Ingatlah ini dalam menjalani panggilan kalian. Aku tau kalian semua ditemani Malaikat saat kalian mengerjakan tugas kalian dari Tuhan. Pada saat itu kalian pasti merasakan hadirat Tuhan. Tapi semakin sering kalian merasakannya. Lama lama kalian menganggap itu hal yang biasa. Bahkan yang paling fatal kalian merasa hambar dan bosan. Kalian merasa seperti itu karena merasa waktu dan Kehendak Tuhan belum datang juga. Paling parah karena itu kalian membuka celah dan terjatuh gara gara di goda oleh barisan Iblis. Kalian tau kenapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena kalian tidak menjaga hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Kalian tidak membangun menara doa pribadi kalian. Sehingga kalian tidak bertumbuh dan semakin dekat dengan Tuhan. Kalau kalian makin dekat Tuhan kalian tidak akan merasa hambar dan bosan. Kalian m waalah semakin rindu dan semakin ingin bertemu dengan Tuhan. Itulah hadirat Tuhan yang sejati. Dimana dalam keadaan apapun kalian selalu ingat dan kangen dengan Tuhan. Bahkan ketika berbuat dosa sekecil apapun kalian langsung ditegur Tuhan dan lekas bertobat. Sampai akhirnya kalian tidak berani lagi melakukan kesalahan yang menyebabkan kalian bisa jauh dari Tuhan.
Sejak awal saya ingatkan kepada kalian untuk senantiasa berjaga jaga dan waspada. Ini penting supaya kalian tetap di jalur yang tepat dan tidak menyimpang. Kalian benar benar menjalani panggilan di jalan Tuhan. Bukan semata mata sebagai obsesi pribadi kalian. Tapi benar benar karena kalian mendapatkannya dari Tuhan. Panggilan dari Tuhan bukan seperti melakukan impian pribadi kalian. Tapi hal tersebut berkaitan dengan penggenapan firman Tuhan. Kalian dipanggil Tuhan untuk menggenapi Firman Tuhan. Disitulah kalian baru memahami makna ketaatan saat kalian berulang kali melaksanakan tugas dari Tuhan dengan taat. Maka tingkatan kualitas ketaatan kalian semakin meningkat. Di tingkatan tertinggi ketaatan tersebut meningkat menjadi kesetiaan. Kesetiaan itulah yang terus menerus kita jaga dan kembangkan tiap saat. Sampai hadirat Tuhan memenuhi setiap perjalanan kita. Setiap detik waktu kita dipenuhi hadirat Tuhan. Sampai kita betul betul sadar batasan kesetiaan kita adalah setia sampai akhir. Setia sampai Tuhan memanggil kita baik dalam tubuh fisik atau tubuh roh kita. Setia sampai maut mendatangi kita. Setia sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan. Itulah makna akhir dari kesetiaan kita. Sampai kita menemui maut kita tetap setia. Sampai kita bertemu Tuhan di hari Tuhan kita tetap setia. Rasa itulah yang saya rasakan saat hadirat Tuhan memenuhi keseharian saya. Saat saya merasa bosan dan jenuh. Saya selalu datang ke Tuhan untuk diperbaharui lagi. Segala luka yang timbul karena perjalanan di jalan Tuhan selalu disembuhkan Tuhan saat kita dipenuhi hadirat Nya. Bahkan jawaban pun akan diberikan Tuhan sesuai tingkatan kita bertumbuh di dalam Tuhan. Saya pun juga sering mendapatkan keadaan dimana seolah-olah Tuhan masih memberi kesempatan kepada orang yang jahat kepada saya belum di hukum Tuhan juga. Padahal mereka ga tobat tobat dan selalu ingin berbuat jahat kepada saya. Tuhan malah mengajarkan untuk sabar dan ikhlas menantikan Tuhan menghukum mereka. Bahkan saat mereka terang terangan menunjukkan kesombongan mereka. Saya belajar untuk diam dan untuk tidak terlalu menanggapi mereka. Meskipun terkadang saya menggunakan karunia saya untuk memanggil maut untuk mendatangi mereka. Mereka belum mati juga. Disisi itu Tuhan malah mengajarkan saya mengenai dasar dari penggunaan karunia bahkan dasar dari penghukuman tertinggi. Serta pengajar tipe tipe manusia yang dimurkai Tuhan yaitu tegar tengkuk, ular beludak, otak dengkul sampai durhaka pada Tuhan dengan berbagai levelingnya. Betapa banyaknya ajaran yang saya terima dari Tuhan saat bersedia di penuhi hadirat Tuhan tiap saat. Sampai akhirnya saya mengerjakan panggilan dan tugas saya dari Tuhan bukan semata mata mengerjakan hal yang rutin serta kepentingan pribadi saya. Tetapi mengerjakan hal tersebut sesuai waktu dan kehendak Tuhan. Itulah batasan batasan yang diberikan Tuhan kepada kita dalam mengerjakan panggilan kita dari Tuhan.
Keluarga Tuhan yang sepadan. Ingatlah ini selalu untuk menjaga hadirat Tuhan dalam diri kalian. Patokannya adalah saat kalian semakin sepadan dengan kita semua yang terpilih kemudian dengan Malaikat yang menemani kita. Serta yang tertinggi adalah ketika kita semakin sepadan dengan Tuhan. Hampir semua dari kita sudah berada di rombongan pertama yang karena kasih karunia Tuhan kita berada di pintu pertama menuju surga. Jika kalian semua sudah sampai di fase itu. Masa kalian rela melepas hadirat Tuhan dengan kembali ke manusia lama kalian dan kembali menikmati sajian dunia yang fana itu. Apalagi kalian sudah tau Sangkakala Tuhan sudah dibunyikan. Saya adalah salah satunya sebagai pemegang Sangkakala Pertama sudah meniupkan Sangkakala itu kan. Belum lagi pemegang Sangkakala lainnya sudah meniupkan nya. Kalian tau artinya apa? Kita tinggal menunggu penggenapan firman Tuhan. Mau berapa lamapun kalian harus tetap sabar menantikan kedatangan Tuhan. Kalau saya sampai menyiapkan siasat waktu terkemudian pun. Itu sebenarnya semata mata untuk menjaga hadirat Tuhan tetap memenuhi diri kita pribadi lepas pribadi. Meskipun pengharapan saya adalah waktu Tuhan dipercepat. Untuk apa berlama lama di Bumi kalau waktu Tuhan bisa dipercepat. Tapi apakah keinginan pribadi itu yang menjadi patokan kita? Sangat jelas hanya Tuhan saja yang tau mengenai waktu dan kehendak Tuhan. Saya berharap tidak ada satupun dari kalian tersesat dalam menantikan penggenapan Firman Tuhan. Harapanku kalian makin teguh dalam iman dan pengharapan terhadap Tuhan. Belajarlah memenuhi keseharian kalian dengan hadirat Tuhan agar kalian tidak mudah untuk tersesat. Saya tidak akan bosan bosan untuk terus menerus mengingatkan kalian. Sebab kita pasti akan selalu jadi sasaran tembak barisan Iblis yang tidak mau bertobat. Apalagi jujur saja bahwa dalam keseharian saya. Selalu bertemu barisan Iblis yang sombong dan memamerkan keselamatan mereka di depan saya. Seolah-olah semua kesalahan mereka tidak diketahui oleh Tuhan dan mereka tidak mendapatkan penghukuman. Ada waktunya kita mentertawakan mereka. Saat itu akan datang ketika hari Tuhan tiba dan mereka semua tidak diberikan kesempatan untuk bertobat lagi. Kita semua menantiikan hari itu kan? Karena itu tetap jaga hadirat Tuhan dalam keseharian kalian agar api Dian kalian semakin besar dan kalian tetap berada dalam barisan Ksatria nya Tuhan. Itulah doa untuk diriku sendiri dan juga doa untuk kalian semua.
Refleksi:
KsatriaNya Tuhan adalah barisan yang setia sampai akhir dimana Dia Yang Setia dan Benar membenarkan kita semua di hari Tuhan. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar