Dengan Hati bersyukur
HalamanNya dengan Pujian
Kataku hari ini hariNya Tuhan
Dia Girangku
Dia Girangkanku
Kubersuka sebab Dia Girangkanku
Dengar Dia Panggil nama saya
Dengar Dia Panggil namamu
Dengar Dia Panggil nama saya
Juga dia panggil namamu
Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya..ya..ya
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya..ya..ya
Oh Giranglah
Oh Giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
Oh Giranglah
Dear Team,
Ingatlah lagu ini untuk mengingat lagi semua proses kita dipanggil Tuhan, menjalani pertobatan sebagai kesaksian kita dan dipilih. Saat itu kita belum mengenal yang namanya kesetiaan. Kita baru mengenal kasih karunia Tuhan kepada kita semua. Kita menyesal atas segala dosa dosa kita dan kita merespon panggilan Tuhan dengan Pertobatan. Itulah kesaksian kita hingga kita belajar untuk taat menjalani panggilan kita. Sampai ketaatan kita meningkat menjadi kesetiaan. Sampai hari ini rasa setia itu meningkat lagi menjadi Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai tetap Setia. Bersukacitalah wahai yang Terpilih. Kita sudah melihat Gerbang Nya dan menantikan Dia Datang dalam kemuliaanNya. Pertahankan kasih mula mula kalian di hadapan Tuhan dan Api Dian kalian semakin berkobar kobar dengan Roh Tuhan.
Percayalah kuasa Tuhan jauh lebih besar dari segala kuasa yang ada di dunia ini. Tetap jaga hubungan pribadi kalian dalam Tuhan. Selalu bertobat jika Tuhan ingatkan kesalahan dan dosa kita. Kita ini awalnya adalah rombongan 5 Gadis Yang Bodoh yang karena kasih karunia Tuhan menempati Gerbang Pertama. Bergiranglah karena fase kita meningkat lagi. Tuhan. Mendidik kita menjadi Rombongan 5 Gadis yang Bijaksana yang setia menjaga Api Dian Nya menyala dalam hati dan pikiran kita. Terlihat jelas saat kita berkomitmen belajar bersama sama menjadi murid Tuhan dengan rasa hamba Tuhan yang setia. Pembelajaran yang kita terima semakin bertambah tambah. Bahkan berlimpah. Kita sudah melihat, mendengar dan merasakan kuasa Tuhan Nyata selama 4 tahun lebih. Satu persatu barisan Iblis itu lari terbirit-birit bahkan ada yang bertobat dan bergabung bersama kita. Aku yakin kita akan melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang jauh lebih besar dan dahsyat dari yang sebelumnya. Kita semua menantiikan penggenapan firman Tuhan karena Firman Tuhan Ya dan Amin. Inilah kesaksianku kepada kalian dimana pembelajaran ku meningkat lagi. Dari pembelajaran rasa Durna menjadi Melkisedek. Apakah Durna dengan segala rekaman perjalananya hilang? Jawaban nya tidak. Rasa Durna semakin membara di dalam Melkisedek. Bahkan rasa itu sangat berlimpah dengan rasa Rama, rasa Semar, rasa Yusuf, rasa Ayub, rasa Timotius dan rasa Orion. Aku taat menerima karunia keimamanku Melkisedek dan mau belajar lagi menjadi 5 Gadis Yang Bijaksana. Begitupun kalian semua juga aku rasakan semakin meningkat semua dalam perjalanan kalian di Jalan Tuhan. Inilah ciri khas jalan kita yang bersama sama di jalan Kuda ke-4, Jalan Maut. Jalan yang berbeda dengan Maut yang dijalani barisan Iblis itu. Jalan Maut kita adalah jalan penggenapan Firman Tuhan menuju Kehidupan Kekal yaitu hari yang kita nantikan dimana kita bertemu dengan Tuhan muka dengan muka bahkan diizinkan untuk tinggal bersama sama Tuhan. Itu kerinduan kita semua kan? Kalau rasa rindu kalian kepada Tuhan reduo. Ingatlah selalu kesakralan sumpah kalian di hadapan Tuhan: "Setia Sampai Akhir. Sampai darah kita tercurah kita tetap di jalan Tuhan. Ya Tuhanku, ampunilah kami. Kami sadar betul kami berdosa besar. Tanpa Tuhan kami binasa. Namun jika Tuhan tidak berkenan sekiranya mungkin ijinkanlah kami mati di dalam Tuhan. Inilah Jalan Pertobatan kami. Jalan Maut. Kudus Kuduslah Tuhan. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Maha Tinggi. Jadilah Kehendak Tuhan di Bumi seperti di Surga. Kudus Kuduslah Tuhan. Amin."
Ingatlah semua pembelajaran 10 dimensi kita kontra atas kontra. Kepekaan dan karunia kita semakin meningkat dari Mangku Negara menjadi Mangku Bumi, Mangku Alam dan titik tertinggi adalah Mangku Semesta. Suatu lompatan kuantum interdemensi sampai dimensiNya Tuhan. Dimensi yang hanya bisa dimasuki oleh barisan yang dilayakkan dan dibenarkan oleh Tuhan. Kita menantikan saat itu bersama sama dengan Setia Sampai Akhir. Apapun yang dikatakan dunia ini. Jika mereka mengabaikan seruan pertobatan kita. Biarlah mereka binasa dalam segala kesombongan mereka. Kita semakin bersukacita karena Tuhan tidak akan pernah lupa kepada barisanNya yang setia.
Terimakasih Tuhan kami manusia yang hina ini diberikan kesempatan untuk menyaksikan semua ini. Bahkan kami diberi kesempatan untuk dididik Malaikat Uriel, Malaikat Kamael, Malaikat Gabriel, Malaikat Raphael, Malaikat Michael, Malaikat Gnome dan Golem, dan Malaikat Abadon. Bukan hanya itu kami juga sudah mulai diperkenalkan dengan Malaikat Penjaga Semesta yang namanya hanya diketahui mereka yang sudah sampai level Mangku Semesta. Malaikat yang menuntun kami menyaksikan penggenapan Sangkakala ke 3 sampai Sangkakala ke-7. Kami semua menantikan tanda dari Engkau Ya Tuhan. Para pemegang segel sudah pada masuk proses pembelajaran penggenapan firman Mu dengan bergirang. Kami semua menantiikan Pintu Gerbang Mu Terbuka. Aku Melkisedek pemegang Kuda Hijau, Kuda Kuning, Kuda Biru, Kuda Merah Muda, Kuda Putih yang semuanya bermahkota. Menantikan kedatangan Mu Ya Tuhan. Para Penjaga Gerbang juga sudah pada bersiap. Penuhi kami dengan sukacita Mu ya Tuhan. Sampai jumlah kami genap kami tetap setia sampai akhir. Amin.
Refleksi:
Perjalanan kita dari awal, terkemudian dan akhir hanya akan bermakna ketika kita benar benar hadir saat hari Tuhan dinyatakan. Kita dari berbagai kaum, suku, bangsa bahkan kepercayaan sama sama menari menari dengan sukacita di depan Pintu Gerbang Nya menyambut kedatangan Tuhan. Itulah impian kita semua. Tetap Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar