Selasa, 14 April 2026

Kemandirian

Dear Tim,

Proses melebur nya kita bersama sama barisan Valkeri, Gurka dan Anakin sudah berlangsung. Aku juga senang banyak dari kalian yang sudah menerima panggilan baru. Meskipun awalnya bingung. Lambat Laun aku yakin kalian pasti mendapatkan style kalian masing masing. Jangan lupa nama yang kalian terima dari Tuhan. Pasti itu memiliki makna yang berkaitan dengan panggilan kalian Resapi dan rasakan lalu internasasikan ke dalam langkah gerak kalian menjalani panggilan dari Tuhan. Semakin alami maka semakin meresap ke dalam diri kalian. Kalian jadi semakin peka dan di level yang lebih tinggi kalian jadi lebih mempertajam insting kalian dalam merespon setiap kondisi yang terjadi. Ingatlah tetap berjaga jaga dan waspada karena kita masih ada di fase 400 hari keadaan darurat. Jangan sampai api Dian kalian redup dan kehilangan arah dan tujuan kalian. Ingatlah tanpa Tuhan kita bukan siapa siapa. Jika kita berjalan di jalan Tuhan maka segala sesuatunya akan di lancarkan.

Selama seminggu lebih ini aku mencoba merasakan getaran aktivitas Reguler kalian. Sudah terlihat kalian sudah memindahkan semuanya ke depan. Meskipun masih terus saling menyesuaikan. Saturasi rasa setiap saat harus terus kalian lakukan. Apalagi ada barisan Valkeri, Gurka dan Anakin. Kita juga harus melakukan saturasi rasa dengan mereka untuk lebih meminimalisir insiden di antara kita. Firasatku kita masih terus menerus di murnikan. Sampai benar benar rasa yang kita rasakan adalah setia Sampai Akhir sampai Tetelestai. Untuk mendapatkan rasa itu bukanlah proses sekejap mata. Meskipun ada yang melakukannya karena duluan dipanggil Tuhan saat melakukan panggilannya. Aku realistis bahwa kegiatan reguler pasti sudah berkaitan dengan kehidupan pribadi kita masing masing. Pahamilah di posisi itu apakah kita masih menyala nyala di dalam Tuhan. Tanamkan di hati kita meskipun sampai tersisa 144.000 orang sekalipun kami tetap setia di barisan Keluarga Tuhan yang Sepadan ini. Kami tetap belajar sehati sepikir dan satu Roh. Kami tetap taat menantikan tanda dari Tuhan. Tetap setia menantikan penggenapan firman Tuhan. Meskipun yang terkemudian pun yang terjadi kami tetap ada di jalan Tuhan. Kita tetap menyala nyala menjalani tugas dan panggilan kita. Meskipun di sisi kehidupan pribadi kita belajar menyesuaikannya. Apalagi kalau pasangan kita tidak memahami dan mengerti panggilan kita. Kita tetap mendoakan mereka dan siap kapanpun Tuhan ingin kita dikumpulkan. Kita bukan lagi golongan 5 Gadis Yang Bodoh meskipun awalnya kita berasal dari golongan itu.

Aku juga berusaha menyaturasi rasaku lagi dengan Valkeri, Anakin dan Gurka. Sampai kami juga sehati, sepikir dan satu Roh dalam menjalani panggilan kami. Kita semua sudah bersama sama dan mari kita jalani perjalanan ini dengan Sukacita. Kita tetap saling menolong, mengingatkan, melengkapi, menjaga, bekerjasama, mendidik dan berkembang menjadi murid Tuhan dengan rasa Hamba Tuhan yang Setia. Aku harap semua penekanan penekananku selalu kalian ingat. Sehingga kalian semakin dewasa dan mandiri di dalam Tuhan. Setiap umat yang dipercayakan kepada kalian. Pimpinlah mereka dengan tanggung jawab. Ingat ukuran secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar. Jangan hancurkan minyak dan anggur. Semakin alami kalian meresapi takaran itu. Maka apapun keadaan yang kita hadapi kita akan semakin teguh di dalam Tuhan. Doaku untuk kalian semua dimanapun Tuhan tempat kan kalian. Aku percaya kalian tidak akan kembali ke manusia lama kalian. Sebab penyertaan Tuhan di era pandemi sampai hari ini kepada kita semua adalah NYATA. Salam Setia Sampai Akhir sampai Tetelestai.


Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri