Rabu, 25 Februari 2026

Manusia Antariksa Penjelajah Semesta

Dear kompetitor,
Kami dari barisan 66 yang berasal dari bilangan 144.000 mengingatkan. Bumi sangat sempit jika seluruh kecanggihan itu dipamerkan di Bumi. Ada banyak planet planet lain yang menantikan evolusi kalian. Meskipun di sisi kuasa Tuhan. Galaksi Bima Sakti pun masih terlalu kecil. Masih ada banyak galaksi galaksi lainnya yang dengan kecanggihan kalian pun hanya bisa meneropongnya. 

Bayangkan jika kecanggihan otonom kalian hanya untuk membuat Negeri Impian di Bumi saja. Sangat sayang jika hanya membahas isu depopulasi, wadah komunitas dalam suatu wilayah, law and order, persoalan kemanusiaan dengan berbagai macam variabel nya termasuk urusan periuk nasi. Bahkan jika kalian durhaka hendak menggugat Tuhan dengan mesin itu.  Mending pertarungan kecanggihan itu kalian arahkan ke luar Bumi. Agar dampak destruktif nya tidak membinasakan generasi penerus manusia. Kecuali memang kalau kalian hendak melakukan dehumanisasi manusia dengan memberikan Hak Asasi kepada Mesin Otonom itu. Ingatlah kejadian Menara Babel. Mudah bagi Tuhan untuk menghukum kalian jika melampaui batas batas kemanusiaan kalian.

Isu isu perdamaian, kesejahteraan, kesetaraan akses, keamanan dan ketertiban, kelestarian lingkungan, hidup yang sehat serta berbagai hal indah lainnya yang diimpikan umat manusia memang mungkin diwujudkan dengan mesin yang otonom tersebut. Apalagi evolusi ilmu pengetahuan dengan tingkatan kemanfaatan nya pasti akan jauh lebih cepat berkembang ketimbang manusia dalam mengembangkannya. Alangkah baiknya kalian coba praktek otonom itu diterapkan di Planet Mars. Sampai planet tersebut menjadi hijau dan layak huni. Atau kalau mesin itu gagal (menunjukkan ketidaksempurnaan mesin haha..). Minimal kalian mengalihkan eksplorasi sumber daya ke planet berbeda. Belum lagi kalian masih menggunakan perspektif Bumi dalam memahami hukum luar angkasa yang sampai saat ini pun kita masih terbatas dalam mengeksplorasinya. Berapa cepat kah kalian bisa mengakses mars? Apakah bisa secepat kalian mengakses lokasiku dari tempat kalian berada?

Kenapa Penekanannya Manusia Antariksa? Sebenarnya ini pengingat buat kalian agar subyek utama manusianya yang harus berevolusi. Sedangkan mesin itu hanyalah obyek untuk meningkatkan kualitas evolusi manusianya. Siapa tau dengan kehebatan kalian itu. Tuhan berkenaan menunjukkan koordinat posisi surga kepada kalian yang semakin canggihnya dalam menciptakan sesuatu. Bukankah sudah tertulis kita co-creator? Pertanyaan nya co-creator seperti apakah kita? Masa gelar co-creator itu kalian berikan dengan iklas kepada mesin? Bahkan kalian sempat sempatnya membuat ide memberikan Hak Asasi kepada Mesin itu.. hahahah..

Meskipun yang terkemudian yang terjadi dan peradaban baru terbentuk karena kecanggihan kalian yang cerdas. Setidaknya dengan level peradaban aku saat ini aku mengajukan Tesis: Manusia Antariksa Penjelajah Semesta" kepada kalian. Agar adrenalin kalian mengembangkan mesin itu lebih tersalurkan dan tidak berdampak destruktif kepada Bumi dan tentunya berdampak besar bagi umat manusia. Kalian pasti paham resiko otonom. Suatu mesin yang bisa berpikir, memutuskan dan berkehendak. Jika ditambahkan karakter. Maka bisa dibayangkan seberapa dahsyatnya mesin itu jika kalian tidak bisa mengendalikannya. Tidak sesederhana pemahaman kita saat ini dengan sekedar"Shut Down" lalu semua beres. Atau dengan pura pura kembali pakai metode tradisional namun faktanya mesin otonom itu terus berevolusi dan mengambil alih sendi sendi kehidupan manusia. Tanpa sadar satu persatu kemanusiaan kita malah diberikan kepada mesin itu. Atau jangan jangan kalian bisa seperti RoboCop dan Gundam yang bisa mengawal mesin itu tanpa batas waktu. Yakinkah kalian saat tubuh manusia kalian bergabung dengan mesin kalian akan mendapatkan kekekalan? Pahamkah kalian kenapa aku ditemani Malaikat Uriel dan Kamael? Baca lagi Kitab Kejadian hahahaha.. Jangan sampai saat kalian terlalu pede mendonorkan tubuh kalian. Ternyata jiwa kalian binasa karena sikap durhaka kalian itu. Sedangkan tubuh kalian malah dikendalikan oleh mesin. Aku harap renungan ini bisa sebagai bahan renungan kalian dalam mengembangkan mesin otonom tersebut. Kecuali kalian memang ingin jadi seterunya Tuhan. Sebagai umat terpilih, Tuhan pasti menyiapkan kami untuk segala kemungkinan. Termasuk untuk menghadapi maut.

Hanya ini jalan tengah yang saat ini bisa aku sampaikan. Aku masih menanti tanda bagian mana yang bisa aku bagikan terkait konsepsi Manusia Antariksa Penjelajah Semesta sebagai alternatif gairah evolusi mesin kalian yang canggih itu. Buatku Bumi masih terlalu sepele buat mesin secanggih itu. Karena sebenarnya kekaguman ku kepada kalian di levelku saat ini. Sebenarnya nilai kalian sebenarnya sudah Manusia Antariksa yang lebih tinggi daripada manusia robot.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri