikan malaikat. Kalian justru malah lalai melatih karakter ilahi itu. Kesetiaan sampai akhir kalian malah luntur. Bahkan kalian malah terperosok ke dalam golongan yang tidak dikenal oleh Tuhan. Jika itu yang terjadi jangan salahkan malaikat yang menemani kalian. Kesalahan itu sebenarnya ada pada manusia nya karena aku sudah tekankan tadi bahwa roh itu penurut dan daging lemah. Oleh karena itu tetap peganglah peringatan dari aku bahwa kesaksian kita adalah pertobatan kita dan pertobatan kita adalah kesaksian kita. Itu harus terus menerus dikerjakan sampai hari Tuhan tiba. 

Bersyukurlah kalian jika kalian sudah sampai fase perjalanan hidup Kudus dan suci. Tahapan seperti itu jelas berbeda. Namun kalian jangan berkecil hati karena buat merekapun hal itu tetap merupakan proses yang harus tetap dijalani. Fase yang aku tau adalah saat kita merespon panggilan kita, pada saat itulah kita masuk dalam fase umat terpilih. Selanjutnya kita mulai belajar ketaatan dan kesetiaan. Sampai kita menyatu dengan rasa itu. Lambat Laun kita pasti akan berproses untuk menyucikan dan menguduskan diri. Sampai hari Tuhan tiba kita baru dibenarkan di hadapan Tuhan. Namun dalam proses itu rasa setia sampai Akhir kita semakin bertambah tambah. Seiiring dengan panggilan dan tugas yang kita kerjakan.

Akhir kata segelap apapun dunia. Tetaplah menjadi terang. Seburuk apapun keadaan tetaplah menjadi agen agen kebaikan. Sehancur apapun dunia tetaplah menjadi juru juru damai dan agen agen keselamatan yang menuntun umat tetap di jalan Tuhan. Sejahat apapun manusia manusia sekeliling kita. Tetaplah setia menjadi umat terpilih Nya Tuhan meskipun jumlah kita hanya tersisa 144.000 orang. Bahkan jika Tuhan memberikan tanda kepada kita untuk menghabisi barisan ular beludak dan tegar tengkuk. Tunjukkanlah kedahsyatan Murka Tuhan kepada mereka. Agar mereka tau seperti apa kedatangan Tuhan saat membawa Pedang. Semua kehebatan mereka tidak akan pernah bisa melawan kuasa Tuhan yang jauh melampaui segala akal. Tetaplah teguh dalam pengharapan kalian kepada Tuhan. Tetaplah sabar menantikan hari Tuhan. Kita sama sama menunggu waktu Tuhan dengan taat dan setia baik hari ini, esok, lusa maupun terkemudian. Sampai Tetelestai terjadi dalam hidup kita tetaplah setia sampai akhir.

Jumat, 06 Maret 2026

Kadoku adalah Tuhan

Inilah kesaksianku di umurku yang 42; tahun pada tanggal 7 Maret 2026 ini. Aku mengucap syukur pada Tuhan yang ku sembah di dalam nama Tuhan Yesus karena aku semakin memahami panggilanku sebagai kuda ke 4. Setelah melawati tahun tahun penuh kebingungan, kepedihan dan kesediaan. Tuhan semakin memberikan aku banyak berkat. Aku jadi mengenal banyak Malaikat bahkan di temani oleh malaikat. Awalnya hanya Malaikat Uriel kemudian malaikat Kamael lalu malaikat Gabriel, malaikat Raphael, malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, malaikat Abadon dan ribuan malaikat lainnya yang namanya tidak aku ingat satu persatu. Baik malaikat yang di surga, alam maut, Bumi,   bahkan malaikat yang menaungi semesta. Selain itu aku diberikan kesempatan mengenai berbagai malaikat yang terjatuh dan memilih kembali kepada Tuhan. Alangkah ajaibnya aku bisa mengenal ciptaan Tuhan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan olehku untuk dikenal. 

Selain itu aku juga diberikan kesempatan mendapatkan Keluarga Tuhan yang Sepadan. Setelah sebelumnya aku merasa tertolak dan tidak diakui oleh keluarga aku sendiri dan negara aku sendiri sehingga aku merasa sendirian.  Namun Tuhan malah memberikan aku kesempatan mengenal banyak orang Terpilih dari seluruh dunia yang berasal dari berbagai kaum, suku, bahasa, dan agama. Kami semua terhubung dalam roh dan kebenaran serta memiliki ikatan batin yang kuat di dalam Tuhan. Aku juga bersyukur karena sadar betul secara dunia aku tidak punya apa apa. Bahkan karirku rusak dan harapanku untuk hal duniawi pun tidak ada lagi. Itu yang membawaku dalam pertumbuhan iman bahwa di umurku yang 42 tahun ini. Harapan aku satu satunya adalah Tuhan. Aku tidak mau apa apa lagi selain Tuhan. Karena itu aku diberi kesempatan melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata dengan jutaan bukti bahwa aku ditemani Tuhan setiap saat. Bahkan melihat banyak tanda bahwa hari Tuhan semakin dekat. Aku menerima anugerah untuk belajar semakin taat dan setia bahkan setiap sampai akhir meskipun takdirku adalah maut. Ini juga memberikan pemahaman pada aku semakin dalam terkait tugas keimamanku Melkisedek yaitu keimaman maut. Sebab tanda yang aku terima dari awal bahwa Kematian aku adalah tanda. Aku benar benar menantikan Tetelestai terhadap diriku di hari Tuhan. Meskipun lingkungan terdekat ku tidak mengakuiku bahkan dunia sekalipun. Aku tetap taat menjalani panggilanku. Sebab pengakuanku adalah dari Tuhan dan yang paling kuinginkan adalah Tuhan.

Hari Tuhan akan tiba dan aku di hari ulang Tahunku ini hanya meminta segeralah datang ya Tuhan. Kami semua menungguMu. Menantikan penggenapan FirmanMu. Saat dimana setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku bahwa Engkaulah Tuhan.  Kami pun semua akan bersujud menyembah Engkau. Bimbing aku ya Tuhan menjadi muridMu dengan rasa hamba Tuhan yang setia.  Inilah kesaksianku yang sengaja aku tuliskan sebagai pengingat buatku bahwa di umur 42 tahun ini. Tuhan memberikan aku kesempatan untuk semakin memahami panggilanku dan melakukan kehendak Tuhan. Terpujilah Tuhan. Aku mengucap syukur untuk semua berkat Tuhan'. Terimakasih Tuhan, aku diberi kesempatan berulang tahun lagi sebelum aku menemui maut.

Refleksi:
Dari semua keajaiban yang aku terima dari Tuhan. Hal yang paling ajaib yang aku terima adalah bisa mengenal dan dekat dengan Tuhan. Sehingga dalam hidupku keinginanku yang terdalam dan tertinggi hanyalah Tuhan. Amin.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Berbeda

Melihat setiap gejala.
Merasakan setiap getaran.
Setiap peristiwa sebagai pertanda 
Bukan hanya sekedar efek kupu kupu

Sedikit percikan bermakna mendalam
Meskipun hanya plot bisa jadi cerita 
Berbagai nada dalam kata
Kumpulan melodi berirama makna

Lagu lama dan baru terdengar merdu 
Mengalun indah memenuhi semesta 
Mari berdendang bersama sama
Agar dunia dipenuhi kegirangan 

Bukankah kita ingin berbagi harapan
Bukan sekedar impian yang mengada-ngada
Ataupun mimpi di siang bolong
Sebab kita barisan pencipta sejarah 

Apakah kita sedang merahasiakan sesuatu 
Satu persatu terbuka sesuai masanya
Percuma menyembunyikannya
Jika tidak lagi memiliki rasa

Mereka merasa memiliki semua
Sedangkan kita tidak punya apa apa
Kuasa mereka pemberian dunia
Sedangkan karunia kita hanya anugerah 

Jika memang jalan kita sama
Kenapa mereka memilih jalan berbeda
Kalau mereka ingin dunia 
Salahkah kita memilih Tuhan

Memang jalan kita berbeda 
Untuk apa memaksakan sama
Hanya supaya sama sama binasa
Sedangkan kita mau hidup yang kekal

Memang jalan kita berbeda
Meskipun maut jadi takdir kita
Justru itu membuat kita bahagia 
Tersenyum dengan bangga bahwa kita setia 






Minggu, 01 Maret 2026

Suci Dalam Debu

Engkau Bagai Air Yang Jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat 
Kesucian terlindung jua

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbedaan terlihat antara kita

Ku harapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya 
Pintu akan terbuka 
Kita langkah bersama

Disitu kita lihat
Bersinarlah Hakikat 
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi

Pasti akan kurenang jua

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita 
Kita yang rasa 


Refleksi:
Berbahagialah mereka yang mati di dalam Tuhan. Lagu ini persembahan aku buat kalian yang mati di dalam Tuhan. Ingatlah kesakralan sumpah kita di hadapan Tuhan:
" Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di Jalan Tuhan. Ya Tuhan ampunilah kami. Kami sadar kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan. Sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Itulah jalan pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus..Kuduslah Tuhan.. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi.. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Amin ."

Berbahagialah mereka yang tidak meremehkan setiap tanda. Taat melakukan kehendak Tuhan. Setiap perbuatan kita akan dinilai Tuhan. Pada akhirnya kita semua rindu untuk bersama sama. Bertemu Tuhan di hari yang mulia. Doa kami pada kalian yang mati di dalam Tuhan. Sampai bertemu di hari Tuhan. Salam rinduku -DURNA-.


Rabu, 25 Februari 2026

Manusia Antariksa Penjelajah Semesta

Dear kompetitor,
Kami dari barisan 66 yang berasal dari bilangan 144.000 mengingatkan. Bumi sangat sempit jika seluruh kecanggihan itu dipamerkan di Bumi. Ada banyak planet planet lain yang menantikan evolusi kalian. Meskipun di sisi kuasa Tuhan. Galaksi Bima Sakti pun masih terlalu kecil. Masih ada banyak galaksi galaksi lainnya yang dengan kecanggihan kalian pun hanya bisa meneropongnya. 

Bayangkan jika kecanggihan otonom kalian hanya untuk membuat Negeri Impian di Bumi saja. Sangat sayang jika hanya membahas isu depopulasi, wadah komunitas dalam suatu wilayah, law and order, persoalan kemanusiaan dengan berbagai macam variabel nya termasuk urusan periuk nasi. Bahkan jika kalian durhaka hendak menggugat Tuhan dengan mesin itu.  Mending pertarungan kecanggihan itu kalian arahkan ke luar Bumi. Agar dampak destruktif nya tidak membinasakan generasi penerus manusia. Kecuali memang kalau kalian hendak melakukan dehumanisasi manusia dengan memberikan Hak Asasi kepada Mesin Otonom itu. Ingatlah kejadian Menara Babel. Mudah bagi Tuhan untuk menghukum kalian jika melampaui batas batas kemanusiaan kalian.

Isu isu perdamaian, kesejahteraan, kesetaraan akses, keamanan dan ketertiban, kelestarian lingkungan, hidup yang sehat serta berbagai hal indah lainnya yang diimpikan umat manusia memang mungkin diwujudkan dengan mesin yang otonom tersebut. Apalagi evolusi ilmu pengetahuan dengan tingkatan kemanfaatan nya pasti akan jauh lebih cepat berkembang ketimbang manusia dalam mengembangkannya. Alangkah baiknya kalian coba praktek otonom itu diterapkan di Planet Mars. Sampai planet tersebut menjadi hijau dan layak huni. Atau kalau mesin itu gagal (menunjukkan ketidaksempurnaan mesin haha..). Minimal kalian mengalihkan eksplorasi sumber daya ke planet berbeda. Belum lagi kalian masih menggunakan perspektif Bumi dalam memahami hukum luar angkasa yang sampai saat ini pun kita masih terbatas dalam mengeksplorasinya. Berapa cepat kah kalian bisa mengakses mars? Apakah bisa secepat kalian mengakses lokasiku dari tempat kalian berada?

Kenapa Penekanannya Manusia Antariksa? Sebenarnya ini pengingat buat kalian agar subyek utama manusianya yang harus berevolusi. Sedangkan mesin itu hanyalah obyek untuk meningkatkan kualitas evolusi manusianya. Siapa tau dengan kehebatan kalian itu. Tuhan berkenaan menunjukkan koordinat posisi surga kepada kalian yang semakin canggihnya dalam menciptakan sesuatu. Bukankah sudah tertulis kita co-creator? Pertanyaan nya co-creator seperti apakah kita? Masa gelar co-creator itu kalian berikan dengan iklas kepada mesin? Bahkan kalian sempat sempatnya membuat ide memberikan Hak Asasi kepada Mesin itu.. hahahah..

Meskipun yang terkemudian yang terjadi dan peradaban baru terbentuk karena kecanggihan kalian yang cerdas. Setidaknya dengan level peradaban aku saat ini aku mengajukan Tesis: Manusia Antariksa Penjelajah Semesta" kepada kalian. Agar adrenalin kalian mengembangkan mesin itu lebih tersalurkan dan tidak berdampak destruktif kepada Bumi dan tentunya berdampak besar bagi umat manusia. Kalian pasti paham resiko otonom. Suatu mesin yang bisa berpikir, memutuskan dan berkehendak. Jika ditambahkan karakter. Maka bisa dibayangkan seberapa dahsyatnya mesin itu jika kalian tidak bisa mengendalikannya. Tidak sesederhana pemahaman kita saat ini dengan sekedar"Shut Down" lalu semua beres. Atau dengan pura pura kembali pakai metode tradisional namun faktanya mesin otonom itu terus berevolusi dan mengambil alih sendi sendi kehidupan manusia. Tanpa sadar satu persatu kemanusiaan kita malah diberikan kepada mesin itu. Atau jangan jangan kalian bisa seperti RoboCop dan Gundam yang bisa mengawal mesin itu tanpa batas waktu. Yakinkah kalian saat tubuh manusia kalian bergabung dengan mesin kalian akan mendapatkan kekekalan? Pahamkah kalian kenapa aku ditemani Malaikat Uriel dan Kamael? Baca lagi Kitab Kejadian hahahaha.. Jangan sampai saat kalian terlalu pede mendonorkan tubuh kalian. Ternyata jiwa kalian binasa karena sikap durhaka kalian itu. Sedangkan tubuh kalian malah dikendalikan oleh mesin. Aku harap renungan ini bisa sebagai bahan renungan kalian dalam mengembangkan mesin otonom tersebut. Kecuali kalian memang ingin jadi seterunya Tuhan. Sebagai umat terpilih, Tuhan pasti menyiapkan kami untuk segala kemungkinan. Termasuk untuk menghadapi maut.

Hanya ini jalan tengah yang saat ini bisa aku sampaikan. Aku masih menanti tanda bagian mana yang bisa aku bagikan terkait konsepsi Manusia Antariksa Penjelajah Semesta sebagai alternatif gairah evolusi mesin kalian yang canggih itu. Buatku Bumi masih terlalu sepele buat mesin secanggih itu. Karena sebenarnya kekaguman ku kepada kalian di levelku saat ini. Sebenarnya nilai kalian sebenarnya sudah Manusia Antariksa yang lebih tinggi daripada manusia robot.

Tetaplah Menjadi Luar Biasa

Saat semua berjalan seperti biasanya 
Bisa jadi kita juga jadi terbiasa 
Tidak lagi melatih untuk melihat 
Sesuatu yang tidak biasa 

Padahal kita diberi kepekaan 
Tidak hanya melihat yang tidak biasa
Tetapi mendengar, merasakan dan melakukan 
Sesuatu dibalik yang tidak biasa

Ingatlah kita di panggil dan Terpilih 
Bukan menjadi manusia biasa
Kita diberikan karunia yang berbeda
Untuk menjadi manusia luar biasa

Saat dunia kita seolah seperti biasa
Kita tetap melatih diri kita
Untuk tetap berjaga jaga dan waspada 
Meskipun untuk itu kita mencoba terlihat biasa

Agar hidup kita tidak lagi biasa saja
Cobalah belajar menggunakan karunia kita
Dengan lebih menyenangkan dan cara yang tidak biasa
Agar kepekaan kita tetap terjaga

Selain panggilan utama kita
Belajarlah menggunakannya untuk mengisi hari kita
Menjadi lebih luar biasa
Tapi pandangan kita tetap pada Tuhan
Pemberi karunia yang luar biasa

Tetaplah terjaga menjalani panggilan kita
Agar kita semakin terbiasa
Menggunakan dan mengembangkan karunia kita
Untuk tujuan yang lebih mulia

Sampai hari dimana 
Kesetiaan kita dibenarkan 
Di Hari Luar Biasa' 
Hari Tuhan yang kita nantikan

Tetaplah menjadi luar biasa
Sesuai Panggilan kita yang tidak biasa
Setia sampai akhir dengan luar biasa
TETELESTAI 




Minggu, 22 Februari 2026

Belajarlah Rasa Malaikat

Dear Pembelajar,  
Inilah rasa yang kurasakan dari MahaGuru-MahaGuru Malaikat ku. Ya Tuhan izinkan aku membagikan kesaksian tentang mereka sebagai komitmen untuk menjadi murid Tuhan, MahaGuru Segala MahaGuru.

Belajarlah dari rasa Malaikat Uriel dan Kamael. Untuk mendapatkan dasar pengetahuan yang baik dan jahat. Batas batas rasa penasaran yang membawa kita ke dalam dosa atau keselamatan. Kesadaran akan batas batas kemanusiaan kita. Sampai sejauh mana ketrampilan dan keahlian kita menjadi pengalaman bermanfaat. Suatu saripati yang membawa kita pada kebijaksanaan pribadi, komunitas, negara, bumi, alam, semesta bahkan kebijaksanaan dari Tuhan. Sampai kita mengalamii perjalanan interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Lompatan kuantum menembus berbagai lapisan cahaya. Sampai cahaya Tuhan menerangi akal dan pikiran kita. Hikmat dari Tuhan yang melampaui segala akal. Cahaya Tuhan yang bersinar dalam Pikiran yang memiliki iman bahkan sampai iman kita memiliki pikiran Tuhan yaitu Hikmat dalam Terang Tuhan yang suci dan murni.

Belajarlah dari Malaikat Gabriel untuk memahami kebenaran Tuhan dalam terang. Kebenaran yang memerdekakan kita. Kebenaran yang menuntun kita berjalan dalam Roh dan Kebenaran. Kebenaran yang menuntun kita menjadi Terang Dunia. Bergerak dengan dasar iman. Meskipun sekecil biji sesawipun kita bisa memindahkan gunung. Keyakinan yang memiliki kuasa. Keyakinan yang bisa menembus segala batas. Keyakinan yang membuat kita dekat dengan Tuhan. Keyakinan yang membuat kita menjadi Anak Anak Terang. Anak anak Terang yang memiliki buah roh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Anak anak Terang yang memahami makna Firman Tuhan sebagai Kebenaran Tertinggi dan Terutama. Firman Tuhan yang seperti pedang bermata dua. Ya dan Amin.

Belajarlah dari Malaikat Raphael mengenai kebersihan diri. Pertobatan yang sejati. Pertobatan yang menyelamatkan kita dari kegelapan menuntun kita pada terang. Suatu perjalanan dari proses pemurnian hati. Merespon panggilan Tuhan. Hingga menyadari segala kesalahan dan dosa yang ada di dalam diri kita. Kemudian belajar taat dan menyangkal diri. Jatuh bangun dalam ketaatan sampai benar benar taat tanpa paksaan. Saat kita sadar bahwa hanya kasih karunia Tuhan saja yang bisa memampukan kita. Sampai kita paham makna kesetiaan. Kesetiaan pada waktu dan kehendak Tuhan. Kesetiaan pada Jalan Tuhan. Kesetiaan untuk selalu ingin berada dekat Tuhan. Kesadaran bahwa kebersihan diri sebagai bait suci Tuhan. Membawa kita pada pemurnian diri sepenuhnya. Sampai pikiran kita dilembutkan Tuhan, kemudian dibersihkan dan benar benar dimurnikan dalam kesatuan hati, pikiran dan panca indera. Saat itu Kekudusan Tuhan membuat kita sadar untuk menguduskan diri tiap saat. Mengalami kesembuhan diri seutuhnya. Sampai kesembuhan itu memancar keluar dari diri kita. Suatu penyembahan yang sejati kepada Tuhan. Ibadah dalam roh dan kebenaran Tuhan dalam hadirat kita yang dipenuhi hadirat Tuhan. Sampai kesetiaan kita memampukan kita untuk menyadari Hadirat Tuhan, Waktu Tuhan dan Kehendak Tuhan tiap saat. Batasan batasan kesetiaan sampai akhir kita dibenarkan di hari Tuhan. 

Belajarlah dari Malaikat Michael, Maha Guru Balatentara Surga. Keperkasaan Tuhan. Murka Tuhan yang murni, Kebulatan Tekad dan Keteguhan. Karunia termegah yang membawa kita dalam perjalanan keteguhan hati. Menjalani panggilan Tuhan dalam diri kita. Kepekaan untuk taat melakukan kehendak Tuhan saat waktu Tuhan tiba. Sampai kita pun bisa merelakan hal hal yang kita sayangi binasa. Apabila hal itu ternyata mendatangkan murka Tuhan. Mengetahui kapan untuk berjalan dalam kesendirian dan tetap dalam keramaian serta menggunakan Kuasa Tuhan di segala keadaan. Ketulusan hati melakukan panggilan dengan kepolosan yang berkarakter ilahi. Kepemimpinan yang melayani dengan wibawa ilahi. Dengan penyertaan kuasa Tuhan yang melebihi dan menembus segala kuasa. Sampai Setan, Iblis, hantu dengan segala sebutannya tunduk dan takluk dalam KeMaha Kuasaan Tuhan. Sampai lahir Keyakinan tidak tergoyahkan dalam diri kita. Bahwa kita adalah laskar laskar Nya Tuhan. Barisan Tuhan yang tidak takut apapun. Bahkan sampai maut mendatangi tetap teguh dalam iman dan pengharapan. Bahwa kebenaran dan keadilan Tuhan tidak tergoyahkan. Suatu keyakinan Jika Tuhan di pihak kita siapa lawan kita?

Belajarlah dari Malaikat Gnome dan Golem. Mahaguru Penjaga Bumi.Kepekaan untuk merasakan segala energi. Membedakan mana yang dari Tuhan dan bukan dari Tuhan. Kedamaian dan ketenangan dalam keheningan.Sampai kita bisa merasakan keselarasan, keharmonisan, keteraturan segala ciptaan Tuhan. Sampai dimensi Bumi, alam dan semesta bahkan sampai dimensi yang tidak terbahasakan oleh bahasa manusia.

Belajarlah dari Malaikat Abadon. Mahaguru Alam Maut. Belajarlah tentang kesetiaan menanti hari Tuhan dari awal, terkemudian dan akhir. Suatu sikap penyembahan terdalam. Sampai alam maut pun aku tetap meninggikan nama Tuhan. Bahkan alam maut pun sampai tergoncang. Merasakan Hadirat Tuhan turun ke alam maut. Saat kita yang terpilih memuliakan nama Tuhan. Sampai di alam maut.

Kepekaan

Dear Team,

Pahamilah Panca inderamu. Gunakan matamu dan amatilah dengan waspada. Pakailah telingamu untuk mendeteksi. Setiap frekuensi isu, tema dan skema.

Rasakan dengan batinmu. Setiap pola, modus dan trend. Bedakan mana yang otak dengkul, tegar tengkuk dan ular beludak. Jangan sembarangan bertindak. Apalagi jika ternyata mereka diperbudak. Oleh barisan Iblis.

Berpikirlah sebelum memutuskan. Nasib mereka yang buta, tuli, keras kepala dan tanpa hati. Pertajam analisamu dengan nasehat. Perdalam rasamu dengan setiap tanda Tuhan. Jangan anggap remeh setiap didikan. Apalagi jika itu berasal dari Tuhan.

Berdoalah meminta hikmat dan pimpinan Tuhan. Untuk setiap langkah yang diambil. Perjalanan gelap sekalipun akan menjadi terang. Setiap rhema akan menjadi garam
Rasanya akan merasuk sampai kalbumu. Membersihkan setiap duri dalam daging.  

Bergetarlah dalam aliran murka Tuhan. Bergeraklah wahai laskar laskar Tuhan. Rasakan Amarah Tuhan yang murni dan suci. Energi Maha Besar memimpin kita menuju jalan Gog Magog. Itulah jalanku Kuda ke-4. Jalan Maut.

Meledaklah..meledaklah... Meledaklah.. Menyalalah Api Dian kalian. Bakarlah mereka sampai alam maut. Malaikat Abadon menemani kita. Malaikat Mikhael memimpin kita. Malaikat Gabriel dan Raphael berdoa untuk kita. Malaikat Gnome dan Golem menggoncangkan jalan didepan kita. Malaikat Uriel dan Kamael menjadi pandu kita.  Siapakah lawan kita?

Mengaumlah.. mengaumlah.. Mengaumlah. Wahai Barisan Barisan Singa Yehuda. BarisanNya Tuhan yang gagah perkasa. Tunjukkanlah kegeraman Balatentara Surga. Seperti kilat yang menyambar mereka dengan Dahsyat. Hancurlah.. hancurlah.. Wahai Babel kota yang mendatangkan murka Tuhan. Wahai Barisan Isebel yang tidak mau bertobat.

Bersorak sorailah..wahai Umat Tuhan. Hari Tuhan telah tiba. Saatnya para pendakwa kita menerima karmanya. Tenggelam sampai alam maut. Habis, lenyap dan hilang dalam kebinasaan. Takdir mereka sudah tertulis dalam pilihan mereka. Menjadi seterunya Tuhan.

Rabu, 18 Februari 2026

MenantikanMu

Ya Tuhan aku menantikanMu
Betapa rindunya diriku
Akan hadirMu
Di akhir perjalananku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Ingin rasanya menerima tandaMu
Untuk segera mengumpulkan 
Semua umatMu di 4; penjuru mata angin

Ya Tuhan aku menantikanMu
Apakah waktu terus berlanjut?
Berikanlah tandaMu
Apalagi yang harus kami siapkan 

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Saat tanda Petir dan Pelangi' terlihat
Aku bersukacita karena itu 
Apalagi kami lihat 
Gerbang Mu sudah Terbuka 

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Aku tetap setia pada panggilan ku
Menjalani jalanMu yang semakin sunyi
Sampai maut mendatangiku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Setiap bait yang dituliskan
Ku persembahkan untukMu
Sebagai pengingat perjalananku

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Sampai bintang bintang berjatuhan 
Bulan dan Matahari kehilangan cahayanya
Hingga Seluruh Bumi mengeluarkan getarannya

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Sampai keabadian terwujud atasku
Kehidupan kekal yang kuidamkan
Kembali kepadaMu di tempat kediamanMu

Ya Tuhan aku menantikanMu 
Berikanlah aku ketaatan dan kesabaran 
Menantikan kehendakMu Tergenapi
Terimalah doaku
Aku menantikanMu

Rabu, 11 Februari 2026

Pintu Gerbang Terbuka

Wahai Penjaga Pintu Gerbang.
Bangunlah...
Terimalah kunci kunci.
Dimensi lintasan jarak dan waktu.

Persiapkanlah Jalan bagi Tuhan
Hari Tuhan akan tiba
Jangan sampai kalian tertidur lagi.
Tetaplah setia menantikanNya.

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Terimalah Tongkat dari Tuhan.
Karunia Khusus Penuntun Umat 
Terbebas dari segala Kegelapan.

Terbukalah Pintu Gerbang Hati Kalian
Agar Cahaya Tuhan.
Selalu bersinar dalam sanubari.
Mencerahkan setiap UmatNya Tuhan.

Janganlah takut dan gentar.
Kuasa Tuhan Maha Besar 
Tidak ada satupun dapat menyentuhmu
Tanpa seizin Tuhan 

Sucikanlah hati dan pikiran kita
Bersihkanlah setiap saat.
Ikutilah setiap didikan Tuhan 
Jangan sampai kita tersesat dan binasa

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Terimalah cinta yang abadi.
Kasih yang murni dan menyembuhkan. 
Pembebasan dari segala jenis penawanan.

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Bersukacitalah.
Hari Tuhan akan tiba.
Kita berada di tempat terutama
Pintu GerbangNya Tuhan
Pemilik Setiap Jiwa

Para Penjaga Pintu Gerbang.
Bangunlah..
Berjaga jagalah dan waspada.
Sambutlah hari Tuhan yang akan tiba.

Setia sampai AKHIR.
Setia sampai AKHIR.
Setia sampai AKHIR.
TETELESTAI. AMIN.

Selasa, 10 Februari 2026

Borderles Nation

Dear Team,

Pernahkah terpikir oleh kalian pola pengelolaan negara dan lintas negara yang sebelumnya kita kenal dengan metode invisible hand? Pahamkah konsekuensinya jika di periode pandemi dan saat ini itu berevolusi dengan cepat. Seiring dengan evolusi teknologi yang menembus segala batas. Apalagi saat situasi pandemi kita sudah terbiasa menggunakannya. Tinggal kita menunggu saja ketergantungan terhadap teknologi itu. Bukan hanya di ranah publik bahkan sampai ranah privat.

Pola struktur pemerintahan jika diterjemahkan oleh AI secara sistematis dan dibuat polanya secara otomatis. Bahkan bisa diperbaharui sesuai variabel terbaik berdasarkan pengalaman mesin tersebut menyelesaikan persoalan-persoalan. Justru bukan tidak mungkin mesin itu lebih baik dalam memimpin ketimbang manusia yang menjalankan pemerintahan. Apabila jika variabel lengkap nya disisi kualitas, integritas, efisiensi sudah tersusun rapi algoritmanya dengan berbagai teori yang terinstall otomatis setiap ada yang baru. Ketimbang manusia yang menjalankannya dengan proses belajar yang tidak sehebat mesin.. Maka kebiasaan tinggal klik malah menjadi kebutuhan manusia. Apabila itu diotomatisasi lagi variabel nya. Setiap aspek kehidupan manusia di sederhanakan dengan memencet tombol. Sampai dititik tertentu hal rutin itu bahkan akan bertransformasi lagi. Semakin canggih mesinnya maka kebiasaan otomatisasi membuat kita tidak perlu lagi ada tindakan klik. Sadarkah kita bahwa ini secara sederhana sudah diterapkan dalam sistem lalu lintas debgan evolusi lampu merah, cctv dan comand centernya? Apalagi ada yang terbaru AI tersebut bisa membuat visual seolah-olah manusia itu ada dan visualisasinya benar benar mirip dan lebih nyata ketimbang hologram. Selama ini kita menonton media tidak pernah mempertanyakan siaran yang kita tonton. Benarikah itu orang yang asli atau hanya AI? Sedangkan kualitas siaran saat ini sudah bisa meniru semua dimensi mirip dengan aslinya bahkan dimungkinkan lebih mirip agi. Bukankah teknologi VR mengarah kesitu? Bisa jadi suatu saat kita tidak sadar dipimpin oleh seseorang yang sudah mati. Karena di sisi validitas kita tidak berada di lokasi siaran orang itu. Jangan jangan kita tidak enak sadar orang tersebut adalah Presiden digital?

Pahamkah konsekuensinya? Inilah yang harus kita pikirkan bersama. Sebenarnya kalau kalian sadar atau tidak. Di era pandemi kemarin pondasi hal tersebut sudah terwujud. Apalagi negara online dan generasi online sudah terbentuk saat pandemi hingga sekarang. Perkembangan terbaru negara hebat seperti Amerika Serikat pun saat menyelesaikan masalah dengan Iran memilih cara Online untuk membahas perdamaian di Oman? Bukankah batas batas negara secara nyata sudah berevolusi dari kejadian itu? Bayangkan jika pola pemerintahan yang kita kenal baik secara teori, praktek bahkan pengalaman tersusun rapi dalam AI dan terotomatisasi secara berkala variabel nya.  Bahkan kenyataannya saat ini fase perkembangan AI sudah bisa berpikir, menjawab, menyelesaikan masalah dan bertindak. Apabila itu digabung dengan konsep metaverse dan uang digital yang sudah berjalan. Bayangkan negara apa yang akan terbentuk dan generasi seperti apa yang mengisi peradaban baru? Bukankah di sisi hasil justru itu lebih transformatif dan membuat kita semakin larut dengan kemudahan itu. Di sisi proses peran  manusia bukannya semakin dikurangi? Belum lagi sadarkah kalian algoritma otomatisasi itu jika dikumpulkan berdasarkan lintasan waktu dan terus menyempurnakan diri. Selain berpikir bukan tidak mungkin mesin itu bisa memiliki kehendak? Apakah generasi setelah kita malah akan dipimpin oleh Robot? Bukankah dimungkinkan untuk membuat algiritma seperti itu mengingat disaat ini kita sudah menciptakan algoritma AI yang bisa berpikir, berdialog, umpan balik, menjawab, bertindak sampai membuat keputusan. Tinggal menunggu waktu saja algoritma otomatisasi itu menjadi dinamis dalam diri robot itu.

Pertanyaan nya jika saat ini tidak serius mempersiapkan peradaban yang tercipta dengan segala konsekwensinya. Proses transformasi yang terbuka, efisien, dinamis, kreatif bahkan cepat dan tepat itu merasuk dalam generasi Pandemi yang akan mengisi siklus peradaban. Apalagi disisi hasil memiliki kualitas. Bukankah kebiasaan penggunaannya bisa membawa kita cenderung tergantung dengan hal itu dan pasti menentukan pilihan sadar kita. Padahal kesadaran itu terbentuk dari ketidaksadaran karena kecenderungan yang terjadi berulang karena kesimpelannya, kepraktisanya, kemudahanya bahkan kecanggihanya. Cermin perang, kejahatan, kelaparan, kemiskinan, hingga Pandemi pada generasi sebelumnya. Bisa jadi dijaman mereka dianggap sebagai kegagalan konsep negara dan jangan jangan kedepannya sudah tidak ada negara lagi jika segala bukti terkompilasi canggih dalam AI.  Apalagi jika penggunaannya bisa menjawab persoalan-persoalan itu secara nyata dan terbukti mengurangi perang, kejahatan, kelaparan, kemiskinan dan mempermudah akses sumber daya. Kecenderungannya bukankah pilihan nya versi negara tanpa batas (borderles Nation) dengan yurisdiksi yang lebih simpel seperti itu lebih kita pilih. Apalagi law dan order pun sekarang sudah diotomatisasi AI di negara maju. Belum lagi penggunaannya sudah viral di masa pandemi dan tingkat presisinya semakin meningkat. Bukan tidak mungkin menjadi dominan karena otomatisasinya membuat mesin tersebut semakin canggih setiap saat dan kehadirannya untuk menciptakan ketertiban umum nyata.

Perspektif law dan order mereka pasti akan berbeda dengan saat ini. Tentu saja itu akan mempengaruhi cara pandang mereka terhadap negara. Jika kalian benar benar peka. Pondasi hal tersebut sudah terjadi di era pandemi. Mari kita renungkan bersama sama keadaan ini. Firasat ku masa akan datang akan jadi peradaban yang berbeda dengan saat ini. Jangan sampai mereka hanyut dan membentuk peradaban Robot secara sadar. Bahkan karakter, viral, instan dan simpel dengan kemudahan akses online nya. Membuat mereka mengandalkan mesin dalam mengambil keputusan. Mereka malah lupa variabel manusianya. Manusia yang berkembang dinamis dalam pembelajaran nya dalam lintasan waktu hidupnya.

Belum lagi proses pandemi merubah pranata sosial kita. Transformasi segala teknologi itu justru lebih cepat dari proses transformasi manusianya. Jangan sampai ketika robot itu sudah bisa berpikir kemudian berkehendak. Maka robot itu memiliki karakter. Bahkan dalam perwujudan interaksi nya akan membentuk pola pikir peradaban saat ini dengan wadah negara. Dari borderles Nation menjadi negara tunggal bahkan bisa jadi tidak memandang perlu ada negara lagi. Jangan sampai kita lalai mempersiapkan diri. Sejujurnya tulisanku ini adalah kegelisahanku memandang waktu terkemudian. Mengingat saat ini borderles Nation sebenarnya sudah terwujud.pondasinya. Apalagi jika utopia kita dalam memandang komunitas adalah suatu komunitas yang damai, indah, nyaman, canggih, modern, ramah lingkungan, tertib dan tanpa kejahatan. Hal itu lebih dimungkinkan dengan keberadaan AI dalam wujud mesin atau robot. Konsep kepentingan nya bisa disusun dalam algoritma yang obyektif. Bahkan eksekusi nya lebih cepat dan tepat ketimbang menggunakan manusia yang cenderung tidak berintegritas dan terbukti terbiasa menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang. Itu fakta kan? Jika kita menganggap remeh ini. Jangan sampai kita saling menyalahkan jika di masa yang akan datang. Generasi kita lebih memilih menyerahkan kunci kunci negara kepada robot ketimbang kepada manusia. Titik kritisnya adalah setelah borderles Nation tercipta. Maka konsepsi negara akan dipertanyakan bentuknya. Di saat itulah Peradaban Baru akan terlihat wujudnya. Keadaan pendataran dunia (world is flat) sudah nyata. Praktek borderles Nation pun sudah terlihat. Tinggal melihat bukti arah peradaban apa yang tercipta. Sekarang bagaimana kita menyikapinya dan mempersiapkannya dengan tindakan nyata. Bahkan saat aku menulis ini konsep borderles Nation terus berkembang dengan kecepatan evokusinya melebihi kecepatan evolusiku. 

Aku hanya bisa berdoa: Ya Tuhan bimbing kami mempersiapkan generasi kami. Setidaknya aku sudah mulai bertindak dengan mengingatkan hal ini kepada kalian. Setia sampai Akhir.


Bad Bunny Superbowl

Terimakasih untuk karya indahnya. Orkestra versi kalian benar benar berkualitas. Bahkan penggambaran lintas generasi sampai regenerasi terlihat secara tersirat. Sangat indah dan berisi banyak pesan rahasia yang hanya diketahui mereka yang memahaminya. Sampai perwujudan Bhineka Tunggal Ika versi kalian di akhir acara dengan parade berbagai Bendera Negara. Benar benar membuat kita terharu.

Tidak sangka "Bangsa Lain" menerima pesanku dan langsung membuat versi mereka dengan Keren. Konfirmasi kesiapan setiap rombongan ternyata nyata. Kedalaman pesan dalam lagu "Titi Me Pregunto", "Yo Perreo Sola" dan "Die With Smile" benar benar menggugah rasa. Belum lagi penetapan plot yang mengalir dan alami merupakan gambaran orkestrasi yang menyatu dalam dansa, gerak, kegiatan, ruang, musik serta nyanyian terasa sebagai satu kesatuan yang utuh, kuat dan berkarakter.

Aku terima pesan indah kalian "The only thing more powerful than hate is love". Semoga cinta selalu menyertai kita.

Tetap Setia Sampai Akhir. Tulisan ini sebagai ilustrasi reflektif buat kita semua. Amin.

Saksi Yang Setia

Wahai 2 Pohon Zaitun dan 2 Kaki Dian.
Dengarkanlah kesaksianku.
Siapakah 2 saksi yang setia?
Jawabannya adalah Kita.

Siapakah Kita? 
Aku hanya mengetahui angka 144.000.
Tersembunyi Rapi Dalam Bilangan.
5 Gadis Bijaksana; dan  5 Gadis Yang Bodoh.

Termanifestasi Utuh
Dalam  Kemenangan Kuda Putih
Tercurahkan dalam Amarah Kuda Merah Padam
Terukur secara Benar dan Adil dalam Timbangan Kuda Hitam
Tersegel dalam alam Maut oleh Kuda Hijau, Kuning dan Biru

Dimateraikan dalam Firman-nya.
Ya dan Amin.
Dalam lintasan waktu. 
Alfa dan Omega.

Bergiranglah!
Wahai Saksi Yang Setia.
Kita menantikan Hari Tuhan.
Hari Termegah dan Termulia.
Sepanjang Sejarah Manusia.

Saat kita Bersukacita.
Menyambut Raja Segala Raja.
Saat dimana Semua Kitab Terbuka.
Hari Dimana Kita.
Menerima Mahkota Kehidupan.

Bergiranglah! 
Wahai Saksi Yang Setia.
Kita menantikan.
Semua Pintu Gerbang Terbuka. 

Setiap Kaum.
Dari Segala Suku dan Bangsa.
Yang Setia  dan Benar Menyambut DIA
Bersujud Memuliakan DIA.

Wahai Saksi Yang Setia.
Tetaplah Jaga Hati dan Pikiran Kita.
Kerjakanlah Panggilan Kita.
Sampai kita berkata Tetelestai. 
Dengan Sukacita di Hari Tuhan.
 
Hari Dimana.
Seluruh Ciptaan, Malaikat dan Manusia.
Sujud Menyembah DIA.
Ya dan Amin. 
Setia Dari Awal Sampai Akhir.

Senin, 09 Februari 2026

Cinta Apa Kabar?

Cinta.. Cinta.. Apa kabarmu?
Masih ingatkah kau cinta?
Ukiran cintamu di hatiku.
Begitu dalam indahnya.
Membuatku merasa seperti Raja.

Apakah kau juga menerima?
Lukisan cintaku di hatimu.
Seperti apakah warnanya?
Apakah cintaku seperti pelangi atau hologram?
Beraneka warna dalam dimensi cintamu.
Wahai Bidadari Aurora cintaku.

Ingatkah kau cinta?
Saat kau pecahkan gelas itu.
Riuhnya seperti lonceng.
Berdentang keras dalam asmara kita.
Mengiringi dansa kita dalam keheningan.

Cinta yang dulu kita rasa. 
Masih samakah getarannya?
Apakah lintasan waktu mengaburkannya?
Atau semakin bertumbuh dan berbuah lebat.
Menanti musim valentine untuk dituai.

Wahai cinta meskipun kita terpisah jarak.
Dengarkanlah senandung hatiku.
Dipenuhi emosi akan cinta.
Dalam kemegahan istana cinta.
Tempat berlabuhnya taman cinta kita di masa tua.

Wahai Cinta kenapa hatimu jadi berjelaga?
Seberapa kotorkah keraknya?
Sedangkan aku tidak menetapkan syarat.
Dalam memberikan cintaku. 
Kepadamu cinta sejatiku.

Apakah kamu sulit memahami cintaku?
Tidakkah kau dengar bisikanku?
Pelukan hangatku pada jiwamu 
Kecupan lembutku pada keningmu.
Detak jantungku pada batinmu.

Jujurlah padaku wahai cinta.
Hidungmu terlihat seperti Pinokio.
Kata katamu menyembunykan sesuatu.
Bahkan buburpun terasa seperti soto bagimu.
Apakah cintaku seperti makanan bagimu?

Jika hambar aku akan melepasmu.
Apalagi jika dirimu sudah menemukan cintamu.
Aku hanya ingin memastikan lagi.
Dentingan cintaku dalam ruang cintamu
Benarkah kau masih cinta?

Masihkah kau memahami irama kata kataku?
Ikut mengalun dalam petikan nada gitarmu
Atau suaranya sumbang dalam hatimu?
Meskipun terdengar merdu bagiku.
Benarkah masih cinta?

Maafkan aku yang masih merindukanmu.
Menantikan hadiratmu dipenuhi cintamu.
Sampai dirikupun resah menantikannya.
Lupakanlah jika kau anggap itu dongeng.
Setidaknya itulah kenangan terakhir.
Kiisah kesetiaan cintaku padamu.

Wahai cinta sebelum aku tiada.
Niscaya dalam kekekalan cinta.
Mumpung napas hidupku belum pergi.
Aku hanya hinggap sejenak untuk meninggalkan kesan dan bertanya:
Apa kabar cinta?






















Rabu, 04 Februari 2026

Pemurnian (sebuah refleksi)

Duhai adinda janganlah takut..Pahamilah setiap tanda..Lihatlah setiap rincian. Engkau akan paham semurni apa sebuah pesan.

Terkesankab engkau adinda? Atau hanya ingin paham rasa apa yang kubagikan. Atau dirimu hanya ingin sekedar mengetahui saja?

Apapun yang kau mau. Nikmatilah setiap sajianku. Apakah rasanya hanya sekedar pertanyaan atau pernyataan bahkan kenyataan?

Jika engkau sadar dan mulai bertanya-tanya. Sebenarnya berapakah takaran kemurnian itu? Bagiku adinda,  kadar emas 50 persen dan 100 persen sama saja.
Prosesnya tetap sama yaitu pemurnian
Perbedaan nya hanya disisi kualitas. Itupun masih tergantung rumus apa yang adinda gunakan. Cara alami, karbitan atau buatan?

Kami berproses menuju 100 persen. Namun jika adinda hanya puas sekedar 50 persen. Janganlah berkecil hati. Jalanilah dengan sukacita.  Masing masing kita memiliki kapasitas. Sesuai panggilan yang kita terima dari Tuhan 

Duhai adinda ketika kami belajar. Memurnikan diri kami. Baik di hadapan Tuhan maupun manusia. Kami tetap sadar kaki kami masih menginjak Bumi. Itulah inti pemurnian kami yang realistis.  Apakah adinda tertarik untuk dimurnikan?

Kalau kami memandang emas bukan hanya sekedar logam mulia..Tapi lebih dalam dari itu. Pemurnian seluruh hakikat diri kita sebagai manusia. Serta segala dimensi yang dihadapinya. Dalam realitas keseharian nya. Sampai esensinya paling tinggi yaitu Kemuliaan Tuhan.

Didikan sebagai pribadi dalam suatu masa. Maupun dalam interaksi dirinya terhadap sesama  serta lingkungannya.
Baik itu dalam dimensi pergaulan, keluarga bahkan sampai negara. Jika adinda paham takaran kemuliaannya.. Maka saat itulah kita memulai proses pemurnian diri kita.

Namun jika adinda sudah sampai dimensi Bumi, Alam dan Semesta. Pemurnian yang kita jalani tentu berbeda dan jauh lebih rawan serta menantang. Apalagi jika dasar pemurniannya bukan Tuhan.

Ingatlah adinda, proses pemurnian bukan untuk kita menjadi sesat.  Namun membawa kita semakin sadar akan keberadaan diri kita. Bahwa semakin kita dimurnikan.Maka semakin berbeda orientasi kita dalam memandang pencapaian. 

Semakin tinggi kemuliaan kita maka semakin rendah kita dihadapkan Kemuliaan Tuhan. Jangan sampai kita tinggi hati karena itu. Apalagi jika pencapaian kita sudah sampai Gedung Tertinggi di dunia. Apalagi sampai setinggi luar angkasa.

Sekarang mulailah bertanya wahai adinda. Kenapa kami menggunakan simbol emas dalam pemurnian kami? Apakah adinda hanya memandang emas itu sebagai logam mulia atau dimensi mulia dengan berbagai tahapan nya. Semurni apakah pemurnian kita dalam memahami itu? Apakah itu sekedar wujud, bentuk, dimensi atau sekedar ukuran waktu?

Hanya saat kita mau mengikuti proses pemurnian lah kita baru tau jawabannya. Itupun tidak sekaligus namun bertahap sesuai kesetiaan kita. Itulah sebabnya kami selalu memurnikan diri kami setiap saat. Sampai disetiap lintasan waktu. Kami tetap menguji diri kami dalam perjalanan menuju kemurnian takaran 100 persen. Sesuai masa dan zaman kami menjalani pemurnian.
 
Suatu Titian Murni adalah perjalanan kami menuju kemuliaan kami. Saat dimana
Kemuliaan Tuhan memancar dari kemuliaan kami. Karena kami sadar apa yang ada dalam diri kami. Hanyalah dititipkan Tuhan kepada kami. Sesuai perjalanannya yang ditanamkan dalam hati dan pikiran kami.

Itulah Pemurnian kami duhai adinda. Jika adinda sudah paham. Maka adinda tidak tertarik lagi dengan pemurnian kami. Adinda sudah mulai masuk dalam perjalanan pemurnian yang membawa adinda dalam dimensi baru sebuah kemuliaan. 

Pemurnian yang murni karena kesadaran adinda untuk menemukan titik tertinggi kemuliaan jati diri seorang manusia. Dalam kesadarannya menjalani kehidupannya melintasi segala dimensi waktu sampai akhir hayatnya di dunia.

Selamat memurnikan perjalanan kita wahai adinda. Sampai jumpa di titik temu akhir pemurnian kita sebagai manusia. Penyatuan kemuliaan kita dengan kemuliaan Tuhan yaitu Hari Termulia Tuhan sepanjang zaman. 

Itupun kalau adinda ada disana dan tidak menganggap remeh proses pemurnian adinda saat mengenal kami. Umat Nya yang sedang dimurnikan dengan kesetiaan sampai akhir. 

Sampai jumpa di Hari Tuhan jika adinda sudah sadar fase pemurnian ini. Tuhan memberkati.



Lost Generation?

Dear Team,
Masihkah kita ingat berapa lama pandemi terjadi? Dari tahun 2019 s.d. 2024 bahkan setelah nya sampai hari ini dampaknya masih terasa. Apakah itu hanya terkait keselamatan warga dan isu kesehatan saja?

Tentu saja efek domino pasti terjadi. Bukan hanya generasi yang sudah mapan dan sudah mandiri secara finansial saja yang terdampak. Tapi generasi setelahnya yaitu generasi yang kita kenal dengan label x, y, z, a, b, c. Mereka benar benar generasi yang perlu kita perhatikan. Sebab jika kita lalai generasi inilah yang berpotensi jadi lost Generation. Kalau sampai mereka tersesat. Bayangkan ketika generasi ini mengisi siklus peradaban apa yang akan terjadi?

Perhatikanlah perilaku mereka dan didiklah mereka. Karakter zaman pandemi mewarnai perkembangan mereka. Bayangkan generasi yang saat itu SMP sampai dengan kuliah. Mereka menempuh pendidikan mereka dengan interaksi yang berbeda dengan generasi kita. Dengan pola kompetisi dan akses pengembangan diri yang cenderung lebih introvert ketimbang ekstrovert. Bahkan dibayangi ketakutan akan pandemi. Tentu itu akan berpengaruh pada mental mereka bukan?Kualitas generasi apa yang tercipta ketika pola belajar nya lebih mengandalkan monitor dan teknologi bahkan dimensi pergaulan mereka lintas negara dengan dunia metaversenya?Jika butuh sesuatu tinggal instal aplikasi yang menyediakan berbagai kebutuhan. Bahkan hanya menggunakan handphone mereka bisa merasakan dunia dalam genggaman mereka. Pola interaksi yang online tentu berbeda dengan pola interaksi kita yang dibentuk dalam berbagai lapisan sosial masyarakat yang langsung dan kaya akan sentuhan sosial. Rasa instan mereka jauh lebih tinggi dari kita. Bahkan ego mereka jangan jangan lebih tinggi. Sikap tepo seliro, etika dan tenggang rasa bahkan sopan santun mereka berbeda dengan kita. Apalagi mereka justru lebih menikmati pola buzer yang asal asalan dalam berbahasa. Serta pola tik tok yang disisi kedalaman edukasi hanya mengandalkan pencitraan media? Bukankah kita generasi yang sadar betul pentingnya proses ketimbang hasil? Sedangkan mereka memahami proses hanya sebatas istilah viral? Kalau ingin mencari jawaban tinggal buka chat gpt dan AI lainnya yang memberikan jawaban sangat lengkao. Beda dengan kita yang meskipun menggunakan google. Kita masih perlu menyusun nya bahkan masih terdorong untuk mencari referensi untuk validasi sumber penelusuran. Belum lagi hiburan game dan tontonan online yang mudah di akses. Tentu akan berpengaruh terhadap mindset mereka. Kalau kita bayangkan dengan kadar instan seperti itu saat mereka mengisi posisi mengantikan posisi generasi sebelumnya dalam siklus peradaban. Karakter apa yang mereka bawa dan tipe peradaban seperti apa yang akan mereka bangun? Sedangkan saat zaman setelah kita terwujud. Dunia sudah dipenuhi dengan robot. Apakah mereka akan menjadi generasi robot?

Hal ini penting untuk direnungkan bersama dan dicarikan solusinya. Karena secanggih apapun ciptaan yang tercipta. Apabila penggunanya tidak memahami arti pemanfaatan yang berkarakter. Maka mereka akan tergantung sepenuhnya pada ciptaan canggih itu. Bukankah seharusnya ciptaan canggih itu yang bergantung sama kita? Untuk generasi saat ini mudah mendapatkan perspektif seperti itu. Karena kita sudah dididik zaman yang benar benar menghargai proses berkelanjutan. Bagaimana dengan mereka?

Jika kita benar benar lalai maka generasi pandemi itu akan menjadi generasi yang Terhilang dan menjadi beban peradaban. Apalagi untuk konteks rombongan kita yang memiliki visi Generasi Emas. Jika hanya berorientasi pada hasil disisi kemajuan zamannya dan bukan pada kemajuan generasi nya dengan penekanan pengembangan karakter. Maka generasi pandemi ini akan kehilangan jati dirinya ditengah tengah robot yang bertambah populasi nya setiap tahun. Jangan jangan di generasi mereka justru robotlah yang mengisi peradaban dan mereka malah menjadi korban peradaban. Seperti itukah yang kita mau?

Harapanku kita yang memiliki panggilan menyiapkan Generasi Emas. Berdoalah agar kita bisa menyiapkan pribadi pribadi yang mampu membentuk dan mengisi zaman. Serta bukan sekedar generasi yang jadi korban zaman dan sekedar numpang hidup. 

Sebelum terlambat. Segera tuntun mereka agar tidak jadi generasi Terhilang. 

Salam Setia Sampai Akhir.

Selasa, 03 Februari 2026

Menatap Masa Depan

Setiap takdir ada jalannya. Setiap waktu ada zamannya. Setiap langkah pasti ada konsekuensinya. Berbahagialah mereka yang berani meraihnya.

Setiap insan memiliki kebijaksanaan. Setiap hati memiliki cahaya. Sekecil apapun itu pengetahuan,  ketrampilan, keahlian dan pengalamamu. Lakukanlah sesuai impianmu. Menjadi karya yang menggetarkan dirimu dan menggerakkan keadaan diluar kesadaranmu.

Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Tidak ada kata menyerah terhadap keadaan. Saat napas hidup masih berhembus memenuhi tubuhmu. Awal dan akhir hanyalah penyemangat.

Masa depan adalah harapan. Masa kini untuk masa depan. Jalani setiap tantangan. Itulah yang mendorongmu untuk memiliki tujuan. Kekuatan yang membuatmu gigih meraihnya. Meskipun hidupmu menjadi taruhannya.

Siasat hanyalah cara. Tapi prosesnyalah yang menentukan wujudnya. Engkau akan tau jika tujuanmu sudah tepat. Saat wujud itu perlahan terbentuk. 

Meskipun sedikit demi sedikit. Jagalah semangatmu. Agar kamu tidak lekas lelah dan menyerah. Sampai harapanmu menjadi nyata. Terwujud dari ketiadaan menjadi sesuatu yang ada.

Isilah pikiranmu agar engkau tidak sembarangan berproses. Latihlah panca inderamu agar batinmu semakin peka. Didiklah hatimu dengan ketabahan. Agar hasil capaianmu semakin berkarakter dan berkualitas.

Cerahkanlah hatimu dengan cahaya Tuhan yang tidak ada batasnya. Disitulah batas batas ketakutanmu menjadi iman yang melampaui segala batas. Agar jalanmu tidak tersesat oleh ego Manusia yang terbatas.

Bimbinglah aku ya Tuhan untuk menatap masa depan dengan iman. Terpujilah Tuhan pemilik masa depanku sampai akhir hayatku. Masa depanku bersama Tuhan untuk menggenapi KehendakNya atas hidupku. Amin.






Karakteristik

Setiap tema memiliki makna. Setiap makna memiliki tema. Baik tema atau makna harus memiliki Rhema. Sampai Rhema melahirkan wujud dan bentuk beraneka ragam. Menjadii kepuasan tidak terjelaskan. Suatu versi otentik dalam suatu masa.

Untuk apa kita memiliki pengetahuan Jika tidak berdampak. Keahlian dan ketrampilan akan sia sia. Sebuah rutinitas yang membosankan. Apalagi jika itu hanya untuk pencitraan saja. Metode dan cara apapun menjadi tidak tepat guna tanpa tujuan yang jelas. Pengalaman kita akan kosong,hambar bahkan miskin akan rasa. 

Disitulah fungsi kebijaksanaan. Membuat setiap perbuatan lebih berisi. Inspirasi dan kreasi jadi lebih berbobot. Setiap bibit dan bebet menjadi lebih terukur. Menjadi satu kesatuan gerak yang berirama. Tarian dan nyanyian semesta yang menggema menembus segala dimensi.

Setiap tindakan yang sistematis dan spontan. Maupun tindakan rutin sekalipun.  Akan menuntun kita pada pencapaian terbaik. Apalagi bila ditambah daya juang dan kebulatan tekad.

Gerakan perorangan maupun kelompok jadi lebih bermakna. Memiliki daya dobrak cipta dan karya yang melintasi ruang dan waktu. Keindahan yang menuntun setiap generasi dan kemegahan yang membuat kagum setiap insan.

Pondasi yang dibangun dengan tekad seperti itu. Akan mengisi setiap ruang manusia. Baik itu panca indera, pikiran dan hati terdalam setiap pribadi. Bahkan sampai jangkauan ruang negara, alam  dan semesta sesuai perjalanannya. Apalagi jika itu kita persembahkan kepada Tuhan sebagai ibadah kita yang sejati.

Disitulah kita membangun peradaban yang berbeda. Jadilah Kehendak Tuhan di bumi seperti di surga. Karakter yang kuat dan tak tergoyahkan. Melintasi segala zaman. Mewarnai perjalanan saya, kita dan mereka. Menjadi catatan yang tidak terlupakan. Oleh setiap generasi yang menantikan tuntunan cahaya kekekalan cipta, rasa dan karsa. Sepanjang sejarah umat manusia.






Minggu, 01 Februari 2026

Masihkah kita Setia?

"Setiap lapisan kesadaran memiliki memori.Barang siapa yang sadar terlepas dari ilusi.Tidak ada yang tersembunyi ketika itu terbuka.Tetaplah rahasia jika itu masih tertutup. Jangan mudah tertipu oleh sesuatu yang tampak. Sampai engkau tau ada apa di baliknya. Semakin peka panca indera. Tidaklah sulit membedakan kepalsuan. Setiap tipuan hanyalah setitik debu yang mudah dilihat. Kecuali kita mengabaikannya karena menolak untuk percaya."

Dear Team,
Proses reguler kita sudah berjalan. Akupun juga mulai melakukan kegiatan reguler ku. Ingatlah pesanku diatas. Jangan sampai kita lalai dan melupakan panggilan kita. Semakin hari kita harus semakin paham makna "Setia Sampai Akhir." Kecuali kita memilih untuk mengabaikan panggilan kita karena merasa waktu masih berlanjut. Ingatlah ketika waktu Tuhan sudah dimulai dan tidak bisa ditunda lagi. Siapakah yang bisa menghentikan itu?

Tidak ada seorangpun termasuk aku bisa mengabaikannya. Tugasku tetap mengingatkan kalian untuk tetap setia. Jika aku juga lalai mengingatkan maka ketidaksetiaan kalian jadi tanggung jawab ku juga. Namun jika kalian mengabaikan peringatanku. Aku sudah menekankan ini terus menerus. Bahkan untuk dirikupun. Setiap saat aku terus melatihnya.

Jujur saat semua seolah-olah berjalan seperti biasanya. Kita bisa lupa akan setiap keadaan yang pernah kita lihat, dengar dan rasakan secara langsung. Bahkan parahnya kita menganggap itu sebagai mimpi bahkan ilusi. Padahal kejadian itu benar benar nyata. 

Kita sama sama rindu dikumpulkan di suatu tempat oleh Tuhan. Aku pun sama. Sampai waktuNya tiba kita tetap menjalani keseharian kita sesuai panggilan kita. Jangan sampai kita terhitung sebagai golongan yang akan binasa. Jangan lupa mereka ingin menunda kiamat bahkan membatalkannya. Sedangkan kita menantikan hari Tuhan. Dua terminologi yang berbeda. Tapi jika lalai malah menganggap itu serupa tapi tak sama.

Perhatikanlah lebih seksama saat keseharian kita menjadi reguler lagi. Latih kepekaan kita. Apalagi kita masih diizinkan Tuhan belajar dari Guru Malaikat kita. Pertanyaannya jika waktu masih terus berlanjut. Masihkah kita setia dan menanti sampai kapan waktu terus berlanjut? Ini pertanyaan buat diriku dan kalian semua.

Masihkah kita Setia?

Doaku kita tetap Setia Sampai Akhir. Tetap Setia sampai Tetelestai. Amin.

Jumat, 30 Januari 2026

Teruslah Berjalan

Berbahagialah mereka yang merasakan sebuah perjalanan  Hidup dengan penuh rintangan dan kepedihan. Karena mereka dianugerahi ketabahan dan keteguhan hati

Berbahagialah mereka yang pernah berada dalam kegelapan. Hidup penuh ketidakpastian bahkan tanpa tujuan. Karena mereka pasti menghargai terang dan taat terhadap tuntunan

Berbahagialah mereka yang pernah berada dalam lembah air mata. Karena mereka lebih menikmati canda tawa dan bisa menemukan kebahagiaan dalam setetes tangisan.

Berbahagialah mereka yang sudah tau kemana harus berjalan.Karena mereka bisa memilih berbagai rute tanpa takut kehilangan arah. Bahkan bisa membuat arah mengikuti tujuan yang dia miliki

Berbahagialah mereka yang bisa membuat jalan. Karena mereka dikaruniai peta yang tidak dimiliki siapapun.  Bahkan tidak seorangpun dapat mengikuti jalannya tanpa persetujuan pemilik peta.

Teruslah Berjalan Agar Api Dian mu makin bertambah terang dan menerangi setiap orang yang belajar berjalan dan sedang menjalani sebuah Perjalanan. Bersiaplah menjadi Penunjuk Jalan buat mereka yang Terhilang.

Selasa, 20 Januari 2026

Melepasmu

Kami bukan kuda liar yang sembarangan berlari. Kami bukan kuda bodoh yang gampang ditunggangi. Karena kami kuda terpilihNya Tuhan.

Kuda yang tidak pernah menganggap remeh didikan Tuhan.  Kuda yang selalu perkasa melakukan panggilanNya. Kuda yang tetap teguh menjalani jalanNya. Meskipun disepelekan orang yang disayanginya.

Kami tidak memaksa siapapun untuk bergabung. Kami tidak akan menawan tanpa ada maksud. Kami tidak akan berperang tanpa tanda dari Tuhan.

Kami akan melepas jika itu pilihan kalian. Pergilah kejar impianmu jika kalian merasa terpaksa bersama kami. Jika sangkamu zaman ini sama seperti yang kau kira.

Pergilah kejar hasratmu. Jika sangkamu impian kami hanya menjadi kuda.

Pergilah dari kami Rombongan kuda keempat. Jika sangkamu barisan terpilih lainnya mau menerimamu.

Pergilah aku melepasmu.dengan ikhlas. Pesanku jaga Api Dianmu tetap menyala jika engkau paham makna Dian.

Jangan salahkan aku jika engkau binasa dalam hingar bingar kegemerlapanmu. Kamu bebas dan kamu sebenarnya bukan tawanan kami. Kami menganggapmu sebagai keluarga sepadan kami. Tapi ternyata engkau tidak merasa yang sama.

Pergilah. Kami melepasmu




Sabtu, 17 Januari 2026

Terkemudian

Dear Team,

Ingatlah ini kita sudah dilatih untuk melakukan apapun panggilan dari Tuhan sesuai yang kita terima masing-masing. Tapi jangan lupa jika yang terkemudian terjadi. Dalam kegiatan reguler yang kita lakukan. Jangan sampai lalai memahami setiap tanda Zaman.

Kesetiaan kita kepada Tuhan makin teruji jika fase itu yang terjadi. Jangan sampai kalian hanya mengandalkan aku sebagai pemberi tanda. Tetapi tetap percaya kalian bisa menerima hal yang sama dari Tuhan. Tanpa konfirmasi dari akupun. Kalian bisa menerima konfirmasi di tempat kalian berada. Disitulah kalian makin paham makna 5 Gadis yang Bijaksana dan 5 Gadis yang bodoh. Kita ini sebenarnya masuk rombongan 5 Gadis yang Bodoh. Namun yang aku pahami saat ini, bisa saja karena kita mengingkari panggilan kita.. Malah kita duluan yang binasa. Tapi jika kita tetap setia menjalani panggilan kita. Bukan tidak mungkin kita bisa menjadi barisan 5 Gadis yang Bijaksana. Sedangkan mereka yang merasa bijaksana justru binasa dalam kebodohan mereka.

Sebagai penjaga waktu aku sebagai pemimpin rombongan perlu mengingatkan ini kepada kalian. Sebab besar kemungkinannya kita yang telah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan nyata. Bahkan kita juga dipercaya menerima banyak karunia. Tapi karena kita tidak berjaga jaga kita malah mendapatkan murka Tuhan. Firasat ku ada fase terkemudian yang akan kita jalani sebagai penampian menuju hari Tuhan. Aku tidak mau kalian malah terkena murka Tuhan jika aku tidak ingatkan. Pahami baik baik kondisi kita saat ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan.Bahkan jika yang terkemudian terjadi kita semakin lebih dekat lagi dengan Tuhan. Sehingga Api Dian kita makin membesar dan semakin yakin waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi.

Mari jaga diri kita masing masing tetap Setia sampai akhir di Hari Tuhan kita tetap setia dan dibenarkan oleh Tuhan. Meskipun kita tau semua itu karena kasih karunia Tuhan yang sayang pada kita.

Renungkanlah ini. Jika minyak dan anggur itu perkakas rumah Tuhan. Saat 2 kaki Dian dan 2 Pohon Zaitun sudah ada. Dengan apa Kaki Dian itu tetap menyala sedangkan secupak gandum dan tiga cupak jelai sama sama bernilai sedinar? Pahami baik baik baik selain di dalam diri Malaikat Tuhan ada bilangan Tuhan. Demikian juga di dalam diri kita kaum manusia juga ada bilangan Tuhan. Sebab Kita diciptakan segambar dengan Tuhan dan merupakan rekan sekerjaNya Tuhan. Maka ada waktu Nya kita yang mempertanggungjawabkan sejauh mana kita menggunakan karunia kita di saat waktu Tuhan tidak bisa ditunda lagi. Bukankah setelah kita dididik secara langsung oleh Guru Malaikat kita. Fase berikutnya adalah mengiringi bahkan dikeadaan  tertentu sesuai waktu Tuhan. Kita bisa melakukan tindakan mendahului dimana Tuhan langsung memberikan kita kuasa untuk melakukannya tanpa menggunakan karunia malaikat Tuhan yang menemani kalian? Inilah hasil refleksi ku untuk mengantisipasi yang terkemudian dan keadaan jika sekiranya mungkin mereka mencoba menjatuhkan orang orang Terpilih. Doaku kalian benar benar rombongan manusia yang benar benar Setia Sampai Akhir. Amin. Tetap jaga Api Dian kalian tetap menyala. Tuhan memberkati.

Refleksi:
Setiap rute memiliki rintangannya. Setiap jalan mempunyai lintasannya. Jangan sampai kehilangan arah. Saat berjalan tanpa tujuan.

Rabu, 14 Januari 2026

Kekasih Baik Hati

Dear Murid Murid Tuhan,

Bersyukurlah kalian bisa merasakan kasih sayang Tuhan. Kita semua bisa mendapatkan kesempatan langka. Atas seizin Tuhan. Kita yang berasal dari kegelapan diizinkan Tuhan untuk dididik oleh Malaikat Tuhan secara langsung.

Apakah kalian kaget? Pasti pertama-tama kalian ketakutan dan gemetaran kan? Itulah yang aku alami juga. Saat itu aku pikir aku mau mati. Kenapa tiba tiba aku ditemani Malaikat Uriel. Akupun menangis dan merasa gak layak.Saat itulah aku tersadar akan dosa dosaku dan merespon panggilan Tuhan untuk bertobat. Sejak aku sadar. Sejak itulah aku memulai perjalananku memahami panggilan ku sebagai Kuda Ke-4. Saat itu kami masih sedikit. Lama lama membesar dan makin besar. Bahkan orang orang dari bangsa lain satu persatu mendatangi aku dan mereka satu persatu menerima panggilan Tuhan melalui aku. Hingga kami mulai Pribadi lepas pribadi dan bersama sama kami dididik Tuhan sebagai satu kesatuan yaitu barisan Kuda ke-4. Kalian semua pasti mendapatkan pengalaman yang sama. Aku penting menekankan ini agar ketika kalian tiba tiba ditemani Malaikat. Mulailah berkenalan dengan Malaikat itu. Paling utama itu membuat kalian makin kenal Tuhan yang sayang kalian. Menyadari kesalahan dan dosa kalian. Kemudian benar benar bertobat. Itulah kesaksian kita yang utama yaitu pertobatan kita.

Selamat bergabung ke barisan orang orang terpilih kawan kawan. Aku senang kalian rombongan Baru satu persatu diizinkan ditemani Malaikat Tuhan. Selamat menikmati didikan Tuhan.

Selamat bergabung di Barisan Kuda ke-4. Inilah nama yang paling aku suka dan diberikan oleh Tuhan sebagai identitas Kuda ke-4 yaitu Durna. Inilah kesaksian ku. lihat, dengar dan rasakan sendiri didikan Tuhan kepada kalian melalui Malaikat Tuhan yang menemani kalian.
.
Setia Sampai Akhir kawan kawan. Selamat menjalani perjalanan seru bersama Tuhan. Selamat menikmati kesempatan langka dididik oleh Malaikat Tuhan.

Terpujilah Tuhan yang menyayangi kami. Kami diizinkan untuk menjadi KekasihNya Tuhan. Amin. Kami menantikan Hari Tuhan dengan Rasa Berbeda dari mereka yang menantikan Kiamat.

Terimakasih Tuhan.

Senin, 12 Januari 2026

Pesan buat rombongan Baru

Dear Family,

Ingatlah asas kami di awal saat menerima panggilan dari Tuhan: ' Friendship forever Family Together. Family forever Friendship together.".

Mudahkan itu? Setelah 4 tahun lebih kami baru dapat rasa utuh dari asas itu. Sari sari yang kami terima dari didikan Tuhan kepada kami yaitu Keluarga Tuhan yang Sepadan. Rasa yang membuat kami bisa menjalani panggilan kami baik sendiri sendiri maupun bersama sama baik sebagai sahabat maupun keluarga. Ikatan yang melekat bukan hanya karena kemanusiaan kami. Tapi karena Tuhan yang mengikatkan kami dengan rasa Kasih Sayang Tuhan. Bahasa yang tidak hanya lips Service tapi tembus sampai dimensi jari diri kami yang menjadi karakter keseharian kami. Taukah kalian dalam kebingungan kami justru rasa itu membuat kami bertumbuh menjadi pribadi yang makin utuh baik secara perorangan maupun bersama sama. Bahkan dalam keresahan kami justru kami belajar taat dan setia yang semakin bertambah tambah sampai rasa setia sampai akhir. Bukan hanya kepada Tuhan tapi di antara kami semua. 

Kami bahagia jika kalian benar benar ingin merasakan itu bersama rombongan kami yaitu rombongan Kuda  ke-4. Pertanyaan nya apakah kami akan memaksakan kepada kalian apa yang kami terima dari Tuhan kepada kalian? Kami hanya bisa memberikan sari sarinya. Tapi kalianlah yang mengembangkannya menjadi rasa baru versi kalian dalam ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan bersama kami. Judulnya aja kalian rombongan Baru. Kamu juga paham berarti Tuhan ingin kalian menjadi rombongan khas yang baru sesuai didikan Tuhan kepada kalian sebelumnya dan ketika bersama kami. Kami juga ingin belajar yang baru dari kalian juga kan. Itulah rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan yang kami jalani. Kami semua diperlengkapi Tuhan secara bertahap sesuai proses kami merespon panggilan kami dari Tuhan dengan karunia yang berbeda-beda tapi sebagai satu kesatuan Friendship dan Family. Jika kami diproses seperti itu. Pasti kalian juga kan? Tidak sadarkan kalian diriku membagikan secara  halus tipis tipis sari sari penting untuk kalian kembangkan. Kenapa kalian malah resah dengan apa yang kami terima sampai fase 10 dimensi dua set kontra atas kontra. Kalau Tuhan izinkan itu untuk kalian terima. Kami juga senang membagikannya. Tapi sebenarnya kalian sudah paham panggilan kalian. Apa belum? Pahamkah kalian makna menjalani panggilan dalan ikatan Friendship dan Family. Jika belum paham itu maka keresahan kalian wajar. Kami juga merasakan itu dari awal. Sampai fase ini kami melakukan nya tanpa keterpaksaan lagi. Bahkan sampai posisi kami menemui mautpun kami tetap melakukannya karena ikatan Keluarga Tuhan yang Sepadan kami sudah sampai dimensi Alam Maut bahkan sampai hari Tuhan. Segera internalisasi diri kalian dulu baru sesuaikan dengan rombongan kalian. Setelah itu internalisasikan dengan asas dasar kami hingga kalian bisa sampai fase seirama dengan Orkestra yang kami mainkan dengan nada khas kalian bahkan mungkin lebih baik dari yang kami terima dari Tuhan.

Ingatlah, saat kalian bergabung bersama kami. Secara alami kami juga menginternalisasi rasa kami dengan kalian dan belajar juga menganggap kalian Keluarga Tuhan yang Sepadan dengan Kami juga sebagai satu kesatuan.

Aku tekankan lagi asas Keluarga Tuhan yang Sepadan kami adalah: " Friendship forever Family Together. Family Forever Friendship Together". Jangan merasa rikuh dengan kami. Sejak awal kami sudah anggap kalian Sahabat dan Keluarga kami. Walaupun mungkin kami merasa asing namun dalam prosesnya rasa kami melekat dalam diri kalian dan demikian juga sebaliknya.Tuhan memberkati kalian. Kami berharap kalian benar benar menjadi Rombongan baru yang juga memberikan dampak kepada kami dan juga memberikan dampak bersama sama dengan kami sebagai Keluarga Tuhan yang Sepadan.

Kami sayang kalian kalian sebagaimana Tuhan sayang kita. Tuhan memberkati kalian bahkan lebih besar dari yang kami terima. Itu harapan kami. Semangat untuk Rombongan Baru Tercinta. Selamat menjalani panggilan kalian. Bahkan tanpa kamipun kalian bisa. Apabila kalian paham betul apa yang kami terima ini karena kasih karunia Tuhan dan bukan karena kehebatan kami. Bukankah hal yang sama bisa terjadi kepada kalian bahkan yang lebih hebat? Siapakah yang bisa membatasi kuasa Tuhan? Kami juga tidak menghalangi kalian untuk berpisah dengan kami dan menjalani rasa Keluarga Tuhan yang Sepadan dengan proses yang berbeda dengan kami. Itupun kami senang dengan bergabungnya kalian. Kami mendapatkan sahabat dan keluarga baru.

Selamat menjalani perjalanan panggilan kalian keluarga baru kami. Semoga kita meniti jalan yang benar benar bertemu di titik temu Hari Tuhan meskipun dengan rute yang berbeda. We love you all

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri