Selasa, 31 Maret 2026

Untuk dikenang

Ingat Aku, Saat Kau lewati
Jalan ini, Setapak Berbatu 
Kenang aku, bila kau dengarkan 
Lagu ini terlantun perlahan 

Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Ingat aku bila kau terasing 
Dalam gelap keramaian kota

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan 
Atau untuk dikenang 

Doakanlah aku malam ini
Sebelum kau mengarungi malam

Dear Tim,
Sadarkah kalian perjalanan kita 4 tahun lebih di jalan Tuhan. Perjalanan ini bukanlah hanya perjalanan aku sebagai Durna semata. Bukan hanya kisah Durna yang menginspirasi kalian. Tapi masing masing kalian punya kisah juga. Internalisasilah semua kisah kalian itu. Ada berbagai rasa yang kalian dapatkan dari setiap cerita hidup kalian. Renungkanlah itu sebagai kesaksian Pertobatan kita di hadapan Tuhan.

Kisah pertobatan kita dimulai dari Pandemi Covid. Awal mula kita dipanggil Tuhan. Kemudian terpilih dan masing masing kita menerima tugas dari Tuhan. Kita semua mengalami berbagai dinamika saat berjalan bersama Tuhan. Apakah itu hanya rasa Durna? Aku yakin kalian juga memiliki berbagai rasa. Apakah rasa itu indah semua? Aku yakin saat kalian mengalaminya pasti tidak seindah saat kalian merenungkan itu sekarang. Kalian jadi paham makna indah pada waktunya kan?

Perjalanan kalian adalah bait baitnya Tuhan. Setiap proses yang kalian lalui adalah puisi puisinya Tuhan . Setiap kalian belajar hal yang baru dari Tuhan adalah cerita milik kalian sendiri. Renungkanlah semua itu dan internalisasi ke dalam diri kalian. Agar kalian semakin dewasa di dalam Tuhan. Agar kalian semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang hari Tuhan. Agar kalian semakin taat menjaga Api Dian kalian tetap menyala. Agar kalian makin bersukacita menyambut hari dimana kalian bisa berkata Tetelestai. Saat dimana kalian menangis dengan sukacita di hadapan Tuhan. Bersyukur Karena kita rombongan 5 Gadis Yang Bodoh diberikan kasih karunia oleh Tuhan untuk menunggu di Pintu Gerbang Pertama. Jangan kalian sampai lupa semua rasa dimana kalian melihat, mendengar dan merasakan penyertaan Tuhan yang nyata. Bahkan dengan ajaibnya satu persatu penyebab terjadinya zaman 666 ini bertobat dan memilih kembali kepada Tuhan. Meskipun tidak semuanya. Tapi hal itu semakin buat kita sadar bahwa kita semua sejatinya berdosa besar. Tanpa Tuhan pasti kita binasa. Ingatlah baik baik semua itu. Sebagai nasihatku buat kalian. Sebelum nama Durna menjadi kenangan.

Aku dikenal dengan Nama Durna. Kenangan mengenai aku adalah kalian. Semua rasa yang kudapat yang terindah adalah saat Tuhan izinkan aku bersama sama kalian. Inilah kesaksianku. Aku ingat betul semua rasa yang aku terima bersama kalian. Rasa takut, rasa bingung, rasa sedih, rasa geram, rasa murka, rasa bahagia, rasa sukacita, rasa syukur dan berbagai rasa lainnya yang sulit dibahasakan. Karena bersama kalian aku benar benar menerima rasa Bhineka Tunggal Ika yang lengkap, penuh dan berlimpah. Rasa yang tidak akan pernah bisa digantikan dengan rasa apapun juga sebagai hadiah yang aku terima dari Tuhan. Ingatlah baik baik meski kita rindu dikumpulkan bersama sama. Sejauh apapun kalian dariku. Kalian tetap berada dalam hatiku. Kalian tetap menjadi bagian doa syafaat ku kepada Tuhan. Kalian semua akan selalu aku ingat dalam Rombongan Pertama yang karena kasih karunia Tuhan mendapatkan tempat yang istimewa dari Tuhan. Kalian adalah hadiah terbesar yang aku terima dari Tuhan. 

Ingatlah semua perjalanan kalian. Jangan sampai kalian lupakan itu. Agar kalian semakin teguh di jalan Tuhan. Agar kalian semakin tersenyum menyambut maut. Agar kalian bisa menari dan bernyanyi dengan indah menyambut kedatangan Tuhan. Ingatlah ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk berpisah. Tapi rasa itu adalah rasa yang fana. Saat kalian berpisah denganku. Aku yakin kita akan bertemu di hari Tuhan. Aku menguatkan kalian semua. Untuk siap sewaktu waktu aku akan bubarkan barisan Durna. Kita akan melebur menjadi satu kesatuan yaitu barisan Keluarga Tuhan. Tidak ada lagi nama Durna yang ada hanyalah nama Tuhan yang kita tinggi kan. Kenangan tentang aku tidak akan memuaskan kalian. Tapi kenangan perjalanan kalian bersama Tuhan lebih indah daripada kenangan bersamaku. Bersiaplah kalian semua. Sewaktu waktu Tuhan ingatkan aku untuk membubarkan barisan Durna. Kalian tidak kecewa denganku. Karena aku sudah ingatkan kalian. Durna bukanlah siapa siapa tanpa Tuhan. Aku menerima nama Durna karena Tuhan. Aku menerima banyak karunia dan kuasa karena Tuhan. Tanpa Tuhan aku juga pasti binasa. Meskipun rombongan kita bertambah terus. Firasatku ada waktunya nama Durna tidak lagi menjadi identitas rombongan kita. Sebab itu yang aku terima dari Tuhan bahwa kita adalah rombongan Keluarga Tuhan.

Renungkanlah semua perjalanan kalian bersama Tuhan. Persiapkanlah diri kalian tanpa aku. Sampai kita semua bisa berkata dengan tersenyum di hadapan Tuhan. Terima kasih Tuhan. Akhirnya Tetelestai. Inilah kenangan indahku berjalan bersama Tuhan. Kesaksian pertobatan ku berjalan bersama sama di Jalan Tuhan. Tetap setia sampai akhir. Sampai akhir tetap setia. Amin

Refleksi:
Lagu untuk dikenang ini adalah persembahan dariku. Jika aku tidak lagi bersama sama kalian. Termasuk seluruh tulisan dan kesaksianku serta rekaman memoriku berjalan bersama kalian dengan nama Durna. Kuda Ke 4. Dengan karunia keimaman Melkisedek. Terimakasih Tuhan untuk mereka yang Tuhan percayakan kepadaku. Amin. TETELESTAI.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri